NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:678
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. ​Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JERITAN JIWA EMAS

Benteng Utama Kota Perunggu berdiri kukuh di atas bukit batu, dikelilingi tembok tebal berukirkan jimat perlindungan. Lebih dari tiga ratus prajurit berpakaian zirah emas bersenjata tombak panjang berbaris rapi di sepanjang dinding benteng. Namun, bukannya memancarkan wibawa dan kekuatan, wajah seluruh prajurit itu pucat pasi bagaikan mayat.

​Tangan-tangan mereka yang memegang gagang senjata bergetar hebat. Bau darah kental dari arah gerbang bawah kota bertiup bersama angin malam, meresap hingga ke dalam selimut zirah mereka.

​Dari dasar tangga batu menuju benteng, sesosok pemuda melangkah perlahan.

​Ryu Jin berjalan tanpa terburu-buru. Jubah kelabunya mengibar pelan, sementara Pedang Tulang Hitam di punggungnya memancarkan gelombang aura hitam yang merayap di atas permukaan tanah batu. Setiap kali kaki Ryu Jin menapak, bayang-bayang di sekitarnya tampak bergeliat, membentuk raut wajah-wajah manusia yang sedang menjerit histeris.

​Bagi para kultivator di benua ini, hukum kekuatan terbagi jelas dalam tingkatan yang kaku: Qi Condensation untuk mengumpulkan energi alami, Foundation Establishment untuk membangun fondasi jiwa, Core Formation untuk memadatkan Inti Emas, hingga Nascent Soul di mana kultivator mampu melahirkan Bayi Jiwa yang abadi. Di atas semua itu, berdiri ranah tertinggi yang sangat langka—Soul Formation.

​Tetua Lu Cien yang bersembunyi di dalam benteng ini berada di ranah Nascent Soul tingkat awal—sebuah tingkatan monster yang sanggup meratakan satu kota kecil hanya dengan sekali kibasan tangan.

​Namun, Ryu Jin tidak berada dalam skala ranah kultivasi biasa. Jurus Pedang Tulang Iblis yang diwarisinya adalah warisan purba dari zaman sebelum benua ini mengenal pembagian ranah. Kekuatannya tidak diukur dari seberapa banyak energi murni yang diserapnya, melainkan seberapa dalam ia sanggup memadukan jiwanya dengan kehausan abadi pedang iblis tersebut.

​"P-Pemanah! Tembak! Cepat tembak!" jerit seorang komandan pasukan dari atas benteng.

​Ratusan anak panah berujung besi spiritual meluncur turun bagaikan hujan meteor menceretai malam. Namun, Ryu Jin bahkan tidak mendongak.

​Saat anak-anak panah itu berada hanya sepuluh sentimeter dari tubuhnya, aura hitam yang menyelimuti Ryu Jin mendadak membesar. Anak-anak panah besi itu seketika berhenti di udara, bergetar hebat, lalu berkarat dan hancur menjadi debu halus dalam hitungan detik sebelum sempat menyentuh jubahnya.

​"Monster... dia benar-benar monster!"

​Ryu Jin melangkah menembus gerbang kayu benteng yang terkunci. Ia tidak menghancurkannya dengan ledakan—tubuhnya melangkah menembus kayu tebal itu seolah-olah ia adalah bayangan yang tak bertubuh.

​Para prajurit zirah emas yang mengepungnya bertambah histeris. Beberapa dari mereka nekat menerjang maju dengan tombak terhunus.

​TAP.

​Ryu Jin hanya melangkah melewati mereka. Setiap prajurit yang bayangannya tersentuh oleh bayangan Ryu Jin seketika mengalami kerusakan jiwa. Mata mereka melotot putih, memuntahkan darah hitam dari mulut, dan dalam ilusi mencekam yang menyergap pikiran, mereka mulai mengayunkan senjata mereka untuk saling tebas satu sama lain!

​"Aaargh! Ada tengkorak di leherku! Bunuh aku! Bunuh aku!"

​"Jangan mendekat! Jangan makan jiwaku!"

​Jeritan histeris dan dentingan senjata bercampur darah memenuhi aula luar benteng. Tanpa Ryu Jin perlu mengayunkan pedangnya, puluhan prajurit elit Sekte Pedang Suci tewas bantai-membantai di bawah ilusi jiwa yang ditebarkannya.

​Ryu Jin mendorong pintu tembaga raksasa yang menuju ke Aula Utama Benteng.

​Di dalam ruangan megah berlantai marmer hitam itu, berdiri tiga orang. Dua di antaranya adalah pengawal pribadi berzirah perak yang berada di ranah Core Formation puncak, sementara di tengah-tengah mereka berdiri seorang pria tua berambut putih dengan jubah kebesaran emas.

​Tetua Lu Cien.

​Aura bertekanan tinggi meluap dari tubuh Lu Cien. Sebuah bayangan energi berbentuk raksasa emas berkepala tiga bergetar di belakang punggungnya—manifestasi dari wujud Nascent Soul tingkat awal milik sang tetua.

​"Anak muda..." suara Lu Cien bergema memenuhi aula, mencoba menekan ketakutan di dadanya dengan wibawa ranah tingginya. "Kau telah membantai puluhan murid dan prajurit Sekte Pedang Suci! Apakah kau tahu bahwa tindakan gila ini akan memancing kemurkaan Tiga Sekte Besar?!"

​Ryu Jin berhenti di tengah aula. Mata merah darahnya menatap datar ke arah raksasa emas di belakang Lu Cien.

​"Sekte Pedang Suci..." Ryu Jin bersuara pelan, namun nadanya mampu membuat api lilin di seluruh aula padam seketika. "...kalian membantai warga Desa Sunyi yang tak bersenjata demi mengumpulkan Sepuluh Ribu Jiwa. Dan sekarang kau bicara tentang kemurkaan?"

​"Mereka hanya sampah kultivasi!" bentak Lu Cien dengan wajah mengeras. "Di dunia persilatan, yang kuat memangsa yang lemah! Jiwa-jiwa mereka adalah pengorbanan yang pantas demi kemajuan kultivasi kami!"

​"Benar," jawab Ryu Jin dingin, senyuman tipis dan mengerikan terukir di bibirnya. "Yang kuat memangsa yang lemah. Karena itulah... malam ini kau hanyalah mangsaku."

​"Sombong! Pengawal, hancurkan dia!" teriak Lu Cien.

​Kedua pengawal ranah Core Formation puncak melesat maju bagaikan kilat. Pedang di tangan mereka memancarkan aura es dan petir yang membakar udara, menyasar leher dan jantung Ryu Jin secara bersamaan!

​Ryu Jin tidak bergeming.

​KLIK.

​Ia menggeser gagang Pedang Tulang Hitam dengan ibu jarinya—kali ini keluar dua sentimeter dari sarungnya.

​DUAARR!

​Gelombang tekanan kegelapan murni meledak secara mendatar! Dua pengawal yang sedang melayang di udara seketika membeku. Aura es dan petir di pedang mereka lenyap tanpa bekas. Sebelum mereka sempat mendarat, kulit dan daging kedua pengawal itu mengering bagaikan buah busuk yang diperas habis, berubah menjadi dua kerangka manusia berzirah perak yang jatuh gemerincing di atas marmer!

​PRANG! PRANG!

​Dua kerangka itu hancur menjadi serpihan tulang saat menghantam lantai.

​Mata Lu Cien melotot lebar hingga pembuluh darah di matanya hampir pecah. Dua kultivator ranah Core Formation puncak tewas dalam waktu kurang dari satu detik—bahkan tanpa perlawanan sama sekali!

​"I-Iblis... teknik apa ini?!" jerit Lu Cien histeris. "Jurus ini bukan milik benua ini! Kau... dari mana kau mendapatkan pusaka haram itu?!"

​"Kau tidak perlu tahu," jawab Ryu Jin seraya melangkah maju.

​"Mati kau!" Lu Cien yang sudah terdesak sampai ke puncak keputusasaan meraung keras. Ia memuntahkan setetes darah murni ke udara untuk membakar fondasi Nascent Soul-nya!

​Jurus Terlarang Sekte Pedang Suci: Seribu Pedang Cahaya Dewa!

​Raksasa emas di belakang Lu Cien meledak menjadi ribuan belati cahaya terang yang menyilaukan mata, menembus seluruh sudut aula dan meluncur deras ke arah Ryu Jin untuk mencincang jiwanya hingga tak tersisa!

​Ryu Jin mengangkat tangan kanannya. Kali ini, ia menggenggam penuh gagang Pedang Tulang Hitam dan mencabutnya tiga sentimeter dari sarungnya.

​SSSTTT!

​Cahaya menyilaukan di dalam aula seketika tersedot masuk ke dalam celah pedang tersebut! Ruangan raksasa itu mendadak tenggelam dalam kegelapan mutlak yang tak menembus pandangan.

​Dari dalam celah tiga sentimeter itu, sebuah raungan purba bergema—suara yang berasal dari kedalaman Neraka terkutuk.

​Sesosok tengkorak raksasa berwarna merah darah mencuat keluar dari pedang Ryu Jin. Tengkorak itu memancarkan bau amis yang begitu pekat hingga marmer hitam di lantai mencair menjadi lumpur beracun.

​ROAAAAR!

​Tengkorak darah itu melompati ribuan pedang cahaya Lu Cien, membuka rahangnya yang penuh dengan taring runcing, lalu langsung mencengkeram raksasa emas milik Lu Cien!

​"AAARGH! JIWA-KU! BAYI JIWAKU!" jerit Lu Cien histeris.

​Lu Cien mencengkeram kepalanya sendiri, jatuh berlutut di tanah saat ia merasakan Bayi Jiwa di dalam tubuhnya ditarik keluar secara paksa oleh tengkorak darah tersebut. Bayi berbentuk cahaya emas yang merupakan inti dari seluruh kultivasinya digigit dan digerogoti oleh tengkorak iblis dengan suara renyah yang menggidikkan bulu kuduk.

​"Tolong... ampun... jangan makan jiwaku..." rintih Lu Cien dengan air mata darah mengalir dari kedua matanya.

​Ryu Jin berdiri sejengkal di hadapan Lu Cien yang tergeletak sekarat. Ia menatap tetua yang tadinya begitu agung itu dengan pandangan tanpa belas kasihan.

​CRUNCH!

​Tengkorak darah menelan utuh Bayi Jiwa milik Lu Cien.

​Tubuh asli Lu Cien di lantai seketika membeku. Kulitnya keriput dalam hitungan detik, matanya meredup, dan seluruh energi kehidupannya lenyap tanpa sisa. Sebelum tubuhnya rubuh menjadi abu, Ryu Jin dengan cepat merogoh balik jubah Lu Cien dan mengambil sebuah Gulungan Kulit Naga berikatkan tali segel merah.

​PLEK!

​Ryu Jin mendorong kembali Pedang Tulang Hitam masuk rapat ke dalam sarungnya. Tengkorak darah dan kegelapan di aula lenyap seketika, meninggalkan ruangan yang kini hancur berantakan dan berbau busuk.

​GZZZZZZ!

​Ukiran tulang di sarung pedang Ryu Jin berkedip terang. Di dekat pangkal sarungnya, sebuah ukiran berbentuk mata kedua mendadak terbuka secara misterius, memancarkan cahaya merah yang jauh lebih pekat dari sebelumnya. Pedang itu telah berevolusi setelah memangsa jiwa seorang kultivator ranah Nascent Soul!

​Ryu Jin membuka gulungan kulit naga yang ditemukannya dengan gerakan tenang.

​Di dalam gulungan rahasia itu, tercatat rencana besar Tiga Sekte Besar beserta peta rinci markas pusat mereka: Puncak Gunung Langit Merah. Di bagian paling bawah gulungan, tertera nama pemimpin tertinggi yang mengomandani pembantaian seluruh desa:

​Tetua Agung Duan Feng — Ranah Soul Formation Tingkat Puncak.

​Bibir Ryu Jin mengukir senyuman dingin yang sangat menakutkan. Matanya yang merah membara berkilat menembus kegelapan malam.

​"Duan Feng..." bisik Ryu Jin pelan. "Kumpulkanlah jiwa sebanyak yang kau mau. Karena pada akhirnya, seluruh jiwa itu hanya akan menjadi santapan bagi pedangku."

​Ryu Jin melempar jimat api ke arah gorden aula. Dalam sekejap, api hitam membumbung tinggi, membakar habis Benteng Utama Kota Perunggu beserta seluruh rahasia berdarah di dalamnya.

​Ryu Jin melangkah keluar dari benteng yang terbakar hebat itu. Di belakangnya, kobaran api hitam membumbung ke langit malam, menjadi tanda bahwa seorang Tetua Ranah Nascent Soul dari Sekte Pedang Suci telah tewas mengenaskan dalam satu malam.

​Berita tentang kehancuran Kota Perunggu dan kebangkitan Sang Iblis dari Desa Sunyi siap menyebar bagaikan wabah mematikan, mengguncang seluruh tatanan dunia persilatan!

1
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!