NovelToon NovelToon
Menanti Kebahagiaan

Menanti Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:594
Nilai: 5
Nama Author: Zahira alkhansa

Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Air susu di balas air tuba

3 bulan setelah kepergian ayah, ibu tidak pernah mendengar kabar Ayah. Teman teman ayah semua di hubungi ibu, tapi tidak ada yang tau kemana ayah pergi merantau apakah memang benar ke Malaysia atau tidak. Ibu juga melaporkan nya ke kepolisian tapi tidak ada hasil apalagi pelapornya yang tidak memiliki uang seperti ibuku.

Akhirnya waktu kelahiranku semakin dekat, ibu tidak lagi bekerja di pabrik penggilingan padi. dengan sisa simpanan ibu, ibu mencukupi kebutuhan nya dan juga bertani di halaman rumah nya. dengan bantuan bi Sumi ( dukun beranak di desa) ibu berhasil melahirkan ku, karena kasihan dengan kondisi ibuku, nek Sumi tidak meminta bayaran apapun dari ibuku.

Ibuku merawat dirinya sendiri setelah lahiran sambil merawat ku. Dan paman paman ku juga tidak pernah menanyakan kabar ibu ku sama sekali.

Tanpa Kabar dari ayah, ibuku mulai menyesuaikan diri, ibu tidak pernah menangis lagi, ibu berpikir kalau ayah sudah meninggal, dan tidak ada yang memberinya kabar. Ibu menjadi buruh cuci dari rumah ke rumah sambil menggendong ku kesana kemari. Kata ibu, bisa sampai 5 rumah yang ibu datangi untuk mencuci dan menggosok pakaian, untungnya aku anak yang baik Budi, selama ibu bekerja tidak pernah rewel.

Begitulah hari hari di lewati ibuku, kehidupan yang sangat keras. Sampai aku berumur 5 tahun, waktu itu paman Yas dan paman Yanto datang ke rumah beserta istrinya. Mereka menanyakan rumah yang di tinggali ibuku.

"Kak, rumah ini adalah harta peninggalan Ibu, tidak adil kalau rumah ini menjadi hak kakak sendiri" Kata paman yas

"iya betul itu kak, sebaiknya kita jual aja rumah ini hasilnya kita bagi sesuai agama. Karena usaha kami lagi membutuhkan modal kak." paman Yanto pun menimpali.

"Yas, Yanto, kakak tidak pernah ingin memiliki rumah ini sendirian, kalian kan juga tau kakak dan ibu dulu membeli rumah ini, bahkan kakak membayar ke Pak Iskandar sewaktu rumah ini di gadaikan untuk membiayai sekolah kalian." kata ibuku

"Owh, jadi kakak mau hitung hitungan dengan kami gitu?? Kakak Tidak ikhlas menyekolahkan kami? "ucap paman Yanto

Bukan begitu, bukan kakak tidak ikhlas, tapi kalau rumah ini di jual kakak mau tinggal dimana? dirumah ini banyak kenangan dengan ibu.

"Kakak bisa beli rumah dengan lahan yang lebih kecil lagi, lagian kan kakak hanya berdua dengan cahaya untuk apa tanah lebar lebar?? Dan ingat kak disini ada hak kami.

Karena ibu tidak mau ribut dengan adik adiknya ibu pun menyetujui permintaan adik adiknya, padahal rumah ini adalah rumah gubuk yang sudah tua kalau hujan deras banyak atap yg bocor bahkan dinding rumahnya pun banyak yang bolong bolong. Dan paman paman ku datang menggunakan mobil, kenapa rumah yang seperti ini harus di ributkan mereka??

"ingat ya kak, kakak secepatnya cari tempat tinggal baru karena sudah ada pembeli yang mau membeli rumah ini" ucap paman Yas.

Astaga berarti semua ini sudah kalian rencanakan sebelum membicarakan ini dengan kakak?? Ucap ibuku lirih,

Ya kakak pikir enak mencari pembeli yang mau membeli rumah seperti ini?? Kata istri dari Paman Yas.

Akhirnya setelah ibuku mengiyakan semua permintaan paman Yas dan paman Yanto, mereka pergi. Bahkan mereka tidak melirik atau menanyakan keadaan ku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!