Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si Panjat Sosial......
Pagi belum sepenuhnya terang di kediaman utama klan Uchiha di Tokyo. Hawa dingin sisa hujan deras semalam masih mengendap pekat di balik dinding-dinding kayu kuno peninggalan leluhur Yakuza.
Di dalam ruang kerja berarsitektur kuno yang sarat akan aroma dupa kayu cendana, sang Patriark—pimpinan tertinggi klan Uchiha—duduk di balik meja kayu jati tebal. Di hadapannya, Hatake Kakashi berdiri tegap terbalut setelan jas hitam mewahnya. Pria berusia 30 tahun itu membungkuk hormat dengan tatapan mata yang tenang namun mematikan.
"Empat penyusup dari klan saingan Yokohama sudah dibersihkan semalam, Tuan," lapor Kakashi dengan suara berat dan berwibawa. "Mereka bergerak hanya atas dasar rumor dan sama sekali belum mengetahui identitas Nona Yoona. Jejak mereka telah dihapus total tanpa sisa di pelabuhan."
Sang Patriark menatap Kakashi dengan pandangan tajam yang sangat dingin.
"Bagus. Jangan biarkan ada satu pun celah yang bisa membahayakan keberadaan Yoona. Keberadaannya adalah 'kartu truf' sekaligus jawaban atas kutukan seratus tahun klan ini. Jika identitasnya sampai terendus oleh klan musuh atau publik, seluruh kekaisaran Yakuza Uchiha berada dalam ancaman."
"Saya paham, Tuan. Nyawa saya jaminannya," sahut Kakashi mantap, tanpa ada keraguan sedikit pun di matanya.
"Makan malam di Ginza semalam berjalan lancar," lanjut sang Patriark sambil merapikan dokumen di mejanya.
"Pastikan Yoona tetap aman dan tidak merasa terganggu di kampus hari ini."
"Baik, Tuan." Kakashi membungkuk sekali lagi sebelum melangkah mundur dan keluar dari ruangan dingin tersebut.
Beberapa saat kemudian, Kakashi melangkah menuju area kediaman pribadi Yoona di sisi timur rumah utama. Begitu pintu geser kayu kamar Yoona terkuak sedikit, aura tegang dan kaku Yakuza seketika menguap tanpa bekas.
Di atas tempat tidur luasnya, Yoona masih duduk bersandar dengan kaus kebesarannya. Rambut panjangnya sedikit berantakan khas bangun tidur. Begitu melihat sosok Kakashi melangkah masuk, topeng dingin dan tegas Yoona lenyap total. Bibir cantiknya langsung mengerucut, dan kedua tangannya terulur ke udara.
"Kakashiiii... masih ngantuk weyy," rancak Yoona dengan suara serak yang sangat manja.
Tanpa ragu, Yoona meluncur turun dari tempat tidur dan langsung menyusupkan wajahnya di dada tegap Kakashi, memeluk pinggang tegap pria itu erat-erat. Kakashi terkekeh pelan—suara tawa rendah yang hangat—sambil melingkarkan lengan kokohnya di tubuh Yoona, mengusap punggung gadis itu dengan penuh kasih sayang.
"Ayo bangun, Nuna. Hari ini ada jadwal kuliah pagi. Kalau terlambat, nanti kamu sendiri yang kesal," bisik Kakashi lembut, mengecup puncak kepala Yoona.
"Argh, malas banget ketemu manusia-manusia aneh di kampus," keluh Yoona pelan, menggesekkan hidungnya di kemeja hitam Kakashi yang beraroma sandalwood. "Puk-puk kepalaku dulu lima menit, baru aku mau mandi."
Kakashi tersenyum di balik maskernya, menunduk untuk mengusap lembut rambut panjang Yoona dan mengecup dahinya dengan dalam. "Sudah. Sekarang mandi dan bersiap, ya. Saya tunggu di luar."
Dua puluh menit kemudian, transformasi luar biasa terjadi. Sisi babygirl super manja yang tadi menempel pada Kakashi menguap sepenuhnya, berganti menjadi sosok ice queen nan badass.
Yoona keluar dari ruang ganti dengan gaya effortless-chic streetstyle yang bener-bener menyedot perhatian. Dia mengenakan kemeja oversized corak kotak-kotak poplin shirt dari Balenciaga yang dikancing asal-asalan, memperlihatkan leher jenjang dan bahunya yang tegas. Bawahannya dipadu dengan biker shorts atau cycling shorts hitam ketat dari Style Nanda yang membungkus paha mulusnya dengan sempurna.
Untuk alas kaki, Yoona memilih sneakers Adidas Continental 80 warna putih bersih yang memberi kesan santai namun tetap terkesan mahal. Di bahunya tersangkut tas mewah Chanel Coco Printed Flap Bag hitam berantai emas. Dan sebagai sentuhan akhir untuk menyembunyikan tatapan Antartika-nya, Yoona menyematkan kacamata hitam Gentle Monster Jack Bye 01 di hidung bangirnya.
REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK
"Gimana?" tanya Yoona pendek, berkacak pinggang di depan Kakashi dengan aura cewek paling berkuasa se-Tokyo.
Kakashi menatap gadis di depannya tanpa berkedip, matanya memancarkan rasa kagum yang dalam.
"Sempurna, Nuna. Kamu selalu tahu cara menguasai ruangan."
Range Rover hitam pekat ber-kaca gelap meluncur mulus membelah jalanan Tokyo menuju area universitas. Di dalam kabin, Yoona sempat mencubit pelan telapak tangan Kakashi, menatap pria itu dengan pandangan manja sebelum kacamata hitamnya dipasang rapat.
Begitu pintu mobil dibukakan di area drop-off VIP kampus, Yoona melangkah keluar. Langkah kakinya yang tegas dan aura dinginnya langsung membius suasana koridor.
Lisa yang sudah menunggu di dekat bangku taman langsung terbelalak, hampir menyemburkan minuman matcha latte-nya.
"GOKIL! ANJIR, NA!" teriak Lisa heboh sambil menghampiri Yoona, memutar tubuh sahabatnya dari atas sampai bawah. "Gue sumpah ya, gaya lu hari ini bener-bener vibes Jennie Blackpink tumpah-tumpah! Kemeja Balenciaga oversized dipadu biker shorts?! Effortless badass banget, pantesan cewek-cewek dari tadi pada ngelirik iri!"
Yoona cuma menyunggingkan senyum tipis yang dingin di balik kacamata Gentle Monster-nya. "Bising, Lis. Ayo masuk."
Namun, ketenangan mereka tidak bertahan lama. Di area lorong utama dekat tangga fakultas bisnis, kerumunan mahasiswa tampak sedang berbisik-bisik riuh.
Di tengah lorong, Sasuke sedang berdiri dengan raut wajah amat sangat malas dan terganggu. Di depannya, ada seorang cewek baru bernama Reze.
Reze tampil dengan gaun feminin bergaya anggunly yang dipaksakan, rambut bergelombang rapi, dan gaya bicara yang dibuat-buat centil. Dia adalah mantan pacar Sasuke—seorang mantan yang bener-bener nyata dalam riwayat playboy Sasuke, bukan sekadar fans halu seperti Sakura.
"Sasuke, ih! Kamu kok jahat banget sih ngindarin aku terus?!" rengek Reze dengan suara melengking sok imut, mencoba meraih lengan kemeja Sasuke. "Aku kan baru pindah ke kampus ini khusus buat kamu! Kita putus kemarin itu kan cuma karena emosi sesaat!"
Sasuke mengibaskan tangannya risih, merotasikan matanya dengan wajah muak. "Lepas, Reze. Kita udah putus dari dua bulan lalu. Nggak usah drama di tengah koridor, malu-maluin."
"Kamu pasti putusin aku gara-gara cewek lain, kan?!" Reze mendengkus sambil bersedekap, matanya menyapu sekeliling hingga tiba-tiba pandangannya tertambat pada Yoona yang baru saja melangkah mendekat bersama Lisa.
Mata Reze langsung memelotot tajam. Dendam lama yang tertahan akhirnya meledak begitu saja.
"TUH KAN! BENER KATAKU!" Reze menunjuk muka Yoona dengan jari ber-nail art warna merah muda. Dia melangkah lebar menghadang jalan Yoona dengan gaya centil yang dibuat-buat garang. "Lu kan, cewek yang bikin Sasuke mutusin gue?! Dasar cewek sok kecantikan! Lu pikir dengan gaya sok baddest lu itu lu bisa ngerebut Sasuke dari gue?!"
Atmosfer lorong langsung membeku seketika.
Lisa di samping Yoona langsung menepuk jidatnya, mukanya memerah menahan tawa yang mulas setengah mati. Anjir, ada lagi korbannya si Sasuke! Dan dia nuduh Yoona ngerebut kembarannya sendiri?! Gila, komedi pagi-pagi Bawaannya mules beneran!
Sasuke sendiri melotot kaget, hampir tersedak ludahnya sendiri. "Eh, Reze, lu gila ya—"
Sebelum Sasuke selesai bicara, Yoona menghentikan langkahnya. Dia tidak tampak kaget, takut, atau emosi. Dia berdiri tegap dalam balutan outfit mewahnya, menurunkan sedikit kacamata Gentle Monster-nya, lalu menatap Reze dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan mual yang amat sangat dingin.
"Sudah selesai bicaranya, Reze?" sahut Yoona. Suaranya tidak kencang, tapi begitu dingin dan datar hingga sanggup membekukan napas semua orang di koridor.
"Kenapa lu diam?! Takut kan lu rahasia lu terbongkar?!" sergah Reze sok berani.
Yoona terkekeh pelan—suara terkekeh dingin yang bikin bulu kuduk merinding. "Dengar ya, cewek centil. Sasuke itu tidak sudi bersamamu bukan karena aku, tapi karena seleranya tidak semurah itu untuk memelihara cewek hobi drama sepertimu."
"APA?! LU BERANI NGOMONG GI—"
"Muka dan gayamu berusaha sok anggun, tapi mulutmu lebih kotor dari sampah di pelabuhan," potong Yoona tanpa ampun, menyayat harga diri Reze sampai berkeping-keping. Yoona menaikkan kembali kacamata hitamnya, lalu melangkah maju menabrak bahu Reze hingga cewek itu terdorong ke samping. "Minggir. Kamu mengotori pemandanganku."
Reze berdiri mematung di tempat, mukanya merah padam antara malu dan syok berat atas semprotan savage Yoona yang tanpa filter. Mahasiswa di sekitar lorong mulai berbisik-bisik menertawakan Reze.
Dari jarak sepuluh meter di tepi area parkir, Kakashi yang masih berdiri di samping Range Rover hitam memperhatikan kejadian itu lewat balik maskernya. Jemari Kakashi yang ber-tato meremas kunci mobil pelan, menahan senyum tipis melihat betapa savage-nya putri Antartika-nya saat berada di luar... dan membayangkan betapa manjanya gadis itu nanti sore saat kembali ke pelukannya di dalam mobil.
Reze yang masih mematung menahan malu usai disemprot Yoona, kini harus menghadapi gelombang masalah yang jauh lebih mengerikan.
Sasuke bukannya kasihan atau mencoba membela sang mantan, malah menyunggingkan cengiran maut khas playboy-nya. Dengan santai, Sasuke mengacak rambutnya sendiri, merapikan kemejanya yang agak terbuka, lalu melemparkan tatapan tebar pesona ke arah mahasiswi-mahasiswi lain di koridor.
"Aduh, pusing banget pagi-pagi dihadang masa lalu," celetuk Sasuke dengan suara berat yang disengaja. Dia melangkah mendekati dua cewek dari fakultas sebelah, mengedipkan sebelah mata dengan gaya sok tampan. "Ada yang mau nemenin gua ke kantin nggak? Butuh penawar rasa muak, nih."
"AKU MAU, SASUKE!" seru kedua cewek itu kompak, langsung bergelayut di lengan Sasuke dengan mata berbinar-binar.
Namun, penderitaan Reze belum selesai. Sebelum dia sempat melangkah pergi untuk menyelamatkan sisa harga dirinya, langkahnya dipotong oleh kedatangan kawanan serigala yang sebenarnya: Sakura, Ino, dan Rena.
Sakura—si ketua fans club fanatik Sasuke—melangkah maju dengan mata melotot berapi-api. Dia menyilangkan tangan di dada, memandang Reze dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan penuh kebencian.
"Heh, Reze!" bentak Sakura dengan suara melengking yang menggema di seluruh lorong. "Nggak usah sok kepedean deh lu! Lu tuh cuma mantan remahan yang udah dibuang Sasuke dua bulan lalu! Masih berani-beraninya bikin drama di sini dan ngaku-ngaku putus gara-gara emosi sesaat?!"
"Tahu tuh!" timpal Ino dengan muka sengak. "Gaya lu sok anggunly dan feminin, tapi kelakuan lu kayak cewek kurang belai! Sasuke tuh udah muak sama lu!"
Reze yang tadinya berniat menebar ancaman, mendadak gemetar hebat. Fans-fans gila Sasuke yang jumlahnya belasan orang mulai mengerumuninya, melontarkan bisikan dan cemoohan tanpa ampun. Otak Reze serasa mau pecah—dia baru saja diinjak-injak sampai hancur oleh kalimat savage Yoona, dan sekarang malah dikeroyok masa fans Sasuke yang sama sekali tidak punya otak kalau menyangkut idola mereka.
"Kalian... kalian gila ya?!" teriak Reze dengan suara bergetar, matanya mulai berkaca-kaca menahan malu.
"Lu yang gila! Sadar diri, mantan!" semprot Sakura makin ngotot, memajukan wajahnya hingga Reze refleks mundur beberapa langkah.
Tanpa sanggup membalas sepatah kata pun lagi, Reze akhirnya menutup wajahnya dengan kedua tangan, memutar badan, dan berlari terbirit-birit menyeberangi koridor sambil menangis sesenggukan. Sorak kemenangan dari fans fanatik Sasuke langsung pecah mengiringi kepergiannya.
Sementara itu di ujung koridor, Lisa sudah memegangi perutnya yang mulas setengah mati karena menahan tawa. "BWAHAHAHA! ANJIR, NA! Sumpah perut gue mau meledak!" ngikik Lisa sambil merangkul bahu Yoona. "Si Reze niat hati mau gaya-gayaan di depan lu, malah berujung dikeroyok pasukannya si Sasuke! Komedi kampus ini bener-bener papan atas!"
Yoona cuma merapikan kemeja Balenciaga oversized-nya, membetulkan letak kacamata Gentle Monster-nya dengan ujung jari, lalu menyunggingkan senyum tipis yang amat sangat dingin.
"Biarkan saja serangga membantai serangga lain, Lis," sahut Yoona santai, melangkah penuh dominasi menuju ruang kuliahnya. "Mengotori tanganku saja."
Dari jarak sepuluh meter di tepi area parkir VIP, Kakashi yang memperhatikan seluruh kejadian itu lewat balik kaca gelap mobil hanya menyunggingkan senyum tipis di balik maskernya. Nona mudanya tetaplah sang ratu yang tak tersentuh.
...----------------...
FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.
Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.