Season 2 :
Arta Kelvin Armana, pria tampan yang banyak diminati oleh kaum hawa manapun. Kisah cinta masa lalunya membuat pria itu sedikit tertutup.
Banyak wanita yang mencoba mendapatkan hatinya namun tak seorangpun yang mampu menggoyahkan hatinya, sampailah suatu hari, seorang remaja mencoba menggoyahkan hatinya, akankah itu berhasil?
Season 1 :
ARTA YUTA ARMANA. Seorang mafia yang berdarah dingin dan di rumorkan dengan laki-laki yang kejam tanpa ampun. Namun, tidak banyak orang yang tahu jika dia adalah mafia yang paling sadis di kota Seoul. Karena dia tidak terlalu membuka identitasnya.
Karena kesalahan sang ayah pada masa lalu yang membuatnya harus menerima perjodohan itu. Akankah hubungan rumah tangga dia dan wanita itu menjadi hangat? atau kah sebaliknya?!
Ingin tahu kelanjutannya seperti apa? mari simak ceritanya.
Sebelum memulai jangan lupa untuk Like, komen, vote beserta rate 5★ ya😊.
~Happy Readingg~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liska Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 11 Panggil aku Mami!
"Semenjak kepergian ayah dan ibuku aku merasa tak ada lagi yang menyayangiku kak" tutur Alya sambil menangis.
"Jangan memanggil aku dengan sebutan kakak!" kata Marisa sambil berjalan mendekati Alya dan duduk di samping Alya
"Kenapa?" tanya Alya heran.
"Aku ingin kau memanggilku dengan sebutan Mami..!" ujar Marisa sambil mengelus kepala wanita cantik itu.
"Kenapa?" tanya Alya penasaran.
"Akan kah aku ceritakan bahwa dirinya adalah putri kandungku yang telah lama ingin aku ambil dari b*jing*n itu. Tetapi b*jingan itu selalu melarangku untuk mendekati putriku dan dia selalu mengancamku akan pergi jauh membawa putri kesayanganku." gumam Marisa sambil menatap Alya.
"Apa jika aku menceritakan semuanya, kau akan percaya?" tanya Marisa sambil menghapus air mata anak cantiknya itu.
"Apa maksudmu?" kata Alya penasaran.
"Belum waktunya aku berbicara padamu tentang kenyataan yang begitu pahit ini nak," jawab Marisa
"Kenapa? apa ini ada kaitan nya dengan kedua orang tuaku?" tanya Alya penasaran.
"Ya, mungkin ada." kata Marisa sambil melangkah meninggalkan Alya di sofa itu.
Aku akan membawakanmu baju pengganti, setelah itu kau berganti dan ikut aku pulang kerumahku, tempatmu bukan di sini nak" jawab Marisa sambil berjalan keluar dari tempat itu.
Tak berapa lama Marisa pergi meninggalkan Alya dan dia segera kembali ke ruangan tempat Alya berada serta membawakan baju pengganti untuk Alya.
Alya segera mengambil baju itu dan berjalan menuju kamar mandi karena hendak berganti pakaian kurang lebih sepuluh menit Alya segera keluar dari kamar mandi tampaklah Ia sangat cantik mengenakan baju itu. Marisa yang melihatnya pun memperhatikan Alya yang sangat mirip dengan Arie.
"Lihatlah dia, dia mirip sekali dengan b*jing*n itu, bagaimanapun juga dia tetaplah putriku," Marisa bergumam dalam hati.
"Bagaimana penampilanku Momy?" tanya Alya.
"Perfect, Sayang! kau sungguh cantik dengan baju ini!" jawab Marisa sambil memeluk putri semata wayangnya yang selama ini tidak dapat dia peluk.
"Apa kau sudah makan sayang?" tanya Marisa kepada Alya
"Belum mom, aku belum makan sejak kemarin." jawab Alya sambil menunduk karena memang Alya tidak diberi makan dari kemarin.
"Kenapa kau tampak murung begitu Alya?" tanya Marisa sedikit heran.
"Jangan pernah memanggilku sebutan lain selain momy!" pinta Marisa lembut.
"Baiklah mom aku ingin makan aku, aku sudah sangat lapar!" jelas Alya sedikit canggung.
"Let's go sayang! ayo kita keluar dari sini kita akan makan malam di luar." jawab Marisa sambil menggandeng tangan anaknya.
"Baiklah mom, Let's go." kata Alya sambil tersenyum manis.
Mereka segera pergi meninggalkan club alam itu dan pergi menuju sebuah restorant yang berada di kota Seoul.
selama di perjalanan Alya merasa sangat nyaman berada di dekat Marisa entah apa yang dirasakan rasanya dia sangat nyaman berada di dekat Marisa.
Selama di perjalanan hanya ada keheningan diantara Marisa dan Alya. Hanya butuh waktu dua puluh lima menit untuk mereka sampai di sebuah restorant itu.
Marisa segera memarkirkan mobilnya di parkiran khusus atau bisa di sebut VIP. sesudah memarkirkan mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam restoran itu. Marisa segera memesankan makanan untuk dirinya dan juga Alya.
"Nak, kau mau makan apa?" tanya Marisa
"Aku hanya ingin makan seafood dan jus jeruk saja mom," jawab Alya tersenyum.
"Baiklah sayang, kau silakan pilih kursi nya dahulu, mami akan memesankan makanan untuk kita dahulu!" pinta Marisa.
"Oke mom, bye. " kata Alya sambil menciumi pipi Marisa dan berjalan mencari kursi setelah beberapa saat Alya menemukan tempat yang nyaman, ya restoran itu cukup ramai pengunjung.
Setelah memesankan apa yang dia pesan, Marisa segera berjalan mendekati putrinya yang duduk di sebuah kursi. Alya begitu fokus memainkan ponselnya sehingga dia tidak menyadari akan kehadiran Marisa.
"Sebentar lagi makanannya akan selesai nak" ucap Marisa sambil menatap Alya.
Alya yang sibuk memainkan ponsel nya langsung tersadar bahwa marisa telah ada di samping nya.
"Sejak kapan momy di sini?" tanya Alya sedikit kaget.
"Baru saja nak, apa kau sekaget itu kah?" tanya Marisa tersenyum manis.
"Hmm maaf mom! aku hanya kaget." jawab Alya.
"Tidak apa apa! kenapa handphonemu tidak kau ganti dengan yang baru?" tanya Marisa heran.
"Maaf mom, selama aku tinggal bersama orang tuaku aku hanya di kasih handphone ini mom!" jawab Alya tersenyum canggung.
"Siapa yang memberimu handphone ini dan kapan orang itu memberikannya kepadamu?" tnya Marisa penasaran.
"Ibuku mom. Dia yang memberikanku handphone ini! katanya Alya pakai ini saja, ini masih bisa dipakai dan layak. Ibuku memberikanku pada waktu aku Sma kelas tiga mom, dan sampai sekarang masih aku pakai karena aku menghargai ibuku mom" ucap Alya menjelaskan.
"Besok ikut momy, kita beli yang baru. Jangan pakai yang itu lagi!" pinta Marisa dengan nada yang sedikit tinggi.
"Kenapa harus di ganti mom? ini masih layak untuk dipakai?" tanya Alya penasaran.
"Apa yang harus aku katakan. Jika aku sangat membenci Laura." batin Marisa.
"Momy hanya tidak ingin melihat handphone lamamu itu!" jawab Marisa.
"Tapi ini masih layak di pakai mom." jawab Alya sambil menatap ke arah Marisa.
"Tidak ada tapi-tapian, Alya!" bentak Marisa.
"Baiklah momy." jawab alya memelas.
Sesudah menunggu sedikit lama akhirnya makanan yang dipesankan oleh marisa telah datang.
"Nyonya, ini makanannya! Selamat menikmati hidangan yang ada," sapa pelayan itu sambil membungkukan badannya.
"Terimakasih." jawab Alya dan Marisa, dan segera itu pelayan itu kembali ke tempat nya.
"Makanlah nak!" tutur Marisa lembut.
"Baiklah mom." jawab alya tersenyum manis.
Setelah Marisa dan Alya selesai menghabiskan makanan nya mereka segera berjalan menuju kasir karena hendak membayar makanan yang mereka makan tadi.
Mereka keluar dari restoran itu dan berjalan masuk ke dalam mobil. mereka pulang kerumah marisa, hanya ada keheningan lagi diantara Marisa dan Alya.
Sesudah melalui perjalanan yang sedikit panjang akhirnya mobil yang di kendarai Marisa telah sampai di kediamanan Marisa.
Alya begitu tertegun melihat rumah besar dan juga mewah yang ukirannya pun terkesan sangat mewah.
Marisa segera memarkirkan mobil sport miliknya di dalam garasi. Setelah memarkirkan Marisa dan Alya turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam mansion Marisa.
"Ada apa nak? kenapa kau begitu kaget saat keluar dari mobil?" tanya Marisa penasaran
"Rumah momy begitu besar dan mewah di bandingkan rumah kedua orangtuaku," jawab Alya.
"Begitukah?" tanya Marisa pura pura tidak tahu.
"Yes, Mom." jawab Alya singkat.
"Ini baru di luar sayang. Mari momy perlihatkan isi dalamnya." ajak Marisa sambil menggandeng tangan anaknya.
****
BERSAMBUNG.!
LIKE, KOMEN, DAN BERI TIP YA READERS.
mampir juga kekaryaku yang lain.
°ONLY ONE
°SURGA YANG Tak DI RINDUKAN
~SELAMAT MEMBACA~
TERIMAKASIH!
JDI PNASARAN REAKSI KELVIN, OTHOR BERTELE TELE..
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹