NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:5.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ganteng tapi nyebelin

Damon berjalan mendekati tubuh yang tergeletak itu dengan langkah tenang namun tegas. Begitu ia berjongkok dan mulai memeriksa kondisi korban, aura pria itu berubah total. Ia langsung berubah menjadi sosok dokter yang sangat profesional, dingin, dan teliti.

Dengan gerakan cepat dan ahli, Damon meraba nadi di leher pria itu, memeriksa pupil mata, lalu segera mengobati luka-luka yang ada. Ia mengeluarkan alat P3K medis yang selalu ia bawa di tas kecilnya. Jarum suntik, obat, dan perban terpasang dengan rapi.

"Tekanan darah drop. Pendarahan hebat di area perut dan dada. Tulang rusuk mungkin retak," gumam Damon pelan pada dirinya sendiri, tangannya bekerja sangat cepat menekan titik-titik tertentu untuk menghentikan aliran darah sementara.

Sementara itu, di belakang, suasana jauh lebih santai.

Satu pengawal berjaga di dekat Damon, siap siaga kalau pria itu butuh bantuan, sementara satu lagi, harus menahan posisi agar Alea tidak ikut melihat. Tapi Alea kan tetap Alea, dia gampang bosan.

"Kakak... kakak bodyguard ganteng ..." panggil Alea manja sambil menarik-narik lengan baju pria tinggi besar itu.

"Ada apa nona? Harap tetap diam, masih ada kemungkinan bahaya," jawab pengawal itu kaku dan formal.

"Ah, diem aja terus. Bosen ah. Daripada nganggur gini, mending kita main suit-suitan yuk! Biar aku nggak kepikiran darah-darahan itu," ajak Alea antusias.

Pengawal itu terlihat bingung dan gelagapan.

"Tapi nona... tugas saya adalah menjaga, bukan bermain ..."

"Ayolah cuma sebentar! Kalo kakak nggak mau, aku teriak loh! Nanti om Damon marah kakak bikin aku nangis." ancamnya dengan wajah memelas.

Akhirnya, dengan berat hati dan wajah tetap datar, si pengawal pun menuruti kemauan majikannya.

"Suit... suit... suit!"

"Haha! Aku menang! Kakak kalah! Tangan kakak kaku banget sih kayak robot," tawa Alea renyah sekali, seolah lupa kalau baru saja ada perkelahian mematikan dan ada orang yang hampir mati di dekat mereka.

Tak lama kemudian, pekerjaan Damon selesai. Pendarahan sudah berhasil dihentikan sementara, dan kondisi pria itu sudah stabil meski masih tak sadarkan diri.

"Sudah bersih. Angkat dia dengan hati-hati," perintah Damon.

Dua orang pengawal segera bertindak. Mereka mengangkat tubuh pria itu dengan hati-hati sekali, membawanya keluar menuju sebuah mobil van hitam mewah yang tampak biasa saja tapi dilengkapi fasilitas medis lengkap dan lain-lain di dalamnya.

Damon berjalan kembali ke arah Alea yang kini sudah memejamkan mata erat-erat, tangannya menutupi wajah.

"Alea, sudah. Buka mata. Sudah tidak ada darah yang berantakan," kata Damon sambil menarik tangan gadis itu.

"Gak percaya! Paling om Damon iseng! Nanti pas aku buka mata, malah ada darah numpuk di lantai!" tolak Alea keras, matanya makin mengeratkan kelopak matanya.

"Aku tidak nakal sepertimu. Ayo masuk mobil." Alea mengerucutkan bibir dengan mata tertutup.

"Awas aja kalo om iseng, aku gigit!" ancamnya.

Damon hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis, lalu dengan sabar membimbing langkah Alea yang berjalan tertatih-tatih dan meraba-raba seperti orang buta menuju pintu mobil van itu.

"Masuklah. Duduk di sini."

Damon mendudukkan Alea di kursi empuk bagian dalam, lalu duduk di sebelahnya. Perlahan-lahan, rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Alea perlahan membuka sebelah matanya, mengintip.

"Benar nggak ada darah?"

"Benar."

Alea akhirnya membuka kedua matanya lebar-lebar. Ia melihat sekeliling mobil yang bersih dan mewah. Namun, pandangannya langsung tertuju ke arah belakang, di mana ada ranjang kecil dan tubuh pria yang tadi tergeletak kini terbaring terlentang dengan selang-selang terpasang.

"AAAAAA!! DIA ADA DI SINI JUGA?!"

Alea langsung panik setengah mati. Ia memukul-mukul dada Damon berulang kali dengan kepalan tangannya yang kecil.

"Om bilang tadi udah nggak ada! Dasar pembohong! Aku mau turun! Aku nggak mau satu mobil sama mayat hidup! Aaaa!"

"Diam Alea! Dia belum mati! Dia masih hidup! Jangan berisik!" Damon menahan kedua tangan gadis itu agar berhenti memukulnya.

Tapi Alea masih syok. Ia terus mengamati wajah pria itu yang kini sudah dibersihkan dari darah, perban menempel di beberapa bagian, tapi fitur wajahnya mulai terlihat jelas.

Perlahan, teriakan Alea mereda. Pukulannya berhenti di udara. Ia menatap wajah pria itu lekat-lekat.

Hah?

Tunggu, wajahnya...

"Eh..." Alea mengerjap-ngerjap bingung. Mulutnya sedikit terbuka.

Pria itu ... seumuran dengannya? Atau sedikit lebih tua? Tapi... dia ganteng banget?!

Hidungnya mancung, alisnya tebal, dan meski matanya tertutup rapat, terlihat jelas kalau dia adalah tipe cowok idaman. Kulitnya putih, rahangnya tegas. Benar-benar tampan dengan aura yang lembut, sangat kontras dengan Damon yang tampan tapi dingin dan menyeramkan.

"Eh, kok ganteng ya ..." gumam Alea pelan, lupa diri. Ia melupakan rasa takutnya seketika. Matanya berbinar-binar menatap wajah tak sadar itu.

"Wah... parah, lebih ganteng dari artis K-Pop yang aku temuin di mall kemaren waktu di Indo, ini Bule pop."

Damon yang melihat reaksi gadis di sampingnya langsung mendengus kesal. Rahangnya mengeras. Baru saja dia histeris takut darah, sekarang malah melongo kagum sama pria lain?

"Om, dia ganteng om!"

"Katanya kau takut darah?" ujar Damon ketus.

"Tapi dia sudah gak bedarah kayak tadi." mata Alea terus menatap pria itu.

"Sudah bersih pun dia tetap orang yang terluka parah, bukan pajangan di mall!" sahut Damon ketus, suaranya terdengar sangat tidak suka. Ia bahkan sengaja mendorong bahu Alea pelan agar gadis itu berhenti menatap ke arah belakang.

Tapi Alea tidak peduli. Rasa takutnya hilang seketika digantikan oleh rasa kagum.

"Wah, kulitnya putih banget ya om. Rambutnya pirang dikit gitu... bule gitu loh. Mancung banget hidungnya, iri deh. Kalo dia bangun nanti aku boleh kenalan nggak?" celoteh Alea antusias, matanya tak lepas dari wajah pria itu.

"Jangan harap!" potong Damon tegas dan cepat.

"Dia dalam kondisi kritis. Jangan main-main,"

"Ah, pelit banget sih nanya doang kok marah. Kan aku cuma kagum. Lagian emang faktanya dia ganteng banget, lebih ganteng dari..." Alea berhenti bicara, matanya melirik sekilas ke wajah Damon lalu kembali ke pria di belakang.

"Om Damon juga ganteng banget sih. Tapi nyebelin. Dia pasti nggak nyebelin."

Damon mendengus keras. Rasanya ingin sekali ia mencubit pinggang gadis itu sampai kesakitan. Berani sekali anak ini membanding-bandingkan dia dengan orang yang bahkan belum sadar diri itu!

Di kursi depan, dua pengawal tadi diam-diam menahan tawa. Lucu saja mendengar dua orang itu berdebat. Mereka beda usianya lumayan jauh, anehnya terlihat cocok sekali. Alea yang nakal, dan Damon yang dingin dan serius. Kombinasi yang perfect.

1
Ita rahmawati
hais gknusah dijelasin pake mulut harusnya pake tangan kyk Elvan td 🤦
Ita rahmawati
iiihh bara SM tim ngapain ikut ikutan sih kan GK jd metong tuh si abel 🤣
英
Fikir ada duit + kuasa cukup Hebat 🙄
sbb ada lagi Hebat cuma x menunjuk seperti Damian😒
Healer
ingatlah d atas langit masih ada langit.....
Healer
Sandra sama Tim aja....Elvan ajari dong Sabine bela diri...dan Sabine kamu harus jadi cewek kuat dan tangguh....
phi_dvas🌼
💪👍👍
~HartiWyn_Dee_
mana keangkuhan ..mu tadi bapak kenapa giliran tau siapa rang yg kalian lawan kok jadi kek krupuk di kesiram air....😂😂😂😂😂 lucuu...
~HartiWyn_Dee_
🤣🤣🤣🤣 gimana" masih mau sombong dan angkuh lagi....
~HartiWyn_Dee_
silahkan laporkan saja. ibu Elvan ga takut sedikitpun yg ada kalian yg akan menyesal dan malu nanti
~HartiWyn_Dee_
sembarangan kalau ngomong ya anak andalah yg memulai duluan dan siap" di tuntut...
~HartiWyn_Dee_
siap" km Abel tuh ada yg ngamuk ....
~HartiWyn_Dee_
bagus kakek...👍👍👍👍
~HartiWyn_Dee_
siap" km Abel... kakek nya Sabine ga akan tinggal diam liat cucunya terluka begitu
~HartiWyn_Dee_
harus itu Tim Abel dan teman" udah keterlaluan ...
~HartiWyn_Dee_
benar" Abel keterlaluan beneran pengen di geprek sama Tim....
~HartiWyn_Dee_
pengen di geprek nih orang
Yuliana Purnomo
syukurin,,,baru kicep mulut orang tua Abel
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘱𝘰𝘬 𝘬𝘭𝘦𝘢𝘯
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
faridah ida
aaalaaaaahhh basii kalian ,,.../Hammer//Hammer//Hammer/
siap2 bangkrut dan di penjara anak kalian ....😜😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!