NovelToon NovelToon
Sistem Ayah Super Tajir

Sistem Ayah Super Tajir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:25.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Diusir ke jalanan di tengah badai hujan bersama sepasang anak kembarnya yang menangis kelaparan, hidup Jiang Muchen hancur berkeping-keping saat istrinya memilih pergi demi gemerlap harta seorang tuan muda kaya.

Namun, tepat ketika keputusasaan nyaris menelan kewarasannya, "Sistem Ayah Super Tajir" tiba-tiba aktif, mengubah takdirnya dalam semalam dengan menjanjikan kekayaan tak terhingga hanya lewat satu syarat mutlak: membahagiakan anak-anaknya.

Kini, dengan kekuatan finansial yang perlahan mampu menggenggam ekonomi seluruh Kota Jiangcheng, Jiang Muchen bersumpah untuk membangun surga dunia bagi putra-putrinya, Zihan dan Ziyue, sembari memastikan siapa pun yang pernah menginjak-injak harga diri keluarganya... terutama sang mantan istri akan berlutut dalam penyesalan yang terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Melihat anak-anak didiknya ketakutan, Shen Yueru tanpa ragu melangkah maju. Guru muda itu memosisikan tubuh rampingnya sebagai tameng di antara amukan Nyonya Zhou dan si kembar.

"Nyonya Zhou," tegur Yueru, suaranya terdengar lembut namun tidak kehilangan ketegasannya. "Mohon jangan berteriak di koridor dan di depan anak-anak. Ini adalah lingkungan pendidikan. Masalah administratif dan pendaftaran bisa kita bicarakan baik-baik di dalam ruangan Kepala Se "

PLAK!

Sebuah tamparan keras bertenaga penuh mendarat telak di pipi putih Yueru.

Suara tamparan itu bergema nyaring membelah koridor. Yueru terhuyung mundur, nyaris kehilangan keseimbangan. Ujung bibirnya pecah, meneteskan seutas darah segar akibat terkena sabetan cincin emas murni berukuran besar yang melingkar di jari Nyonya Zhou.

"Tutup mulutmu, Guru Rendahan!" bentak Nyonya Zhou dengan mata melotot liar. "Kau ini cuma pegawai cacat yang digaji pakai uang sumbanganku! Punya nyawa berapa kau berani-beraninya mengajariku sopan santun?!"

Kejadian beringas itu berlangsung sangat cepat.

Su Qingxue membelalakkan matanya ngeri. Sebagai eksekutif yang terbiasa menangani krisis, ia sudah siap melangkah maju untuk memanggil pihak keamanan VIP. Namun, sebuah tangan besar dan kokoh terulur, menahan bahu Qingxue dengan lembut.

Muchen melangkah maju.

Tidak ada urat leher yang menonjol. Tidak ada amarah meledak-ledak di wajahnya. Namun, Aura Ketenangan Mutlak miliknya bekerja terbalik; bukannya menenangkan, aura itu justru membuat suhu udara di sepanjang koridor terasa anjlok belasan derajat. Itu adalah ketenangan maut dari seorang algojo yang baru saja mencabut pedangnya.

Ding!

Rentetan suara mekanis bergema beruntun di dalam tempurung kepala Muchen.

[Peringatan Sistem: Memicu Misi Hukuman Absolut!]

[Deskripsi: Seekor hama telah berani menebarkan teror di depan mata anak-anak Anda, dan melukai orang baik yang tulus melindungi mereka. Lingkungan pendidikan yang tercemar oleh kotoran manusia tidak pantas untuk pangeran dan putri Anda.]

[Misi: Ambil alih kendali penuh atas institusi sekolah ini dan bersihkan sampah di dalamnya tanpa ampun!]

[Reward Misi: 100% Kepemilikan Saham Mayoritas Tunggal dari Grup Edukasi Royal Internasional, dan Keterampilan Medis Tingkat Dewa.]

Muchen tidak menghentikan langkahnya. Pria itu merogoh saku celananya, mengeluarkan sehelai sapu tangan sutra putih bersih, lalu memberikannya kepada Yueru yang masih menahan tangis sambil memegangi pipinya yang memar.

"Usap darahmu, Guru Shen," ucap Muchen pelan. Nada suaranya terdengar sangat menenangkan bagi Yueru, namun mengancam bagi yang lain. "Anak-anakku sangat menyukaimu. Aku tidak akan membiarkan sedikit pun kebaikan tulusmu dibalas dengan hinaan oleh makhluk rendahan."

Muchen kemudian memutar tubuhnya. Ia menatap Nyonya Zhou. Tatapan matanya benar-benar kosong, seolah ia sedang menatap seonggok daging mati di pasar jagal.

"Kau bilang tadi... suamimu bermitra dengan Keluarga Zhao?" tanya Muchen datar.

"Kenapa?! Kau takut sekarang, Hah?!" Nyonya Zhou berkacak pinggang, membusungkan dadanya dengan sombong. "Kalau kau mau langsung berlutut di sini dan menyerahkan dua kursi itu untuk anakku, aku mungkin akan sedikit berbaik hati menyuruh suamiku mengampuni nyawa gembelmu ini!"

Muchen sama sekali tidak repot-repot membalas gonggongan itu. Pria itu mengalihkan pandangannya, menatap lurus ke arah Kepala Sekolah Lin yang masih berdiri gemetar di ambang pintu.

"Kepala Sekolah Lin," panggil Muchen tenang. "Berapa taksiran nilai keseluruhan dari TK ini?"

Kepala Sekolah Lin tertegun sejenak. "M-maksud Anda, Tuan Jiang? Grup Edukasi Royal menaungi sekolah ini beserta beberapa cabang internasionalnya. Total valuasi asetnya... mungkin berada di kisaran tiga ratus juta Yuan..."

Muchen kembali merogoh saku celananya.

Tangan kanannya terjulur ke depan, mengapit sebuah kartu hitam legam dengan dua jari. Lambang naga perak Infinite Centurion itu berkilau dingin, memantulkan cahaya lampu gantung koridor.

"Aku akan membeli seluruh sekolah ini. Sekarang juga," titah Muchen. "Hubungi pemilik yayasan pusatmu. Katakan padanya seratus persen saham Grup Edukasi Royal aku ambil alih secara tunai hari ini. Tiga ratus juta, atau lima ratus juta Yuan, suruh dia sebutkan saja angkanya."

Suara Muchen sama sekali tidak keras. Ia tidak berteriak. Namun, setiap silabel yang keluar dari mulutnya menghantam dada semua orang di lorong itu layaknya hantaman palu godam raksasa.

Nyonya Zhou terdiam sejenak, lalu meledak dalam tawa sumbang yang luar biasa keras hingga ia memegangi perutnya yang berlipat-lipat.

"Pfft HAHAHAHA! Membeli sekolah ini?! Dasar badut jalanan halu!" Nyonya Zhou menunjuk wajah Muchen sambil tertawa terpingkal-pingkal. "Kau pikir sekolah elit ini warung mi ayam pinggir jalan yang bisa kau beli pakai uang koin?! Su Qingxue! Pria gila dari selokan mana yang kau bawa ini?! Dia pasti pasien rumah sakit jiwa yang kabur!"

Namun, tawa Nyonya Zhou mengalun sendirian. Tak ada satu pun orang yang ikut tertawa.

Di belakang Muchen, Su Qingxue menatap punggung tegap pria itu dengan napas tertahan dan rasa hormat yang membuncah.

Di ambang pintu, Kepala Sekolah Lin yang memiliki pengalaman puluhan tahun melayani elit global, langsung mengenali desain kartu legendaris di tangan Muchen. Lutut pria tua itu seketika lemas. Matanya nyaris copot dari rongganya.

"K-Kartu Hitam Centurion... Naga Perak..." gumam Kepala Sekolah Lin dengan bibir bergetar hebat.

Tanpa membuang waktu sedetik pun untuk ragu, pria tua itu langsung merogoh ponselnya dan menekan nomor darurat ketua dewan yayasan pusat.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit berbicara dengan nada panik ke seberang telepon, Kepala Sekolah Lin menutup panggilannya. Pria tua itu berjalan tertatih, langkahnya terseok-seok mendekati Muchen. Tepat di hadapan Muchen, Kepala Sekolah Lin membungkuk sangat dalam hingga dahinya nyaris menyentuh lututnya sendiri.

"T-Tuan Jiang yang terhormat..." Suara Kepala Sekolah Lin bergetar penuh teror absolut. "Dewan yayasan pusat baru saja memverifikasi. Anda tidak perlu mentransfernya secara manual. Dana abadi dari jaringan Bank Global yang berafiliasi dengan kartu Anda telah otomatis mem-bypass seluruh proses dan menyelesaikan akuisisi dalam hitungan detik. Mulai detik ini juga... Anda adalah Pemilik Sah seratus persen, sekaligus Bos Besar dari seluruh jaringan TK Internasional Royal Bintang Lima."

Hening.

Koridor panjang yang tadinya dipenuhi bisik-bisik tegang para orang tua murid elit itu kini sunyi senyap, setenang area pemakaman di tengah malam.

Sisa tawa Nyonya Zhou tersangkut dan mati di tenggorokannya. Wajahnya yang arogan kini berkerut kaku, memancarkan kebingungan dan kepanikan akut. Matanya bergerak liar menatap Kepala Sekolah Lin, lalu menatap Muchen secara bergantian, otaknya menolak mencerna kegilaan yang baru saja ditampar ke wajahnya.

"L-Lin... kau bercanda, kan?" teriak Nyonya Zhou dengan suara parau yang pecah. "P-pria gembel ini membeli sekolahnya?! I-ini pasti penipuan terencana!!"

Muchen menyimpan kembali kartu sakti itu ke dalam sakunya dengan gerakan elegan. Ia menatap ubun-ubun Kepala Sekolah Lin yang masih membungkuk patuh.

"Kepala Sekolah," suara Muchen membelah keheningan koridor. "Sebagai pemilik baru, aku punya dua instruksi pertama untukmu."

"S-siap mendengarkan titah Anda, Tuan Besar Jiang!"

"Pertama, pecat seluruh staf keamanan sif pagi ini karena membiarkan wanita gila ini lolos ke koridor VIP dan membuat keributan di depan anak-anakku. Kedua..."

Mata Muchen melirik tajam ke arah Nyonya Zhou. "Keluarkan anak dari Nyonya Zhou ini dari sekolah. Cabut dan bakar semua catatan akademisnya. Pastikan tidak ada satu pun cabang sekolah di bawah naungan Grup Royal di seluruh negeri yang sudi menerimanya."

"B-baik, Tuan Jiang! Segera dilaksanakan detik ini juga!" Kepala Sekolah Lin berteriak tegas, menghela napas lega karena bukan lehernya sendiri yang dipenggal hari ini.

"APA?! KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI PADAKU!!"

Nyonya Zhou menjerit histeris layaknya babi yang disembelih. Urat malunya putus seutuhnya. "Suamiku adalah Zhou Taiping!! Kami adalah tangan kanan Zhao Qiming! Kau akan mati membusuk di jalanan, Gembel!!"

Wanita gempal itu menerjang maju dengan kalap, berniat mencakar wajah Muchen.

Buk! Buk!

Sebelum tubuh gempal Nyonya Zhou bisa maju lebih dari dua langkah, dua orang petugas keamanan VIP sekolah bertubuh kekar yang bergegas datang untuk menyelamatkan pekerjaan mereka sudah menerjang dari arah samping. Keduanya membanting tubuh Nyonya Zhou dengan keras ke karpet tebal, lalu memuntir kedua lengannya ke belakang punggung tanpa ampun.

"Seret dia keluar," Muchen menjatuhkan vonis terakhirnya. "Dan lempar anaknya ke luar gerbang. Mulai detik ini, mereka adalah sampah biologis yang dilarang keras menginjakkan kakinya di seluruh properti milikku."

Jeritan maki-makian Nyonya Zhou dan tangisan anak lelakinya yang manja itu bergema panjang di sepanjang koridor saat tubuh mereka diseret paksa menjauh oleh petugas keamanan.

Di sekeliling mereka, para orang tua murid VIP yang rata-rata adalah konglomerat dan istri pejabat serempak menundukkan kepala mereka dalam-dalam. Tidak ada satu pun yang punya nyali untuk sekadar menatap mata Muchen. Mereka baru saja ditampar oleh realita bahwa pria berpakaian sederhana di hadapan mereka ini... adalah monster predator raksasa yang sesungguhnya di puncak rantai makanan.

Setelah keheningan kembali menyelimuti koridor, Muchen membalikkan badannya perlahan. Ia menatap Yueru yang masih mematung kaku sambil memegang sapu tangan sutra di pipinya yang sedikit membengkak.

"Guru Shen," panggil Muchen. Nada suaranya yang mematikan barusan telah menguap, digantikan oleh kelembutan seorang ayah.

"Y-ya... T-Tuan Jiang?" Yueru tergagap. Rasa kagum, teror, dan haru melebur menjadi satu di dalam dadanya. Pria ini begitu mengerikan saat menghancurkan kesombongan Nyonya Zhou tanpa sisa. Namun, di detik yang sama, sorot mata pria ini bisa berubah sehangat matahari pagi saat menatap anak-anak.

"Aku menunjukmu sebagai wali kelas eksklusif untuk Kelas Berlian tempat anak-anakku belajar," putus Muchen. "Gaji bulananmu akan dinaikkan sepuluh kali lipat mulai hari ini. Tolong jaga dan bimbing Zihan dan Ziyue untukku."

Mendengar itu, mata Yueru seketika memerah basah. Bukan karena rasa sakit di pipinya, melainkan karena rasa haru yang meluap tak tertahankan. Di dunia elit kapitalis yang busuk ini di mana uang dan status adalah raja kebaikan tulusnya melindungi murid dari kaum elit justru dihargai dan diakui oleh penguasa yang sesungguhnya.

"Terima kasih banyak, Tuan Jiang." Setetes air mata lolos membasahi pipi Yueru. Ia membungkuk hormat penuh rasa syukur. "Saya bersumpah, saya berjanji akan mendidik dan menjaga Tuan Muda Zihan dan Nona Ziyue dengan seluruh jiwa dan raga saya."

Ziyue langsung berlari kecil dan memeluk erat kaki guru cantik itu.

Di belakang Muchen, Su Qingxue menatap punggung pria itu dengan pendar mata yang semakin dalam dan keruh oleh kekaguman.

'Menghancurkan musuh dalam hitungan detik tanpa ragu. Menghargai kebaikan tulus dengan imbalan yang fantastis. Dan menguasai takdir semua orang di ruangan ini tanpa perlu menaikkan suaranya sedikit pun.'

Qingxue menelan ludah. Ia tahu persis, hatinya sudah jatuh terperosok terlalu dalam pada pesona pria misterius ini.

Ding!

[Misi Hukuman Absolut berhasil diselesaikan secara paripurna.]

[100% Kepemilikan Saham Tunggal Grup Edukasi Royal Internasional telah diverifikasi dan diakuisisi secara legal.]

[Mengekstrak Hadiah: Keterampilan Medis Tingkat Dewa telah berhasil ditanamkan langsung ke dalam korteks memori Host. Host kini memiliki pemahaman absolut tentang seluruh saraf anatomi, pemetaan titik akupunktur maut, dan kemampuan pengobatan medis yang tak tertandingi di muka bumi.]

Muchen memejamkan mata sejenak, merasakan gelombang arus informasi medis yang sangat masif namun terstruktur rapi mengalir dan menyatu di dalam otaknya.

Senyum miring nan tipis terukir di sudut bibirnya. Semuanya berjalan tepat di atas rel rencananya. Ia tidak hanya berhasil memonopoli lingkungan sekolah terbaik untuk si kembar, tapi juga baru saja memotong dan menghancurkan salah satu tangan kanan sekutu Keluarga Zhao tanpa mereka sadari.

Badai pembersihan yang sesungguhnya... baru saja ditiupkan ke arah Keluarga Zhao.

1
Seung
🤣 jadi ank nya
Luna
nikah dulu woy ,,,,
Seung
kok ngga nyambung? 😂
Luna
1 miliar Dollar jadi berapa triliun itu 😱😱😱😱😱😱
Mu Lin@42443
chp 15 dan 16 sama, lalu chp 14 ke 15 kayak di lewatin, dari gudang, tiba tiba udh berantem di kaki villa
Luna
calon ibu sikembar cie cie
Was pray
kok diekspor? berarti tenaga pengajarnya dibuang ke eropa dong .... 🤭🤭🤣
RaMna Hanyonggun Isj
Ceritanya sama persis dgn cerita sebelah dgn titik komanya hanya beda di disni yg di Usir Cowok di sebelah Cewek yg di Usir
💫Penjelajah Novel💫
saran jangan terlalu banyak membuat cerita. fokus ke 1 - 2 aja dulu. setelah tamat baru buat lagi. nanti banyak yg gak ke urus kek yg sudah2🙏
Luna
👏👏👏👏pak dudaku keren👍
Fajar Fathur rizky
cepat bantai bayangan abu
Luna
semoga lolos Thor,,, beberapa akhir ini banyak novel favorit ku yg gagal kontrak 💪
Yui: makasih kak dukungannya😊, iyah ntah apa yang merasuki Aplikasi ini
total 1 replies
💫Penjelajah Novel💫
tolong up 10 bab/hari thor. jangan nanggung gini 🤣
Yuliana Tunru
linna kau terlalu pede ya jgn kau kita jiang vm.orang biasa ditunghu kejutan krn niat jahatmu
Yuliana Tunru
👍👍👍 jiang munchen kau bagai eewa kematian bagi orang2 jqhat
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dewiendahsetiowati
cerita dicerai di hari tua aku kembali menjadi nona muda kok dihapus ya thor
Yui: mau direvisii kak😊
total 1 replies
Yuliana Tunru
benar2 pembalasan yg mutlak 👍👍
Luna
lah ngapain kamu nyalahin tuan muda Zhao kan elu yg gatal dulu Lin🤣🤣🤣🤣
Luna
request kalo bisa si mantan istri diteror sampai gila yh Thor🤣🤣🤣
Luna: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!