Wrenny Saragih, wanita berusia 30 tahun yang mewujudkan ambisinya menjadi pengacara di hadapkan pada kisah masa lalu yang mengganggu Hidupnya.
Dominic Sinatria, lelaki bodoh yang menganggap istrinya juga mencintainya.
Alur maju mundur. Diharapkan jika membaca harus teliti di setiap narasi.
Enjoy it ! Thanks....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
THORN
'Pemirsa, sidang perdana kasus pembunuhan dua orang pria oleh remaja penyandang disabilitas di Cakung Jakarta Timur di gelar hari ini. Peristiwa menggemparkan yang terjadi pertengahan April lalu mengundang simpati publik. Terdakwa F ditemani kuasa hukumnya duduk di kursi pesakitan mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Selama persidangan terdakwa terlihat menunduk dan menangis. Kuasa Hukum mewakili terdakwa meminta majelis hakim untuk menunda persidangan karena psikologis terdakwa terguncang.'
Mata milik Bayu tidak berhenti menatap layar televisi. Dimana sedang ditayangkan berita kriminal yang viral belakangan ini. Dibandingkan dengan kasus korupsi atau emak-emak bermain tik tok di Jembatan Suramadu, berita kriminal ini lebih sering muncul di televisi.
Di layar nampak F duduk di kursi pesakitan, mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Rambutnya di Kuncir. Sesekali dia menunduk menangis ketika Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan setebal 120 halaman. Berisi pasal-pasal yang memuat unsur delik dakwaan. Kapan peristiwa pembunuhan itu terjadi, motif, dan cara membunuh korban.
Terdakwa memang penyandang disabilitas tapi bukan berarti tidak punya perasaan. Saat Jaksa membacakan dakwaan, terdakwa seakan kembali memutar memori lama dimana para korban yang di bunuhnya bertindak asusila padanya.
Seketika terdakwa menangis, lalu menjerit seraya meremas rambut dengan kedua tangannya.
Wrenny Saragih, selaku pengacara korban meminta izin majelis hakim untuk menunda sidang sampai kondisi psikologis terdakwa stabil. Wren menyadari, anak dengan autisme tidak bisa diperlakukan seperti anak normal yang lain. Mereka memiliki hati yang rapuh.
Majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang dan Wren didamipingi pihak pengadilan merangkul F untuk keluar dari ruang persidangan. Tidak sampai disitu, awak media memyerbu keduanya. Memberondong dengan beberapa pertanyaan. Tapi tak ada satupun yang di tanggapi oleh gadis itu.
Untung saja, Wren mampu menguasai keadaan dan tidak bicara keras menanggapi media.
Kasus F, bukanlah hal yang membuat Bayu tertarik untuk menonton berita. Lelaki keren itu lebih suka menonton Film di Netflix. Berita hanya akan membuat kepalanya Pusing. Tapi kali ini, berita di televisi begitu menyita perhatiannya. Wrenny nampak memiliki aura pemikat yang membuatnya tidak lepas memandang tivi. Gadis itu begitu anggun, tegas, berdedikasi dan mengerti bagaimana cara berkomunikasi dengan F. Yang terpenting, Bayu paham jika apa yang dilakukan Wren semata-mata hanya untuk menegakkan keadilan. Walaupun yang di belanya terbukti bersalah telah membunuh dua orang sekaligus.
Wrenny, sangat jauh berbeda dari deskripsi Kalinda. Istri Dominic itu bercerita jika Wren itu bisa melakukan apa saja demi uang. Mungkin, Kalinda bisa saja salah penilaian. Bayu tidak melihat sikap itu dari sorot Mata Wren. Terakhir kali mereka bertemu, Wren memiliki kesan tersendiri di hati Bayu. Dari tatapan matanya, gesturnya saat Berbicara. Lelaki itu sedikit menyesal kenapa dulu pernah mengabaikan keberadaan Wrenny. Malah sibuk menebar pesona untuk memikat Kalinda yang membuat dirinya diam-diam memendam rasa. Tidak peduli jika Kalinda sudah mempunyai kekasih dan mereka seperti tak terpisahkan satu sama lain.
Bel unit apartemen tempat tinggal Bayu berbunyi ketika berita tentang F berganti dengan berita kriminal lainnya. Bayu yang merasa tidak punya janji bertemu dengan siapapun bertanya dalam hati siapa gerangan tamunya kali ini.
Setelah pintu terbuka, terlihat wanita berambut panjang, bersepatu higheels dan fashionable berdiri dengan wajah murung. Bukankah hari ini dia mediasi untuk gugatan cerainya??
"Bay, aku boleh masuk?" Tanyanya setelah Tuan rumah hanya melongo menatapnya.
"Boleh Lin. Masuk aja" Jawabnya tergagap.
Kalinda, melewati Bayu memasuki unit milik pria most wanted saat di kampus dulu. Wanita itu menyugar rambutnya yang nampak Kusut. Badannya seperti kehilangan tenaga dan terduduk lesu di sofa.
"Mau minum apa?" Tawar Bayu. Kalinda tidak sekali dua kali bertamu ke unit Bayu. Wanita itu biasanya meminta air mineral. Tapi kelihatannya, Kalinda sedang tidak ingin air mineral.
"Aku mau soda" Kalinda memejamkan mata. Kepalanya mendongak di sandaran sofa.
"Air mineral aja ya? Atau kamu mau aku bikinin teh dengan potongan lemon??" Bayu tahu kondisi Kalinda sedang tidak baik-baik saja. Wanita ini sedang dirundung masalah rumah tangga. Soda, tidak bagus bagi kesehatan otaknya.
"Teh aja deh Bay" Kalinda memijit Pelipisnya masih dengan mata terpejam. Kepalanya mendadak migrain setelah wanita itu mendapat kabar dari pengacaranya. Membawa informasi yang bisa membuat Kalinda jadi dilema.
Bayu kembali Menghampiri Kalinda membawa secangkir teh dan tolpes kecil berisi gula low calorie kemasan sachet. Semenjak Kalinda sering mengunjungi apartemen nya, wanita selalu meminta teh dengan gula low calori. Bayu menyediakan stok cukup banyak untuk Kalinda.
"Kamu minum dulu deh." Bayu duduk di sebelah Kalinda menyuruhnya untuk segera meminum teh. Kalinda membuka mata, menegakkan badan. Mengambil teh yang masih panas itu untuk di sesap.
Rasanya begitu menenangkan. Apalagi Bayu yang membuatnya.
"Terimakasih Bay. Kamu paling ngerti aku" Kalinda menghela nafas lega. Zat-zat yang terkandung dalam teh agaknya membuat jiwanya sedikit tenang.
"Gimana hari ini?" Bayu penasaran dengan mediasi Kalinda. Melihat wanita itu datang dalam keadaan semrawut mengindikasikan jika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya.
"Aku enggak hadir di sidang mediasi."
"Bukannya itu yang kamu mau? Kamu pengen segera pisah dari Dominic kan?"
"Iya, harusnya aku seneng kan pisah dari dia." Kalinda kini terkekeh pelan kemudian wajahnya kembali murung.
"Kalau di pikir-pikir enggak ada gunanya aku nikah sama dia. Tapi aku butuh dia untuk memperkuat bisnis almarhum Papa"
"Kamu nyesel udah nyakitin dia?" Tanya Bayu Seksama. Jika pernikahan Kalinda selama ini dilandasi oleh harta, seharusnya wanita cantik ini tidak perlu bersedih. Setelah bercerai, Kalinda berhak menerima 75% harta milik Dominic. Wanita itu juga mestinya tidak peduli, jika Dominic sakit hati. Yang penting, harta gono-gini ada di tangannya.
Kalinda menggeleng " Aku nyesel pernah menyuruh dia nikah sama Wren." Wanita itu mendesah. Kepalanya mendadak berdenyut saat menyebut nama Wren. Pandangan Bayu menunduk kebawah. Memikirkan perkataan Kalinda yang menyesal atas pernikahan Wren.
"Apa yang buat kamu berpikiran begitu? Mereka enggak pernah saling cinta kan? Seperti yang kamu bilang? Mereka..."
"Harusnya pernikahan itu enggak pernah terjadi. Karena Dominic...."
Tayangan televisi membuat perhatian Kalinda menoleh ke sumber suara. Pembicaraan nya terpotong bersamaan dengan Wren yang tiba-tiba muncul di depan media memberikan klarifikasi dan langkah-langkah yang akan dia ambil untuk menghadapi sidang berikutnya.
"Wren...." Kalinda menggumam. Tapi gumaman itu terdengar jelas sampai ke telinga Bayu. Wanita cantik itu menatap nanar layar televisi dan membuat Bayu terpaku. Wajah Kalinda sendu kemudian senyum tipis tersungging di bibirnya.
"Bay, aku kangen banget sama Wren" Bisik Kalinda. Air matanya jatuh melihat Wren muncul di televisi.
"Meskipun penampilannya udah beda dari yang dulu, aku tahu dia Wren" Kalinda mengusap air matanya. Berganti menatap Bayu.
"Kira-kira Wren masih kenal sama aku enggak??" Kalinda meraih tangan Bayu, meremasnya perlahan. Selain bertanya, Kalinda juga berusaha menghilangkan kecemasan yang mendadak muncul. Wanita itu takut, Wren tidak mau bertemu dengannya lagi setelah perceraiannya dengan Dominic.
"Mana mungkin Wren bisa lupa sama kamu. Dulu, cuma kamu satu-satunya teman Wren di kampus" Bayu meyakinkan.
"Dia sekarang tinggal dimana ya? Aku pernah sih mau nyamperin dia ke Inggris, tapi aku takut Wren terganggu sama aku"
Bayu tidak merespons dengan omongan. Lelaki itu perlahan melepas genggaman tangannya.
"Dia sekarang udah jadi pengacara seperti cita-citanya dulu. Mungkin aku bisa ketemuin dia di kantornya" Kalinda nampak antusias. Dia benar-benar merindukan Wrenny. Kalinda mengakui, hanya Wren yang memahami dirinya. Tahu bagaimana caranya berteman dengan Kalinda. Terlepas dari kesenjangan sosial yang terbentang berkilo-kilo tahun cahaya, Wren adalah sahabat terbaik.
"Yang aku lihat di tv sih, Wren emang jadi pengacara. Tapi aku juga enggak tahu dimana kantornya. Aku kan enggak kenal dia." Ucap Bayu terbata, beringsut menjauh sedikit dari sisi Kalinda.
Bayu tidak akan pernah mau jujur jika dia sebenarnya telah bertemu Wren di kedai minuman dan bahkan mengobrol di resto makanan cepat saji. Kalinda atau Wrenny adalah pilihan yang sangat sulit saat ini.
"Aku akan minta bantuan Sisca untuk nyari tahu dimana kantor Wren. Semoga dia masih ingat aku"
❤❤❤❤❤
Segerombolan kucing berjumlah tiga ekor mengeong saat Wren dan Anita turun dari mobil. Anita yang memang alergi dengan bulu kucing langsung memekik ketika salah satu kucing akan mendekat ke arah kakinya.
"Wren, aku takut kucing" Anita menarik lengan Wren agar sahabatnya itu bisa menghalau kucing agar tak mendekatinya.
"Kamu buruan masuk dulu. Nanti alergi kamu kumat gimana?" Memang sebaiknya Anita segera menyingkir daripada harus salah tingkah begini.
"Ok ok !" Anita melepas tangannya dari lengan Wren dan berlari memasuki kantor.
Wren tidak bisa seperti Anita yang tega menolak kehadiran kucing. Apalagi kucing ini terlantar dan butuh makan. Gadis itu ingat di tasnya ada sebungkus biskuit rasa abon, mungkin kucing-kucing ini mau makan. Meskipun kesukaan mereka adalah ikan asin.
Gadis itu bersimpuh memberikan beberapa keping potongan biskuit untuk kucing-kucing terlantar ini. Dugaannya salah, makhluk lucu berbulu ini lahap memakan biskuit yang di berikan Wren. Mereka pasti lapar.
"Kalian laper banget ya Pus??" Tangan Wren mengelus kepala kucing itu bergantian. Kucing berwarna hitam kombinasi putih menjawabnya dengan eongan.
"Sayang banget aku cuma punya biskuit, kalau di rumah aku punya ikan." Giliran kucing warna oranye mengeong menatap Wren.
"Kamu mau lagi?" Wren mengacungkan biskuit itu dan kuving warna oranye dengan sigap merebutnya dan duduk di pangkuan Wren. Wanita itu tertawa geli karena si kucing oranye menggeliat senang di perutnya.
Dominic yang mengamati dari balik jendela pintu mobilnya sedari tadi hanya mengulum senyum tipis. Perlakuannya terhadap kucing liar dan terlantar tidak pernah berubah. Pernah sekali Dominic terpaksa membuka mulut dan mengajak bertengkar Wren gara-gara mantan istrinya itu membawa kucing warna abu-abu dan basah kuyup tercebur got ke rumah mereka.
Pria yang tidak suka kucing itu tidak akan memaafkan Wren jika tetap ngotot memelihara kucing menjijikkan itu. Tapi serangan kata-kata Wren membuatnya mati kutu dan akhirnya hanya bisa pasrah menuruti keinginan Wren yang mau memelihara kucing.
Wren memang tidak pernah diajaknya bicara bahkan sampai bertengkar. Tetapi, sekali dia di usik, kata-katanya bisa sangat pedas dan menusuk hatinya.
"Wah, kalian pinter banget ya. Besok kalau kalian tetep disini aku bawain makanan enak" Wren saling menepukkan tangannya untuk membersihkan sisa-sisa remahan biskuit yang menempel di tangan. Kucing warna oranye mengeong sebentar lalu mendongak ke atas. Matanya menyipit seperti melihat sesuatu.
Sepasang kaki bercelana denim dengan memakai sepatu sneakers membuat kucing ini seperti ketakutan. Mereka kompak lari menjauh di pinggir pagar dekat parkiran kantor.
Wren mendesah saat tahu Dominic, si anti kucing yang ternyata sudah berdiri di dekatnya. Wren bangkit dan berdiri. Wajahnya sedikit cemberut karena Dominic membuat kucing itu takut.
"Dari dulu semua kucing takut ya sama kamu" Wren Menyindir. Tidak peduli jika harusnya dia mengucap selamat pagi atau basa-basi lainnya.
"Anita udah datang?" Alih-alih menanggapi sindiran Wren, Dominic malah menanyakan Anita.
"Udah, ada di dalem" Wren menunjuk ke arah kantor dengan dagunya.
Melihat berkas yang di bawa Dominic, tentu saja pria itu pasti ingin bertemu dengan kuasa hukumnya.
Setelah sidang mediasi kemarin, Anita yang saat akan berangkat merasa kurang percaya diri, kembali ke kantor dengan perasaan sumringah. Wren tidak berani menanyakan tentang mediasi itu lebih lanjut.
Selain Wren sibuk dengan kasus F, Wanita itu juga tidak siap dengan kemungkinan yang terjadi. Melihat wajah Dominic sekarang yang nampak segar tanpa kantung mata, dan terlihat santai membuat Wren menarik satu dugaan.
Kalinda menarik gugatan cerainya dan mereka tidak jadi bercerai. Hal itu yang membuat hati Wren tidak siap untuk mengetahui kasus perceraian mantan suaminya. Egonya kembali, seperti beberapa tahun yang lalu.
"Gue, masuk dulu ya?" Wren Terkesiap dari lamunannya.
"Ya masuk aja " Tidak seharusnya Wren berharap Kalinda bercerai dengan Dominic. Rumah tangga mereka pasti bisa di perbaiki.
Wren ingin segera ke toilet untuk mencuci tangan saat Dominic menaiki tangga teras kantor. Tapi sebuah tangan dingin menangkapnya.
"Wren......"
Wanita itu menghentikan langkah. Ingin berbalik badan untuk mengetahui siapa yang mencekal tangannya. Tapi suara yang memanggilnya begitu familiar di Telinganya meskipun sudah lama sekali Wren tak mendengarnya.
Perempuan yang memanggilnya segera membawa dalam pelukan. Tidak peduli jika Wren tidak terima, bahkan mendorongnya.
"Kalinda......" Mata Wren terbelalak. Kalinda Memeluknya. Bisa Wren rasakan jika Kalinda mungkin merindukan dirinya. Atau ada maksud yang tersembunyi.
Dominic yang sedianya memasuki kantor James&co segera berbalik badan untuk melihat sesuatu yang terjadi.
Dua orang wanita yang dulu pernah hadir dalam hidupnya bertemu setelah sekian tahun lamanya. Angin berhembus menerpa poni rambut pria itu hingga dahinya sedikit tersingkap.
Seolah tabir masa lalu ikut kembali terbuka di kepalanya.
Sahabat yang terlihat saling melengkapi satu sama lain. Tapi duri di dalam hati mengoyak keduanya. Bahkan Dominic ikut masuk ke dalam intrik persahabatan mereka.
...❤❤❤❤...
...selamat hari minggu...
...semoga weekend kalian menyenangkaaaannnn...
...🤗🤗🤗...
makasih masih inget wreni belum beres ini, penasaran sampe novel mu yang lain aku baca ulang🤣👍
masih menunggu thor,,,miss uuuuuu😍😘
kak akan dilajut kah