NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Aroma mentega dan cokelat panggang yang sangat harum menusuk hidung Deni saat dia berdiri di depan gerobak martabak.

​Bapak penjual martabak itu memotong adonan yang tebal dengan sangat lincah.

​Trak! Trak! Trak!

​Suara pisau beradu dengan talenan kayu terdengar berirama memecah keramaian jalanan sore.

​"Ini martabaknya Mas, sudah dibungkus rapi dan masih panas," ucap bapak penjual itu sambil menyerahkan kantong plastik.

​Deni menerimanya dengan senyum lebar dan segera membayarnya lewat aplikasi.

​"Terima kasih Pak, semoga laris manis ya dagangannya," balas Deni ramah.

​Deni menaruh martabak itu di bagian depan motornya lalu melesat membelah jalanan Jakarta yang mulai dipenuhi lampu jalan.

​Tujuan pengirimannya kali ini adalah sebuah rumah kos di daerah perkampungan yang gangnya cukup sempit.

​Deni memarkir motornya di depan pagar besi dan mengetuknya perlahan.

​"Permisi, Shopee Food bawa pesanan martabak manis!" panggil Deni dengan suara lantang.

​Seorang wanita muda berambut pendek keluar dari dalam rumah kos dengan wajah sumringah.

​"Wah cepat banget sampainya Mas, kebetulan saya sudah lapar banget pulang kerja," kata wanita itu sambil menerima martabaknya.

​"Iya dong Mbak, kurir super harus selalu cepat agar pelanggannya puas," jawab Deni percaya diri.

​"Tolong bintang limanya ya Mbak di aplikasi, itu sangat berarti buat saya."

​Wanita itu tertawa kecil dan langsung mengotak-atik ponselnya di depan Deni.

​"Sudah Mas, bintang lima plus komentar positif karena Mas ramah," ucap wanita itu tersenyum.

​Ting!

​[Sistem Raja Kurir: Selamat! Tuan mendapatkan 4 dari 1000 ulasan]

​[Tugas Harian Selesai: Ancaman hukuman diare telah dicabut sepenuhnya]

​Deni mengelus dadanya sambil menghembuskan nafas yang sangat panjang dan melegakan.

​"Terima kasih Mbak, selamat menikmati martabaknya," pamit Deni sambil melambaikan tangan.

​Deni memutar balik motornya dan keluar dari gang sempit itu menuju jalan raya utama.

​"Syukurlah perutku aman malam ini, sekarang waktunya pergi ke kantor Nona Clara," gumam Deni pada dirinya sendiri.

​Namun saat melewati gerobak martabak tadi, Deni tiba-tiba mengerem motornya secara mendadak.

​Cit!

​"Tunggu dulu, ini kan hari pertamaku resmi jadi pengawal pribadinya Nona Clara," batin Deni berpikir.

​"Tidak ada salahnya aku bawakan makanan buat dia dan asistennya sebagai tanda perkenalan yang baik."

​Deni kembali menghampiri bapak penjual martabak itu.

​"Pak, tolong buatkan satu lagi martabak spesial keju cokelat yang paling enak dan paling mahal ya," pesan Deni bersemangat.

​Bapak itu mengangguk dan langsung membuatkan pesanan spesial Deni dalam waktu sepuluh menit.

​Setelah mendapatkan martabak kedua itu, Deni menggantungnya dengan sangat hati-hati di kaitan motornya.

​"Sempurna, sekarang aku tinggal jalan ke kantor Grup Nirvana," ucap Deni sambil menarik tuas gas.

​Vroom!

​Motor matic butut itu melaju membelah angin malam ibukota yang terasa semakin dingin.

​Gedung Grup Nirvana terletak di kawasan bisnis elit yang jaraknya sekitar lima kilometer dari tempat Deni sekarang.

​Untuk menghindari kemacetan malam, Deni memilih lewat jalan pintas berupa jalanan aspal sepi yang diapit oleh tembok-tembok pabrik tua.

​Lampu jalanan di daerah itu banyak yang mati sehingga suasananya cukup remang-remang.

​Saat motor Deni baru melewati pertengahan jalan sepi itu, tiba-tiba sebuah sorot lampu mobil yang sangat menyilaukan menyala dari arah depan.

​Sebuah mobil SUV berwarna hitam pekat melaju kencang dan sengaja berhenti melintang menutup jalan Deni.

​Deni segera menarik tuas rem motornya dalam-dalam agar tidak menabrak mobil tersebut.

​Ciiiiit!

​Suara ban motor bergesekan dengan aspal terdengar nyaring sebelum motor Deni berhenti berjarak dua meter dari mobil itu.

​"Woy, kalau parkir jangan di tengah jalan dong, ini bukan garasi nenek moyang kalian!" teriak Deni kesal.

​Belum sempat Deni menyingkirkan motornya, dari arah belakangnya muncul satu mobil hitam lagi yang juga berhenti melintang.

​Kini posisi Deni benar-benar terjepit di tengah-tengah jalanan sepi tanpa bisa maju atau mundur.

​Deni menajamkan pandangannya dan menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan situasi ini.

​"Hmm, sepertinya ini bukan orang yang sedang belajar nyetir," gumam Deni mulai waspada.

​Pintu-pintu dari kedua mobil hitam itu terbuka secara serentak.

​Delapan orang pria berbadan kekar dan berpakaian serba hitam keluar dari dalam mobil.

​Mereka semua memegang senjata tumpul seperti tongkat pemukul bisbol dan pipa besi panjang.

​Salah satu pria yang memiliki codet di wajahnya berjalan maju mendekati Deni sambil memukul-mukulkan pipa besi ke telapak tangannya sendiri.

​Tuk! Tuk! Tuk!

​"Kau yang namanya Deni si kurir rendahan itu kan?" tanya pria bercodet itu dengan suara berat dan mengancam.

​Deni tetap duduk santai di atas jok motornya tanpa menunjukkan raut wajah takut sedikitpun.

​"Benar sekali Paman, namaku Deni dan aku adalah kurir pengantar makanan," jawab Deni polos.

​"Tapi maaf ya, malam ini aku tidak buka orderan fiktif, jadi kalian salah orang kalau mau pesan makanan."

​Beberapa pria berbadan besar itu tertawa meremehkan mendengar jawaban Deni.

​"Dasar bocah gila, kau pikir kami mau pesan makanan dari gembel sepertimu?" ejek pria bercodet itu meludah ke aspal.

​"Kami dengar kau disewa jadi pengawal barunya Clara, benarkan itu?"

​Mata Deni sedikit menyipit saat mendengar nama bos barunya disebut oleh gerombolan preman ini.

​"Oh, jadi kalian ini penggemarnya Nona Clara ya?" tanya Deni berpura-pura bodoh.

​"Maaf, Nona Clara sedang sibuk di kantor, kalian tidak bisa minta tanda tangannya malam ini."

​Pria bercodet itu menggeram marah dan mengangkat pipa besinya tinggi-tinggi.

​"Jangan banyak bacot kau kurir miskin!" bentak pria itu keras.

​"Bos kami menyuruh kami untuk mematahkan kedua kaki dan tanganmu malam ini juga agar kau tahu batasanmu!"

​Mendengar ancaman itu, Deni hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya pelan.

​"Guruku bilang kehidupan di kota itu keras, tapi aku tidak menyangka akan sekeras ini di hari pertamaku," keluh Deni.

​Deni perlahan turun dari motor maticnya dan menstandarkan motornya dengan hati-hati.

​Dia mengambil kantong plastik berisi martabak spesial itu dari kaitan motor dan memegangnya di tangan kiri.

​"Dengar ya Paman-paman sekalian, aku baru saja beli martabak ini dan harganya cukup mahal," ucap Deni memberi peringatan.

​"Tolong jangan sampai membuat martabak ini jatuh, karena aku tidak punya uang lagi untuk beli gantinya."

​Pria bercodet itu merasa sangat terhina karena Deni malah mempedulikan martabaknya daripada nyawanya sendiri.

​"Hajar bocah tengik ini sampai mati!" perintah pria bercodet itu kepada ketujuh anak buahnya.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!