NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali, Menggulingkan Kaisar

Terlahir Kembali, Menggulingkan Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ibu Tiri / Penyesalan Suami / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:87.6k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Mulai dari sekarang kamu adalah putraku, kamu yang akan menduduki tahta naga. Gantikan posisi kaisar, injaklah keparat itu."

Sang permaisuri berbisik sembari tersenyum, menatap ke arah seorang pangeran kecil berpakaian lusuh di istana terbuang.

Lin Krisan, merupakan putri tunggal dari jendral yang berkuasa. Diangkat menjadi permaisuri, setelah mendukung suaminya dari status pangeran hingga menjadi kaisar.

Namun, kasih sayang tidak didapatkannya. Kaisar lebih menyayangi para selirnya. Hingga pada akhirnya permaisuri Lin meninggal di istana dingin, setelah diracuni oleh kaisar.

Wanita yang terlahir kembali, kembali mengulangi waktu.

"Aku tidak akan berusaha merebut cintamu lagi. Tapi aku akan merebut tahtamu."

Menjadikan istana bagaikan papan catur, melucuti kekuasaan kaisar pengkhianat. Menjadikan putranya yang manis sebagai kaisar baru.

Tapi lebih dari itu, mata perdana menteri mengawasinya...atau menginginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran

Setiap anak memiliki bakat dan keahlian di bidang yang masing-masing. Pangeran pertama merupakan putra dari selir Agung, dapat dikatakan semua kasih sayang, financial, bahkan pendidikan didapatkannya dalam level yang terbaik. 

Karena itu, walaupun berusia 10 tahun, sudah pasti kemampuan kaligrafi pangeran pertama hampir setara dengan sarjana. Walaupun sejatinya pangeran pertama tidak memiliki bakat dalam sastra.

Pangeran pertama terdiam sejenak, berpikir tentang ucapan selamat ulang tahun apa yang terbaik untuk Kaisar. 

Pada akhirnya pangeran pertama menulisnya benar-benar sebuah ucapan ulang tahun dengan makna yang…

Dapat membuat permaisuri tersenyum lebih tepatnya. 

Kaisar yang menyaksikannya mengangkat sebelah alisnya. Selir Agung yang berada di samping putranya mengerutkan keningnya. 

“Apakah sudah selesai? Mohon pangeran pertama menunjukkannya kepadaku.” Permaisuri berucap penuh senyuman.

Dengan bangganya pangeran pertama menyodorkan tulisannya. Tulisan yang jauh lebih rapi daripada pangeran kelima. Walaupun tanpa lukisan sama sekali. 

Permaisuri menipiskan bibir menahan tawanya. Kemudian membacanya. 

“Kaisar seperti gunung, Kaisar seperti lautan. Selamat ulang tahun yang mulia Kaisar, semoga panjang umur 1000 tahun.” 

Para nyonya bangsawan yang berada di sana mulai berbisik-bisik. Setelah permaisuri membaca apa yang tertulis di sana. 

“Kenapa kemampuannya jadi seperti ini? Bukankah tadi puisi yang dibuatnya begitu bagus.”

“Benar begitu membuat ucapan selamat ulang tahun untuk Kaisar menjadi seperti ini.”

“Atau jangan-jangan itu bukan—”

Para nyonya bangsawan tidak mengucapkannya. Tapi memiliki anggapan yang sama. Jalan pikiran yang sama, kemungkinan besar puisi yang sebelumnya tidak dituliskan oleh pangeran pertama.

“Wah kata-katanya indah sekali. Ini adalah buatan pangeran Cakra?” Pertanyaan penuh senyuman dari permaisuri. 

“Benar ini adalah buatan hamba. Hamba sudah menulisnya dengan begitu rapi.” Jawaban yang diucapkan oleh pangeran pertama. 

Permaisuri mengangkat sebelah alisnya, senyuman di wajahnya berubah dari senyuman yang begitu ramah penuh rasa kebahagiaan menjadi senyuman mengerikan. Wanita itu menatap begitu dingin pada pangeran pertama. 

“Pangeran Cakra, Apa kamu tahu konsekuensi dari membohongi Kaisar?” Kalimat yang begitu pelan. 

“Serendah-rendahnya hukuman penjara, seberat-beratnya adalah pemusnahan 9 generasi. Kenapa permaisuri menanyakannya?” Sebuah pertanyaan dari pangeran pertama. 

“Aku tidak akan mengingkari janjiku. Ini adalah gelang giok yang aku janjikan.” Permaisuri melepaskan gelang giok yang ada di tangannya.

Dirinya masih tersenyum meremehkan.”Pangeran pertama bisa membedakan tulisan dari kedua kertas ini?” 

Wanita yang sengaja membuka puisi dan lukisan buatan pangeran kelima. Serta ucapan selamat ulang tahun yang dibuat oleh pangeran pertama. 

“A…aku…” pangeran pertama mundur selangkah, menyadari ini adalah perangkap dari permaisuri. 

“Aku apa?” Permaisuri mengangkat sebelah alisnya. Wanita yang tiba-tiba tersenyum menyeringai, lebih mengerikan lagi. Wajahnya yang angkuh penuh kesombongan. Dirinya dapat menyembunyikan kemampuan putranya. Tapi tidak akan membiarkan pangeran pertama mengambil keuntungan dari putranya.

“Ini lukisan milik siapa…Kenapa karakternya benar-benar berbeda dengan milik pangeran pertama. Tulisannya lebih berantakan, benar-benar tidak rapi. Ditambah dengan kebiasaan menulis huruf yang berbeda. Buatan siapa…” permaisuri menekankan kata-katanya. 

Selir Agung membulatkan matanya, melirik ke arah putranya. 

Dengan cepat dirinya menarik putranya untuk berlutut.”Permaisuri! Mohon ampuni pangeran pertama, pangeran pertama hanya seorang anak-anak. Mungkin dia ingin mendapatkan pujian dari Kaisar sehingga, melakukan hal seperti ini.”

“Sungguh perilaku yang baik!” Permaisuri meletakkan kaligrafi dan lukisan tersebut. Kemudian bertepuk tangan, wajahnya kembali tersenyum.”Menuduh adik sendiri sebagai pencuri, hanya karena adiknya menggunakan pakaian mewah. Kemudian mengakui karya orang lain sebagai karyanya sendiri. Beginikah cara selir Agung mendidik putranya? Aku yakin cepat atau lambat pangeran pertama akan hancur dalam didikanmu.” 

Beberapa nyonya bangsawan masih berada di sini. Mereka semua berbisik membicarakan ini. 

“Ternyata pangeran pertama tidak memiliki etika.”

“Tapi benar juga, dibandingkan dengan pangeran kelima yang terlalu impulsif. Pangeran pertama juga salah terlebih dahulu, hanya karena adiknya menggunakan pakaian bagus maka adiknya adalah pencuri. Kemudian menyuruh dayang untuk membuka pakaian adiknya. Bukankah itu perlakuan tidak beradab.”

“Bagaimana bisa orang seperti ini akan menduduki tahta putra mahkota.”

Mereka tidak mengatakannya secara langsung, hanya berbisik-bisik membicarakan segalanya yang mereka lihat dan dengar. 

“Permaisuri! Pangeran pertama hanya melakukan kesalahan kecil. Lagi pula pangeran kelima sudah melukai pangeran pertama.” Kaisar menekankan kata-katanya. Hanya kesalahan kecil yang dilakukan oleh salah satu putra kebanggaannya.

“Benar! Ini semua hanya karena salah paham. Aku hanya ingin mendidik adik agar tidak mencuri. Makanya aku melepaskan pakaiannya. Supaya adik tidak dihukum nanti.” Pangeran kelima mengepalkan tangannya. Dirinya sama sekali tidak boleh disalahkan.

“Yang mulia benar-benar pilih kasih. Hanya mendengarkan semuanya satu pihak.” Permaisuri melirik ke arah putranya.”Lian! Kemari!” 

Anak kecil berusia 5 tahun itu perlahan mendekat. Wajahnya yang putih bersih sedikit dikotori oleh darah dan lumpur. Matanya menatap ke arah ibundanya. 

Otak kecilnya berpikir, satu-satunya peraturan yang dikatakan oleh ibundanya adalah tidak boleh membocorkan bahwa dirinya memiliki kemampuan. Harus tetap terlihat bodoh dan tidak bisa apa-apa.

“Sekarang kamu katakan kenapa kamu menyerang pangeran pertama. Anak ibunda tidak mungkin marah tanpa sebab bukan?” Tanyanya mengelus pelan pipi putranya. 

“Pangeran pertama tiba-tiba datang, melihatku menggunakan pakaian yang ibunda berikan. Kemudian menuduhku sebagai seorang pencuri.” Anak itu menunduk, apakah akan ada orang yang mempercayainya? Di istana belakang dirinya selalu dikucilkan. Bahkan Kaisar sendiri tidak pernah mempercayai kata-katanya. 

Anak yang selalu dijadikan kambing hitam oleh pangeran lainnya. 

“Tapi itu sama sekali tidak menjadi alasan bagimu untuk melukai kakakmu sendiri!” Suara bentakan Kaisar terdengar. 

“Bukankah selir Agung juga sudah menusuk lengan putraku?” Permaisuri mengangkat sebelah alisnya. 

“Itu karena dia ingin mendidik pangeran kelima. Bahwa melukai saudaranya sendiri itu adalah hal yang salah!” Kaisar tetap kukuh dengan pendiriannya. 

“Jadi membalas seseorang, dengan alasan mendidik dapat dibenarkan? Ini perkataan Kaisar sendiri. Jangan pernah menyesalinya…” permaisuri melirik ke arah Kaisar. Wajahnya tersenyum tenang. 

“Lian…sekarang ceritakan kepada Ibunda. Tidak mungkin hanya karena pakaian kamu menusuk lengan saudaramu sendiri. Sekarang katakan, Kenapa kamu melakukan itu?” Wanita yang benar-benar meyakini karakter pangeran kelima. Dirinya tidak akan salah untuk memilih putra angkat. 

“Pangeran pertama menghina ibunda. Dia mengatakan ibuku menaiki ranjang naga. Ibuku hanya penghibur. Aku sudah bilang ibunda bukan orang seperti itu. Aku sudah mengatakan Ibunda…” pangeran kelima menangis sesegukan, permaisuri segera memeluknya. Putranya yang benar-benar malang dan pintar.”Aku hanya ingin membela Ibunda…”

“Yang mulia permaisuri itu semua hanyalah kebohongan! Aku tidak pernah—” kalimat pangeran pertama di sela. 

Mata permaisuri melirik ke arah dayang yang berada di tempat ini. Lebih tepatnya dayang yang menjaga pangeran pertama. 

“Katakan! Apa yang dikatakan oleh pangeran kelima itu benar!? Kalau kamu berani membohongiku, aku benar-benar akan memusnahkanmu dan keluargamu.” Permaisuri berusaha keras untuk tersenyum, dirinya adalah hukum di istana belakang. Seseorang yang memegang stempel Phoenix. 

“Ha…hamba—” sang dayang yang tangannya masih terluka menunduk ketakutan. 

“Jika kamu berbohong, dan sedikit saja buktinya ketahuan olehku. Kamu akan tahu akibatnya. Tapi kalau kamu tidak berbohong, Aku berjanji aku sendiri yang akan melindungimu. Kamu tahu kan siapa yang memiliki kekuasaan di istana belakang. Katakan…” kalimat begitu mengintimidasi dari permaisuri. 

Sang dayang menelan ludahnya. Matanya melirik ke arah pangeran pertama yang terlihat pucat pasi. Begitu juga dengan selir Agung yang menatap tajam padanya. 

“Ha…hamba…” 

1
chataleya
kali ini aku suka tindakan selir Yun. ingat, kali ini saja 🤭
Biyan Narendra
good job pangeran ke lima
Anak yg seiring jalan dengan sang ibu
Biyan Narendra
mampus
Ufiyyyy
bgus lian👍👍👍
Biyan Narendra
jangan sampai deh di sentuh kaisar..
hayu pangeran kecil,segera beraksi
Caty Chanel
semoga saja . permaisuri punya cara untuk membatalkan niat kaisar .misal di kasih minuman yg ada kandungan halusinasi. bener bener gak rela aku kalau permaisuri di unboxing kaisar ini 😭
Indar
semoga ada kejadian yg menghebohkan di istana biar gagal semua rencana kaisar
💟노르 아스마💟
seruuuu
chataleya
kenapa aku ikut tidak rela yaaa?? ayo dong selir Yun dan selir lain buat perkara apa gtu lah... 🙈 ini waktunya kalian para selir untuk menggatalll
Ufiyyyy
lian... ayolah cari bntuan paman bkin huru hara spya kaisar g jd mginp d istana phoenix🤣🤣🤣🤣🤣
yesi yuniar
pasti permaisuri sudah memiliki cara utk menggagalkannya 😆
Eka Anam
habis itu permaisuri demam karena kelamaan berendam air dingin xixixixi
biar kapok kaisarnya
enak bener dah sekian purnama di anggurin tiba2 minta jatah dengan alasan tidak tega melihatmu dihina
lanjut KK author,semangat💪
Nur Wahyuni
aduh gimana ini.. mana perdana menteri atau pangeran kelima.. tolong ini permaisuri dalam bahaya😄😄..
yula
💪💪💪💪💪thor
Amelia Rizeki
jangaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnn
mimief
ya elah Thor
kasian amet Krisan dapat barang bekas🫣🤣🤣
jgn lah
nur
lanjut thor, bkin penasaran
merry
jgn mau krisann,, krjaiin lbh bgsss🤣🤣🤣
Indar
ayo pangeran kelima bantu ibundamu utk bisa mengusir ayahmu dari istana phoenix
lin sya
jijik skli dgn kata2 kaisar, jgn smpai nyerahin diri, rugi, apalagi klo smpai melahirkan anak kaisar permaisuri bakal dimnfaatin trus, psti permaisuri byk akal biar gk smpai disentuh, mnding sm perdana menteri walaupun kaku tp setia menunggu jndanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!