NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

“Mas Haikal...” panggil seorang wanita dengan nada mendayu.

Semua mata langsung tertuju kepadanya, termasuk Tiara. Begitu melihat siapa yang datang, ekspresi wajah Tiara berubah.

Wanita itu adalah Intan, temannya. Seseorang yang beberapa kali datang ke rumah mereka, berbagi cerita, bahkan pernah menemani Tiara ketika ia merasa kesepian.

Tetapi hari ini...

Wanita itu datang bukan sebagai seorang teman. Melainkan sebagai calon istri kedua suaminya.

Tiara tertawa kecil. Tawa yang terdengar begitu getir hingga membuat suasana ruang tamu semakin mencekam.

“Jadi, sejak kapan kalian berdua dekat?”

Haikal diam sejenak. “Beberapa minggu terakhir.”

“Beberapa minggu terakhir?” Tiara kembali tertawa. Air mata mengalir deras di pipinya.

“Hanya beberapa minggu terakhir dan kau sudah yakin mau menikahinya?”

Haikal menghela napas. “Tiara, kita sudah membicarakan ini.”

“Kau belum menjawab pertanyaanku, Mas.” Tiara berdiri. Tatapannya berpindah dari Haikal kepada Intan.

“Kau yakin wanita itu jauh lebih baik dariku?”

Intan langsung memasang wajah sedih. Matanya berkaca-kaca, ia merasa diintimidasi oleh calon kakak madunya.

“Tiara...” suara Intan bergetar. Ia merangkul lengan Haikal.

“Mas, apa aku sehina itu?” Tanya Intan.

Haikal menoleh kepadanya.

Intan mengusap sudut matanya.

“Aku tidak pernah berniat merebut suamimu. Aku juga tidak pernah ingin menyakitimu.”

Tiara terdiam.

“Kalau aku menerima lamaran Mas Haikal, bukan berarti aku ingin merendahkanmu.”

Intan menarik napas panjang.

“Tapi sekarang aku merasa kau sedang memandangku rendah hanya karena aku mau menjadi istri kedua suamimu.”

Rumi langsung menyela. “Jangan dimasukkan ke hati omongan wanita tidak tahu diri itu, Intan.”

Tiara menatap ibu mertuanya. Rumi sama sekali tidak menunjukkan rasa iba.

“Tiara sedang marah dan kecewa. Dia tidak bisa berpikir jernih.”

Kemudian Rumi mendekati Intan dan menggenggam tangannya. “Kamu jangan stres. Jangan banyak beban pikiran. Sebentar lagi kamu akan menikah dengan Haikal dan mengandung anak untuknya.”

Tiara menunduk. Kata-kata itu kembali menghantam hatinya. Mengandung anak. Itulah alasan semuanya terjadi. Hanya karena tubuhnya tidak mampu memberikan keturunan, kedudukannya sebagai seorang istri seolah kehilangan nilai.

Tiara mengepalkan tangan. Dulu, ketika Rumi jatuh sakit, siapa yang merawatnya?

Dirinya.

Ketika Rumi membutuhkan seseorang untuk menemani kontrol ke rumah sakit, siapa yang meninggalkan pekerjaannya?

Dirinya.

Ketika Rumi membutuhkan makanan khusus, obat-obatan, dan perawatan setiap hari, siapa yang bangun tengah malam untuk memastikan semuanya terpenuhi?

Dirinya.

Tiara bahkan keluar dari tempat kerja. Ia rela kehilangan penghasilan dan kesempatan membangun karier demi merawat ibu mertuanya sampai sembuh. Ia melakukannya bukan karena terpaksa. Ia melakukannya karena menganggap Rumi sebagai ibunya sendiri.

Namun sekarang...

Apa balasan yang ia dapatkan? Mandul. Tidak berguna. Dan suaminya menikah lagi dengan sahabatnya sendiri.

Tiara menyeka air mata. “Aku sudah melakukan banyak hal untuk keluarga ini.”

Tidak ada yang menjawab.

“Aku meninggalkan pekerjaanku demi Ibu.”

Rumi mengalihkan wajah.

“Aku merawat Ibu ketika sakit. Aku bahkan tidak pernah mengeluh ketika harus menghabiskan tabunganku untuk membantu Mas Haikal membangun bisnis.” Suara Tiara semakin bergetar.

“Apakah semua itu tidak ada harganya?”

Haikal memejamkan mata sebentar.

“Tiara...”

“Apa karena aku tidak bisa punya anak, semua pengorbananku menjadi tidak berarti?”

“Bukan begitu.”

“Lalu apa?”

Tiara menatapnya penuh luka.

Haikal tidak mampu menjawab.

Akhirnya pria itu berkata, “Aku tetap tidak akan menceraikanmu.”

Tiara menatapnya kosong.

“Aku hanya ingin menikah lagi.”

“Dengan Intan?”

“Ya.”

Tiara mengangguk perlahan.

“Baik.”

Intan tampak terkejut.

Tiara melangkah mendekati Haikal.

“Tapi aku punya satu permintaan.”

“Apa?”

“Jangan paksa aku bersikap seolah semuanya baik-baik saja.”

Haikal mengernyit.

“Aku tidak bisa tersenyum dan menyambut wanita yang akan menjadi maduku dengan tangan terbuka.”

Haikal menghela napas.

“Kalau begitu, belajarlah.”

Tiara menatapnya tidak percaya.

“Bersikap baiklah pada Intan,” lanjut Haikal. “Kalau dia terluka atau bersedih karena kau, aku tidak segan memberimu hukuman.”

Jantung Tiara terasa seperti diremas. “Mas bahkan mengancamku?”

“Aku hanya ingin rumah ini tetap tenang.”

Tiara tertawa hambar. “Rumah ini sudah tidak pernah menjadi rumah bagiku sejak kau memutuskan menikah lagi.”

Ia menatap Haikal untuk terakhir kalinya. “Lebih baik kau ceraikan aku saja, Mas.”

“Tidak.”

“Aku tidak mau dimadu.”

“Tiara.”

“Apalagi dengan temanku sendiri!” Suara Tiara pecah.

“Aku tidak sanggup melihat kalian setiap hari!”

Rumi bangkit dari tempat duduknya.

“Jangan terlalu mendramatisasi keadaan, Tiara.”

Tiara menatapnya.

“Terima saja takdirmu.”

“Tetapi, Bu...”

“Ini masih lebih baik daripada kau harus hidup kekurangan.”

Rumi menunjuk ke arah pintu.

“Kalau kau memaksa keluar dari rumah ini, apa yang akan kau lakukan? Kau tidak punya pekerjaan. Kau tidak punya penghasilan tetap. Mau hidup di mana? Jangan-jangan akhirnya kau malah menjadi gelandangan dan membuat nama baik keluarga ini tercemar.”

Tiara terdiam, ucapan itu terdengar sangat menyakitkan hatinya. Ia memandang satu per satu wajah orang yang selama ini dianggap sebagai keluarganya.

Lalu matanya berhenti pada Intan. Temannya. Wanita yang dahulu pernah mendengarkan semua keluh kesahnya tentang rumah tangga. Wanita yang mengetahui betapa dalam cintanya kepada Haikal. Dan kini wanita itu akan menjadi madunya.

Intan menundukkan kepala. Namun sesaat kemudian, ketika Haikal dan Rumi tidak memperhatikannya, Intan mengangkat wajah. Tatapannya bertemu dengan mata Tiara. Ada sesuatu dalam tatapan itu. Sesuatu yang membuat Tiara merinding.

Bukan kesedihan.

Bukan pula rasa bersalah.

Melainkan sebuah senyum tipis yang hanya terlihat selama satu detik sebelum kembali tertutup.

'Wanita licik! Kau pikir, kau sudah menang karena berhasil merebut perhatian Haikal dan ibu mertuaku dariku?' batin Tiara. 'lihat saja nanti, akan aku buat kalian semua membayar mahal atas luka yang telah kalian torehkan padaku!'

Bersambung....

1
Ma Em
Selamat untuk Tiara dan Permana sekarang Tiara sdh sah menjadi istri Permana , semoga langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Haikal nikmati saja karma yg kamu terima itu balasan karena kamu sdh menyakiti wanita yg baik sabar dan setia meskipun Tiara selalu dihina dan tdk dianggap serta diperlakukan seperti babu dirumah mu .
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
cinta semu 2
dih mantan suami sok cakep...😁😁dah g ada manfaat ny u Haikal...
cinta semu 2
mertua durhakim
sunaryati jarum
Kan sudah mantan kenapa marah.Selidiki Intan ,dia hanya menginginkan hartamu.Setelahnya kau akan ditinggalkan.Sedangkan Tiara akan mendapatkan jodoh yang sangat baik dan mencintai
Ma Em
Lagian Bu Rumi , Haikal tdk malu emang kalian saat Tiara bersama kalian selalu dihina dan direndahkan skrg setelah. bercerai ibu Rumi mencari Tiara suruh saja si intan istri tercinta Haikal yg ngurus jgn cari Tiara .
sunaryati jarum
Tidak tahu diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!