"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Isvara kaget dan tangannya gemetar karena ketakutan .Pria itu tersenyum "cepat keluarkan pelurunya " ucap pria itu .Isvara mengambil peluru dengan tangan yang gemetar kencang.Setelah pelurunya keluar Isvara melempar peluru itu .
Isvara melihat darah yang berada di telapak tangannya ,mata Isvara berkaca kaca , "ada apa denganmu seperti tidak pernah lihat darah aja" ucap pria itu pada Isvara.Isvara melihat ke arah pria di depannya lalu Isvara mengambil obat yang telah diraciknya tadi lalu mengolesinya dengan perlahan ke luka pria itu .
Pria itu menatap ke arah Isvara "kenapa kamu diam saja" ucap pria itu.Isvara masih diam dan dengan teliti mengobati luka pria itu.
Ketika Isvara selesai mengolesi obatnya Isvara kemudian merobek lengan bajunya untuk menutupi luka pria itu ,Isvara lalu memakaikan baju pria itu lagi.Setelah selesai Isvara tiba tiba pingsan di depan pria itu.
Pria itu kaget "ya ampun ,gadis ini aneh sekali hey bangun"ucap pria itu sambil berusaha membangunkan Isvara."Apakah gadis ini berpura pura atau beneran pingsan,kenapa gadis ini menyusahkan sekali sih " ucap pria itu sendiri.
Beberapa jam kemudian....
Isvara membuka matanya lalu melihat ke sekelilingnya lalu matanya melotot karena Isvara melihat kepala seorang pria di pangkuannya ."arghhhhggggggg" teriak Isvara lalu dengan tiba tiba Isvara berdiri.
Kepala pria yang berada di pangkuan Isvara seketika terjatuh ke tanah "arghh apa yang kamu lakukan hah,aku baru sedikit pulih tapi ,sakit lagi karena ulahmu"marah pria itu.
Isvara kaget kemudian Isvara membantu pria itu duduk ."Maaf aku tidak sengaja" ucap Isvara . "hmm"jawab pria itu singkat.
Isvara melirik pria itu "apa kamu sudah baik baik saja ?" tanya Isvara pada pria itu.Pria itu menatap Isvara "memangnya kenapa kalau aku sudah baik baik saja?" tanya balik pria itu pada Isvara.
"Kalau kamu sudah baik baik saja ayo kita pergi dari hutan ini,hari sudah pagi jalanan juga sudah terlihat"jawab Isvara.Pria itu kemudian berusaha berdiri dengan sekuat tenaga ,Isvara yang tak tega melihatnya lalu membantu pria itu untuk berdiri.
Isvara ingin membantu membopong pria itu namun pria itu menolaknya "kakiku baik baik saja aku bisa jalan sendiri" jawab pria itu.Isvara hanya mengangguk kan kepalanya . Saat pria itu ingin melangkah tiba tiba pria itu akan terjatuh ke depan namun dengan sigap Isvara menolong pria itu hingga pria itu tidak jadi terjatuh.
"Huhhh untung aja kamu tidak jadi jatuh,sudah aku bilang aku akan membantumu kenapa kamu ngeyel sekali sih " marah Isvara.Isvara kemudian membopong pria itu.Pria itu tidak ingin merepoti Isvara dengan perlahan mengerakkan kakinya agar Isvara agak ringan saat membopongnya.
"Aku tidak tahu jalan keluar di sini ,apa om tahu dimana jalan keluarnya?" tanya Isvara pada pria itu.Pria itu melotot tak percaya."Kamu tadi memanggilku apa ,coba ulangi" ucap pria itu . "om" cicit lirih Isvara."Hey semenjak kapan aku menikah dengan tantemu?" marah pria itu."Terus aku harus memanggilmu apa?" tanya Isvara.
"Panggil aku dexano saja " ucap pria itu yang ternyata bernama dexano . Isvara menganggukkan kepalanya "baiklah".Dexano menatap wajah Isvara yang terlihat kelelahan ,"apa kamu kelelahan,kita bisa istirahat dulu jika kamu lelah" ucap dexano pada Isvara."Tidak aku tidak lelah tenang saja aku masih kuat" ucap Isvara.Tiba tiba Isvara jatuh ke depan dexano ingin membantu Isvara namun kaki dexano yang belum sembuh dexano malah ikut terjatuh di atas Isvara .
Tak sengaja Dexano terjatuh di atas Isvara .Isvara meringis kesakitan namun pandangan matanya jatuh pada mata hitam milik dexano ,dexano pun sama pandangannya terjatuh pada mata cokelat milik Isvara ."Apa yang telah kalian lakukan di dalam hutan ini" teriak seorang wanita dengan suara yang cukup keras.