NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)

​Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.

​Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.

​Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.

​Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINTU RAHASIA DAN JEJAK SEJARAH YANG TERHAPUS

Cahaya matahari pagi yang hangat perlahan merembes di antara celah dedaunan raksasa, menyambut langkah Tian Xue dan Lu Shi saat mereka keluar dari mulut gua purba.

​Udara di luar terasa sangat dingin dan lembap, pekat oleh aroma tanah basah serta bau amis darah samar yang tertinggal dari pertempuran beberapa hari lalu.

​Di sekeliling mereka, Hutan Purba membisu dalam keheningan yang mencekam.

​Pohon-pohon berumur ribuan tahun menjulang tinggi seolah ingin menembus langit, sementara suara erangan Beast liar dari kejauhan sesekali terdengar memecah kesunyian—sebuah pengingat konstan bahwa ancaman selalu mengintai dari segala arah.

​Tian Xue melangkah pelan seraya meraba perut sampingnya dari luar pakaian.

​Meski luka robekan fatal itu telah menutup sempurna berkat regenerasi ajaib Garis Darah Naga Purba, sensasi kaku di sekitar otot barunya masih sedikit terasa.

​Lu Shi yang melangkah berdampingan dengannya melirik ke arah pergerakan tangan pemuda itu.

​Gadis itu mendengus kasar, lalu dengan sengaja menepuk punggung atas Tian Xue tanpa belas kasihan.

​TAK!

​"Hei, Bodoh! Berhenti berjalan meliuk-liuk seperti cacing tanah kelaparan begitu!" jerit Lu Shi dengan nada barbar khasnya yang memecah keheningan pagi.

​"Tubuhmu itu terbuat dari batu atau apa, hah? Luka menganga yang bisa merapat cuma dalam tiga hari jelas menandakan fisikmu sudah sembuh total! Harusnya kau sudah sanggup berlari kencang membelah hutan!"

​Tian Xue menghentikan langkahnya sejenak. Ia melirik sedingin es ke arah tangan Lu Shi yang masih menempel di punggungnya.

​"Kalau kau menepuknya lebih keras lagi, pegal di badanku justru akan tambah parah, Gadis Barbar," jawab Tian Xue datar, wajahnya tanpa ekspresi.

​"Cih! Dasar tuan muda jadi-jadian yang lemah!"

​Lu Shi mencibir, mengibaskan tangannya dengan gaya santai seraya berjalan mendahului Tian Xue.

​"Padahal saat memukuli dua Beast Peringkat 4 kemarin gaya tempurmu sudah seperti iblis liar yang lepas dari neraka. Sekarang kau malah berakting rapuh!"

​Tian Xue hanya menggelengkan kepala pelan, sama sekali tidak berniat melayani ocehan gadis itu lebih jauh.

​Di dalam benaknya, ia justru kembali menganalisis pertempuran kemarin. Naluri taktisnya terus bekerja, membedah setiap celah dan kekurangan fisiknya yang hampir saja membuatnya tewas konyol tertusuk cakar lawan.

​Keduanya terus berjalan menembus rimbunnya semak belukar Hutan Purba.

​Medan yang mereka lalui semakin terjal, dikelilingi oleh formasi batuan granit raksasa yang tertutup lumut tebal berusia ratusan tahun.

​Energi alam di area ini terasa kian pekat, berat, dan menekan dada, menandakan bahwa mereka sudah semakin dalam memasuki wilayah terlarang yang belum pernah dijamah manusia modern.

​Setelah menempuh perjalanan selama dua jam tanpa henti, Lu Shi mendadak menghentikan langkahnya.

​Di hadapan mereka, menjulang sebuah dinding tebing batu granit yang amat tinggi hingga puncaknya tertutup oleh kabut.

​Di dasar tebing itu, tersembunyi rapat di balik lilitan akar-akar pohon beringin purba yang berukuran sebesar tubuh manusia, terdapat sebuah pintu batu raksasa.

​Permukaan pintu tersebut memancarkan aura kuno yang amat berat.

​Jika seseorang tidak mengamati dengan sangat teliti, keberadaan pintu batu itu akan sepenuhnya tersamarkan oleh rindangnya vegetasi dan ilusi alam sekitar.

​Lu Shi berbalik menghadap Tian Xue. Seringai usil di wajahnya mendadak lenyap, berganti dengan raut yang sangat serius.

​"Dua tahun lalu, saat kemampuanku masih berada di Garis Darah Tingkat 2, aku tidak sengaja tersesat dan menemukan pintu batu ini," ujar Lu Shi pelan.

​Telunjuk lentiknya menunjuk ke arah celah akar raksasa di tebing.

​"Tapi sayang, waktu itu aku masih terlalu lemah. Tekanan aura gaib yang keluar dari balik pintu ini begitu tebal dan menekan..."

​Gadis itu sedikit mengernyit, mengingat pengalaman buruknya.

​"...Hingga garis darahku sama sekali tidak sanggup menahannya. Aku bahkan muntah darah hanya karena berani mendekatinya sejauh sepuluh langkah."

​Tian Xue tidak langsung merespons cerita Lu Shi.

​Sepasang matanya yang tajam menyipit, memindai setiap detail dari struktur pintu batu raksasa tersebut.

​Celah-celah gaib dan getaran energi halus yang terpancar dari balik semak seketika membuat darah di dalam nadinya berdesir. Inti Garis Darah Naga Purba miliknya seolah beresonansi, memanggilnya untuk mendekat.

​Perlahan, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Tian Xue melangkah maju melewati tubuh Lu Shi.

​"Hei! Kau mau apa?! Jangan gegabah, Bodoh!" seru Lu Shi memperingatkan.

​Namun Tian Xue mengabaikannya.

​Ia merentangkan lengan kirinya, lalu dengan sekali kibasan tenaga fisik, ia menyapu tumpukan dedaunan busuk dan lumut tebal yang menutupi sebilah permukaan batu datar di samping pintu.

​WUSH!

​Di balik sapuan debu dan lumut yang berterbangan, terungkaplah pahatan huruf-huruf rumit yang memancarkan pendar cahaya keemasan redup.

​"Ini... tulisan naga kuno," gumam Tian Xue pelan, matanya membelalak tipis.

​Lu Shi ikut melangkah mendekat. Ia tidak merasakan tekanan separah dua tahun lalu, berkat kultivasinya yang kini sudah menyentuh Peringkat 3.

​Matanya membelalak kaget melihat pahatan di batu tersebut.

​"Bahkan saat pertama kali menemukan tempat ini, aku sama sekali tidak menyadari ada pahatan di batu ini!" seru Lu Shi keheranan.

​"Bagaimana bisa kau langsung menemukannya dengan instingmu? Dan... apa kau benar-benar bisa membaca tulisan aneh itu?!"

​Namun, sebelum Tian Xue sempat membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Lu Shi—

​WUUUSSSHHHH!

​Bayangan cahaya keemasan yang membakar mendadak meledak keluar dari balik pahatan batu tersebut, menyelimuti tubuh Tian Xue!

​DEG!

​Sensasi benturan mendadak menghantam pusat kesadaran pemuda itu.

​"AAAKKKHHH!"

​Tian Xue mengerang histeris seraya mencengkeram kepalanya erat-erat dengan kedua tangan.

​Rasa nyeri yang luar biasa dahsyat menyengat saraf otaknya, seolah sebuah memori raksasa dari era kuno dipaksa masuk dan dijejalkan secara brutal ke dalam benaknya!

​Dalam sekejap mata, pandangan visual Tian Xue berubah total.

​Dunia di sekitarnya menghilang, ditarik paksa menembus lorong waktu, membawanya menyaksikan kilas balik peristiwa yang terjadi ribuan tahun silam!

​Di dalam penglihatannya, langit Hutan Purba tidak lagi hijau. Langit itu tampak membara merah bagaikan lautan api yang tak bertepi, menghujankan abu vulkanik dan darah ke atas bumi.

​Seekor Naga Purba raksasa berwarna hitam keemasan membentangkan sayapnya yang megah menutupi langit.

​Awan mendung bergulung di sekeliling tubuh naga tersebut, memancarkan tekanan hierarki yang begitu agung dan mutlak, hingga tak lagi sanggup diukur oleh nalar dan batas Peringkat manusia!

​Di belakang sang Naga Purba, berderet jutaan entitas mitologi legendaris yang berdiri menantang langit dengan penuh luka.

​Tian Xue melihat sosok Phoenix yang terbakar api abadi, Qilin berzirah petir yang meraung marah, serta siluet Rubah Ekor Sembilan raksasa yang kesembilan ekornya berlumuran darah!

​‘Itu... leluhur dari garis darah Lu Shi?!’ batin Tian Xue tersentak di dalam visinya.

​Ras-ras agung itu berdiri sejajar, membentuk barisan benteng pertahanan terakhir yang pernah ada di Benua Canglan.

​Namun yang membuat darah Tian Xue mendidih adalah pemandangan di seberang sana.

​Di hadapan barisan pelindung purba tersebut, berdiri jutaan praktisi manusia.

​Mereka memancarkan aura kultivasi yang sangat mengerikan, memegang senjata-senjata pusaka gaib, dan menatap dengan penuh rasa benci serta keserakahan ke arah sang Naga Purba.

​Suara sang Naga Purba kemudian menggelegar dahsyat. Suaranya menggoncang jiwa dan benak Tian Xue hingga bergetar hebat:

​"Manusia... Dulu di era kegelapan, kalian berlutut, menangis, dan memohon kepada bangsa kami agar kami mau membagikan setetes darah untuk melindungi ras kalian yang rapuh..."

​Sang naga agung berhenti sejenak.

​Tatapan matanya yang keemasan memancarkan kepedihan yang sangat mendalam, sekaligus kemurkaan murni yang sanggup meruntuhkan tatanan langit dan bumi.

​"Sekarang, setelah kalian memahami Jalan Dao... setelah kalian mencuri kekuatan kami untuk berkultivasi... kalian justru mengkhianati kami, memburu anak-anak kami, dan merebut tanah leluhur kami!"

​BANG!

​Belum sempat Tian Xue mendengar kelanjutan ucapan sang naga maupun menyaksikan benturan dari pertempuran apokaliptik tersebut, kesadarannya mendadak terlempar kembali secara paksa ke alam nyata!

​"HAKH! HAKH!"

​Tian Xue tersentak kaget. Tubuhnya ambruk, bertumpu pada kedua lututnya di atas tanah basah.

​Keringat dingin mengucur deras membasahi seluruh pakaiannya, dan napasnya memburu terengah-engah seolah ia baru saja ditarik keluar dari dalam lautan darah.

​Lu Shi yang sempat kebingungan melihat Tian Xue mendadak kejang dan berteriak, kini ikut tersentak panik.

​Gadis barbar yang biasanya acuh tak acuh itu langsung berlutut di samping Tian Xue, memegang bahu pemuda itu seraya menatapnya dengan raut wajah cemas.

​"Bodoh! Apa yang sebenarnya terjadi padamu?!" seru Lu Shi dengan nada panik yang tidak mampu ia sembunyikan. "Kenapa kau mendadak berteriak histeris seperti orang kesurupan?!"

​Tian Xue memejamkan mata rapat-rapat, menggertakkan giginya. Ia memusatkan pikirannya, menarik napas dalam-dalam demi menenangkan gejolak darah dan jantungnya yang berdegup liar.

​"Entahlah..." bisik Tian Xue dengan suara serak, mengusap keringat dingin di dahinya menggunakan punggung tangan.

​Pemuda itu menatap lurus ke arah pintu batu raksasa di hadapannya, matanya memancarkan kerumitan yang luar biasa.

​"Aku... seolah baru saja ditarik masuk ke dalam bayangan memori perang ribuan tahun lalu."

​Tian Xue menoleh menatap Lu Shi. "Sebuah sejarah kelam Benua Canglan... yang sengaja dihapus dan ditutupi oleh umat manusia."

1
Arni Arlinawati pratiwi
waas eusi na ngaburial peujit hungkul.. /Sweat/
Arni Arlinawati pratiwi: mangga leb ok! 🤣🤣🤣
total 6 replies
Jumadil
jangan lupa mcnya ambil itu hartanya
Kausafiksi.id: 😁 tentu pasti
total 1 replies
Day Chuk
visual gambar nya coooy
Kausafiksi.id: 😁 selanjut setiap bab kedepan di usahain ada 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
hahaha mending l3nyap kan sajah dapat harta nya juga
Kausafiksi.id: tian xue seperti itu memang
total 1 replies
Day Chuk
tian xue mengerikan🫢
Kausafiksi.id: sangat dingin iya kan
total 1 replies
Day Chuk
wih sekarang ada visual gambar nya thor😁
Day Chuk
aku suka karakter lu shi, tetap bar bar
Kausafiksi.id: bayangin cantik anggun tapi bar bar😁
total 1 replies
Day Chuk
semoga menarik😁
helena
?? pasangan kh Thor?
helena: ilang deh image CEO ganteng.. 🤣 jadi CEO Kekar💪
total 7 replies
Anonim
seperti nya tian xue adalah keturuan naga agung
Kausafiksi.id: Mungkin iya mungkin tidak
total 1 replies
Anonim
apa kah mereka akan menjadi pasangan thor
Kausafiksi.id: bisa iya bisa tidak 😁
total 1 replies
Anonim
keputusan uang tepan tian xue, masa bawa bawa ibu kan repot juga kalau ada musuh 🫢
Kausafiksi.id: 😁 benar sekali kaka
total 1 replies
Anonim
Saya menyuka
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
siap thor 🙏👍 otw
Firmahadi
izin mampir bg😄
Day Chuk
sangat seru, di tunggu updete selanjut nya 🙏
Kausafiksi.id: terimakasih, di tunggu ya 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
karya luarbiasa
Day Chuk
Gokil thor, menantikan bab selanjutnya
Kausafiksi.id: sip bang👍
total 1 replies
Day Chuk
buset 🤣
Day Chuk
hahahaha mau mati malah halusinasi
Day Chuk: ia emang barbar banget😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!