NovelToon NovelToon
Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Contest / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: nadataskia

Kesedihan kadang membuat kita lupa dan menjadi gelap susah membedakan mana yang salah dan benar hingga menimbulkan kemarahan yang menyebabnya sulit tuk menyengarkan penjelasan hingga akhirnya penyesalan pun datang dan membuat kita menjadi Sadar namun semua sudah terlambat, Waktu yang dulu sudah berputar tidak mungkin bisa kembali lagi.


Ikuti kelanjutan Kisah Nadia Dan Kasih yang berjuang menjaga ibunya membalas budinya dulu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Iya bu, Nadia janji gak akan lakuin lagi, lain kali kalo Kasih ingin minta pulang bareng sama Nadia, Nadia akan bilang dulu ke ibu!" janji Nadia pada ibu.

"Iya bu Kasih juga lain kali sebelum ikut pulang sama kakak akan minta ijin dulu sama ibu," Kasih ikut berjanji.

"Iya sayang, sini peluk ibu lagi ibu senang banget tahu kalo kalian baik-baik saja," uncap ibu penuh syukur.

"Yaudah yuk bu kita makan dulu, pasti ibu belum makan kan gara-gara buru-buru kesini?" tanya Nadia.

"Iya sayang yuk sini, ibu panasin dulu sayurnya yang tadi ibu masak," kata ibu menuju dapur.

"Ga usah bu, semua sudah Nadia panasin kok kita tinggal makan aja, yuk bu mumpung hanggat lauknya!" ajak Nadia.

"Wah putri ibu sudah Dewasa ternyata ya, bangga banget ibu sama Nadia sudah bisa jagain adik, yuk kita makan yuk sini ibu bantu siapin makanannya," kata ibu memuji Nadia bangga.

Nadia di bantu ibu menyiapkan makanan yang tadi baru saja ia panasin tadi niatnya hanya membawa piring sekaligusnya berisikan nasi dan lauknya saja, untuk Nadia dan Kasih tapi berhubung ibu pulang dan mau makan bersama sekarang lauk yang di dapur di keluarin semua.

Lauk pauk dan juga Nasi sudah tertata di meja makan dengan rapi, begitu pun dengan puring kosong dan juga gelas serta sendoknya, ibu, Nadia dan Kasih siap duduk di meja makan dan mulai makan malam bersama.

"Bu! apa ayah sudah makan! kalo ibu di rumah lalu yang nyiapin makan untuk ayah siapa?" tanya Nadia.

"Sudah sayang, ibu yang nyiapin makan untuk ayah tadi sebelum pulang kerumah jadi gak usah khawatir ya," jawab ibu.

"Ohh syukur deh kirain ayah belum makan, yaudah yuk kita lanjut makan yuk bu!" ajak Nadia mengambil nasi serta lauk miliknya.

Sebelum makan malam di mulai Nadia memimpin doa untuk ibu dan adiknya, doa sebelum makan, setelah berdoa selesai makan malampun di mulai anggota keluarga menikmati makan malamnya dengan nikmat.

Setelah selesai makan malam Nadia membantu ibu merapikan meja makan membawa kembali piring kotor ke dapur dan mencuci piringnya di wastafel, dan meletakannya kembali di rak piring.

"Makasih ya sayang udah bantu ibu mencucu piring berkat Nadia kerjaan ibu jadi cepet selesai," kata ibu.

"Iya bu sama-sama, ini juga udah jadi tugas Nadia untuk bantu ibu di rumah, oh iya bu Nadia juga mau minta maaf sama ibu!" pinta Nadia.

"Minta maaf!! minta maaf untuk apa Nadia?" tanya ibu bingung.

"Minta ma..af untuk tadi siang gara-gara Nadia ibu jadi di marahin ayah padahal ibu enggak salah apa-apa," jawab Nadia tertunduk.

"Ga kok, ayah gak marah sama ibu tadi ayah cuma bertanya sama ibu kenapa Nadia gak mau di jemput, tapi udah ga Apa-apa jangan sedih gitu ya, ngomong-ngomong siapa yang bilang kalo ibu di marahin?" tanya ibu menghibur Nadia yang merasa bersalah atas kejadian ibu hari ini.

"Nadia tahu dari Kasih bu, tadi Kasih udah cerita semuanya soal ibu yang di marahin ayah gara-gara Nadia tidak mau di jemput," jawab Nadia lagi.

Ibu hanya tersenyum dan memeluk Nadia khawatir jika putrin sulungnya ini akan menanggis karena merasa bersalah, setelah mencuci piring ibu dan Nadia kembali ke ruang tenggah menghampiri Kasih yang sedang menonton tivi.

Karena Kasih masih kecil di bebas tugaskan dulu untuk yang berat-berat paling kalo hanya sekedar nyapu dan elap-elap Kasih bisa lah melakukannya.

"Kasih! ibu mau ke warung lagi bantu ayah untuk merapikan dan tutup warung Kasih di rumah ya sama kakak tidur ga Apa-apa kan?" tanya ibu.

"Iya bu! gak apa-apa Kasih di rumah sama kakak ibu ke warung aja bantu ayah, kasihan ayah sendirian pasti cape!" jawab Kasih.

"Iya bu, gak apa-apa biasanya juga di rumah kan sama Nadia jadi ibu gak usah khawatir Nadia pasti jaga Kasih dengan baik kok," uncap Nadia meyakinkan ibu.

"Iya Nadia, ibu percaya kalo Nadia bisa jaga adik dengan baik, yaudah kalo gitu ibu pergi dulu ya yang nurut kalian jangan bertengkar baik-baik di rumah sayang ibu cuma sebentar kok," kata ibu berjanji.

Ibu sudah bersiap di atas motornya dengan mesinnya yang sudah menyala, ibu sedang memakai jaket dulu karena sudah malam udara di kampung jadi terasa sangat dingin, ya maklum rumah ayah sudah memasuki kawasan pegunungan.

"Ya udah ibu berangkat dulu, Assalamualaikum dah anak-anak!" salam ibu berlalu.

"Waakaikumsalam, hati-hati bu," balas kedua putrinya.

"Yuk kita masuk udah malam!" ajak Nadia lalu menutup pintunya.

Kasih dan Nadia tidak melanjutkan menonton tivinya tapi masuk kekamar siap untuk tidur karena besok harus berangkat sekolah lagi, pintu di kunci dari dalam tapi kuncinya sudah di cabut oleh Nadia agar saat ibu pulang nanti bisa di buka dari luar dengan kunci cadangan.

"Yuk dek, kita tidur udah malam besok kan harus sekolah lagi!" ajak Nadia.

"Iya kak! kebetulan juga aku udah mengantuk banget nih," sahut Kasih siap tarik selimut.

Sebelum tidur tidak lupa Kasih dan Nadia membaca doa sebelum tidur, setelah tadi sempat sikat gigi dulu, setelah baca doa mereka pun segera tidur merebahkan tubuh ya yang lelah setelah sehari ini beraktivitas Nadia dan Kasih memejamkan matanya dan tak lama kemudian sudah terlelap.

*****

Sampainya ibu di warung ibu segera memarkir motornya lalu mematikan mesinnya dan turun dari motor lalu membantu ayah yang sedang sibuk merapikan satu persatu mangkok yang sudah bersih kembali ke dalam rak piring.

"Loh ibu! kok udah disini aja kapan datengnya? terus gimana anak-anak ia beneran ada di rumah?" tanya ayah terkejut saat ibu tiba-tiba muncul dan langsung membantu.

"Ya ampun ayah, segitunya sampe-sampe ibu dateng aja gak tahu! hayoo... ayah lagi ngelamun ya?!" ledek ibu.

"Hehe... maaf bu lagian ibu juga main muncul aja orang mah salam kek, terus di tanya ayah diem aja gak jawab anak-anak gimana?" jawab ayah bertanya sekali lagi.

"Iya ternyata anak-anak ada di rumah, tadi waktu ibu pulang Nadia dan Kasih lagi mau makan, Kasih ada tugas sekolah besoknya makanya pulang duluan ikut Nadia," jawab iby bercerita.

"Ohh syukur deh kalo anak-anak baik-baik saja ayah juga jadi khawatir tadi memikirkannya, pengen rasanya tutup warung dan ikut cari," kata ayah.

Ternyata ini alasan yang membuat ayah tadi tidak pokus bahkan tidak sadar kalo ibu dateng, ayah sedang memikirkan kedua putrinya juga, dan setelah mendengar mereka aman ayah pun menjadi lega perasaanya.

1
Reo Ruari Onsiwasi
Seru Nadia dan Kasih ==> seru Nadia dan Kasih
Reo Ruari Onsiwasi
uncap==> ucap
Reo Ruari Onsiwasi
di matikan==> dimatikan
Reo Ruari Onsiwasi
unyung==> untung
Reo Ruari Onsiwasi
yg ==> yang
simpen==> simpan
Reo Ruari Onsiwasi
kewarung==> ke warung
Reo Ruari Onsiwasi
Yaudah ==> Ya udah
Manami Slyterin
keren
Rini Haryati
lanjut thor
bagus
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi 🍮🍮🍮😷😷😷
@🦊⃫⃟Kareͩnᷡnᷜ⨀⃝⃟⃞☯ᵖˡଓε⋆⃟𝖋ᶻ🍇
up
Wiselovehope🌻 IG@wiselovehope
Aku datang bawa like dan fave 😁
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
smangat🤗
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
semngaat kk
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
lanjutkan k..semngatt
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
semngat
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
semngattt ka
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
lanjut u nya
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
mampir ksini ka
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺nada Mυɳҽҽყ☪️
lanjutttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!