NovelToon NovelToon
Istri Albino Sang CEO

Istri Albino Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: QueenMardhiah

Yasmin Nayara, seorang gadis dengan albinisme yang membuatnya selalu menjadi sorotan negatif—dari orang-orang yang takut dan menghindar, hingga keluarga pamannya yang memperlakukannya begitu buruk. Bahkan, Yaya dijadikan pelunas hutang untuk dinikahkan dengan seorang juragan kaya yang memiliki banyak istri.

----------

Tak mampu menanggungnya, Yaya kabur di hari pernikahannya dan merantau ke kota dengan bermodalkan nekat.
Namun takdir punya jalan lain. Di hari pertamanya di kota, Yaya hampir diperkosa oleh seorang pria dalam pengaruh obat, yang ternyata adalah Baskara Narendra yang sedang dijebak rekan bisnisnya.


Baskara yang kalap menarik Yaya ke dalam mobilnya untuk melakukan sesuatu yang tidak semestinya. Namun aksi Baskara itu dipergoki Warga dan dipaksa menikah secara mendadak.

----------

Apa yang akan terjadi pada hubungan tak terduga ini di tengah perbedaan latar belakang dan masa lalu yang menyakitkan? Apa lagi Baskara terkenal dingin dan pemarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenMardhiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Masalah

Uang yang dimilikinya sisa lima puluh ribu rupiah dan kemungkinan hanya cukup untuknya bertahan selama beberapa hari jika hanya makan mie instan murah atau roti.

Yaya memutuskan membeli sebungkus roti di warung sudut jalan untuk mengganjal perutnya, lalu Dia memutuskan untuk mencari tempat yang bisa memberikan dia perlindungan sementara, dan melihat sebuah gang kecil yang tampaknya lebih sepi dari jalan utama.

Namun ketika dia hendak memasuki gang itu, pintu mobil yang terparkir di dekat gang terbuka. Keluar seorang pria yang tiba-tiba menariknya dengan paksa. seorang pria berbadan tinggi dengan wajah yang merah memerah karena pengaruh zat tertentu. Matanya penuh dengan hasrat yang tidak senonoh saat melihat Yaya.

“Bantu aku sekarang juga” ujar pria itu dengan suara yang berat, langkahnya tidak stabil saat mendekati Yaya dengan tangannya yang siap menjamah.

Yaya mundur perlahan, hatinya berdebar kencang hingga rasanya akan keluar dari dada. “Tolong... Jangan dekati saya! Saya tidak mengenal Anda!”

Tangan besar Pria menarik pergelangan tangan Yaya dengan kuat secara paksa menuju mobilnya. “kamu harus membantuku!” serunya dengan suara yang lantang.

“Jangan! Lepaskan Saya!” jerit Yaya dengan suara yang teredam, tubuhnya terus berjuang untuk melepaskan diri. Kakinya mencoba menendang bagian bawah mobil, namun kekuatan Baskara jauh lebih besar darinya. “Saya tidak kenal kamu... jangan sentuh Saya!”

Baskara tidak mendengar keluhan Yaya sama sekali. Otaknya yang sudah terganggu hanya fokus pada satu hal: membawa gadis itu pergi dari tempat ini untuk membantunya menuntaskan sesuatu. Dia menarik Yaya dengan lebih kuat lagi, hampir menjatuhkannya ke tanah sebelum berhasil memasukkan tubuhnya ke dalam mobil. Namun sebelum dia bisa menutup pintu, sebuah suara keras membentur telinganya.

“Hei... Sedang apa kamu!”

Seorang pria muda langsung menghentikan laju motornya di depan gang itu saat menyaksikan hal mencurigakan. Mata penuh kemarahan saat melihat Pria berjas itu sedang memaksa Yaya masuk ke mobil. Tanpa berpikir panjang, pria itu berlari cepat menghadang Baskara.

“Ngapain kamu paksa gadis ini masuk ke mobil?”

Dalam sekejap, suara tangisan Yaya dan teriakan pria itu menarik perhatian warga lain yang sedang lewat. Dalam waktu singkat, lebih dari sepuluh orang berkumpul di depan gang, semua dengan wajah marah melihat aksi Baskara yang dianggap sebagai penculik atau pelaku pemerkosaan.

“Dia mau membawa wanita itu pergi dengan paksa!” teriak seorang ibu rumah tangga yang sedang mengantarkan anaknya ke les. “Cepat panggil Pak RT dan beberapa pria lain!”

Sebelum Baskara bisa melakukan apa-apa, beberapa pria menarik tubuh Baskara yang sudah mulai goyah karena pengaruh obat, kemudian menghajarnya dengan pukulan dan tendangan yang membuatnya tidak berdaya. Hanya dalam beberapa detik, Baskara terjatuh ke tanah dengan wajah yang memar dan akhirnya pingsan sepenuhnya.

Yaya yang sudah terlepas dari genggaman Baskara duduk pelan di sudut gang, tubuhnya menggigil dan menangis deras. Seorang nenek yang membawa selendang segera mendekatinya, membungkus tubuhnya yang masih mengenakan baju pengantin kotor. “Tenang saja, nak,” ujar nenek itu dengan suara lembut, mengusap-usap punggung Yaya. “Kamu sudah aman sekarang.”

Tak lama kemudian, Pak RT yang telah memimpin wilayah ini selama lebih dari dua puluh tahun datang dengan membawa beberapa warga. Dia melihat keadaan Pria itu yang pingsan dan Yaya yang sedang menangis, kemudian memberikan perintah dengan tegas. “Bawa pria itu ke rumahku dan rawat dia sebentar. Dan bawa juga gadis ini untuk mengganti pakaian dan ditenangkan.”

*****>>>{}<<<*****

Rumah Pak RT yang terletak di ujung gang terasa jauh lebih hangat dari apa yang Yaya bayangkan. Dinding yang dicat putih bersih dan taman depan yang penuh dengan tanaman bunga membuatnya merasa sedikit lebih tenang. Ibu Sri, istri Pak RT, mengantar Yaya ke kamar kecil di belakang rumah, memberikan dia gamis berwarna biru muda yang cukup longgar untuk dikenakannya.

“Kamu bisa pakai ini dulu, nak,” ujar Ibu Sri dengan senyum hangat, menyiapkan ember berisi air hangat untuknya. “Setelah mandi, kita makan dulu ya? Kamu pasti sudah lapar kan?”

Yaya hanya bisa mengangguk dengan hati yang penuh rasa syukur. Ini adalah pertama kalinya dia diperlakukan dengan baik oleh orang yang tidak kenalnya. Setelah mandi dan mengganti pakaian, dia keluar ke ruang tamu yang penuh dengan orang-orang yang masih berkumpul, membicarakan kejadian tadi dengan suara yang rendah.

Di sudut ruangan lain, Baskara sudah mulai sadar, ditopang oleh dua warga. Matanya masih sedikit kabur, namun dia sudah bisa melihat sekeliling dan menyadari bahwa dia berada di rumah orang lain dengan wajah yang penuh rasa sakit akibat pukulan yang diterimanya.

“Apa yang terjadi?” tanya Baskara dengan suara yang serak, menyentuh bagian dagunya yang sudah membengkak. “Kenapa Saya ada di sini?”

Pak RT mendekatinya dengan wajah yang tegas, menyilang tangan di depan dadanya. “Kamu masih ingat apa yang kamu lakukan tadi, anak muda? Kamu hampir membawa gadis itu pergi dengan paksa dalam keadaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan!”

Pria itu mengerutkan kening, mencoba mengingat kejadian sebelum dia pingsan. Ingatan tentang jus yang diberikan oleh koleganya mulai muncul di benaknya, bersama dengan perasaan pusing dan hilangnya kendali diri setelah meminumnya.

"Saya... Saya dalam pengaruh obat,” ujarnya dengan suara yang jelas, melihat ke arah Yaya yang sedang duduk di dekat Ibu Sri. “Saya tidak sadar melakukan itu.”

“Siapa namamu?" Tanya Pak RT

Pria itu menatap Pak RT. "Saya Baskara Pratama Narendra." Jawabnya menekankan.

Beberapa warga yang mendengar namanya mulai berbisik. Siapa yang tidak mengenal nama Baskara Pratama Narendra, CEO muda dari salah satu perusahaan terbesar Indonesia. Pewaris Kerajaan bisnis dari keluarga Narendra. Pantas saja mereka seperti tidak asing dengan wajahnya.

“Kami melihat kamu memaksa gadis itu masuk ke mobilmu! Jika bukan karena kami yang datang tepat waktu, siapa tahu apa yang akan kamu lakukan padanya!”

Pak RT mengangkat tangan untuk menenangkan warga yang mulai naik pitam. “Tenang saja semua. Kita punya cara untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kamu,” lanjutnya dengan menunjuk ke arah Baskara, “kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan. Dan satu-satunya cara untuk membersihkan nama baik kamu dan menghormati gadis ini adalah dengan menikahinya!”

Baskara berdiri dengan cepat, mengabaikan rasa sakit yang menyiksa tubuhnya. “Tidak mungkin! Saya bahkan tidak mengenalnya sama sekali! Dan saya tidak bisa menikah tanpa sepengetahuan orang tuaku yang saat ini sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis!”

“Kalau kamu tidak mau menikahinya, kami akan menyebarkan berita ini ke seluruh media!” ujar seorang warga dengan suara yang mengancam. “Kami akan membuat pernyataan bahwa CEO muda dari perusahaan besar itu mencoba memperkosa gadis muda di gang sempit! Dan reputasimu akan hancur!”

Baskara merasakan amarah meledak di dalam dirinya. Dia tahu bahwa ancaman mereka bukan omong kosong, sebuah skandal seperti itu bisa membuat semua usaha yang keluarganya bangun selama bertahun-tahun hancur berkeping-keping. Namun dia juga tidak bisa menerima untuk menikahi seorang gadis yang tidak dikenalinya sama sekali dengan cara yang seperti ini.

“Baiklah!” seru Baskara dengan suara yang penuh kemarahan, meninju telapak tangannya ke atas meja kayu. “Aku akan menikahinya... Dan masalah ini jangan sampai bocor ke publik."

Pak RT mengangguk dengan puas setelah berdiskusi sebentar dengan beberapa warga lainnya. “Baiklah, itu sudah cukup untuk sekarang. Tidak jauh dari rumah ini ada Pak penghulu, akadnya akan dilakukan sebentar lagi. Dan kamu harus memberikan jaminan bahwa kamu akan menghargainya selayaknya istri!”

Baskara menoleh melihat Yaya yang sedang menatapnya dengan mata yang penuh dengan kebingungan dan rasa takut. Dia tahu bahwa dia sedang memasuki sebuah takdir yang tidak diinginkan oleh kedua pihaknya. Namun dengan keadaan yang ada, dia tidak punya pilihan lain selain menerima takdir yang sudah ditentukan untuknya.

Di dalam hati Yaya, rasa takut semakin besar. Dia yang baru saja melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkan kini harus menikah dengan seorang pria asing yang penuh amarah dan bahkan tidak menginginkannya. Bagaimana mungkin dia bisa hidup bersama dengan Pria asing? Dan apa yang akan terjadi jika keluarga Baskara mengetahui tentang pernikahan ini?

*****>>>{}<<<*****

VISUAL BASKARA PRATAMA NARENDRA!!!

1
Santy 2a
semoga banyak yang baca semangat kak
QueenMardhiah: aamiin... terimakasih sudah mampir. jangan lupa follow juga ya 🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!