NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02. Di titipin anak

Tiga tahun yang lalu.

''Mas beras kita habis.'' Rina berdiri di ambang pintu dengan perasaan sedih sekali.

''Habis?'' Ilham menoleh karena dia juga belum mendapat pekerjaan.

''Sebenarnya sudah sejak kemarin beras Kita habis, tapi aku pinjam sama Mbak Ayu di sebelah.'' Rina tertunduk dengan perasaan Rina tertunduk dengan tidak karuan.

Ilham terdiam karena dia tahu bahwa ini adalah masalah yang cukup berat dalam keluarga mereka, sudah setahun lebih mereka menikah namun tak kunjung membaik juga ekonomi ini sehingga dapat dipastikan bahwa minat Rina kepada sang suami semakin tidak banyak saja karena dia sudah lelah menghadapi hidup yang terasa begitu berat sekali.

Bukan Ilham tidak ingin berusaha untuk mencari pekerjaan namun memang di desa mereka ini begitu susah sekali untuk mencari kerja, menjadi tukang bangunan juga bukan solusi yang tepat Karena jarang sekali mereka menggunakan tenaga seperti Ilham yang memiliki kecacatan pada bagian tangan sehingga sudah pasti nanti dia tidak akan bekerja dengan mudah.

Yang bisa Ilham melakukan hanyalah memasang jaring atau bahkan mencari ikan di sungai untuk dia tukar dengan kantong beras kecil, itu hanya cukup beberapa hari saja karena Rina juga memiliki adik bernama Rania yang ikut tinggal bersama dengan mereka dan Gadis itu masih sekolah, Untung saja Rania mengambil sekolah yang gratis.

''Assalamualaikum.'' terdengar suara dari luar rumah.

''Waalaikumsalam.'' Ilham menyambut tamu yang datang dengan perasaan gembira.

''Aduh bau mu ini, Ham!'' Pak RT refleks menjauh Karena dia mencium aroma yang tidak sedap.

''Rasanya tidak bau kok tadi ya.'' Ilham mencium aroma dia sendiri untuk memastikan bau ini.

Tapi dia memang tidak bisa mencium aroma yang timbul dari tubuh dia sehingga kembali menatap Pak RT dengan perasaan bingung, sementara orang itu menatap Ilham dengan pandangan yang begitu meremehkan dan juga bercampur dengan rasa jijik seolah Ilham ini adalah kotoran hewan yang tidak perlu dia hormati walau hanya sedikit saja.

''Ya kamu sendiri jelas tidak bisa mencium aroma itu karena kamu saja sudah berkubang dalam hidup kemiskinan.'' Pak RT Berkata sambil tersenyum sinis.

''Ya allah!'' Ilham hanya bisa menjerit di dalam hati.

''Maka nya kita itu terlahir harus menjadi orang kaya biar bisa mendapat kehormatan serta disegani oleh banyak orang.'' ujar Pak RT kembali.

''Bapak kalau hanya menghina maka lebih baik tidak usah datang ke rumah kami!'' Rina keluar dari rumah dan langsung memarahi ketua RT.

''Kamu pikir saya senang datang ke rumah kumuh seperti ini? saya merasa muak dan kalau bisa maka tidak perlu datang ke rumah orang miskin seperti kalian!'' geram Pak RT.

Hancur sekali rasanya hati mereka berdua setelah mendengar ucapan yang tidak ada belas kasih sama sekali itu, hanya karena mereka miskin maka orang lain bisa menghina sesuka hati dan tidak memikirkan perasaan yang ada di dalam hati ini, Pak RT juga tidak melambangkan Sebagai seorang pemimpin yang memiliki hati.

''Nih ambil bantuan di kantor desa karena kalian memang hidup hanya perlu bantuan seumur hidup.'' Pak RT melemparkan undangan di depan kaki Ilham.

''Jangan di lempar kan juga bisa!'' Mbak Ayu berkata dari depan rumah dia.

''Tidak usah ikut campur dalam urusan orang lain, Kau pasti Merasa tidak senang dengan aku kan karena suamimu itu kalah menjabat jadi RT.'' Pak RT berkata dengan sinis kepada Mbak Ayu.

''Nasib jadi orang miskin Kenapa harus sesakit ini.'' Rina berkata pelan dan memungut kertas undangan itu.

''Aku saja yang akan pergi ke kantor desa.'' Ilham segera mengambil kertas tersebut dan menuju kantor desa.

Rina hanya terdiam dan segera masuk ke dalam rumah karena dia memang sedang diliputi dengan perasaan galau, meratapi hidup yang terasa begitu berat dan tidak pernah ada sudahnya ini sehingga membuat dirinya terkadang gelap mata ingin meninggalkan sang suami, terlebih mereka baru saja menikah sehingga godaan seperti itu jelas begitu terasa.

...****************...

"Haduuuuh hujan pula begini.'' Ilham kesulitan untuk berteduh di bawah pohon karena mendadak saja hari menjadi gelap gulita.

"Kapan aku bisa punya mobil seperti mereka agar tidak kehujanan seperti ini.'' ujar Ilham sambil tersenyum sendirian menatap orang yang berlalu Lalang menggunakan kendaraan roda empat.

Kadang terbayang juga dalam pikiran ini ketika hidup enak dan bisa mengajak istri jalan-jalan ke sana kemari, tentu itu adalah impian semua orang namun tidak semua orang mampu mewujudkan keinginan itu sehingga sebagian hanya tersimpan di dalam angan saja, Begitu juga dengan Ilham yang entah sampai kapan akan hidup seperti ini.

Jweeeerrr!

''Allahu Akbar!'' Ilham berteriak keras dan memeluk batang pohon itu.

''Aduh hujan nya, jangan sampai beras ini malah basah pula Nanti.'' Ilham menyingkirkan karung beras di tempat yang jauh lebih aman.

''Rina Pasti sangat senang karena aku dapat berat dan juga bahan pokok makanan yang lain.'' gumam Ilham sambil membayangkan perasaan istri dia.

''Kau ingin membahagiakan istrimu itu?'' tegur sebuah suara.

Ilham menoleh dan ketika dia mendapati dirinya sudah berdiri bersama dengan seorang wanita tua, rasanya Ilham tidak pernah melihat wajah wanita ini sehingga ia pun merasa asing dan kebingungan dari mana munculnya orang tua tersebut.

''Mbah siapa?'' Ilham bertanya dengan sopan.

''Aku dari desa sebelah dan ingin meminta bantuan kepada orang yang membutuhkan.'' nenek tua Berkata sambil tersenyum menampakan barisan gigi dia yang berwarna hitam.

''Gerangan apa yang Mbah butuhkan? Bila memang bisa maka saya akan sedikit memberikan bantuan.'' ujar Ilham walau saat ini dia juga sedang kesusahan.

''Saya ini sudah tua dan tidak sanggup merawat seorang Cucu lagi, jadi saya ingin mencari orang yang mau merawat cucu saya.'' nenek tua menunjuk seorang anak yang berkolor putih tanpa memakai baju.

''Ya ampun adik, Kenapa tidak pakai baju seperti ini?'' Ilham mengelus kepala botak bocah itu.

''Kalau kamu mau merawat dia maka nanti saya akan memberikan kamu banyak imbalan.'' nenek tua berkata dengan serius.

''Tapi saya orang miskin dan terkadang juga saya tidak makan, nanti cucu nenek malah kelaparan juga.'' jelas Ilham kembali.

''Soal kemiskinan Kau tidak perlu cemas karena dia bisa mencarikan kau uang setiap saat.'' ujar nenek tua.

Ilham tidak paham dengan ucapan orang tua ini namun dia menyadari bahwa kemungkinan ini adalah berkah untuk dirinya, terlebih lagi dia juga kasihan ketika melihat orang tua yang sudah tidak berdaya dan masih harus mengasuh cucu sekecil ini, mereka juga belum punya anak dalam keluarga sehingga kemungkinan besar Rina akan tertarik untuk mengasuh anak tersebut.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
ya ampun Pur ..bocil kau ajak bicara tentang birahi segala 🤣...semoga aja ya Rania selamat bisa di bantu purnama sampai tuntas
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Rahma
hai..itu ketuamu loh..😆😆
neni nuraeni
brrti disini Zidan juga sudah metong ya kak,, dan purnama sudah kmbli pulih sperti sedia kala makanya dia trjun lagi,,,
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
ismi
ini gimana rina kok main setuju saja adiknya disusu tuyul,,
Yeyet Rohaeti
siang thor, di sini Zidan udah meninggal ya thor?
Tri Lestari
yang di untungkan si Ilham ini
putri wahyu
siang jg Bess..
Ani_Sudrajat
Kok gak punya lawan thor emang Zidan kemana??
MiilaaManurung: Racun yang tertinggal
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!