NovelToon NovelToon
Cerpen Misteri Dan Horor

Cerpen Misteri Dan Horor

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: yani 11

cerita pendek misteri dan horor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6_Desa terkutuk part2

Arga membeku.

Seluruh tubuhnya terasa kaku. Napasnya tercekat di tenggorokan. Keringat dingin mengalir di pelipis, padahal udara malam begitu menusuk tulang.

Suara bisikan itu kembali terdengar.

"Jangan pergi..." bisik suara itu sangat pelan, namun begitu jelas, dengan nada lirih yang membuat bulu kuduk meremang.

Arga menelan ludah. Wajahnya pucat pasi. Bibirnya gemetar hebat.

Dengan gerakan yang sangat lambat, ia memberanikan diri menoleh ke belakang.

Kosong.

Tak ada siapa-siapa. Namun embusan napas dingin masih terasa menyapu tengkuknya, seolah seseorang berdiri hanya beberapa senti di belakang tubuhnya.

Tubuh Arga mulai bergetar.

"A... siapa di sana?" tanyanya terbata-bata, dengan mata membelalak penuh ketakutan, sementara rahangnya bergetar menahan panik.

Tidak ada jawaban.

Sebaliknya...

Puluhan sosok bermata merah di antara pepohonan perlahan mengangkat kepala mereka.

Senyuman lebar yang mustahil dimiliki manusia mulai merekah di wajah mereka.

Mulut mereka robek hingga ke telinga.

Darah hitam menetes perlahan dari sudut bibir. Lalu... Mereka semua tertawa bersamaan.

"Hihihihihi..."

"Hehehehehe..."

"Hahahahaha..."

Suara tawa itu saling bertumpuk, menggema dari segala arah hingga membuat kepala Arga berdenyut hebat.

Ia menutup kedua telinganya.

"Berhenti...! Tolong berhenti...!" teriak Arga, dengan wajah dipenuhi kepanikan, matanya memerah, dan napasnya memburu tak beraturan.

Bukannya berhenti...

Tawa itu justru berubah menjadi tangisan. Tangisan seorang wanita. Tangisan seorang anak kecil. Tangisan seorang lelaki tua. Tangisan itu terdengar begitu pilu hingga menusuk ke dalam dada.

Di sela-sela suara tangisan...

Terdengar seseorang memanggil namanya.

"Arga..." Suara itu... Suara ibunya.

"Arga... Nak... Ibu di sini..." panggil suara itu lembut, terdengar penuh kasih sayang namun menyimpan sesuatu yang membuat dada sesak.

Tubuh Arga langsung menegang. Ucapan kakek penjaga warung kembali terngiang di kepalanya.

"Kalau ada suara ibumu... jangan menoleh."

Arga memejamkan mata sekuat tenaga.

"Itu bukan Ibu... itu bukan Ibu..." gumamnya lirih, dengan wajah menahan rasa takut yang luar biasa, sementara air matanya mulai menggenang.

Namun suara itu semakin dekat.

"Arga... Kamu tega meninggalkan Ibu sendirian?" ucap suara itu, dengan nada sedih yang begitu nyata hingga mampu menghancurkan keteguhan hati siapa pun.

Arga mengepalkan kedua tangannya. Ia menggigit bibirnya hingga berdarah.

"Aku tidak boleh menoleh... Aku tidak boleh..." bisiknya, dengan wajah menegang, giginya bergemeletuk, dan seluruh tubuhnya gemetar hebat.

Tiba-tiba...

Sebuah tangan dingin menyentuh bahunya.

Perlahan. Sangat pelan. Sentuhan itu begitu dingin seperti mayat yang baru keluar dari liang kubur.

Arga memekik.

"Jangan sentuh aku!" teriaknya, dengan wajah penuh teror, matanya membelalak, dan suaranya pecah karena ketakutan.

Refleks ia menepis tangan itu.

Namun... Tidak ada apa pun. Tangannya hanya menampar udara kosong.

Belum sempat ia bernapas lega... Sesuatu menetes di atas helmnya.

Tap... Tap... Tap...

Arga mengangkat wajah.nKabut di atas kepalanya perlahan terbuka.

Di atas dahan pohon besar...

Puluhan tubuh manusia bergelantungan. Mereka bukan digantung dengan tali.

Melainkan... Leher mereka memanjang seperti akar pohon yang melilit ranting-ranting tua.

Tubuh-tubuh itu perlahan bergoyang. Kepala mereka menunduk.

Lalu...

Serempak membuka mata. Mata mereka putih seluruhnya. Tak memiliki bola mata sedikit pun. Senyuman mereka melebar hingga kulit pipinya robek. Darah hitam menetes dari mulut mereka.

"Kenapa... baru datang?" tanya mereka bersamaan, dengan senyum yang terlalu lebar dan wajah yang penuh kebencian.

Arga mundur selangkah.nKakinya menginjak sesuatu yang lunak.

Saat menoleh...

Jantungnya seperti berhenti berdetak. Tanah yang diinjaknya bukan tanah.

Melainkan... Tumpukan tangan manusia yang keluar dari dalam bumi.

Jari-jari pucat itu bergerak-gerak.

Mencengkeram pergelangan kakinya.

"Jangan... pergi..." rintih puluhan suara dari dalam tanah, dengan nada memelas namun dipenuhi dendam yang mengerikan.

Arga berusaha melepaskan diri.

"Lepaskan aku! Lepaskan!" teriaknya sekuat tenaga, dengan wajah dipenuhi keputusasaan, urat lehernya menegang, dan air mata bercampur keringat mengalir deras.

Semakin ia meronta... Semakin banyak tangan yang keluar dari tanah.

Puluhan... Lalu ratusan.

Tangan-tangan busuk itu merayap ke seluruh tubuhnya. Mencengkeram kaki, pinggang, dan bahu. Bahkan perlahan menutupi mulutnya.

Di kejauhan... Kabut kembali terbelah.

Sebuah gerbang kayu tua berdiri dengan sendirinya. Di atas gerbang itu tergantung papan lapuk bertuliskan...

"SELAMAT DATANG DI DESA KALIBIRU."

Tulisan itu perlahan berubah.bHuruf-hurufnya seperti ditulis menggunakan darah segar.

Kini terbaca...

"YANG MASUK TAK AKAN PERNAH PULANG."

Tepat ketika Arga menatap tulisan itu... Seseorang berdiri di balik gerbang. Sesosok wanita tua berbaju hitam. Wajahnya tertutup kain kafan yang penuh noda darah.

Perlahan ia mengangkat tangannya...nLalu menunjuk lurus ke arah Arga.

"Anak itu..." katanya pelan, dengan suara parau yang dipenuhi amarah, sementara tubuhnya bergetar tidak wajar.

"Dialah... tumbal terakhir..." ucapnya sambil menyeringai lebar, memperlihatkan gigi-gigi hitam yang runcing dan dipenuhi belatung yang terus merayap keluar dari mulutnya.

Seketika seluruh sosok bermata merah di dalam hutan menundukkan kepala.

Lalu secara bersamaan mereka mulai berjalan perlahan menuju Arga. Setiap langkah mereka diiringi suara tulang patah...

Krek... Krek... Krek...

Dan malam itu...

Jeritan Arga memecah keheningan hutan, sebelum akhirnya ditelan oleh tawa panjang yang menggema dari seluruh penjuru Desa Kalibiru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!