NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUDUHAN

Malam itu suasana di ruang rawat inap terasa hening dan tenang. Bima duduk di kursi di samping tempat tidur Alena, dia tidak banyak bertanya atau berbicara. Bima hanya menyelimuti Alena yang kedinginan, atau menyuapi air minum saat gadis itu terbangun. Kehadirannya saja sudah cukup membuat Alena merasa aman dan tidak kesepian.

Sementara itu, di rumah Hendra, pagi-pagi sekali Siska sudah mengerang kesakitan sambil memegang perutnya.

"Aduh... mas perutku rasanya sakit sekali..." rintih Siska sambil meringis kesakitan.

Hendra yang baru bangun langsung berlari menghampiri.

"Kamu kenapa Siska? Sakit nya di mana?" tanyanya cemas.

"Perutku mules sekali, rasanya ingin melilit..." jawab Siska sambil mengerang lagi.

Bu Sari yang mendengar keluar dari kamar sambil melipat tangan di dada.

"Ibu bilang juga apa, jangan makan seenaknya begadang semaunya . Sekarang baru rasakan akibatnya," sindir Bu Sari ketus.

"Ibu jangan bicara begitu! Siska sedang kesakitan!" bentak Hendra pelan. "Sudah, kita bawa ke rumah sakit sekarang juga."

Mereka pun segera berangkat ke rumah sakit. Saat melewati lorong menuju ruang pemeriksaan, Hendra tak sengaja melihat sebuah pintu kamar terbuka sedikit. Seorang pria keluar dari dalam, kemudian menutup pintu pelan-pelan lalu berjalan pergi.

Hendra hanya sempat melirik sekilas, namun tak berpikir panjang. Ia langsung mengantar Siska masuk ke ruang dokter.

Di ruang pemeriksaan, dokter mulai memeriksa kondisi Siska.

"Baiklah, dari hasil periksaan, usia kandungan Bapak dan Ibu..." kata dokter hendak melanjutkan.

Belum selesai dokter bicara, Siska tiba-tiba meringis keras sambil memegang perutnya.

"Aduh! Sakit sekali Dok! Perutku sakit sekali!" teriak Siska sekuat tenaga.

Wajah Hendra langsung pucat pasi.

"Kenapa Dok? Kenapa istri saya sakit begini?!" tanyanya panik.

"Tenang Bapak! Saya periksa lagi sebentar!" dokter segera kembali memeriksa Siska dengan cemas.

Saat Hendra sedang sibuk mengurus administrasi di luar, Siska langsung menarik tangan dokter mendekat. Wajahnya yang tadi kesakitan kini berubah dingin.

"Dokter, dengarkan saya baik-baik," bisik Siska sambil menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu yang terlipat rapi. "Jangan sebutkan berapa usia kandungan saya nanti. Bilang saja usianya sama dengan usia pernikahan kami."

Dokter itu terkejut dan menolak. "Ibu, ini tidak bisa. Saya harus berkata jujur sesuai hasil pemeriksaan."

"Ambil saja Dok! Kalau tidak, saya akan buat keributan di sini dan menuduh Dokter salah periksa!" ancam Siska dengan tatapan tajam.

Akhirnya dengan ragu-ragu dokter itu menerima uang itu. "Baiklah... Saya akan ikuti kata Ibu."

Tak lama kemudian mereka keluar dari ruangan.

"Bagaimana Dok? Apakah janin saya sehat?" tanya Siska pura-pura cemas.

"Kondisinya aman. Usia kandungannya kira-kira sama dengan lama pernikahan kalian," jawab dokter singkat.

Hendra hanya mengangguk lega, tidak menyadari ada yang disembunyikan.

Sementara itu di rumah yang cukup mewah, Bima baru saja sampai. Ibunya langsung menyambut dengan wajah bertanya-tanya.

"Bima dari mana saja kamu? Seharian semalam tidak pulang," tanya Ibu lembut.

Bima terdiam sejenak, dia ragu untuk menceritakan semuanya. Namun akhirnya ia menghela napas dan berkata jujur.

"Sebenarnya... kemarin saya tidak sengaja menabrak seorang wanita di jalan. Saya menemaninya di rumah sakit semalam untuk bertanggung jawab," jawabnya pelan.

"Apa? Kamu menabrak orang?!" seru Ayahnya kaget langsung berdiri. "Bagaimana keadaan wanita itu? Apakah parah?"

"Dia baik-baik saja, hanya lecet dan syok. Tapi... dia sedang hamil muda," jelas pria itu.

"Ya ampun... Kalau begitu kita harus menengoknya sekarang juga!" kata Ibunya panik. "Kita bawa oleh-oleh, kita minta maaf secara langsung."

"Iya Bu. Biar saya mandi dan ganti baju dulu ya. Kebetulan hari ini hari Minggu jadi saya libur," pamitnya.

Tak lama kemudian mereka bertiga berangkat menuju rumah sakit.

Kembali ke lorong rumah sakit, saat Hendra dan Siska hendak pulang, mereka kembali melewati depan kamar Alena. Kebetulan sekali pria itu baru keluar dari kamar, sementara di dalam sana terlihat Alena bersandar di tepi tempat tidur.

Mata Hendra membelalak lebar. Darahnya seketika mendidih panas. Tanpa berpikir panjang ia langsung menerobos masuk ke dalam kamar dengan kasar.

"Alena!" bentaknya keras.

Alena terkejut setengah mati melihat kehadiran mantan suaminya.

"Mas Hendra... Kenapa kamu ke sini?" tanyanya gemetar.

"Plak!! "

Belum sempat Alena bicara lagi, Sebuah tamparan keras mendarat di pipi nya hingga wajahnya menoleh ke samping.

"Kamu wanita tidak tahu malu!" teriak Hendra penuh amarah. "Pantas saja kamu diam-diam hamil! Ternyata kamu sudah mencari pria lain sejak masih bersamaku! Wanita murahan!"

"Itu tidak benar Mas! Kamu salah paham!" tolak Alena sambil menahan tangis.

"Salah paham apa?! Aku lihat sendiri pria itu keluar masuk kamarmu! Berani sekali kamu berbuat kotor di belakangku!" saat Hendra kembali akan memukul.

Bima dan kedua orang tuanya segera masuk dan menahan tangan Hendra.

"Jangan pak! Tolong jangan kasar padanya! Dia sedang hamil, kalau stres nanti bahaya bagi kandungannya!" tegur pria itu tegas.

Mendengar itu amarah Hendra makin memuncak. Ia menatap tajam ke arah Bima lalu kembali ke arah Alena.

"Lihat kan? Pria asing saja lebih peduli padamu daripada aku! Bukankah itu bukti kalau kamu memang wanita murahan yang gampang dibawa lari orang lain?!" makinya kasar.

"Kamu bicara sembarangan!" bentak Ibu Bima tidak terima. "Kami tidak tahu siapa kalian, tapi kalian tidak boleh menghina anak perempuan orang begitu!"

"Siapa yang menghina? Itu kenyataannya!" sahut Hendra tak mau kalah. "Dia hamil bukan dari aku, jadi pasti anak dari pria yang berdiri di hadapan kalian itu!"

Alena menangis histeris mendengar hinaan itu, tak sanggup lagi membela diri.

LANJUT NGGAK TEMAN TEMAN🥺🥺

bantu like dan koment nya dong

 

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!