NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Keponakanku

Ibu Untuk Keponakanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk gc. Siapakah nama wanita yang membuat Toriq terobsesi?

Annisa seorang gadis yang sederhana berasal dari keluarga yang sederhana. Suatu hari Uanya Ibu Elly memintanya untuk pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya ke sebuah universitas swasta bergengsi di Jakarta. Namun siapa sangka kepindahannya ke Jakarta mengubah hidupnya. Seorang anak kecil berusia 2 tahun bernama Rafa saat pertama kali bertemu dengannya langsung memanggil Annisa dengan panggilan Mamah.

Rafa adalah seorang anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Entah mengapa saat pertama kali Rafa bertemu dengan Annisa, ia merasa Annisa adalah Mamahnya.

Ibu Delima karena tidak ingin berpisah dengan Rafa cucunya meminta Annisa menikah dengan putra sulungnya yang bernama Toriq yang tak lain adalah paman dari Rafa.
Akankah Annisa menerima pinangan dari Ibu Delima dan menikah dengan Toriq?
Toriq sangat terobsesi pada seorang janda muda yang dalam keadaan hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Rafa Menginap.

Pak Syamsul menghampiri istrinya.

“Sudahlah, Mah. Bagaimanapun juga Enin dan Aki Rafa mempunyai hak yang sama seperti kita yaitu membesarkan Rafa. Kita tidak boleh egois dengan melarang Rafa ikut dengan meraka,” kata Pak Syamsul sambil mengusap-usap punggung Ibu Delima.

“Tapi Pah, Annisa itu kan orang lain. Tidak akan tulus mengurus Rafa. Apalagi dia masih muda,” kata Ibu Delima dengan sedih.

“Annisa tinggal dengan Enin dan Aki Rafa, tentu Rafa dalam pengawasan mereka,” jawab Pak Syamsul.

“Mamah tidak mau jauh dengan Rafa,” kata Ibu Delima.

“Begitu pula Eninnya Rafa, dia juga ingin dekat dengan Rafa,” kata Pak Syamsul.

“Jadi selama ini Mamah salah, Pah?” tanya Ibu Delima ke Pak Syamsul.

“Iya dan sekarang Mamah dapat balasannya. Alloh mengirim seseorang dari keluarga Enin Rafa yang membuat Rafa tidak mau lepas dari orang itu,” jawab Pak Syamsul.

“Sekarang Mamah harus bagaimana?” tanya Ibu Delima.

“Kasih Rafa kebebasan untuk memilih mau tinggal dimana. Lagi pula Papah percaya Enin Rafa akan bersikap bijaksana. Tidak seperti Mamah yang selalu melarang Rafa untuk menginap di rumah Eninnya,” jawab Pak Syamsul.

Ibu Delima menoleh ke arah Toriq.

“Ini semua gara-gara kamu, Toriq. Kalau kamu tidak telat menikah pasti Mamah sekarang sudah punya cucu lagi,” kata Ibu Delima.

“Kok jadi Toriq yang salah sih, Mah?” Toriq protes.

“iya, kamu tuh terlalu sibuk memperhatikan adiknya Reno yang janda itu, sehingga kamu nggak nikah-nikah,” seru Ibu Delima dengan kesal.

“Tenang saja Mah kalau Toriq menikah dengan adiknya Reno, Mamah akan mendapatkan cucu dengan cepat,” kata Toriq.

“Jangan ngimpi kamu Toriq! Belum tentu adiknya Reno mau sama kamu,” seru Ibu Delima sambil masuk ke dalam rumah.

Pak Syamsul hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri dan anaknya.

*******

Sementara itu di dalam mobil Roland.

Sepanjang jalan Rafa memeluk erat Annisa seperti takut di tinggalkan oleh Annisa.

Terdengar segukan Rafa yang habis menangis kencang.

Annisa mengusap kepala dan punggung Rafa dengan penuh kasih sayang.

Sambil menyetir Roland sesekali menoleh ke samping melihat keponakannya yang sedang tertidur sambil memeluk Annisa. Roland mengusap kepala Rafa.

“Tidur?” tanya Roland kepada Annisa.

“Iya,” jawab Annisa sambil membelai kepala Rafa.

“Kasihan Rafa, ia pasti sangat merindukan Mamahnya,” kata Roland.

“Annisa juga tidak tau kenapa Rafa memanggil Annisa dengan sebutan Mamah?” kata Annisa sambil mengusap-usap punggung Rafa.

“Aa tahu jawabannya,” kata Roland sambil fokus menyetir.

“Apa?” tanya Annisa.

“Karena adik Aa ini bukan hanya cantik dari luar, tapi cantik juga dari dalam. Sehingga Rafa merasakan rasa sayang yang tulus dari Annisa,” jawab Roland sambil menoleh sebentar ke Annisa lalu fokus lagi ke jalan.

“Gombal...,” seru Annisa.

Ronald menoleh ke Annisa.

“Kok gombal sih? Aa serius,” ujar Roland.

“Aa paling pinter ngegombal,” jawab Annisa.

Tiba-tiba terdengar rengekan Rafa.

“Ehhh…ehhhh…. Mamah….,” Rafa merengek dengan mata tertutup, sedangkan tangannya seperti menggapai sesuatu.

“Ya sayang, Mamah di sini,” kata Annisa mengusap-usap tangan Rafa.

Lalu Rafa tertidur kembali.

Tak terasa akhirnya mereka sampai di rumah. Penjaga rumah Ibu Elly membukakan pintu pagar. Mobil Roland memasuki halaman rumah,

“Bisa nggak menggendongnya?” tanya Roland ketika menghentikan mobilnya.

“Biar Aa yang gendong.”

“Nggak usah A. Annisa bisa kok gendongnya,” Annisa perlahan keluar dari mobil Roland lalu masuk ke dalam rumah melalui garasi.

“Wah…Den Rafa ikut,” kata Bi Minah melihat Annisa menggendong Rafa.

“Iya, Bi. Saya ke kamar dulu, ya,” kata Annisa.

“Oh…..silahkan, Non,” ujar Bi Minah.

Tapi Annisa berhenti dan membalikkan badan ke Bi Minah.

“Bi, baju Rafa di taruh mana?” tanya Annisa.

“Ada di kamar Den Rilandi, Non. Den Rafa biasanya tidur di kamar Den Rilandi,” jawab Bi Minah.

“Tolong ambilkan baju Rafa. Rafa harus ganti baju, bajunya basah dengan keringat,” kata Annisa.

“Iya, Non. Nanti Bibi ambilkan,” jawab Bi Minah.

“Terima kasih, Bi,” ucap Annisa lalu berjalan menuju ke kamarnya.

Annisa langsung naik ke lantai atas menuju ke kamarnya. Dengan hati-hati Annisa membukakan pintu kamarnya. Diletakkannya Rafa di atas tempat tidur Annisa. Ketika diletakan di atas tempat tidur Rafa sempat merengek cepat-cepat Annisa memberi Rafa guling, lalu Rafa memeluk guling dan tidur kembali.

Akhirnya Annisa bernafas lega. Dengan cepat Annisa menyalakan AC kamarnya agar Rafa tidak kepanasan. Namun ketika ia hendak berbalik untuk menutup pintu kamar, Annisa kaget melihat Roland di depan kamarnya.

“Astagfirullohalazim,” ucap Annisa ketika kaget melihat Roland di depan pintu kamarnya.

“Aa ngagetin aja,” seru Annisa.

“Rafa masih tidur?” tanya Roland.

“Tadi sempat bangun, Annisa kasih guling terus tidur lagi,” kata Annisa.

Annisa melihat Bi Minah dan Ibu Elly keluar dari kamar Rilandi, lalu menghampiri kamar Annisa.

“Ini Non baju dan pospak Den Rafa,” Kata Bi Minah sambil menyerahkan baju dan pospak Rafa ke Annisa.

“Terima kasih, Bi,” ucap Annisa.

“Sama-sama, Non. Bibi ke belakang lagi, Non,” Bi Minah pamit.

“Iya, Bi.”

Ibu Elly masuk ke dalam kamar Annisa diikuti oleh Roland dari belakang. Ibu Elly duduk di tempat tidur Annisa. Dipandangi cucunya yang sedang tidur dengan lelap.

“Ua minta maaf telah merepotkan Annisa,” kata Ibu Elly.

“Tidak apa-apa, Ua. Annisa tidak merasa direpotkan,” jawab Annisa.

“Ua juga tidak tau kenapa Rafa tiba-tiba menyangka Annisa adalah Mamahnya,” kata Ibu Elly.

“Sudah Ua, jangan dipikirkan. Annisa tidak keberatan Rafa memanggil Annisa “Mamah”.”

“Annisa tidak tega ketika melihat Rafa menangis dengan kencang sambil memanggil Mamah,” kata Annisa dengan berkaca-kaca.

“Terima kasih, Annisa sudah mau mengerti perasaan Rafa,” ucap Ibu Elly.

“Sama-sama, Ua,” balas Annisa.

1
ayu cantik
seru
74 Jameela
bagus kak ceritanya
74 Jameela
bu delima jgn egois..bu elly jg enin nya rafa..biarkn rafa bs merasakn ksh syg dr smua keluarganya
Siti Nurbaidah
Luar biasa👍👍👌💕cerita ny mantap n seru
Siti Nurbaidah
mantap👍👍💕💖👌
Bunda Puput
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Cah Dangsambuh
aku mampir kak
Suminah Latara: lanjut thor
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍
Deche: Terima kasih.
total 1 replies
Sandisalbiah
prolog nya menarik
Sandisalbiah
luar biasa
Sandisalbiah: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
Sandisalbiah
Hadeh.. si pak suami ini beneran gak mau jauh dr istri.. candu ya..??
Sandisalbiah
istrinya masih kinyis lho Toriq
Sandisalbiah
akhirnya sah.. SAMAWA buat Toriq dan Anissa...
Sandisalbiah
kirain ngilang kemana itu para pejantan.. gak taunya bobok bareng"
Sandisalbiah
OTW halal..
Sandisalbiah
sultan mah bebas.. apa² langsung bayar lunas gak perlu di DePe in...
Sandisalbiah
dr gelagat nya udah gak bener nih si bu Ika
Sandisalbiah
jodohnya abang dokter jd sakit gak perlu jauh² berobat.. dokternya langsung nyamperin
Sandisalbiah
merawat batita itu melelahkan
Sandisalbiah
,Anissa demam malarindu tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!