Malam reuni seharusnya menjadi malam penuh kenangan.
Namun bagi Cassandra Elvania, malam itu justru menghancurkan dunia yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di balik senyum hangat para sahabat lama dan gemerlap pesta yang meriah, Cassandra menemukan kenyataan pahit. Tunangannya, pria yang ia cintai sepenuh hati, ternyata menjalin hubungan terlarang dengan orang yang paling ia percaya,sahabatnya sendiri.
Hancur? Tentu.
Tetapi Cassandra memilih sesuatu yang tidak pernah mereka duga.
Ia tidak menangis. Ia tidak mengamuk. Dan ia tidak membongkar rahasia mereka.
Sebaliknya, ia ikut memainkan permainan yang mereka ciptakan.
Sedikit demi sedikit, Cassandra menyusun langkahnya sendiri. Hingga pada akhirnya, mereka yang merasa telah menang justru kehilangan segalanya.
Saat penyesalan datang, semuanya sudah terlambat.
Karena ada luka yang bisa sembuh. Namun ada pengkhianatan yang tak pernah bisa dimaafkan.
Dan semua itu bermula...
Di Malam Reuni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 02
Pagi harinya Sandra masih berasa ditempat tidurnya ketika pintu kamarnya diketuk oleh seseorang..
"Sandra.. Bangun sayang ini sudah siang?"
Suara Sebastian menggema di seluruh ruangan membuat Sandra dengan malas pun keluar dari kamarnya.
Sebastian melihat mata Sandra yang nampak sembab membuatnya bertanya.
"Sayang ada apa dengan kamu? Kenapa kamu menangis?"tanyanya dengan penuh kepura-puraan.
Sandra hanya tersenyum saja tidak menjawabnya. Sandra masih ingat betul apa yang Sebastian lakukan malam tadi.
Tiba-tiba saja Vanessa pun datang dia masuk tanpa permisi seolah menganggap rumahnya sendiri.
"Baby. Ada apa dengan kamu? Kamu kemana saja semalam kenapa kamu menghilang dan pergi tanpa pamit. Kami mencari kamu loh?" ucapnya tanpa merasa berdosa sedikitpun.
Sandra hanya meliriknya sekilas kemudian mengalihkan pandangannya.
"Aku bosan jadi aku pulang." jawab Sandra sekenanya.
Vanessa dan Sebastian saling pandang seperti saling menggoda satu sama lain. Sandra menyadari itu namun pura-pura tidak melihatnya.
"Sayang apa kamu habis menangis kanapa mata kamu sembab seperti itu?" Sebastian pun pura-pura memberikan perhatian.
Sandra hanya menggeleng kemudian mulai menjaga jarak dari Sebastian. Bahkan Sandra menolah saat Sebastian ingin menggenggam tangannya.
"Tidak apa-apa hanya sedang sakit mata saja." jawabnya singkat kemudian dia pergi ke dapur untuk mengambil air putih.
Sebastian dan Vanessa keduanya pun kembali saling menatap. Kali ini mereka masih mengira bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mereka selalu mengira bahwa Sandra tidak akan pernah menyadari hubungan keduanya..
Ketika keduanya sedang asik saling melempar tatapan tiba-tiba saja suara Sandra mengejutkan keduanya.
"Kalian sedang apa?"tanyanya dengan santai.
Wajah Sebastian dan Vanessa keduanya pun terlihat terkejut namun dengan cepat Sebastian mendekati Sandra dan hendak memeluknya.
"Sayang kami hanya sedang memikirkan sesuatu."jawabnya sekenanya.
Tiba-tiba saja Sandra memundurkan tubuhnya.
"Maaf Mas aku sedang kurang enak badan dan juga sedang sedikit flu jadi jangan dekat-dekat nanti tertular."
Sandra pun langsung berjalan menjauh dari Sebastian dan Vanessa.
Vanessa melihat sikap Sandra dan merasakan sedikit keanehan yang dia sendiri tidak tahu pasti.
"Sandra aku punya rekomendasi restoran baru bagaimana jika kita makan siang bersama disana. Kalau kamu mau aku akan memesankan meja untuk kita." Vanessa menawarkan untuk makan siang bersama,biasanya Sandra tidak pernah menolak semua keinginan Vanessa dan Sebastian.
"Maaf kali ini aku tidak bisa. Kalian makan berdua saja. Aku lagi kurang enak badan mau istirahat saja." jawaban datar Sandra membuat Vanessa terdiam sejenak.
Vanessa menundukkan wajahnya dan terlihat sedih karena mendapatkan penolakan dari Sandra.
"Sayang lihatlah Vanessa sedih mendengar kamu menolak ajakannya. Ayolah kita makan bersama." Sebastian pun ikut membujuk Sandra namun jawaban Sandra tetap sama.
"Maaf Mas aku tidak bisa. Aku tidak enak badan. Bukankah kalian bisa pergi bersama tidak perlu menunggu aku. Maaf aku mau istirahat dulu kalau kalian masih mau disini silahkan aku akan kembali ke kamar."
Sandra pun meninggalkan keduanya yang masih terdiam diruang tamu.
Tak lama kemudian keduanya pun pergi bersama.
****
"Mas,,Sepetinya sikap Sandra sedikit berubah? Apa dia mengetahui sesuatu?" Vanessa pun bertanya kepada kekasihnya itu.
Sebastian yang sedang menyetir pun hanya tersenyum.
"Apa yang akan dia tahu. Kamu tenang saja sayang dia hanya sedang tidak enak badan saja jadi dia mungkin bad mood." jawab percaya diri dari Sebastian membuat Vanessa menghilangkan kecurigaannya terhadap perubahan sikap Sandra.
"Mungkin saja. Ya sudah kita makan ditempat biasa ya sayang. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu." Vanessa pun bergelayut manja di lengan Sebastian.
Laki-laki itu hanya mengangguk dan tersenyum kemudian menatap Vanessa dengan mesra.
"Iya sayang kamu tenang saja. Aku sudah menyiapkan kejutan untuk kamu." Sebastian pun memberikan sebuah kotak kecil berisikan cicin yang sangat indah.
"Ini untukku sayang?"tanya Vanessa dengan nada yang manja.
Sebastian hanya mengangguk dan kemudian mobil keduanya pun melaju menuju kesebuah hotel tempat mereka bisa menghabiskan waktu bersama.
Dari kejauhan mobil Sandra mengikuti keduanya. Sandra ingin mencari bukti untuk menjatuhkan keduanya.
Entah kenapa hati Sandra tidak merasakan sakit sedikitpun melihat kedekatan keduanya. Ia justru tersenyum penuh arti.
"Aku pasti akan membuat kalian senang. Aku akan membiarkan kalian terus membohongi aku hingga kalian lelah dan menyerah." Sandra pun mengambil ponselnya dan muali mengabadikan setiap momen yang sedang dilakukan oleh Sebastian dan Vanessa mulai dari restoran hingga mereka masuk ke lobby hotel.
Airmatanya jatuh tanpa diminta. Hatinya merasakan sakit yang luar biasa namun dia masih bisa menahannya dia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.
Tiba-tiba saja ponselnya bergetar satu pesan muncul dari Aditya.
"Mas pasti akan selalu melindungimu. Kamu tidak perlu khawatir. Kamu tetaplah adikku dan aku akan selalu membantumu jika kamu memerlukan bantuan."
Airmata Sandra jatuh lebih cepat dia marah pada dirinya sendiri karena pernah tidak percaya dengan ucapan Kakaknya waktu itu. Namun kini semuanya sudah terjadi dan sekali lagi Sandra ingin membuktikan bahwa dia bisa lepas sepenuhnya dari Sebastian.
"Sekarang aku ikuti keinginanmu aku beri kamu waktu tiga bulan lagi. Jika kamu gagal kamu harus mengikuti apa yang Mas katakan,tanpa terkecuali." pesan itupun kembali diterima oleh Sandra membuat wanita itu menangis tersedu-sedu.
"Baik Mas aku mengerti. Aku pasti akan memenuhi janjiku. Janji untuk selalu patuh dan menurut dengan semua yang Mas katakan. Maafkan aku yang telah membuat malu keluarga Wijaya."
Tubuh Sandra seketika membeku. Dia menyadari tentang semua kebodohannya selama ini..
Dia pun menghapus airmatanya dan kemudian pergi meninggalkan hotel tempat tunangan dan sahabatnya sedang bersama.
Sandra masih saja menangis, dia sedang merasakan sesuatu yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata. Semua rasa bersalah,rasa kecewa dan rasa dikhianati semua bersatu padu. Hatinya sedang tidak baik-baik saja namun wajahnya masih berusaha untuk tetap tersenyum.
"Lima tahun kita menjalani hubungan ini Mas,lima tahun aku berkorban banyak untukmu dan lima tahun juga aku rela menjauhi kakakku semua itu demi cinta ini. Tapi kenapa justru kamu hancurkan kepercayaan aku begitu saja. Kamu khianati aku dengan orang yang sangat dekat denganku kenapa Mas kenapa?"
Hatinya masih terasa perih. Dia tidak ingin menangis tapi ternyata airmatanya jatuh tanpa diminta. Ia bukanlah wanita yang kuat,ia juga mempunyai sisi rapuh dan saat ini ia benar-benar merasakan bahwa dunia sangat tidak adil kepadanya. Ia telah berkorban tapi nyatanya pengorbanannya tidak pernah dihargai.
"Aku menyesal,kenapa aku harus jatuh cinta padamu Sebastian. Jika saja kita tidak pernah bertemu mungkin aku tidak akan merasakan sakit seperti saat ini.."
lanjut thor 🙏