NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:477
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Pertama

1 Tahun Lalu

"Langit, jadi kamu mau kan lihat dulu calon istri yang sudah kakek pilihkan untuk kamu?" Tanya Kakek Di sebuah Jamuan keluarga kala itu.

Langit mengangguk malas, alisnya menegang.

"Cuma lihat aja kan kek, kalau ternyata Langit gak oke, Kakek gak usah maksa Langit lagi."

Kakek tersenyum "Kakek jamin kamu yang akan mohon sama kakek untuk merealisasikan perjodohan ini."

Lelaki bijak berusia paruh baya itu tampak tersenyum penuh percaya diri.

Langit sangat penasaran, memang bakal secantik apa wanita yang dipilihkan untuknya, meskipun pernikahan itu akan dilangsungkan nanti saat mereka sudah saling dewasa, tetap saja sebagai calon Nyonya Wijaya kelak tidak bisa mengambil sembarang orang, jadi perjodohan itu memang sejak lama akan diatur oleh kedua keluarga.

"Kamu harus percaya pada Pilihan Kakekmu Langit, jangan sampai kamu menyesal seperti Papi." Sambung Ayah Langit.

Mendengar perkataan itu Langit menjadi marah, mukanya berubah merah padam, ia meremas jemarinya menahan amarah.

Melihat perubahan aura Langit, Kakek Wijaya bergegas bicara "Diam Alfa, kesalahan mu dimasa lalu tak perlu kamu limpahkan pada Langit, dia tak tau apa apa."

Alfa Wijaya terdiam, seluruh hidupnya memang ia habiskan dengan penyesalan. Dulu Ayahnya menjodohkan dia dengan wanita pilihan terbaik yaitu Eva Amora, tetapi Alfa kekeh ingin menikahi Bella, wanita pujaan hatinya yang ternyata berhati iblis.

Bella yang ia cintai sepenuh hati ternyata selama hidupnya hanya mencintai satu lelaki, lelaki itu bernama Arman Pratama, Lelaki yang merupakan Ayah dari anak pertama yang harus mereka besarkan yaitu Bumi Kaivan.

Akhirnya wanita baik yang dipilihkan Ayahnya malah menikah dengan Kakak Tirinya Edward Rood, seorang anak terbuang yang ayahnya besarkan dengan penuh kasih sayang.

Menikah dengan Bella merupakan kesalahan terbesar dalam hidupnya, wanita itu bukan hanya menghancurkan hidupnya, tapi wanita itu pun tidak pernah sekalipun bisa memberikan kasih sayang yang layak untuk anak kandung mereka sendiri Langit Kaivan Wijaya.

Sejak Langit lahir Bella selalu mengabaikannya, terlebih saat Bumi datang, pada akhirnya ia hanya mengurus Bumi, mengurus anak dari pria yang ia cintai, karena rasa bersalah mendalam akibat perbuatan kejamnya dimasa lalu.

Itulah mengapa saat semua kebenaran terungkap, Bumi yang tak kuat menerima kenyataan hidupnya memilih pergi untuk meninggalkan kota Nirwana, meninggalkan keluarga Wijaya yang sejak dulu membesarkannya.

Dengan berat hati ia berpisah dengan adik kesayangannya Langit, mencoba menggali masa lalunya yang hilang di kota Jala.

Langit menggebrak meja makan itu amarahnya memuncak "Wanita itu memang iblis tapi dia tetap ibuku Pi, aku mohon jaga mulutmu."

Bapak Wijaya dan Alfa Wijaya terdiam penuh sesal. Alfa terduduk dengan tangan memegang dahinya. Tak pernah ia bayangkan harus memiliki keluarga sekacau ini.

Akibat traumanya ia sampai sampai tak bisa berkomunikasi yang baik dengan anak kandungnya sendiri, jikalau Langit membangkang yang terlihat hanya sosok Bella wanita jahat yang menyakiti dia sedalam itu.

"Papa Sudah bilang padamu Alfa, jaga perasaan anakmu, umur Papa mungkin tak lama lagi, kalau bukan kamu yang melindungi mereka lalu siapa lagi." Ujar Bapak Wijaya pada anak satu satunya itu.

"Kalau kamu ingin memulai hidup baru silahkan, Papa tidak melarang kamu untuk menikah lagi, meskipun itu melanggar aturan keluarga, Papa ijinkan kamu untuk melanggarnya." Ujarnya lagi.

Alfa masih terdiam tak bergeming ia terus mengutuki sikap kasarnya pada Langit, jauh dilubuk hatinya ia sangat menyayangi anak itu.

"Alfa, bukankah dulu kamu juga mencintai Bumi, anak itu sangat baik, meskipun dia bukan anakmu tapi semua kenyataan inipun bukan kesalahannya, Bumi dan Langit hanya korban dari ketamakan dan prilaku jahat Bella."

Dengan tegas Bapak Wijaya meninggalkan ruang makan itu, semua pelayan di ruangan itu diam tidak berucap satu patah katapun, mereka hanya memandangi Alfa Wijaya yang saat ini sangat kacau balau.

* * *

Didalam sebuah amplop coklat terdapat dua buah Foto yang Kakek Wijaya siapkan untuk cucu kesayangannya Langit.

Hari itu Langit harus sudah dapat memutuskan dari dua kandidat perempuan yang dipilihkan kakeknya dia mau memilih yang mana dari salah satunya.

Langit membuka amplop itu Dengan malas, ia bahkan baru setahun ini mengalami mimpi basah, tapi sudah harus memilih calon istri untuk masa depannya.

Gadis di salah foto itu memang terlihat sangat cantik, Langit mengenal gadis itu, wanita itu bernama Friska Pradipta satu tahun lebih tua diatasnya, kakak kelas yang cukup populer di sekolah, ia sering mendengar tentang Friska dari Bumi.

Dengan santai Langit membuang foto Friska ke Tempat Sampah.

Pelayan di ruangan itu tampak sedikit terkejut namun tetap diam tanpa komentar.

"Jelek, Langit gak suka yang lebih tua" Ucapnya beralasan.

Kakek Wijaya tersenyum kecut lalu menyodorkan sebuah foto lagi pada Langit "Bagaimana kalau yang ini, kakek pernah bertemu langsung dengan dia, anaknya sangat baik hati dan perhatian."

Langit buang muka, malas untuk menatap foto itu.

"Langit" Teriak Kakek tegas "Jalankan dulu tugasmu, baru kamu bisa tau hasilnya."

Dengan malas anak itu melihat sebuah foto anak perempuan yang sedang memeluk erat seekor kucing persia. Mata Langit berbinar melihatnya.

"Darimana Kakek tau aku suka dia." Ujarnya spontan.

Melihat ekspresi cucunya wajah kakek Wijaya bersinar ia mengelus janggutnya sambil berkata "Ada seorang tikus kecil yang mencuri sebuah bross peniti mahal di kamar kakeknya waktu liburan di Kota Vega 1 bulan lalu."

Langit tersipu malu "Ya Maaf kek mana Langit tau itu mahal.

"kalau begitu dimasa depan kamu harus ganti uang itu berlipat lipat ganda, paham"

Langit mengangguk.

* * *

Dari banyaknya kota terbaik di negeri itu tentulah kota Vega adalah salah satunya, kota dengan banyak destinasi wisata dan kuliner terbaik di seantero negeri.

Saat sedang berjalan jalan di luar hotel, Langit melihat seorang gadis sebaya nya sedang memberi makan seekor kucing, bukan kucing jalanan, kucing itu adalah kucing milik Langit.

"Cantika, Cantika ayo dong makan jangan bandel." Gadis itu berkata lembut sambil mengelus kepala kucing kecil putih orange di pangkuannya.

"Cantika, kalau kamu nakal nanti Ayahku gak dapet tender ini, kalau aku jadi miskin kamu mau tanggung jawab." Ocehnya asal.

Ia terus mengelus lembut kucing kecil itu kemudian berkata lagi "Pokoknya nama kamu cantika, soalnya kamu cantik dan lucu kayak aku, karena kamu udah jadi anak aku Kamu harus nurut sama mama kamu, ayo makan"

Melihat tingkah polos gadis itu Langit tertawa dibalik masker yang di pakainya, kebetulan saat itu ia sedang flu, jadi memakai masker adalah keharusan baginya.

"Eheeem" Langit berdehem agar menarik perhatian gadis itu.

Benar saja gadis itu mendongak dan menatap ke arahnya, begitupun Snowy si kucing yang Spontan berlari ke arah Langit, bergelayut manja dipelukan pewaris tunggal kaya raya keluarga Wijaya itu.

"Eh" Cherry kaget mendapati si kucing kabur dari dekapannya.

Ia mendekati Langit berusaha meraih kucing nakal itu lagi, air mukanya berubah khawatir.

"Maaf ya, kucingnya malah nemplok kayak cicak di kamu" Ucap Cherry panik.

Langit tak kuasa untuk menahan tawanya kali Ini ia tertawa terpingkal pingkal "Hahahaha"

Cherry keheranan "Ih malah ngetawain" Tukasnya kesal.

"Imut dan lucu banget deh." Ujarnya penuh kejujuran.

"Iya emang dia lucu dan imut tapinya dia gak bisa diatur" Ujar Cherry curhat soal kucing itu.

"Maksud gue kamunya yang lucu."

Wajah Cherry tersipu ia berkata asal "Lucu kali kayak badut"

Dengan sebelah tangannya Langit mencubit gemas wajah gadis cantik itu.

Membuat gadis itu terpaku, ia memegangi pipinya "Ih apaan sih, emangnya aku boneka di gemes gemes"

Langit tersadar ia kemudian meminta maaf "Maaf deh, soalnya gue liat pipi Lo gemes banget mirip bayi"

Cherry mengangguk pelan, di Hotel super mewah seperti ini mana mungkin ada penjahat fikirnya, lelaki ini paling sama sama penyewa seperti dirinya.

Ia sama sekali tidak tau kalau lelaki ini adalah anak dari Alfa Wijaya pemilik Hotel mewah ini.

"Boleh aku ambil kucingnya?" Pinta Cherry sopan.

Lelaki itu mengangguk, namun tanpa mereka sadari si kucing nakal itu berulah.

Kucing itu menarik bagian tengah dari baju Cherry tepat di belahan dada, membuat baju tipisnya terkoyak sobek cukup besar, soalnya saat itu Cherry hanya memakai baju tipis khas pantai dengan Bra tidur nyaman yang juga sangat tipis.

Seakan tak puas si kucing kemudian mencakar bagian luar telapak tangan Cherry.

Sontak Cherry menjerit "Aw sakit"

Cherry menatap bagian dadanya yg terbuka kemudian nangis kejer "Huaaaaaaas malu banget"

Ia mendekap badannya sendiri untuk menutupi bagian sensitifnya itu.

Langit jadi ikut panik, namun dengan sigap ia membuka baju yang ia pakai, ia fikir setidaknya bisa dipakai gadis itu menutupi dada yang terbuka, kali itu Langit hanya memakai selembar baju yang sama tipisnya dengan baju gadis berbola mata coklat itu.

Dia melepas bajunya, tampilannya jadi setengah telanjang.

Cherry kebingungan dengan posisi itu ia jadi kikuk, kalau melepas tangan dari dadanya untuk menutup mata nanti dadanya terbuka tapi kalau matanya dibiarkan terbuka bisa bisa ia melihat badan telanjang pria itu.

"Gue tutup mata" Kata Pria Itu seakan menepis ke khawatiran Cherry.

Ia menyodorkan bajunya "Tutup dulu pake baju gue ya" katanya sambil masih memejamkan mata

"Makasih" kata Cherry, suaranya berubah serak.

"Yaudah, sekarang lo tunggu disini gue secepatnya bawain jaket sama sesuatu dulu untuk nutupin itu" katanya sambil agak malu malu.

"Iya buruan ya please tolongin gue, jangan gak balik ya, harus balik bawa jaket" Pinta Cherry sedikit memohon.

Cherry sangat ketakutan, karena saat itu ia tak membawa ponselnya, ia bingung kalau bukan bantuan lelaki itu ia harus meminta tolong pada siapa.

Dengan secepat kilat Langit berlari ke kamar suit milik kakeknya, Kamar terbesar dan termewah layaknya apartemen penthouse di hotel itu, ia lalu menyambar sebuah jaket hijau Army dari kopernya, kemudian tanpa sengaja melihat sebuah bross peniti berkilau keemasan di meja kerja Kakeknya.

Ia ambil peniti itu ia fikir siapa tau akan berguna.

Tak lupa dibawanya plaster dan obat merah dari kotak P3K.

Ia kembali dan menemukan gadis cantik itu sedang menangis di kursi taman, sambil masih memeluk erat baju Langit untuk menutupi bagian dadanya.

"Hei, udah jangan nangis" Ujar Langit menenangkan.

Ia mulai memakaikan Jaket Hijau Army itu ke Cherry yang terlihat sangat kebingungan.

"Pake dulu ayo, abis ini gue obatin luka Lo"

Cherry menurut, jaket hijau itu sudah terpasang nyaman di badannya.

Lelaki itu dengan cekatan mengoleskan obat merah ke tangan Cherry.

"Aw sakit banget" Jerit Cherry

"Kalau gak di obatin nanti rabies" Katanya menakut nakuti.

Lelaki itu dengan sabar merawat lukanya, lalu meniup lembut agar obatnya cepat meresap

"Udah ah, perih banget" rengek Cherry.

"Iya udah ini tinggal di plaster kok" Sahutnya lembut.

Setelah di obati dan di plaster gadis itu masih menangis terisak Isak.

"Udah udah, kan udah aman, udah pake jaket, udah diobatin kenapa masih nangis aja" Ujar pria itu sambil menepuk nepuk punggung gadis itu menenangkan.

Cherry semakin menangis kejer.

"Ta, tapi Lo Li liat enggak tadi, bagian i itu gue?" Isaknya terbata bata.

Langit menjawab "Ya liat, putih kencang ada 2, tapi kan enggak sengaja" Ia senyum senyum salah tingkah.

Langit memiliki kebiasaan berkata jujur membuatnya selalu mengungkapkan hal yang sebenar benarnya terjadi, tanpa ia tau kadang mungkin sedikit berbohong di perlukan.

"Huaaaaa" Tangis Cherry makin pecah.

Langit menepuk nepuk lembut lagi bahu gadis itu "Udah jangan nangis kalau Lo takut atau gak terima gue bakal tanggung jawab"

Cherry masih terus menangis "Emangnya kalau Tete kita udah dilihat cowok lain, bakal masih ada yang mau nantinya?" Ujarnya polos.

Langit tertawa geli tidak tahan lagi dengan kepolosan gadis disampingnya itu.

Cherry mencubit lengan Langit. "Kenapa ketawa Lo tega banget huaaaa"

"puk puk " Langit mengusap pundak gadis itu kemudian menenangkan "Kan gue udah bilang kalau lo ngerasa rugi nanti gue tanggung jawab"

"Denger ya, kalau diliat doang dan gak ada orang yang tau, ya gak apa apa, lagian kan bukan di pegang pegang, ini pun kejadiannya gak sengaja, semua bakal aman aman aja" katanya lagi.

Tangis Cherry mulai menghilang. Perkataan lelaki itu agak membuatnya lega.

"Gue janji kejadian ini cuma kita berdua aja ya yang tau, dan gue janji kalau Lo memang gak terima gue bakal tanggung jawab."

Cherry mengangguk "Terus kalau Lo kabur, dan gak tanggung jawab gimana?" ia masih terisak namun sudah tenang.

Langit teringat bahwa ia membawa bross peniti Kakeknya, ia menyodorkan Bros peniti itu pada Cherry.

Cherry menerima dan menggenggamnya.

"Nih, kalau mau cari gue tinggal cari aja lewat bross ini, pasti nanti gw bakal tanggung jawab" Kata Langit meyakinkan.

Cherry teringat sesuatu "Kucing" Teriaknya panik.

"Kucingnya mana ya?" Katanya lagi sambil menyapu pandangannya ke seluruh area di dekat tempatnya berdiri.

"Dia udah aman" ujar Langit tenang.

"Tapi itu kucing Kakek Wijaya" Kata Cherry tetap panik.

"Tenang aja gue udah kasih ke asistennya Pak Wijaya, kucingnya udah aman"

Cherry mengangguk lega ia takut sekali mengacaukan pekerjaan Ayah di hari itu.

Begitulah awal pertemuan mereka. Cherry mungkin sudah melupakan kejadian absurd itu, tapi bagi Langit kejadian hari itu adalah awal, awal mula ia bisa melihat bahwa masih ada satu perempuan berhati polos dan lembut di dunia ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!