NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Mang Udin menghembuskan asap rokoknya ke udara dengan raut wajah prihatin menatap Arga.

"Tenang saja Mang Udin, ladang saya dijaga ketat oleh ilmu gaib yang lebih kuat dari dukun manapun." Arga menjawab setengah bercanda untuk menenangkan Mang Udin.

Tentu saja ilmu gaib yang dimaksud Arga adalah sistem luar angkasa miliknya yang sangat canggih itu.

"Terserah kamu saja Ga, yang penting mamang sudah memperingatkanmu sebagai sesama orang kecil."

"Sekarang mari kita mulai kerja memaku seng-seng ini biar kebun rahasiamu aman dari intipan mata-mata Pak Bowo."

Mang Udin membuang puntung rokoknya dan segera memberikan aba-aba kepada dua kuli bangunannya untuk mulai menurunkan material.

Bruk brak bruk.

Suara lembaran seng yang diturunkan dari mobil bak berpadu dengan suara kayu balok yang beradu nyaring.

Arga menyingkir ke pinggir membiarkan para pekerja profesional itu mengambil alih area halaman belakangnya.

Trak trak trak.

Suara palu yang menghantam paku mulai terdengar bertalu-talu memecah kesunyian siang hari itu.

Mang Udin dan anak buahnya bekerja dengan sangat cekatan dan rapi membuat kerangka kayu tinggi yang mengelilingi seluruh area ladang.

Lembaran seng tebal itu kemudian dipaku kuat-kuat menutup celah pandangan dari segala arah mata angin.

Arga berjalan mendekati area tanah kosong di samping sumur yang letaknya agak jauh dari sepuluh pohon tomat sebelumnya.

Dia mengambil cangkul barunya yang tergeletak di tanah dan mulai membersihkan rumput liar di area tersebut.

Sring sring.

Cangkulnya berayun membelah tanah basah dengan ritme yang stabil dan bertenaga.

Berkat efek dari memakan tomat kristal tadi pagi tubuh Arga tidak merasa lelah sedikit pun meski matahari siang bersinar sangat terik.

Hanya dalam waktu tiga puluh menit dia sudah berhasil membuat dua puluh lubang tanam baru yang berjejer rapi di atas tanah gembur.

Arga merogoh sakunya lalu mengeluarkan kantong kertas hitam berisi benih Cabai Api Naga tersebut.

Dia tidak peduli dengan Mang Udin dan pekerjanya yang sedang sibuk di ujung pagar karena mereka terhalang oleh tumpukan karung pupuk.

Satu per satu biji cabai merah menyala itu dia jatuhkan ke dalam lubang tanam dengan sangat presisi.

Puk puk puk.

Dia menutupi benih-benih itu dengan tanah secara hati-hati bagaikan sedang menyelimuti bayi yang sedang tidur.

[Penanaman Benih Cabai Api Naga Tingkat A berhasil.]

[Hitung mundur masa panen dimulai: 47 Jam 59 Menit.]

Notifikasi sistem langsung muncul memberikan konfirmasi yang membuat Arga tersenyum puas.

Arga kemudian berjalan mengambil seember air dari sumur dan mengeluarkan botol Pupuk Cair Penumbuh Ajaib miliknya.

Tes tes tes.

Sepuluh tetes cairan hijau zamrud itu jatuh bercampur dengan air sumur yang bening mengubahnya menjadi hijau terang.

Dia menyiramkan air campuran magis itu ke dua puluh petak tanah yang baru saja ditanaminya tadi.

Byur byur.

Tanah langsung menyerap habis air hijau itu tanpa sisa sedikit pun.

Kress kress.

Suara gesekan daun kecil kembali terdengar dari permukaan tanah yang baru disiram.

Dua puluh tunas hijau berujung kemerahan muncul menembus tanah dan tumbuh melesat naik hingga setinggi betis orang dewasa.

Batang cabai itu berwarna gelap dengan daun-daun kecil yang meruncing tajam memancarkan aura panas yang tipis di sekitarnya.

Pertumbuhannya berhenti dengan sempurna tepat setelah nutrisi dari pupuk sistem terserap seluruhnya.

"Bagus, sekarang aku tinggal menunggu dua hari lagi untuk memanen cabai penyembuh racun ini."

Arga membersihkan tangannya dari sisa tanah dan berjalan menghampiri Mang Udin yang sedang beristirahat minum kopi es di teras.

"Bagaimana Mang, kira-kira jam berapa pagarnya bisa tertutup rapat semua." Arga bertanya sambil ikut duduk di sebelah Mang Udin.

"Tenang Bos Arga, sebelum adzan asar nanti mamang jamin pagar ini sudah berdiri kokoh tidak bisa ditembus badai."

"Bagus Mang, tolong perkuat juga bagian bawah sengnya ya biar anjing liar atau babi hutan tidak bisa masuk."

Arga memberikan instruksi tambahan karena dia tahu Pak Bowo mungkin saja akan menyuruh orang menyusup dari bawah pagar.

Dia tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh satu lembar daun pun dari tanaman ajaib miliknya.

Sore harinya sesuai dengan janji Mang Udin pagar seng keliling itu sudah berdiri tegak setinggi dua meter setengah.

Halaman belakang rumah Mbah Darmo kini benar-benar terisolasi dari dunia luar bagaikan sebuah benteng pertahanan rahasia.

Arga memandangi hasil kerja Mang Udin dengan rasa puas yang luar biasa.

Dia membayarkan sisa uang rokok tambahan kepada Mang Udin dan anak buahnya sebagai tanda terima kasih.

"Terima kasih Bos Arga rezekinya, kalau butuh apa-apa lagi panggil mamang saja tidak usah sungkan."

Mobil pick up hitam itu perlahan menjauh meninggalkan pekarangan rumah Arga yang kini terlihat lebih suram dari luar karena tertutup seng.

Arga mengunci pintu seng bagian belakang dengan gembok besar yang sengaja dia beli dari toko Pak Kumis kemarin.

"Sekarang aku sudah aman dari pandangan tetangga julid, tinggal memikirkan strategi menghadapi Pak Bowo si lintah darat itu."

Arga masuk kembali ke dalam rumahnya dan merebahkan diri di atas lantai ruang tamu.

Hari ini adalah hari yang sangat panjang dan melelahkan namun juga memberikan hasil yang sangat manis.

Dua jenis sayuran ajaib kini sedang tumbuh subur di halaman belakangnya menunggu waktu untuk mengguncang dunia.

1
irena
hancurkan wiratama sampai ke akarnya thor.. Arga dilawan
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
irena
seru banget thor.. kapok si baskoro... klo perlu kasih jadi gembel si baskoro kusuma
Cherlly: iya kaka nanti tunggu bab selanjut nya ya kaka😍
total 1 replies
Cherlly
sangat menarik dan kejutan tk terduga oleh sistem
Gege
emas dunia 1 gram sudah 2.7juta paling murah Thor...🤣
Gege
duit Baru ratusan juta kok bangun villa mewah..🤣
Cherlly: ya kaka, kan itu uang dr awal dia dapet sistem di kumpulin sampe bisa bangun villa mewah,dan masih ada lanjutaan bab yg mengejutkan si pembaca😊
total 1 replies
Gege
perasaan masih ratusan juta belom milyaran kok disebut milyarder Thor..🤣
Sayekti 0519
waah ... udah bisa bantu bikin rumah sakit khusus kanker gratis,mesjid panti.kan udah punya pohon uang
Sayekti 0519
lah rumah nya g d bagusin,klw d dobrak orang jahat gmana??
Cherlly: dia kan punya sistem yg bisa menghasil kan uang dan bisa buat beli rumah baru kaka
nanti di tunggu bab selanjut nya kaka semakin seru nanti nya,saya lagi mikir untuk bab selanjut nya biar lebih menarik😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!