NovelToon NovelToon
SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Orang Disabilitas / Nikah Kontrak
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ares Sudibyo, pewaris keluarga kaya, tidak pernah percaya pada perempuan. Sejak ibunya meninggalkan ayahnya demi pria yang lebih kaya, ditambah pengkhianatan yang dialami pamannya dan dirinya sendiri, Ares memilih menjauh dari pernikahan.

Namun, pertemuannya dengan Alisha Prameswari secara tidak sengaja mengubah sesuatu dalam dirinya. Aroma tubuh Alisha justru membuatnya penasaran karena tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan penolakan, sensasi yang tak pernah ia rasakan dari perempuan lain.

Ketika mengetahui Alisha membutuhkan biaya pengobatan untuk adiknya, Ares menawarkan sebuah kontrak: menanggung seluruh biaya pengobatan, dengan syarat Alisha bersedia memenuhi kebutuhan biologisnya. Setiap kali bersama Ares, Alisha harus menutup mata, sebuah aturan yang tak pernah dijelaskan.

Ares yakin hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Namun ketika ketergantungan mulai tumbuh, sanggupkah ia melepaskan Alisha yang memilih mengakhiri kontrak dan mencari pendamping baru dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Pengecualian Bernama Alisha

Alisha berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit. Jam istirahatnya hampir berakhir, dan ia masih harus kembali ke kantor.

Suara pengumuman rumah sakit yang berulang kali terdengar samar di telinganya, bercampur dengan derap langkah dan obrolan orang-orang yang lalu-lalang.

Ia menyesuaikan volume alat bantu dengarnya sedikit lebih rendah. Terlalu banyak suara sekaligus membuat kepalanya pusing.

Beberapa langkah kemudian, ia tiba-tiba teringat sesuatu. “Hp-ku... Astaga!”

Ia berhenti mendadak dan langsung berbalik. Karena volume alat bantu dengarnya masih rendah, ia tidak menyadari ada seseorang yang tengah melintas tepat di belakangnya.

Bruk!

Tubuhnya menabrak seseorang.

“Ah!”

Alisha kehilangan keseimbangan dan nyaris terjatuh. Tangannya spontan meraih lengan pria di depannya hingga tubuhnya kembali tegak. Begitu menyadari apa yang baru saja dilakukannya, ia segera melepaskan pegangannya dan mundur satu langkah.

“Maaf. Saya gak sengaja.”

Pria di depannya tidak menjawab.

Alisha mendongak dan baru menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan seorang pria tinggi berjas hitam yang menatapnya dengan wajah sulit dibaca.

Ia menelan ludah kecil, lalu menatap wajah pria itu lebih saksama, kebiasaan lamanya setiap kali tidak yakin apakah lawan bicaranya sudah menjawab atau belum. Namun bibir pria itu tetap terkatup rapat.

“Sekali lagi maaf. Saya tadi buru-buru dan gak lihat ada orang di belakang saya.”

Beberapa langkah dari sana, Reki ikut terpaku. Jantungnya seperti baru saja mendapat peringatan darurat.

Wanita itu menabrak Tuan Ares. Bukan sekadar lewat terlalu dekat.

Menabrak. Bahkan sempat memegang lengan pria itu.

Reki menahan napas sambil diam-diam mempersiapkan diri. Kalau Ares tiba-tiba meminta seluruh lantai rumah sakit dikosongkan, setidaknya dia sudah tahu harus mulai dari mana.

Namun, lima detik berlalu, Ares tetap diam. Sepuluh detik kemudian masih tidak ada reaksi.

Reki mulai curiga. "Jangan-jangan Tuan Ares lagi nahan amarah? Atau lebih buruk... lagi nyusun kalimat yang bakal bikin perempuan itu nangis?"

Sementara Reki sibuk menerka-nerka, Alisha justru menunduk dan matanya tertumbuk pada sesuatu di kemeja pria itu. Wajahnya langsung berubah. Ada noda lipstik merah di antara dasi dan jas pria tersebut.

“Oh, tidak...”

Tangannya refleks menyentuh bibirnya sendiri. Ia baru ingat tadi sempat memakai lipstik sebelum berangkat.

“Lipstik saya nempel di kemeja Anda.”

Alisha tampak semakin tidak enak. Ia buru-buru membuka tasnya untuk mencari tisu.

“Maaf, akan saya bersihin. Kalo gak bisa, saya bakal tanggung jawab buat biaya laundry-nya.”

Ares masih belum menjawab. Bukan karena tidak mendengar. Ia justru sedang memerhatikan perempuan di hadapannya dengan pikiran yang belum berhasil mencerna apa yang terjadi.

Jarak mereka begitu dekat. Bahkan aroma tubuh perempuan itu masih jelas tertangkap inderanya. Namun, tak ada rasa tidak nyaman yang biasanya muncul.

Ares menarik napas perlahan, seolah ingin memastikan dirinya tidak salah menilai. Tetap tidak ada apa-apa.

Sorot matanya berubah. Perempuan yang baru saja menabraknya ini berdiri tepat di depannya, dan untuk alasan yang tidak dapat ia pahami, Ares tidak merasa terganggu sedikit pun.

Mungkin hanya kebetulan. Mungkin karena kondisi rumah sakit. Atau mungkin pikirannya memang sedang terlalu lelah.

Ares masih mencoba mencari penjelasan yang masuk akal ketika suara Reki terdengar pelan dari belakang.

“Tuan...”

Ares tidak merespon.

Reki memerhatikannya dengan cemas. Kalau Ares diam selama ini karena sedang marah, berarti sebentar lagi dia mungkin akan meledak.

Tetapi kalau bukan karena marah... Reki justru tidak tahu mana yang lebih mengkhawatirkan.

Sementara itu, Alisha akhirnya menemukan tisu dari dalam tasnya. “Pak, izinin saya bersihin, ya. Saya benar-benar minta maaf.”

Ia mengulurkan tangan.

Ares justru menatap wajahnya beberapa detik sebelum akhirnya bertanya,

“Siapa namamu?”

Alisha sedikit condong, matanya sekilas turun ke bibir Ares sebelum kembali menatap matanya. Sudah jadi kebiasaan, memastikan dulu, baru menjawab.

“Alisha. Alisha Prameswari.”

Nama itu membuat sorot mata Ares berubah tipis.

Alisha tidak menyadarinya. Ia justru kembali melirik noda lipstik di kemeja pria tersebut. “Sekali lagi, saya minta maaf. Saya benar-benar gak sengaja.”

Ares masih diam beberapa detik, lalu berkata dengan nada suara datar, “Alisha Prameswari.”

Reki yang berdiri di belakangnya langsung menegang. "Tuan Ares mengulangi nama perempuan itu? Ini gak biasa. Sama sekali gak biasa."

Biasanya setelah seorang perempuan berada terlalu dekat, Ares akan langsung meminta Reki mengurus apa pun yang dianggap mengganggunya. Namun sekarang, setelah ditabrak, disentuh, bahkan diberi noda lipstik, Ares justru berdiri seperti seseorang yang baru saja menemukan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

Reki menatap punggung atasannya dengan kening berkerut, lalu beralih pada Alisha.

Kenapa sikap Ares begitu tenang?

Dan entah kenapa, justru ketenangan Ares kali ini membuat Reki lebih waspada daripada ketika atasannya sedang marah.

Namun sebelum semua kemungkinan itu berkembang semakin jauh, Ares justru sedikit menepi. Tanpa mengatakan apa pun lagi, ia melangkah meninggalkan Alisha.

Reki melongo. “Hah?”

Alisha juga hanya berdiri sambil memegang tisu, menatap punggung pria itu yang semakin menjauh.

“Eh, sudah?”

Ia mengerjapkan mata beberapa kali. Bukankah seharusnya pria itu marah? Alisha akhirnya mengangkat bahu kecil.

“Mungkin emang orangnya baik.”

Ia tidak punya waktu untuk memikirkannya lebih jauh. Alisha segera berjalan cepat menuju kamar adiknya.

Tadi saat istirahat kantor hampir tiba, ia pergi ke rumah sakit karena mendapat kabar bahwa kondisi adiknya tiba-tiba menurun.

Setelah memastikan kondisi adiknya kembali stabil, Alisha berniat langsung kembali bekerja.

Masalahnya, ia baru sadar ponselnya tertinggal. Tanpa ponsel, ia bahkan tidak bisa memesan ojek daring.

“Kenapa harus sekarang, sih?” gumamnya sambil mempercepat langkah, bahkan hampir berlari.

 

Sementara itu, Reki akhirnya tersadar dan buru-buru mengejar Ares. “Tuan!”

Ares tetap berjalan.

Reki mempercepat langkah hingga berhasil menyusul. “Tuan, mengenai wanita tadi...”

Tidak ada jawaban.

Reki menatap wajah atasannya dari samping. Ares terlihat datar seperti biasa. Justru itu yang membuat Reki semakin gelisah.

"Mungkinkah Tuan Ares tertarik?" Ia menggeleng cepat. "Gak. Mustahil..."

Reki hampir memukul kepalanya sendiri. Tidak mungkin sesederhana itu.

“Tuan, apakah Anda ingin saya mencari tahu siapa Alisha Prameswari?”

Langkah Ares mendadak terhenti. Reki refleks ikut berhenti.

 .

...✨“Terkadang, orang yang mampu mengubah hidup kita bukanlah seseorang yang kita cari, melainkan seseorang yang datang tanpa rencana dan membuat kita mempertanyakan kembali semua hal yang selama ini kita yakini.”...

...“Jangan biarkan luka masa lalu membuatmu percaya bahwa semua orang akan mengulang kesalahan yang sama. Tidak semua yang datang membawa luka baru; sebagian justru datang untuk menunjukkan bahwa hidup masih memiliki kemungkinan lain.”✨...

.

To be continued

1
anonim
Foto Alisha yang tertempel di surat nikah matanya tertutup kain hitam. Foto suaminya dilepas alias nggak ada fotonya.

Pak Darto pengurus rumah memberikan sebuah kartu akses untuk masuk rumah kepada Alisha. Dan memberi tahu Alisha kalau pakaian sudah disiapkan di lemari, termasuk perlengkapan mandi, dan makeup atas perintah Ares.

Ares baik sekali. Alisha juga disediakan sopir untuk mengantarnya pergi. Tapi Alisha memilih naik ojek online.
anonim
Ares bijaksana, Alisha boleh menemani adiknya.

Ares juga menuruti kemauan Alisha untuk tidak memindahkan adiknya ke kamar perawatan VIP.

Ares memberikan surat pernikahan mereka setelah mendengar penjelasan Alisha kenapa sampai minta surat itu.

Ares tak lupa mengelupas foto dirinya terlebih dahulu, sebelum memberikan surat itu kepada Alisha.

Sampai segitunya, biar Alisha benar-benar nggak mengenal wajahnya.
Septi Wijaya
apakah Arga termasuk orang yg obsesif??
kalo iya, itu sangat berbahaya, dalam kondisi tertentu, dia bisa berbuat nekat....
semoga Alisa dan Raka masih dalam pengawasan orang-orangnya Ares
Dek Sri
semoga Arga gak menemukan Alisha dimana
aryuu
kamu siapa sih Arga... ribet banget sama idup orang
aryuu
cukup emak kamu aja res yg ribet
cukup mantan mu si Reni yg ribet
kamu jangan ikutan res
aryuu
suruh buka dong res... nyiksa anak orang kamu tuh/Proud/
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Memang suh... Sampai tujuh turunan belum habis... Tapi kan, pas keturunan kedelapan, Keluarga Sudibyo akan bangrutlah. 😂😂😂 Kan, katanya sampau tujuh turunan kan? Terus, kalau udah keturunan kedelapan? Terus dapat apa dong? Sisa warisan yang hanya secuil? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jadi? Kalau Ares lagi tidak bisa memberikan Rania sesuatu? Terus dia seenaknya saja gitu, untuk selingkuh? Cih! Perempuan murahan kayak gitu pula yang selama ini kau pacari Ares? ha? 😂😂😂 Rania itu, sampah tau. Tidak ada artinya. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ooih Jadi, nama mantan Pacar Ares itu Rania... 😂😂😂 Bugus juga namanya... 😂😂😂 Tapi sayang, dia perempuan yang di setia. Penghianat! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Bagus Ares... 😂😂😂 Kau hebat. Kau selangkah lebih maju dari lawanmu. 😁😁😁 Dan, langkahmu untuk menempatkan anak buahmu di sekitar istrimu itu sydah benar Ares... 😂😂😂 Sekarang, kita tinggal lihat, apa yang akan di lakukan oleh Si Arga iru... 😂😂😂
mimief
yeee...bini orang di cariin
kacau ini orang 🤣🤣
Fadillah Ahmad
Yaaa yang pastinya, dia mempunyai maksud Ares... 😂😂😂 Tapi, aku belum tau apa maksud Si Arga sialan itu... 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Waaah, bahaya juga ya Si Arga itu... 😂😂😂 Mencari mati saja dia! 😁😁😁 Masuk ke kandang singa... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Semuanya Ares. Semua 8nformasi yang bisa dia peroleh... 😂😂😂 Termasuk Status Alisha saat ini... 😁😁😁
mimief
dia takut sha
takut ga bisa tanggung jawab sama tatapan mu.
pengecut dia takut kalah sama rasa bersalah nya🫣😔
Fadillah Ahmad
Berarti, tugas anda jelas Pak. Anda harus melindungi istri majikan anda Pak... 😂😂😂 Kalau tidak... Alisha bisa di rayu dan di goda noh sama si Arga mata keranjang itu... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Waaah, sepertinya kau sudah di tandai Ares nih Arga... 😂😂😂 Perasaanku sepertinya mulai nggk enak nih, tentang nasib hidupmu. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Pria yang tadi bertemua Alisha? Pria siapa yang anda maksud Pak? Yudis kah, atau Arga? Si mata keranjang itu? ha? 🤬🤬🤬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!