NovelToon NovelToon
ANAK BUAH KESAYANGAN

ANAK BUAH KESAYANGAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:462.1k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Gerry Putera Tanuwijaya seorang pengusaha sukses dan kaya harus menelan pil pahit saat perusahaannya dinyatakan bangkrut akibat ulah Om dan Tantenya yang ingin menguasai kekayaan Gerry. Bahkan Gerry mengalami kecelakaan wajahnya hancur dan harus menjalani operasi plastik.

Rubi Caesa Gilbert wanita cantik nan sexi, dia merupakan seorang pengusaha muda yang sukses. Kehidupannya tidak tenang saat Kakak dan Mama tirinya berusaha untuk membunuh Rubi.

Pertemuan yang tidak disengaja antara Rubi dan Gerry, membuat mereka terikat satu sama lain. Rubi membutuhkan bodyguard untuk melindungi dirinya sementara Gerry membutuhkan uang untuk menjalani hidupnya.

Akankah tumbuh cinta diantara mereka? sedangkan Rubi saat ini menutup rapat hatinya untuk seorang pria dan tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

💰

💰

💰

💰

💰

Gerry menatap wajah Rubby lekat-lekat, dilihat darimana pun juga Rubby terlihat cantik.

"Cantik..." gumam Gerry.

Tiba-tiba pintu kamar Rubby terbuka, seorang maid bernama Maya itu mengantarkan bubur untuk Rubby.

"Mas Gerry, ini buburnya terus obat demamnya ada di laci situ," seru Maya dengan menunjuk laci yang berada di sampingnya.

"Oh ok, terima kasih ya May."

"Sama-sama Mas, kalau begitu saya permisi dulu."

Maya pun keluar dari kamar Rubby.

"Rubby, bangun dulu yuk kamu harus makan habis itu minum obat biar kamu sembuh," seru Gerry lembut.

Perlahan Rubby membuka matanya dan menoleh ke arah Gerry.

"Makan bubur dulu, habis itu minum obat."

Gerry membantu Rubby untuk duduk, kemudian Rubby menyandarkan tubuhnya ke sandaran tempat tidur.

"Gue suapin ya."

Perlahan Gerry menyuapi Rubby, Rubby pun membuka mulutnya. Selama Rubby makan, Rubby terus saja menatap Gerry membuat Gerry menjadi salah tingkah.

"Jangan lihat gue seperti itu, gue suka gerogi kalau ditatap sama cewek cantik," seru Gerry.

Rubby sedikit menyunggingkan senyumannya.

"Jangan tersenyum seperti itu, takutnya gue jatuh cinta sama lo," celetuk Gerry dan membuat Rubby tersedak.

"Astaga pelan-pelan makannya."

Gerry memberikan minum kepada Rubby..

"Hanya lo, anak buah yang berani sama Bosnya bahkan gaya bicara lo saja seperti sama teman saja ga ada hormat-hormatnya," seru Rubby.

"Sorry kalau gue sudah lancang, kalau begitu mulai sekarang gue bakalan bersikap hormat sama lo, Nona Rubby," sahut Gerry.

Lagi-lagi Rubby tersenyum malahan sekarang terdengar tawanya yang renyah.

"Kenapa ketawa?" tanya Gerry bingung.

"Kalau lo ngomong kaya gitu, justru gue geli mendengarnya, sudah ga apa-apa lo kaya gitu aja jadi diri lo sendiri gue suka gaya lo sama Kiting, kalian memang anak buah unik," sahut Rubby.

Tanpa terasa buburnya habis...

"Wah hebat buburnya habis, sekarang minum obat ya biar lo cepat sembuh, masa cewek jagoan sakit," goda Gerry.

"Apaan sih lo Ger."

Gerry mengambil obat di laci yang di tunjukkan oleh Maya dan memberikannya kepada Rubby.

"Sekarang lo istirahat ya, jangan kemana-mana dulu, jangan mikirin yang macam-macam dulu, kalau lo butuh sesuatu panggil saja gue," ucap Gerry dengan mengelus kepala Rubby.

Rubby sampai tercengang mendapat perlakuan seperti itu dari Gerry dan Gerry pun sadar hingga akhirnya dia menarik tangannya dari kepala Rubby.

"Sorry, gue kelepasan."

"Ga apa-apa."

Rubby pun merebahkan tubuhnya, sedangkan Pak Rinto yang dari tadi melihat interaksi Gerry dan Rubby di balik pintu mengembangkan senyumannya dan dia pun memutuskan untyk pergi.

"Kalau gitu gue keluar dulu."

"Gerry.." panggil Rubby.

"Apa?"

"Terima kasih ya."

"Untuk apa?"

"Untuk semuanya, lo selalu ada disaat gue membutuhkan lo."

"Lah itu kan memang sudah tugas gue jagain lo dan lindungin lo, tapi kalau lo mau berterima kasih sama gue, lo bisa naikin gaji gue menjadi dua kali lipat, gimana?" seru Gerry dengan mengedipkan sebelah matanya.

"Hah..."

"Bercanda Bos, ya sudah gue pergi lo istirahat awas saja kalau sampai mengerjakan pekerjaan kantor."

"Iya..iya..bawel."

Gerry pun tersenyum dan keluar meninggalkan kamar Rubby, sedangkan Rubby tampak menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Astaga, kenapa gue senang banget dibperhatiin sama Gerry," gumam Rubby.

Gerry menuruni tangga...

"Bagaimana keadaan Nona Rubby?" tanya Pak Rinto.

"Dia sudah makan buburnya dan minum obat juga sekarang dia sedang istirahat."

"Syukurlah."

"Pak, boleh kita ngobrol sebentar?"

"Boleh, ikut saya."

Pak Rinto pun membawa Gerry ke ruangan kerjanya.

"Silakan masuk Ger."

"Terima kasih Pak."

Gerry dan Pak Rinto duduk di sofa dengan berhadap-hadapan.

"Apa yang mau kamu bicarakan dengan saya, Ger?" tanya Pak Rinto.

"Ini mengenai Nona Rubby, apa saya boleh tahu tentang Nona Rubby?"

"Apa yang ingin kamu tahu?"

"Tadi Nona Rubby menyebut nama Ardi, kalau boleh tahu Ardi itu siapa?" tanya Gerry.

Pak Rinto tersenyum..

"Den Ardi itu calon suaminya Nona Rubby."

"Apa? calon suami?"

Gerry tampak terkejut, ternyata Rubby sudah mempunyai calon suami. Pak Rinto kembali tersenyum, dia melihat ada kekecewaan dan kesedihan di hati pria tampan itu.

"Kamu kenapa Ger? cemburu?" goda Pak Rinto.

"Cemburu? ya tidaklah Pak, ngapain saya cemburu memangnya saya siapanya Nona Rubby, saya hanya sekedar Bodyguardnya," seru Gerry gugup.

"Sebenarnya, lebih tepatnya mantan calon suami."

Gerry mengerutkan keningnya dan Pak Rinto mengerti kalau Gerry sedang ingin penjelasan dari dirinya. Pak Rinto pun beranjak dari duduknya dan berdiri di depan jendela dengan membelakangi Gerry.

Pak Rinto tampak menghela nafasnya sebelum memulai bercerita kepada Gerry. Pak Rinto menerawang jauh dan mengingat kejadian yang sangat menyakitkan untuk Rubby itu.

"Tiga tahun lalu, Nona Rubby memang hampir saja menikah dengan Den Ardi, sangat jelas tergambar kebahagiaan di wajah Nona Rubby saat itu, Nona Rubby dan Den Ardi saling mencintai tapi sesuatu hal yang mengerikkan itu terjadi dan mengubah kepribadian Nona Rubby," jelas Pak Rinto.

"Kejadian apa itu, Pak?"

Pak Rinto berbalik dan kembali duduk dihadapan Gerry.

"Disaat Den Ardi baru saja mau mengucapkan ijab kabul, sekelompok orang datang menggunakan mobil jeep dan menembak kepala Den Ardi sampai Den Ardi tewas seketika di tempat, anak buah Tuan Robby tidak mampu mengejar mereka dan sampai saat ini belum diketahui siapa dibalik penembakkan itu."

Gerry terperanjat mendengar penjelasan Pak Rinto.

"Mereka sepertinya penembak jitu yang profesional, soalnya mereka mampu menembak tepat sasaran dari jarak yang lumayan jauh," sambung Pak Rinto.

"Astaga..." Gerry mengusap wajahnya secara kasar.

"Kamu tahu Gerry, kenapa kemarin Nona Rubby nekad menemui Juan?"

Gerry menggelengkan kepalanya...

"Nona Rubby baru tahu kalau ternyata Mamanya juga meninggal karena dibunuh."

"Apa?"

"Iya, dan Nona Rubby berpikir kalau Mama dan Kakak tirinya itu yang melakukannya, tapi sayangnya Nona Rubby terlalu ceroboh dan malah mengantarkan dirinya dalam bahaya."

"Setragis itukah hidupnya Nona Rubby, Pak?" seru Gerry.

"Saya merasa sangat iba dengan Nona Rubby, saya ikut dengan Tuan Robby sudah sangat lama semenjak Tuan Robby belum mempunyai Nona Rubby. Awalnya kehidupan keluarga itu sangat sempurna, hingga berita kematian Nyonya Anggun dan Tuan Robby memilih untuk menikah lagi. Nona Rubby adalah wanita yang sangat periang, ceria, baik hati, dan juga ramah, Nona Rubby hanya tahu kalau Mamanya meninggal disaat melahirkannya padahal kenyataannya Mamanya dibunuh dengan cara diracun menggunakan sianida. Tapi semenjak kematian calon suami yang sangat dicintainya, Nona Rubby berubah, dia menjadi wanita yang kasar, sombong, dan tertutup dan memilih tinggal di Australia."

Gerry tampak merenungi penjelasan Pak Rinto.

"Percayalah Ger, meskipun dari luar dia terlihat kuat, kasar, dan dingin tapi di dalamnya dia adalah sosok yang lemah dan butuh sandaran untuk melepaskan penat dan lelah. Nona Rubby tidak mempunyai teman, dia menjadi wanita yang antipati kepada orang lain karena ketakutan yang luar biasa, dia takut kalau orang itu mengkhianatinya."

"Ternyata hidup Rubby lebih malang daripada gue," batin Gerry.

"Tapi entah kenapa Nona Rubby sangat percaya kepada kamu dan juga Kiting bahkan saya sempat terkejut kalau Nona Rubby ingin menjadikan kalian Bodyguardnya padahal kalian sama sekali belum pernah bertemu kan dengan Nona Rubby. Dan satu lagi, kamu adalah orang pertama yang mampu membuat Nona Rubby tersenyum bahkan sampai tertawa, saya yakin kamu mampu merubah hidup Nona Rubby jadi tetaplah berada di sampingnya jaga dan lindungi dia."

"Iya Pak, saya janji akan menjaga dan melindungi Nona Rubby bagaimana pun caranya, walau nyawa saya sendiri yang akan menjadi taruhannya," sahut Gerry mantap.

"Bagus...oh iya, apa kamu menyukai Nona Rubby, Gerry?" tanya Pak Rinto.

"Ah ti---dak Pak, jangan ngaco meskipun saya menyukainya, Nona Rubby tidak mungkin mau dengan saya, kehidupan kita sangat jauh berbeda," sahut Gerry gugup.

"Jodoh mana ada yang tahu Ger."

"Ah Pak Rinto bisa saja, kalau begitu saya permisi dulu Pak terima kasih atas informasinya."

"Iya sama-sama."

Gerry pun segera keluar dari ruangan kerja Pak Rinto dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya, tapi langkah Gerry terhenti karena lagi-lagi Gerry melihat maid membawa makanan ke lantai atas.

"Gue penasaran banget, siapa ya yang ada di dalam kamar itu," batin Gerry.

Gerry masuk ke dalam kamarnya, terlihat Kiting sedang rebahan di atas tempat tidur sembari mengotak-ngatik ponselnya.

"Lo sudah balik lagi? Bos cantik minta antar kemana?" tanya Kiting yang masih fokus melihat layar ponselnya.

"Kita ga jadi pergi, Rubby sakit badannya panas banget."

"Hah..serius lo?"

"Iya, dan dari tadi gue ngurusin Rubby di kamarnya."

Kiting mengubah posisinya menjadi duduk..

"Ger, gue boleh tanya sesuatu ga sama lo?"

"Lo mau tanya apa?"

"Lo suka ya sama Bos cantik?" tanya Kiting.

"Apaan sih lo Ting," sahut Gerry wajahnya mulainya memerah.

"Nah kan wajah lo sudah memerah kaya gitu kaya tomat busuk."

"Sialan lo Ting."

"Jujur sajalah sama gue jangan ada yang ditutup-tutupi, dari cara lo memperhatikan Bos cantik saja gue sudah tahu kalau lo menyukai Bos cantik."

"Entahlah Ting, entah perasaan apa yang saat ini sedang gue rasakan yang jelas kali ini gue ingin sekali menjaga dan melindungi Rubby, bukan hanya sekedar antara Bodyguard dan Bosnya tapi sebagai seorang pria gue juga ingin membuat dia bahagia," sahut Gerry.

"Nah, itu tandanya lo sedang jatuh cinta sama si Bos cantik. Gue bakalan dukung lo, lagipula gue lihat lo sama Bos cantik tampak serasi cantik dan tampan."

Gerry hanya menerawang jauh menatap langit-langit kamar itu, dia tidak menjawab lagi ocehan Kiting.

"Apa benar ya gue sudah jatuh cinta kepada Rubby?" batin Gerry.

***

Sementara itu di sebuah restoran, Juan membooking ruangan VVIP. Disana sudah terlihat seorang pria yang sedang menunggu kedatangan Juan.

"Maaf aku terlambat," seru Juan kepada pria itu.

"Ah tidak apa-apa Tuan."

Juan melempar amplop coklat dan pria itu mengambilnya, terlihat uang yang sangat banyak di dalam amplop itu.

"Kamu sudah tahu kan apa yang harus kamu lakukan? jangan sampai gagal, kalau kamu gagal, nyawa kamu yang akan jadi taruhannya," seru Juan.

"Ba--baik Tuan."

"Kamu punya anak buah kan?"

"Punya Tuan."

"Bagus, bawa anak buah kamu dan kalau kamu sampai berhasil, nanti aku akan kasih kamu bonus dua kali lipat," seru Juan.

"Baik Tuan, terima kasih kalau begitu saya pamit dulu."

Juan menganggukkan kepalanya, dan pria itu meninggalkan Juan seorang diri.

"Awas kamu Rubby, kali ini kamu tidak akan bisa lolos dariku," gumam Juan dengan senyumannya.

Malam pun tiba...

Semuanya sedang makan malam bersama tanpa Rubby.

"Maya, makan malam untuk Nona Rubby tolong diantarkan ke kamarnya," perintah Pak Rinto.

"Baik Tuan."

Maya pun mengambil makanan dan minuman kemudian meletakkannya di atas nampan dan bersiap-siap akan mengantarkannya ke kamar Rubby.

"Tunggu Maya."

"Iya Mas Gerry."

"Biar saya saja yang mengantarkannya ke kamar Nona Rubby."

Maya melihat ke arah Pak Rinto yang menganggukkan kepalanya.

"Ini Mas."

"Terima kasih Maya."

Gerry pun menyelesaikan makannya dan segera minum setelah itu dia cepat-cepat mengambil nampannya dan membawanya ke atas ke kamar Rubby. Semua orang tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Gerry yang tanpa dia sadar sudah menunjukkan perasaannya.

Rubby saat ini sedang mengotak-ngatik laptopnya, dari tadi bangun tidur kepalanya sudah mendingan tidak pusing lagi. Rubby terlihat sangat segar dengan menggunakan dres tanpa lengan dengan panjang di atas lutut serta rambutnya yang dia gulung ke atas.

Tok..tok..tok...

"Masuk.."

Gerry pun membuka pintunya, sesaat Gerry tampak berdiri mematung tak berkedip melihat pemandangan indah dihadapannya. Rubby yang merasa aneh tidak ada yang masuk, akhirnya mendongakkan kepalanya.

"Gerry..ada apa?"

"Ah anu..anu..gue mau nganterin makan malam buat lo."

"Oh masuk saja dan simpan di meja nanti gue makan," seru Rubby dan kembali mengotak-ngatik laptopnya.

Gerry menyimpan nampan di atas meja, kemudia Gerry menghampiri Rubby dan merebut laptop yang berada dipangkuannya.

"Hai, laptopnya mau dikemanain? sini gue lagi kerja," seru Rubby.

Gerry menyimpan laptopnya di atas nakas dan menarik tangan Rubby untuk duduk di sofa.

"Ih, kenapa lo selalu nyebelin sih," ketus Rubby cemberut dan melipat tangannya di dada.

"Ya Alloh kenapa ada wanita secantik dan seimut ini, bikin gemas saja," batin Gerry.

"Kenapa lihat-lihat?" ketus Rubby.

"Rubby, lo itu masih sakit tadi kan gue sudah bilang, jangan ngelakuin apa-apa dulu diam dan istirahat, buka mulutnya," seru Gerry.

Entah kenapa Rubby malah menuruti yang Gerry perintahkan membuat Gerry tersenyum geli, Gerry memasukan satu suap nasi ke mulut Rubby.

"Kerjaan gue banyak, jadi gue harus menyelesaikannya," sahut Rubby dengan mulut penuh makanan.

"Sudah diam kalau lagi makan jangan banyak ngomong, lo kaya anak kecil saja makannya blepotan," seru Gerry mengusap sedikit bumbu yang blepotan disudut bibir Rubby.

Rubby mematung mendapatkan perlakuan seperti itu.

"Kenapa lama-kelamaan sifatnya sangat mirip dengan Ardi?" batin Rubby.

Rubby tersadar dan langsung mengambil piring dari tangan Gerry.

"Biar gue saja, gue bisa makan sendiri lebih baik sekarang lo keluar dari kamar gue," seru Rubby dingin.

"Lo kenapa? apa barusan gue salah ngomong? kalau begitu gue minta maaf."

"Tidak, gue bilang lo keluar dari kamar gue," bentak Rubby.

"Ok..ok..gue keluar, tapi lo harus habisin makanannya ya jangan sampai ada sisanya habis itu lo minum obat."

"Iya."

Gerry pun keluar dari kamarnya dengan perasaan bingung.

"Rubby kenapa? kok tiba-tiba dia berubah seperti itu," batin Gerry.

Setelah Gerry keluar, Rubby menyimpan piring ke atas meja.

"Jangan perlakukan gue seperti itu Ger, gue ga mau sampai jatuh cinta sama lo, wanita mana pun kalau diperlakukan seperti itu pasti akan merasa bahagia," gumam Rubby.

Wajah Rubby berubah menjadi sedih, dia bukan seorang wanita yang munafik, semakin Gerry perhatian terhadap dirinya semakin Rubby tidak bisa membohongi perasaannya.

💰

💰

💰

💰

💰

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
ya ampun tragis amat idupmu ger
Bunda Puput
Luar biasa
lily
baru ini ad bos yg sampe ngompres bodyguard
lily
bentar amat bahagia nya Gery di bab ini
Patrick Khan
..sumpah nangis q😭😭😭
Patrick Khan
.gantiiii kesini😊
Kang Nyimak
Cerita nya Sangat realistis
Mantap
LanLan
..
Gusmeiniar decy
Luar biasa
arfan
up
sweetie belle
cape deh, krg suka endingnya gt..da matian2 sembuhin babeny ms gk bz seh seengakny bikin btahan hidup brp thn dl gt, mn kalahin musuhny cm krn gt aja 🤦‍♀️🤦‍♀️ hrsny kasi obat yg sama dgn yg mrk kasi ke babeny donk, apalg kiting ngeyel bgt seh da bx2 dkasi tau jgn pcaya org smw gr2 dia kan ckckkck
sweetie belle: #peacee thor, gk blg ceritanya jelek..justru mau lanjut ke cerita anak2 mrk n biar nyambung br bc deh karya ini, soalny awal bc yg "cinta sang milyader" tus ko bc sequelnya kan byk nemplok cerita dr sana sini ✌✌✌
total 1 replies
sweetie belle
pasti mata2, ini kting da dkasi tau ati2 jg sok2an kepo ckckc
Dewi Fuzi
celine akan menyesalinya
Dewi Fuzi
semuanya bego beli makan kan bisa nyuruh orang online jg bisa bodoh d pelihara
Dessy Yanta
ok
rain03
💗💗💗💗💗
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
yahh tdk sesuai hrapanq thor 🤭🤭🤭
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
rubby yg dgoda aq yg baper thor 🤭🤭🤭
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
eemm coo cweettt 🤭🤭🤭
Dewi Purwanti
baguss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!