Di Benua Tianyu, kekuatan adalah segalanya.
Para kultivator menghabiskan seluruh hidup mereka untuk bermeditasi, berburu harta surgawi, dan mengejar puncak Dao.
Keluarga-keluarga besar berlomba melahirkan jenius.
Sekte-sekte kuat mencari murid berbakat.
Namun di tengah dunia yang memuja kekuatan itu, lahirlah seorang anak yang cukup aneh.
Namanya Feng Bai hu
Anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Fang, keluarga kalangan menengah ,
Ketiga kakaknya dikenal sebagai jenius yang rajin berkultivasi dan menjadi kebanggaan keluarga.
Sedangkan Feng Bai hu terkenal karena satu hal:
Malas.
Ia sering kabur dari sesi latihan.
Tidur saat kelas kultivasi.
Menghilang ketika guru mengajarkan teknik baru.
Bahkan pelayan keluarga lebih sering melihatnya di pasar daripada di ruang latihan.
Namun yang membuat semua orang kesal adalah kenyataan bahwa meskipun malas, kultivasinya selalu mampu menyamai bahkan melampaui para jenius seusianya.
ayo ,, ikuti keseuan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momon Joy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Berapa Hadiah untuk Seorang Jenius
Suasana halaman utama Keluarga Feng masih dipenuhi kegembiraan.
Para anggota keluarga terus membicarakan kejadian yang baru saja terjadi.
Akar Spiritual Surgawi.
Hanya mendengar nama itu saja sudah cukup membuat banyak orang berdebar.
Dalam seluruh sejarah Kota Qinghe.
Belum pernah muncul bakat setinggi itu.
Bahkan para tetua yang biasanya tenang kini terlihat bersemangat.
Mereka seakan melihat masa depan keluarga yang gemilang.
Seseorang yang mampu membawa Keluarga Feng kembali ke jajaran keluarga besar Kerajaan Ombak Surgawi.
Namun...
Di tengah semua kegembiraan itu.
Tokoh utama dari peristiwa tersebut justru sedang berdiri di hadapan Tetua Agung dengan ekspresi serius.
Sangat serius.
"Tetuaa, jadi, mana hadiahnya"
Bai Hu mengangkat satu jari.
Wajah Tetua Agung Feng Jianhong langsung berkedut.
"Hadiah apa?"
"Hadiah karena menjadi jenius keluarga." Bai hu tersenyum main-main
"Bukankah tetua tadi bilang aku harapan keluarga."
"Kalau begitu beri aku hadiah." Bai hu terus mengoceh pada Tetua Agung Feng Jianhong
"Kenapa kau menginginkan hadiah" ucap Tetua Agung Feng Jianhong penuh tanya,,
Bai Hu menatap sang tetua seperti melihat orang bodoh.
"Tetua,, semua orang bekerja untuk mendapatkan imbalan, Kalau tidak ada imbalan, siapa yang mau bekerja?"
"...."
Feng Jianhong merasa dadanya mulai sesak.
Di belakangnya.
Para tetua lain juga menunjukkan ekspresi aneh.
Mereka baru saja menemukan jenius terbesar keluarga.
Namun jenius itu tampaknya memiliki sesuatu yang tidak normal di kepalanya.
"Tidak semua hal harus dibayar."
kata salah satu tetua.
Bai Hu langsung menggeleng.
"itu Salah."
"Apa maksudmu salah?" sahut tetua lainnya
"Semua hal harus dibayar." Ucap Bai hu
"...." hening tidak ada jawaban
"Hanya saja bentuk pembayarannya berbeda."Celoteh Bai hu
Tetua itu terdiam.
Bai Hu melanjutkan dengan nada santai.
"Petani dibayar dengan hasil panen."
"Pedagang dibayar dengan keuntungan."
"Penjaga dibayar dengan gaji."
"Kultivator dibayar dengan sumber daya."
"Kalau seseorang melakukan sesuatu tanpa mendapat apa pun, itu namanya rugi ,kalau rugi lalu siapa yang mau melakukannya,,"
Para tetua saling berpandangan.
Mereka tidak bisa langsung membantah bocah tujuh tahun itu.
Bai hu tersenyum penuh kemenangan ,,
"Jadi ,, mana hadiahku"
Feng Jianhong memejamkan mata menghembuskann napas perlahan saat kemudian ia mengeluarkan kantong penyimpanan kecil.
Dari dalamnya muncul sepuluh batu roh tingkat rendah.
Mata Bai Hu langsung berbinar.
"Sepuluh batu roh tingkat rendah?"
Tetua Agung mengangguk.
"baiklah ini Hadiah karena kau berhasil membangkitkan Akar Spiritual Surgawi."
Bai Hu segera mengambil batu-batu roh itu.
Senyumnya bahkan lebih cerah daripada ketika akar spiritualnya diumumkan.
Para anggota keluarga yang melihat kejadian itu merasa aneh.
Seolah-olah.
Sepuluh batu roh lebih berharga daripada bakat surgawi.
"Terima kasih, Tetua Agung."
ucap Bai Hu tulus.
Kemudian ia berbalik.
Dan langsung berlari pergi.
"Hahahaha!!!, Aku kaya!"
Suara riangnya menggema ke seluruh halaman.
Para tetua hanya bisa memandangi punggungnya.
"..."
"..."
"..."
Mereka kini merasakan firasat buruk bahwa sesuatu yang merepotkan akan terus terjadi di masa depan.
Sore hari di Kediaman keluarga utama
Terlihat Empat bersaudara Keluarga Feng sedang berkumpul di halaman belakang.
Feng Tian Yu Kakak sulung Bai hu terlihat sedang berlatih pedang.
Setiap tebasannya menghasilkan suara siulan tajam.
Usianya belum genap enam belas tahun.
Namun kultivasinya sudah mencapai Tahap Akhir Pembentukan Fondasi.
Prestasi yang membuat banyak orang kagum.
Tidak jauh darinya.
Feng Yun He , kakak kedua dari Bai hu sedang mempelajari sebuah kitab formasi. Feng Yun He di usia 13 tahun memiliki kultivasi di tahap Awal Pembentukan fondasi
Sementara Feng Ling Yue kakak ke 3 dari Bai hu Sedang duduk di paviliun sambil menikmati teh.
Ia juga berbakat dalam kultivasi ,, dengan usia yang baru 10 tahun , telah memiliki kultivasi Tahap Menengah Pengumpul Energi
BRAK!
Pintu halaman terbuka tiba-tiba
Bai Hu berlari masuk dengan wajahnya penuh kebahagiaan.
"Kakak!,, Aku kaya! Hahahahahaha"
Tiga kakaknya menoleh bersamaan.
Bai Hu mengeluarkan sepuluh batu roh ,meletakkannya di atas meja satu per satu.
Tok.
Tok.
Tok.
Suara batu roh terdengar sangat merdu di telinganya.
Ling Yue tertawa kecil.
"Hanya sepuluh batu roh."
Bai Hu langsung memeluk batu roh itu.
"Kakak Ketiga,Jangan menghina kekayaan orang lain."
Ling Yue menutup mulutnya sambil tertawa.
Tian Yu menggeleng.
"Kau baru saja menjadi jenius nomor satu keluarga, tapi yang kau pikirkan hanya uang?"
Bai Hu menatap kakaknya.
"Kalau Kakak Tian tidak mau uang,Aku bisa menerimanya di masa depan."
"..."
Tian Yu langsung memalingkan wajah.
Yun He tertawa keras.
"Hahaha!"
Bai Hu segera duduk.
Lalu mulai menghitung ulang batu roh miliknya.
Satu.
Dua.
Tiga.
menghitung lagi lagi dan lagi
Melihat tingkah Bai hu Tian Yu akhirnya tidak tahan.
"Apa yang sebenarnya kau lakukan,, ?"
"Aku hanya menghitung untuk memastikan jumlahnya tidak berubah,aku tidak akan membagikan kepada kakak jadi jangan mengangguku." Jawab Bai hu datar
"..."Tien Yu Terdiam mendengar jawaban monohok Bai hu
Di Aula Tetua.
Seluruh petinggi keluarga sedang mengadakan pertemuan.
Topiknya hanya satu yaitu Feng Bai Hu.
"Sebaiknya kita memberikan sumber daya terbaik untuk perkembangan Bai Hu."
kata seorang tetua.
"Benar, Dia adalah masa depan dan harapan keluarga."
"Kita harus memilh Guru terbaik,Memberikan Teknik terbaik,Menyediakan Pil terbaik."
"Semua harus diberikan."
dan semua orang setuju.
Namun Feng Jianhong tampak diam.
"Tetua Agung?, apa ada masalah"
tanya seseorang.
Pria tua itu menghela napas.
"Aku hanya sedikit khawatir."
"Khawatir apa tetua?"
Feng Jianhong terdiam beberapa saat ,Lalu berkata dengan penuh keluhan,,
"Apakah kalian tidak merasa aneh,, anak itu terlalu menyukai uang , Bukankah dia harus senang karna memiliki Akar spiritual Surgawi , kenapa dia malah memerasku untuk mendapat hadiah, aku hanya merasa Feng Bai Hu akan sangat sulit di atur dan banyak menyebabkan masalah?"
Ruangan langsung sunyi.
Semua orang mengingat kembali kejadian siang tadi.
Lalu perlahan mengangguk.
Memang.
dia sangat menyukai uang.
Bahkan terlalu menyukai uang.
"Tapi tetua,, itu bukan masalah besar,Anak-anak akan berubah saat dewasa." ucap Salah satu tetua
Semua orang setuju.
Tidak ada yang menyadari.
Bahwa beberapa tahun kemudian.
Feng Bai Hu justru akan menjadi jauh lebih mata duitan daripada hari ini.
Setelah kembali ke kediaman ,,Bocah itu terlihat sedang berbaring di tempat tidur.
Sepuluh batu roh tertata rapi di depannya.
Matanya berbinar ,,v
"Sepuluh batu roh apa yang harus aku lakukan, Kalau disewakan ke murid lain dengan bunga..."
"Tidak, tidak, tidak, itu terlalu lambat."
"membeli jamur roh? , Hasilnya cukup lumayan,Tapi masih kurang."
Bai Hu terus berpikir.
Ia sama sekali tidak memikirkan kultivasi.
Yang ada di kepalanya hanyalah satu hal.
Bagaimana cara membuat sepuluh batu roh menjadi dua puluh.
Dua puluh menjadi empat puluh.
Empat puluh menjadi seratus.
Matanya perlahan berbinar ,Sebuah ide muncul.
"Kota Qinghe.. Di Pasar Timur.Aku ingat ada pedagang yang menjual Buah Roh Hijau dengan harga sangat murah."
Senyum Tamak perlahan muncul di wajah Bai hu.
"hehehehee ,,,Besok aku akan mulai menghasilkan banyak uang."
Bersambung..
makasih sudah buat novel fantasi timur komedi gw harap lanjut