NovelToon NovelToon
AKU Bukan Lagi PUTRI

AKU Bukan Lagi PUTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:533.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipik sukirno

Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 11

Dengan kecepatan penuh Lin melajukn mobilny menuju rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya dia langsung lari menuju kamar rawat dimana penyelamat nya itu terbaring tak berdaya. Kamar yang selama ini tak berani ia masuki, malam ini tanpa ia sadari sudah ia masuki. Dengan semangat Lin langsung menarik kursi dan duduk disisi ranjang.

Tapi, setelah ia duduk ia baru tersadar atas apa yang baru saja ia lakukan. Seketika ia merasa bingung dan canggung, tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini. Kemudian Lin berdiri dan berjalan ke jendela, menatap jauh keluar jendela. Memandangi indahnya kota malam hari dimana lampu-lampu dari gedung-gedung yang menjulang tinggi, lampu jalanan, dan kendaraan yang lalu lalang dibawah sana.

Dilihatnya lagi wajah putri yang tampak tenang didalam tidurnya. Peralatan medis tertempel ditubuh kecilnya yang lemah dan tak berdaya. Rasa bersalah semakin menggerogoti hatinya sampai rasanya ia ingin memberikan separuh nyawanya untuk gadis itu.

Perlahan Lin melangkahkan kakinya dan kembali duduk disisi ranjang. Ingin rasanya ia mengenggam tangan gadis yang terbaring dihadapannya itu, tapi ia menarik kembali tangan yang sudah ia ulurkan. Ia duduk disana selama dua jam tanpa mengatakan apa-apa. Hanya memandangi wajah gadis kecil itu. Putih, bersih, matanya yang terpejam memperlihatkan bulu mata yang panjang, pipi yang tembem, dan meski tertutup alat bantu pernafasan, namun masih terlihat jelas hidung mungil yang menambah keimutnnya.

Berkali-kali Lin menghela nafas panjang. Ia benar-benar tidak tau apa yang sedang dilakuknnya, namun ia tak merasakan bosan ataupun lelah meski hanya duduk dan diam disana. Diliriknya jam yang melingkar ditangannya. Kemudian dilihatnya kembali wajah putri yang tetap tenang dalam tidur panjangnya. Dengan wajah tak rela kemudian berdiri dan merapikan jasnya.

" Maafkan saya, saya datang tapi hanya duduk dan diam, saya takut anda terganggu dengan kehadiran saya yang telah membuatmu menderita seperti sekarang ini. Saya akan pergi sekarang. Saya harap saya tidak mengganggu waktu istirahatmu. Saya akan kembali lagi besok. Semoga anda tidak menolak kedatangan saya. Biarkan saya menebus kesalahan saya dengan menemani anda disini. " Ujarnya. " Dan saya janji saya akan membawakan bunga yang baru. " Tambahnya saat melihat bunga didalam vas diatas meja yang mulai layu.

Setelah membungkukkan badannya sebagai tanda salam, Lin melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu. Diintipnya lagi gadis itu melalui kaca kecil yang terdapat pada pintu untuk sesaat, lalu ia berbalik dan benar-benar pergi tanpa menoleh kembali.

Sejak malam itu, malam pertama kali Lin menemui putri dirumah sakit, kini setiap malam ia selalu datang mengunjunginya. Dan dia akan selalu membawa bunga yang baru untuk menggantikan bunga dalam vas meski baru saja digantinya. Selalu, setiap malam, antara pukul 21.00 - 22.00 malam. Dan dia akan pulang setelah pukul 01.00 pagi atau lebih.

Tak banyak yang ia lakukan saat ia disana, hanya menceritakan hal-hal lucu atau yang membuatnya marah saat ia sedang bekerja sembari memutarkan lagu-lagu populer, dari lagu-lagu barat, China, dan juga Indonesia. Terkadang ia akan membawa beberapa buku cerita untuk dia bacakan, dari novel remaja, novel fiksi, drama, bahkan dongeng anak-anakpun ia bacakan. Sampai-sampai ia harus memasang satu rak khusus untuk menyimpan buku-bukunya itu.

Terkadang ia akan datang terlambat jika harus menyelesaikan pekerjaannya dulu. Seperti halnya malam ini, jam ditangannya sudah menunjukkan pukul

11.20 malam, tapi ia masih berada didalam sebuah kapal pesiar yang bersandar didermaga. Menghadiri pesta ulang tahun perusahaaan salah seorang relasi kerjanya. Pesta mewah yang dihadiri oleh orang-orang kaya dengan jabatan tinggi, dan juga anak-anak konglomerat yang sibuk untuk bersenang-senang dan berfoya-foya.

Tak betah dengan kebisingan yang ada, dan rasa gelisah ingin segera menemui gadis malaikatnya, Lin memisahkan dirinya dan memilih untuk menikmati minumannya diluar atau deck kapal. Sebelumnya Lin bukanlah orang yang akan mengabaikan pesta seperti ini. Meski bukan tipe pria yang suka bersenang-senang dan berfoya-foya atau hanya sekedar menggoda wanita, namun dia akan berbaur didalamnya bersama teman-temannya. Namun kali ini, rasanya ia sangat ingin segera meninggalkan pesta ini, namun tak enak hati rasanya jika ia meninggalkan temannya yang sebagai tuan rumah pesta itu.

Disulutnya rokok ditangannya, dan dihisapnya dalam-dalam kemudian dia hembuskan jauh-jauh untuk membuang rasa jenuhnya, agar menghilang bersamaan dengan angin yang membawanya pergi.

" Tuan muda Lin, apakah pesta ini tidak cukup meriah, sehingga anda tidak menikmatinya ?" Tanya seorang wanita yang tiba-tiba datang dan berdiri disampingnya sambil memeluk erat tangannya sehingga terbenam kedalam belahan dadanya yang cukup berisi.

Lin hanya mengabaikannya dengan kembali menghisap rokoknya kemudian membuangnya lagi. Ia hanya melirik saja untuk melihat siapakah yang telah membuatnya semakin ingin pergi itu.

" Pesta yang begitu mewah dan meriah ini, orang-orang terkenalpun ada didalamnya, tapi mengapa seorang tuan muda Lin justru menjauh dari mereka ? Jika tuan muda merasa jenuh, bagaimana kalau malam ini saya menemani tuan muda, sampai puas ?" Tanya wanita berambut pirang dengan mini dress yang cukup terbuka sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Lin.

Wanita ini adalah Chao Mingyan, putri kedua dari keluarga Chao, pemilik perusahaan ponsel terbesar di China. Yang kini sedang dijalankan oleh kakaknya. Seorang gadis manja yang selalu memanfaatkan kekuasaan dan kekayaan keluarganya. Bahkan saat ia ingin masuk kesebuah universitas terkenal di negeri inipun, ia menggunakan kekuasaan ayahnya agar ia dapat diterima di universitas tersebut.

Gadis ini dengan penuh percaya diri terus menggoda Lin dengan menggesek-gesekkan payudaranya ketangan Lin yang ia peluk dengan erat. Spontan Lin langsung menarik tangannya dengan cepat sampai membuat nona Mingyan ini hampir terjatuh.

" Ah! Maafkan saya. " Seru Lin yang kaget sendiri.

" Aaah, tidak apa-apa kok, tuan pasti sedikit kaget. Sepertinya kita harus membiasakannya agar tuan tidak kaget lagi. " Jawab nona Chao sambil berjalan mendekat dan kembali memeluk Lin.

Dengan segera Lin melepaskan tubuhnya dari pelukan nona Chao yang terasa sangat menggelikan baginya.

" Aah, kenapa sih, tuan muda Lin, saya siap kok, menemani tuan muda sampai pagi. " Godanya lagi.

Mendengar kata "sampai pagi" itu, membuat Lin langsung teringat kembali dengan Putri dirumah sakit.

" Harus cepat-cepat pergi dari sini !" Batin Lin.

Lin mengedarkan pandangannya mencoba mencari cara agar ia dapat segera lolos dari jeratan gadis penggoda itu.

" Maaf kan saya, tapi saya tidak bisa pergi dengan anda, nona Chao, saya masih ada urusan diluar, saya benar-benar harus pergi dari sini. Saya sudah ada wanita lain yang harus saya temani "sampai pagi". " Kata Lin berusaha meyakinkan wanita itu agar segera melepaskannya.

" Cih, me-ne-ma-ni sampai pagi katanya. Secantik apa sih dia sampai tuan muda Lin mau menemani dia sam-pai pa-gi. " Tanya nona Chao menggerutu.

" Emm, dia itu seseorang yang sangat penting. " Jawab Lin.

" Iih, sepenting apa sih ?"

" Nona, saya benar-benar harus pergi dari sini. Tolong biarkan saya pergi. " Pinta Lin sambil berusaha melepaskan tangannya yang dipeluk dengan erat oleh nona Chao.

" No !"

" Nona Chao Mingyan yang cantik dan sexy, untuk apa nona memaksa seorang pria yang tidak menghargai kecantikan dan keseksian nona ? Biarkan saja dia pergi. Saya dengan sangat bahagia bersedia ditemani oleh wanita cantik dan sexy seperti nona. " Kata seorang pria yang tiba-tiba datang menghampiri mereka dan langsung membelai tubuh seksi nona Chao itu.

Mendengar pujian yang sangat disukainya, Chao Mingyan segera melepaskan tangan Lin dan langsung masuk kedalam pelukan pria itu.

" Aaah, kamu ya, selalu saja nakal. Aku melihatmu bersenang-senang dengan wanita lain, Makanya aku mendekati tuan muda Lin karena bosan ." Rengeknya dengan manja.

" Maafkan aku honey, tapi kan sekarang aku sudah ada disini, untukmu. " Jawab pria itu

Pria itu sambil menarik wajah nona Chao yang kemudian ******* bibir seksi gadis itu dengan bibirnya, sementara itu tangannya memberikan isyarat dengan tangannya agar Lin segera pergi. Lin yang merasa tertolong langsung memberikan dua jempol untuk pria itu yang ternyata adalah sahabatnya yang juga bawahannya diperusahaannya. Sebelumnya saat Lin masih kebingungan harus bagaimana menyingkirkan wanita itu, ia melihat temannya itu tengah berjalan santai merangkul teman-teman wanitanya. Disaat itulah Lin memberikan kode kepadanya agar segera melepaskannya dari cengkeraman wanita itu.

Lin segera lari dan pergi meninggalkan kapal pesiar itu. Ia segera menaiki mobilnya dan melajukaannya dengan kecepatan penuh.

Jangan lupa dukung author dengan cara vote, like, favorite dan tinggalkan komen kalian untuk kritik dan sarannya ya sahabat readers. Terima kasih😊😊😊

1
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Wkwkwk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Gkgkgk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Hahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
hiro😼
Bikin aku kesel deh ama si lin tuh huh greget aku bacanya pengen gw getok kepalanya huh
hiro😼
Kapan ya nunggu episode shasha cuekin fengying?
hiro😼
Lin fengying ini bagaimana sih? Bilang aja dia malaikat kecil tapi haishhhhh dhlh bikin kesel
hiro😼
Aku semua aja soalnya kaya masuk akal
hiro😼
D dan E
hiro😼
Pasti kaget dan ga nyangka sih thor
hiro😼
Manisss sekaliii andai saja aku bisa seperti mereka😭
hiro😼
Aaminnn thor
hiro😼
Iseng sekali dia, aku aja hampir tidak bisa menahan ketawa🤣
hiro😼
Kok sama😭
hiro😼
Aku dikit dikit paham tapi yah kalau ga paham aku skip aja, semangat thor
hiro😼
Kapan sih sadarnya☹️😭
hiro😼
Ini apalagi, jubaidah?
Erina Munir
waduuh thoor...jangan gitu dòong...masa mentang2 amnesia trud makannya apa aja boleh...itukan haram...
Erina Munir
akuuuuuh....😊
Arlyn
mampir kka, ceritanya sangat menarik😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!