NovelToon NovelToon
Noda Hitam Perkawinan

Noda Hitam Perkawinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Obsesi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Salah sebut nama

Semantara itu di sebuah caffe shop Suzan dan sahabat sekaligus sekertarisnya yaitu Alma sedang duduk di salah satu meja cafe. Di depannya sudah tersedia kopi dan juga roti bakar bertabur keju dan coklat yang mereka pesan untuk sarapan.

Namun yang terlihat sibuk menimati makanan dan minuman tersebut hanya Alma. Sedangkan Suzan hanya mengaduk- aduk kopi dan sesekali memainkan pisau dan garpu untuk mengmotong- motong roti bakar miliknya. Namun dia tidak memakannya. Alma yang melihat tingkah sahabatnya pun menggeleng- gelengkan kepalanya.

"Itu kenapa roti bakarnya diacak- acak begitu...? Nggak dimakan...? Itu ntar kopinya keburu dingin lho nggak diminum..." ucap Alma sambil menatap wajah sang sahabat yang terlihat murung.

Namun Suzan hanya menghela nafas.

"Kamu kenapa sih beb...? Tumben- tumbennya pagi- pagi jemput aku ke rumah, ngajak ngopi, tapi sampai di sini kamu cuma melamun. Kamu lagi ada masalah...?" tanya Alma.

Iya, tadi pagi Suzan tidak langsung pergi ke kantor, melainkan menjemput Alma dan meminta dia untuk menemaninya minum kopi karena dia tidak sempat sarapan di rumah. Namun tanpa bicara apapun Suzan hanya melamun saja sejak tadi. Tentu saja Alma bingung, karena tidak seperti biasanya Suzan bertingkah seperti itu.

"Kalau kamu nggak mau cerita sekarang, ya nggak papa. Tapi kamu makan dulu sarapannya. Nanti kalau kamu telat makan kamu bisa sakit..." ucap Alma.

Suzan kembali menghela nafas.

"Aku curiga mas Bagas selingkuh..." ucap Suzan.

"Uhuk...uhuk...a...apa...?'' Alma yang kaget pun sampai terbatuk- batuk.

"Aku yakin dia selingkuh Alma..." ucap Suzan lalu menangis.

"Beb...kamu beneran yakin...?" tanya Alma sambil memegang tangan Suzan.

"Apa yang membuat kamu yakin kalau suamimu selingkuh ...? Apa kamu melihatnya sendiri...? Kamu punya buktinya...?'' sambung Alma.

Suzan menggelengkan kepalanya. Iya, dia memang belum punya bukti. Tapi apa yang terjadi tadi malam cukup membuktikan bahwa sang suami telah memiliki perempuan lain.

Lalu Suzan mulai bercerita pada Alma kalau tadi malam ketika mereka melakukan hubungan suami istri, Bagas salah mengucap nama. Biasanya ketika mereka berdua mencapai puncak, nama yang disebut adalah 'sayang' sebagaimana itu adalah panggilan Bagas kepada Suzan. Namun tadi malam bukan nama itu yang disebut. Melainkan nama lain, yaitu 'babby'.

Tentu saja Suzan kaget dan kepikiran bahwa sang suami telah menyembunyikan sesuatu darinya. Selama tujuh tahun menikah tidak pernah sekalipun Bagas menyebut nama itu, apalagi saat mereka sedang bercinta. Tapi kali ini nama itu lolos begitu saja dari bibirnya.

"Hah...? Yang benar beb ...? Babby...? Dia menyebut nama babby...? Kamu nggak salah dengar kan beb...?'' tanya Alma.

"Nggak Al... Aku nggak mungkin salah dengar, karena dia nggak cuma satu kali menyebut nama itu, tapi sampai tiga kali ..." jawab Suzan.

"Oh ya ampun...." sahut Alma sambil menutup mulutnya.

"Jangan- jangan kecurigaanku selama ini benar Alma..." ucap Suzan sambil terisak.

Suzan kembali bercerita kalau beberapa minggu lalu saat Bagas pergi ke Surabaya dan waktu itu mereka sedang melakukan video call, tak sengaja Suzan mendengar suara perempuan dari kamar hotel Bagas. Namun saat itu Bagas beralasan bahwa suara itu berasal dari televisi.

"Dan soal cincin berlian itu, dia nggak kasih cincin itu buat aku Alma..." ucap Suzan.

"Kamu pernah bilang kan, kalau cincin itu pasti akan dia berikan pada acara ulang tahun pernikahan kami, tapi buktinya hadiah ulang tahun pernikahan itu bukan cincin, tapi kalung..." sambung Suzan.

"Lalu cincin itu dia berikan ke siapa...? Nggak mungkin juga kan dia balik lagi ke toko perhiasan lalu menukar cincin itu dengan kalung..." lanjut Suzan.

Alma pun mengangguk dan merasa bahwa apa yang diucapkan oleh Suzan sangat lah masuk akal.

"Beb... Saat suamimu salah menyebut nama babby, apa kamu nggak nanya siapa babby yang dia maksud ..?'' tanya Alma.

"Nggak Alma..." jawab Suzan sambil menggelang.

"Apa dia nggak sadar kalau dia salah sebut nama...?'' tanya Alma.

"Sepertinya nggak, karena selepas itu dia langsung tertidur pulas..." jawab Suzan.

"Oh ya ampun..." Alma memijit keningnya.

Iya, sulit dipercaya memang. Laki- laki yang selama ini dikenal sebagai laki- laki romantis dan begitu perhatian pada istrinya perlahan- lahan menunjukan tanda- tanda perselingkuhan.

"Beb... Ini semua kan belum pasti, dan kamu juga belum punya bukti yang kuat. Jadi kamu harus selidiki dia dulu. Kamu bisa nanya ke Fikri siapa saja yang suamimu temui. Dia kan selalu bersama suamimu. Tapi ingat, jangan sampai Fikri tahu kalau kamu lagi menyelidiki suamimu. Bisa saja kan Fikri bersekongkol sama disuamimu. Atau mungkin Fikri sudah diberi uang tutup mulut agar tidak memberitahu siapapun tentang kelakuan bosnya..." ucap Alma sambil menggenggam tangan Suzan.

"Percayalah beb, kebusukan itu nggak selamanya bisa disembunyikan. Lama- lama pasti akan tercium... Tapi aku berharap bahwa kecurigaanmu salah. Aku harap suamimu tidak berani macam- macam. Dan keluarga kecilmu akan selalu baik- baik saja, dan dijauhkan dari pelakor...." sambung Alma sambil menatap wajah Suzan.

"Aku juga berharap seperti itu, Alma... Tapi perasaanku benar- benar tidak bisa tenang sekarang. Saat ini pikiranku terlalu liar dan terus memikirkan hal- hal yang tidak seharusnya terjadi dalam rumah tangga aku..." sahut Suzan sambil memijit keningnya.

Alma menghela nafas. Iya, tentu saja sebagai sahabat, Alma paham dengan apa yang sedang dirasakan oleh Suzan. Tidak ada istri yang merasa tenang jika di dalam keluarga kecilnya yang awalnya baik- baik saja kini mulai timbul tanda- tanda yang bisa menghancurkan hatinya.

"Jangan terlalu dipikirkan dulu, aku nggak kamu kamu sakit beb..." Alma mengusap lengan Suzan.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Beberapa menit lagi jam kantor akan segera dimulai. Suzan dan Alma sudah berada di kantor dan sudah siap untuk mengerjakan tugas- tugas kantor yang menumpuk.

Ketika hendak masuk naik ke lift untuk menuju ke ruang kerjanya , tak sengaja Suzan yang sedang jalan berdua dengan Alma berpapasan dengan Fikri.

"Selamat pagi bu Suzan..." ucap Fikri dengan sopan.

"Pagi..." jawab Suzan singkat.

"Oya bu Suzan... Tadi pak Bagas mencari bu Suzan di ruang kerja, tapi bu Suzan tidak ada di ruangan..." ucap Fikri.

"Ada apa suamiku mencariku...?'' tanya Suzan sambil sekilas melirik ke arah Alma.

"Saya kurang tahu bu, mungkin untuk memastikan apakah bu Suzan sudah sampai kantor apa belum..." jawab Fikri.

"Oh..." sahut Suzan.

"Oya Fikri, apa hari ini suamiku akan bertemu klien...?'' tanya Suzan.

"Iya bu Suzan... Hari ini jadwalnya pak Bagas bertemu dengan bu Sonia, perwakilan dari perusahaan Atma Jaya..." jawab Fikri sambil melihat buku catatan.

"Oh begitu ya..." sahut Suzan.

"Ya udah, saya ke atas dulu..." Suzan masuk ke dalam lift diikuti oleh Alma.

"Silahkan bu Suzan..." jawab Fikri dengan sopan.

Setelah pintu lift tertutup Suzan menghela nafas. Iya, tentu saja Suzan masih kepikiran dengan kecurigaannya terhadap sang suami. Dan dia berjanji akan menyelidiki sang suami untuk memastikan apakah kecurigaannya benar atau tidak. Walaupun jujur Suzan tidak akan sanggup jika kecurigaannya ternyata benar. Suzan tidak bisa membayangkan kalau ternyata sang suami benar- benar telah mengkhianatinya.

"Alma... Apa Sonia sudah punya suami...?'' tanya Suzan yang berdiri di sampingnya.

Alma pun menoleh ke arah Suzan.

"Kalau yang aku dengar sih Sonia itu masih lajang. Tapi aku juga pernah dengar gosip, kalau dia itu sedang menjalin hubungan dengan pengusaha kaya. Tapi aku nggak tahu siapa pengusaha kaya itu. Soalnya dia orangnya tertutup..." jawab Alma.

Setelah sampai di lantai lima, Suzan dan Alma masuk ke ruang kerja masing- masing. Namun susah sekali untuk konsentrasi dengan pekerjaannya. Pikirannya terus tertuju pada kejadian tadi malam di mana Bagas salah menyebut nama saat mereka bercinta.

"Oh ya ampun... Kamu menyebut nama siapa mas ..." Suzan menutup laptopnya lalu memijit keningnya.

Dan tak lama kemudian pintu ruang kerja Suzan terbuka dari luar. Dan ternyata Bagas yang masuk ke ruang kerjanya.

"Sayang... Kau kenapa...?'' tanya Bagas begitu melihat sang istri sedang memijit- mijit keningnya.

Iya, tentu saja Bagas khawatir kalau sang istri sakit.

"Kamu kenapa sayang ...? Apa kau sakit...?'' tanya Bagas.

"Oh ... Nggak... A...aku...aku hanya capek saja..." jawab Suzan.

"Benaran nggak papa...?'' tanya Bagas sambil menatap wajah Suzan.

"Iya..." jawab Suzan.

"Kamu terlihat lelah..." ucap Bagas karena melihat wajah sang istri tidak seceria biasanya.

Iya, tadi malam Suzan tidak bisa tidur karena terus terngiang- ngiang ucapan Bagas yang menyebut nama 'babby'.

"Kau baik- baik saja kan...?'' tanya Bagas sambil menyelipkan rambut Suzan ke belakang telinganya.

"Iya...aku baik- baik saja..." jawab Suzan sambil tersenyum simpul.

"Ya udah kamu istirahat saja dulu. Jangan dipaksakan..." ucap Bagas.

"Iya..." jawab Suzan.

"Oya sayang, tadi pagi kenapa kamu tidak membangunkanku...? Aku hampir saja terlambat bangun...?'' tanya Bagas.

Suzan menatap wajah sang suami beberapa saat lalu dia menghela nafas.

"Aku nggak tega mau membangunkan kamu, soalnya tidur kamu nyenyak sekali..." jawab Suzan sambil tersenyum yang terlihat dipaksakan.

Iya, baru kali ini Suzan merasa engan sekali bicara dengan sang suami. Padahal biasanya dia sangat antusias sekali jika ngobrol dengan sang suami. Tapi akibat kejadian tadi malam, membuat Suzan kesal dan tidak ingin berlama- lama bicara dengannya.

"Kamu ada meeting hari ini...?'' tanya Suzan.

''Iya, sepuluh menit lagi aku mau meeting sama pak Morgan..." jawab Bagas.

"Trus sama siapa lagi...?'' tanya Suzan.

"Ehm.. Nggak ada..." jawab Bagas.

"Yakin...?'' tanya Suzan.

"Oya... Aku lupa, sehabis makan siang, aku meeting sama Sonia..." jawab Bagas baru mengingatnya.

"Sonia perempuan yang cantik dan suka pakai pakaian seksi itu kan...?'' tanya Suzan.

Mendengar pertanyaan Suzan, Bagas terkekeh.

"Kenapa tertawa....?'' tanya Suzan.

"Nggak... Cuma pertanyaan kamu itu bikin aku ingin tertawa saja..." jawab Bagas sambil memegang dagu Suzan.

"Kenapa...?'' tanya Suzan sambil menyembunyikan rasa kesalnya pada sang suami.

Iya, melihat Bagas tertawa karena Suzan menyebut Sonia perempuan cantik dan seksi, Suzan kesal dan berpikir bahwa Bagas menyukai Sonia.

"Sayang... Bagiku kamulah perempuan yang paling cantik dan seksi di dunia ini..." Bagas kembali menyelipkan rambut Suzan ke belakang telinga.

Suzan hanya tersenyum tipis. Iya, biasanya hati Suzan berbunga- bunga jika Bagas sedang memujinya. Namun kali ini entah kenapa Suzan justru merasa kesal.

"Ya udah sayang, aku meeting dulu sama pak Morgan..." ucap Bagas.

Suzan pun mengangguk. Kemudian Bagas mengecup bibir Suzan sebelum dia pergi dari ruang kerjanya.

Suzan membuang nafasnya dangan kasar begitu sang suami pergi dari ruang kerjanya.

"Kamu nggak lagi membohongi aku kan mas...? Oh ya ampun..." ucap Suzan sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan.

"Beb..." panggil Alma yang sudah ada di pintu ruang kerja Suzan.

Suzan pun menoleh ke arah Alma. Dan Alma melangkah mendekati Suzan yang sedang duduk di kursi meja kerjanya.

"Suamimu ngapain...?'' tanya Alma.

Iya, beberapa saat lalu Alma melihat Bagas keluar dari ruang kerja Suzan.

"Alma... Aku nggak bisa fokus kerja hari ini... Aku kepikiran terus, Alma..." ucap Suzan sambil memegang kepalanya dengan kedua telapak tangannya.

"Sabar beb...kan semua belum pasti. Kamu berdoa saja semoga apa yang ada di pikiran kamu itu tidak benar..." sahut Alma yang tentu saja kasihan melihat Suzan begitu tersiksa.

"Apa menurutmu wajar jika suamiku menyebut wanita lain saat sedang bercinta denganku ..? Dan aku salah jika aku curiga sama dia ...?'' tanya Suzan yang kesal dengan perkataan Alma yang seolah menganggap enteng apa yang sedang dirasakan olehnya.

"Bukan begitu beb...tapi kamu harus cari bukti yang kuat dulu. Kamu nggak boleh seperti ini terus, nanti kamu bisa sakit ..." sahut Alma sambil mengusap punggung Suzan.

Bersambung....

1
Sri Darmayanti
jelg selingkuh semua,,, ketahuan semua busuknya... sisan pergi ya
Mommy Almira: Keluarga selingkuh 🤭
total 1 replies
Asmara
lanjut thor
Wang
Ceritanya menarik 😍
Salsa
Suami kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
Asmara
Semoga Suzan cepet tahu siapa selingkuhan Bagas, lalu gugat cerai, trus CLBK deh sama di Bintang 😍😍
Mommy Almira: Semoga ya kak 🥰🥰
total 1 replies
Asmara
Siapa kira" pacarnya Sonia...?
Dini Anggraini
Kak kapankah bagas dan Cassandra ketahuan selingkuh kak enak banget papanya bagas suruh2 Suzan harus dapat proyek besar terus kerjanya bagas apa dong kak enak2 kan saja. Dan Suzan bila suatu saat nanti kamu akhirnya keluar dari perusahaan itu bangunlah perusahaanmu sendiri tanpa bantuan siapapun aku mau lihat apa perusahaan keluarga bagas masih bisa berdiri tegak saat Suzan sudah pergi? 🥰
Mommy Almira: Nanti ya kak, masih proses... kan Bagas anak nggak guna, nggak bisa kerja 😄🤭
total 1 replies
Asmara
.Keren🥰🥰🥰🥰
Asmara
Suzan bloon bgt sumpah.... Bagas gila, semoga cepat ktahuan , biar dicerai sama Suzan, 😡😡
Asmara
Sonia selingkuhannya siapa ya..
Dini Anggraini
Bagus susan aku dukung kamu kalau perlu video saat bagas dan casandra melakukannya agar di pengadilan nanti bisa jadi bukti nyata buat mereka berdua malu karena telah menyelingkuhi kamu. Apalagi casandra punya butik terkenal di kalangan sosialita pasti pelanggan langsung kabur begitu skandalnya viral di media sosial. Zaman sekarang ini butuh bukti nyata dan di viralkan agar orang lain ikut menghujat perbuatannya.Bila bagas nanti minta maaf jangan pernah maafkan tetap gugat cerai dia. 🥰🥰
Dini Anggraini: sama2 Kak ceritanya bagus kok 👍👍🥰🥰🥰
total 2 replies
Asmara
Hah...? jadi mamannya Bagas juga selingkuh... astogeee... 😄
araaself
lanjutttt kakk
Mommy Almira: Besok ya kak, sehari 1 bab 😁
total 1 replies
Asmara
Gila..gila...gilaaa... Ya ampun Thor , ngueas emosi bgt ceritanya... Lanjut,.
Asmara
Suamimu dah kenyang Suzan... 😅
Asmara
Ya ampun Suzan, oon jg kmu ya, suamimu LG digoda pelakor kok nggak nyadar
Asmara
Ih nyebelin bgt sumpah si Bagas 😡
Asmara
Palingan cincin buat pelakor
Asmara
Hadeeh... parah ini , disuruh ngurus perusahaan malah berbagi peluh tiap hari di hotel . parah...parah..
Asmara
Baru bab 2 udah bikin emosi Thor, Bagas suami kurang ajar 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!