Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.
Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.
Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.
Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Nathan. "Dia bukan putraku!"
Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Ajeng
Sepulang bekerja, Bella mendapati Mira tengah melamun duduk di kursi. Entah apa yang di pikirkan Mira, hingga tak menyadari kehadiran Bella di sampingnya. Dengan lembut Bella menyentuh pundak Mira.
"Bi." panggilnya dan sontak membuat Mira kaget.
"Bella. Kau sudah pulang." ucapnya sedikit kebingungan melihat Bella tiba-tiba ada di sampingnya.
"Ia bi, dari tadi bella panggil tapi enggak ada sahutan. Bibi kenapa? Kok melamun. Apa ada masalah?"
Mira menghela napas dalam. "Tadi Ajeng ke sini." jawab Mira dan sontak membuat Bella terkejut dan melototkan matanya.
"Ajeng." Bella mengerutkan dahinya. "Ngapain dia ke sini bi?"
"Dia nyariin kamu, tapi karna kau tidak ada, dia cuma bilang kau jangan ganggu Nathan dan mengancam akan mencelakakan Dimas kalau kau mengusik rumah tangganya." jelas Mira.
Bella mengepalkan tangannya. Dia melangkah sedikit menjauhi Mira "Ternyata dia itu beneran wanita ular. Aku pikir dia wanita baik-baik yang menyesal karna sudah merusak rumah tangga aku. Tapi nyatanya?" Bella berdecak kesal dan menggelengkan kepala. "Aku akan terus berusaha memperjuangkan haknya Dimas, tidak peduli dia mau berkata apa."
"Tapi kau harus berhati-hati. Bibi yakin ancamannya tidak main-main."
"Bibi tenang saja, aku akan selalu waspada."
Setelah berbicara seperti itu Bella melangkah memasuki kamar, dilihatnya Dimas tertidur nyenyak di atas kasur sambil memegang beberapa mainan kesukaannya. Bella tersenyum melihatnya.
"Kau harus bahagia sayang. Dan jangan sampai, ada orang yang bilang kalau kamu ini anak haram." Bella mengelus pipi dan mencium kening Dimas, lalu setelah itu ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Hampir sebulan Bella bekerja, dia mulai terbiasa dengan pekerjaannya. Namun ia masih sedikit kesal dengan ulah senior yang selalu memanfaatkannya. Hari ini, seperti biasa baru saja Bella selesai membersihkan kaca jendela seniornya langsung menyuruh Bella membuatkan minuman untuk tamu manajer perusahaan.
"Kenapa harus aku? Padahal masih banyak petugas lain yang menganggur tidak melakukan apa-apa." gumamnya, namun apa boleh buat sudah nasibnya menjadi karyawan baru.
Setelah selesai membuat minuman. Bella memasuki ruang manajer. "Permisi pak..?" matanya langsung menyipit melihat seseorang yang ia kenal duduk berhadapan dengan manajer itu.
"Ajeng." ucapnya dalam hati. Bella terkejut saat mengetahui bahwa itu adalah Ajeng.
"Kenapa dia bisa ada di sini?" gumamnya, ia terpaksa melangkah mendekati mereka lalu meletakkan minuman tersebut.
"Bella." Ajeng sedikit syok melihat Bella berada di hadapannya. Namun detik berikutnya ia tersenyum mencemooh saat melihat pakaian yang di kenakan Bella.
"Silahkan di minum." ucap Bella, ia langsung melangkah meninggalkan mereka berdua.
"Tunggu!" panggil Ajeng menghentikan langkah Bella, lalu dia mendekati Bella.
"ck ck ck." Dengan melipat kedua tangannya Bella berdecak memperhatikan Bella. "Apa aku tidak salah lihat? mantan nyonya Wijaya menjadi cleaning service di perusahaan ini. Hahaha." Ajeng tertawa mengejek.
"Itu bukan urusanmu." Bella hendak pergi namun tangannya di cekal Ajeng. "Lepas!" berontak Bella.
"Kau belum di ijinkan untuk pergi." ucap Ajeng. Lalu dia menatap manajer yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri.
"Kak Riko, apa kau tau? dia orang yang barusan kita bahas. Bella Safira, mantan istri Nathan Wijaya yang sekarang sudah menjadi suamiku." jelasnya dengan menatap Bella sinis.
Riko beranjak dari duduknya, lalu dia melangkah mendekati Bella yang masih berusaha untuk melepaskan tangannya. Riko menatap dan memperhatikan Bella dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Cantik. Tapi bodoh!"
Bella tidak peduli apa yang di katakan manajernya, ia tetap berusaha melepaskan tangan Ajeng tanpa mau meladeni mereka.
"Aku tau apa yang akan kau lakukan Bella. Kau ingin melakukan tes DNA bukan? jangan mimpi!" Ajeng melepaskan cengkramannya. "Aku tau kalau Dimas itu anak kandung Nathan, tapi jangan harap aku akan membiarkanmu melakukannya. Nathan sudah jadi milikku dan semua hartanya hanya putriku seorang yang boleh mewarisinya. Kau paham!"
"Dasar wanita ular!" tunjuk Bella ke hadapan Ajeng.
"Kau jangan macam-macam dengan adikku atau mau saya laporkan ke pihak HRD agar kau di pecat!" Riko mengancam Bella lalu setelah itu dia mengusirnya.
"Aku akan tetap berusaha supaya mas Nathan mengakui Dimas. Dia juga putranya, Ingat itu Ajeng. Permisi." Bella menatap tajam Ajeng setelah itu dia berlalu pergi meninggalkan ruangan Riko.
"Kak kau harus membantuku." pinta Ajeng. Khawatir dengan Bella yang bersih keras melawannya.
"Tenang saja. Selama kau mengikuti saranku, ku pastikan rumah tanggamu akan baik-baik saja. Dan untuk perempuan itu, kakak akan sedikit bermain-main dengannya." jelasnya dengan tersenyum menyeringai.
🌺🌺🌺
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
smg dimas baik3 sj
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
kbr ibu margaret gimn thor
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja