Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Pertemuan dengan Gadis Bulan Beku
Selepas meninggalkan Jembatan Kabut yang bersimbah darah, Lin Xuan tidak langsung kembali ke kediaman Klan Lin melalui jalan utama, melainkan memutar melewati Lembah Pinus Perak di sisi timur gunung agar bisa memurnikan Rumput Jantung Teratai Api terlebih dahulu tanpa diganggu mata-mata.
Namun baru saja ia memasuki celah lembah yang bermandikan cahaya bulan, terdengar suara dentingan pedang yang beradu sengit dengan raungan binatang buas yang menggetarkan pepohonan!
ROAAARRR!
Hembusan angin dingin bercampur bau amis darah menyapu wajah Lin Xuan. Ketika ia melompat ke atas dahan pohon pinus tua dan menatap ke dasar lembah, tampak sesosok gadis bergaun seputih salju sedang terdesak hebat oleh seekor serigala raksasa setinggi dua tombak dengan bulu merah darah dan mata ketiga yang menyala vertikal di dahinya.
Serigala Darah Bermata Tiga—Binatang Roh Tingkat Dua Lapis Lima, yang kekuatannya setara dengan kultivator manusia di Alam Pembukaan Meridian Lapis Enam!
Dan gadis yang sedang bertarung melawannya tak lain adalah Su Qingge, gadis dari Sekte Pedang Bulan Beku yang sempat berpapasan dengan Lin Xuan di Paviliun Harta Seribu Bintang!
"Uhuk!"
Su Qingge terhuyung mundur lima langkah setelah menangkis cakar serigala raksasa itu. Sebenarnya dengan kecakapan pedangnya di Alam Pembukaan Meridian Lapis Empat Puncak, ia mampu mengimbangi binatang buas tersebut. Akan tetapi, penggunaan Qi Es secara berlebihan di malam bulan purnama justru memicu kambuhnya kutukan Darah Es Pembeku Jiwa di tubuhnya!
Lapisan es biru pucat mulai merambat naik dari pergelangan tangan kanan Su Qingge menuju lehernya, membuat gerakan pedangnya melambat drastis.
Melihat mangsanya membeku di tempat, mata ketiga di dahi Serigala Darah itu memancarkan cahaya merah mematikan. Binatang buas itu melompat menerjang ke udara, membuka rahangnya yang dipenuhi taring seukuran belati untuk mengoyak leher sang gadis!
Su Qingge memejamkan matanya rapat-rapat, menyadari tubuhnya yang kaku tak lagi sempat mengangkat pedang.
Namun tepat pada detik maut itu—
CRAAANGGG!
Sebilah pedang hitam legam yang diselimuti bara abu-abu gelap melesat turun dari langit malam bagaikan petir hitam, menghantam tepat di antara taring Serigala Darah Bermata Tiga hingga binatang raksasa seberat ribuan kati itu terpental mundur dan berguling di tanah!
Su Qingge membuka matanya dengan terperanjat. Di depannya kini berdiri seorang pemuda berjubah hitam dengan punggung tegak—pemuda tanpa topeng yang namun menyebarkan aura kabut abu yang persis sama dengan sang alkemis misterius di Paviliun Harta!
"Kau... Tuan Xuan dari Paviliun Harta?!" bisik Su Qingge tercekat, sementara tubuhnya jatuh berlutut di atas rumput karena seluruh pembuluh darahnya hampir membeku total.
"Jangan bicara dulu, fokus tahan detak jantungmu," ujar Lin Xuan singkat tanpa menoleh.
Serigala Darah Bermata Tiga yang terluka di bagian moncongnya meraung murka. Mata ketiganya menembakkan seberkas sinar ilusi darah yang sanggup menghancurkan kesadaran kultivator biasa, sementara tubuhnya kembali menerjang dengan kecepatan penuh!
"Binatang tingkat dua yang mengandalkan serangan jiwa dan energi darah? Kau memilih lawan yang salah malam ini."
Di dalam lautan kesadaran Lin Xuan, Tungku Abu Takdir bergetar sekali dan langsung menghancurkan sinar ilusi mata ketiga serigala itu menjadi ketiadaan. Pada saat bersamaan, Lin Xuan memacu seluruh kekuatan dari Meridian Utama Pertama miliknya ke bilah Pedang Abu Hitam!
"Jurus Pertama: Jejak Tanpa Bayangan!"
"Jurus Ketiga: Hujan Abu Pemutus Takdir!"
Tubuh Lin Xuan lenyap menembus bayangan cakar sang serigala, lalu muncul tepat di atas punggung binatang buas tersebut. Tiga tebasan pedang yang membawa sifat pelapukan mutlak menghujam bertubi-tubi ke titik vital di tengkuk Serigala Darah!
Slash! Krak! Boooom!
Semburan darah panas membasahi tanah lembah saat kepala Serigala Darah Bermata Tiga itu terbelah dua. Inti Binatang Tingkat Dua berwarna merah tua melayang keluar dan langsung disambar oleh tangan kiri Lin Xuan.
Begitu binatang itu tewas, Lin Xuan berbalik menghampiri Su Qingge yang kini sudah tak sanggup duduk tegak. Kulit wajah gadis yang cantik jelita itu telah berubah kebiruan, dan napasnya mengeluarkan uap es yang membekukan rumput di sekitarnya.
"Kutukan Darah Es Pembeku Jiwa di tubuhnya sedang mengamuk karena menyerap hawa dingin bulan purnama," kata Tetua Gu mendesak. "Kalau kau tidak segera menarik hawa dingin kutukan itu dengan Tungku Abu Takdir dalam waktu satu menit, meridian jantungnya akan pecah!"
"Maafkan kelancanganku, Nona Su," ucap Lin Xuan cepat, lalu duduk di belakang Su Qingge dan menempelkan kedua telapak tangannya di punggung gadis itu.
Tubuh Su Qingge sempat menegang kaget karena belum pernah ada pria mana pun yang menyentuhnya sedekat ini. Namun belum sempat ia membuka mulut, gelombang energi hangat yang luar biasa nyaman mengalir masuk dari telapak tangan Lin Xuan, sementara daya hisap misterius dari pemuda itu menarik keluar kabut es biru mematikan yang selama enam belas tahun menyiksa jiwanya!
Di saat yang sama, Lin Xuan mengeluarkan Rumput Jantung Teratai Api berusia seratus tahun dan Inti Serigala Darah yang baru ia dapatkan, lalu meleburnya langsung di udara menggunakan proyeksi api kelabu dari Tungku Abu Takdir di depan mata Su Qingge!
Wussshhh!
Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, tanaman obat tingkat dua itu meleleh dan memadat menjadi tiga butir Pil Penyeimbang Yin-Yang berwarna merah keperakan dengan Pola Awan sempurna!
Su Qingge menatap pemandangan itu dengan mata terbelalak tak percaya. Meracik pil tingkat dua secara langsung di udara terbuka tanpa tungku fisik dalam waktu sepuluh napas—dan menghasilkan kemurnian seratus persen?!
"Telan satu butir ini," kata Lin Xuan sambil menyodorkan sebutir pil hangat ke bibir Su Qingge.
Begitu pil itu masuk ke kerongkongannya, seluruh sisa kutukan es yang mengamuk di tubuh Su Qingge langsung tertidur pulas, bahkan kultivasinya yang tertahan selama berbulan-bulan langsung menembus ke Alam Pembukaan Meridian Lapis Lima!
Su Qingge berdiri perlahan dan menatap wajah Lin Xuan dalam-dalam di bawah sinar bulan.
"Nama aslimu adalah Lin Xuan dari Klan Lin, bukan?" tanya Su Qingge lembut namun penuh rasa hormat. "Budi penyelamatan nyawa malam ini tidak akan pernah dilupakan oleh Su Qingge. Besok pagi, setelah aku menyelesaikan urusanku, aku akan datang ke Klan Lin untuk membalas budi ini."
Lin Xuan mengangguk tipis, lalu melesat kembali menuju Paviliun Bambu sambil menggenggam dua butir Pil Penyeimbang Yin-Yang yang tersisa—satu untuk menyembuhkan Lin Wan'er secara permanen malam ini juga, dan satu lagi untuk mendorong kultivasinya sendiri menuju Pembukaan Meridian Lapis Dua!