NovelToon NovelToon
MY ALTER EGO

MY ALTER EGO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Wanita Karir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: FantasiKuyy

Judul: My alter ego

Kehilangan orang tua, pengkhianatan suami, dan terjebak di kantor yang toksik membuat hidup Hira Lione hancur dalam semalam. Namun, saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara misterius muncul di dalam kepalanya.

Demi membalas dendam, Hira membuat kesepakatan berbahaya: menyerahkan kendali tubuhnya pada sosok alter ego yang dingin dan kejam. Hira yang rapuh kini telah tiada, digantikan oleh predator yang siap meruntuhkan hidup siapa pun yang pernah menginjak-injak harga dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantasiKuyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Pagi yang Baru, Pemain yang Berbeda

​Sepatu hak tinggi merah marun itu mengetuk lantai kayu berulang kali.

​Hira berdiri di depan cermin seluruh badan. Pantulan yang membalas tatapannya sama sekali tidak terlihat seperti wanita yang semalaman menangis tersedu-sedu.

​Rambut panjangnya kini disisir rapi, ditarik ke belakang membentuk kuncir kuda yang ketat dan tajam. Tidak ada lagi riasan tipis pucat. Goresan lipstik merah gelap membingkai bibirnya dengan sempurna.

​Kemeja kebesaran dan celana bahan usang miliknya sudah teronggok di sudut ruangan. Kini, ia mengenakan blus sutra hitam yang pas di badan, dipadukan dengan rok pensil yang menonjolkan lekuk tubuhnya.

​{Tubuh ini sebenarnya punya proporsi yang sangat bagus. Sayang sekali kau selalu menyembunyikannya di balik pakaian murahan, Hira.}

​Di dalam kepalanya, suara Hira yang asli terdengar sangat pelan dan ragu.

​{Pakaian itu... terlalu berlebihan. Bagaimana kalau orang kantor memperhatikan?}

​Ujung bibir Hira tertarik ke atas, membentuk seringai tipis. Ia merapikan kerah blusnya dengan gerakan pelan.

​{Itu tujuannya. Biarkan mereka melihat. Biarkan mereka sadar bahwa mangsa yang biasa mereka injak sudah berubah wujud.}

​Terdengar suara derit pintu depan yang dibuka. Langkah kaki berat menyusul masuk ke dalam rumah.

​Hira menoleh pelan. Ia melangkah keluar dari kamar utama menuju ruang tengah.

​Reza baru saja melepas sepatunya. Kemeja putih pria itu terlihat kusut, dengan kerah yang sedikit miring. Jas kerjanya hanya disampirkan sembarangan di lengan kiri.

​Pria itu mendongak. Matanya langsung melebar saat melihat sosok Hira yang berdiri di ambang pintu lorong.

​"Hira...?" panggil Reza setengah tidak percaya. Matanya menyapu penampilan istrinya dari ujung kaki hingga ujung kepala.

​Hira melipat kedua tangannya di depan dada. Ia menatap Reza dengan ekspresi datar yang sangat sulit dibaca.

​"Ya. Kenapa? Kau berharap melihat hantu?" balas Hira. Suaranya terdengar lebih rendah dan stabil dari biasanya.

​Reza berdehem kasar. Ia mencoba tersenyum, meski otot-otot di wajahnya terlihat kaku. Pria itu melangkah mendekat, mengulurkan tangan kanan untuk menyentuh lengan Hira.

​"Bukan begitu, Sayang. Kamu... kelihatan beda pagi ini. Dandan rapi sekali. Mau ke mana?" tanya Reza, mencoba bersikap seolah tidak ada yang terjadi.

​Hira dengan santai menggeser tubuhnya ke samping. Tangan Reza hanya menangkap udara kosong.

​"Bekerja," jawab Hira singkat.

​Senyum Reza memudar sesaat. Tangannya perlahan turun, masuk ke dalam saku celananya.

​"Sayang, soal pesanmu semalam..." Reza memulai, memecah keheningan. Matanya bergerak gelisah ke arah lain sebelum kembali menatap Hira. "Kamu jangan salah paham dulu. Semalam itu aku murni lembur."

​Hira memiringkan kepalanya sedikit. Tatapannya begitu tajam, seolah sedang membedah isi kepala pria di hadapannya.

​"Lembur?" ulang Hira lambat-lambat.

​Reza mengangguk cepat. Ia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, menekan layarnya beberapa kali, lalu menyodorkannya ke arah Hira.

​[Jadwal Rapat Darurat Direksi - Pukul 20:00 hingga selesai]

​"Lihat ini. Jadwalnya mendadak. Bu Anita meminta seluruh kepala divisi untuk kumpul. Jadi pesanmu semalam... aku anggap kamu cuma lelah dan sedang emosi karena berduka," jelas Reza dengan nada memelas.

​{Dia pembohong yang sangat buruk. Bagaimana bisa kau tertipu oleh pria ini selama tiga tahun?}

​Suara Hira yang asli tidak menjawab di dalam sana. Mungkin sedang menahan perih.

​Hira tidak melirik layar ponsel itu sama sekali. Matanya tetap terkunci pada wajah Reza. Ia melangkah satu langkah lebih dekat.

​"Kau terlihat sangat lelah, Reza. Kantung matamu hitam. Kemejamu kusut. Lembur pasti sangat menguras tenaga, bukan?" ucap Hira pelan.

​Reza menelan ludahnya perlahan. "I-iya. Sangat melelahkan."

​Tangan Hira terulur. Jari telunjuk dan tengahnya menyentuh kerah kemeja Reza. Ia merapikan kerah itu dengan gerakan yang sangat lambat.

​Reza terlihat menahan napas saat jari Hira secara tidak sengaja menyentuh kulit lehernya.

​"Lembur yang aneh," bisik Hira tepat di depan wajah Reza. "Apakah bagian dari rapat direksi mengharuskanmu mengancingkan kemeja dengan urutan yang salah?"

​Reza tersentak. Ia segera menunduk, menatap kancing kemejanya. Benar saja, kancing ketiga dimasukkan ke lubang kancing keempat. Kemejanya tampak miring di bagian bawah.

​Wajah pria itu langsung pucat pasi.

​"I-ini... tadi aku buru-buru ganti baju di toilet kantor karena tidak sengaja ketumpahan kopi—"

​Hira tertawa kecil. Tawa yang sangat kering dan tidak memiliki kehangatan sama sekali. Ia menarik tangannya dari kerah Reza.

​"Tidak perlu menjelaskan, Reza. Aku mengerti," potong Hira santai.

​Ia berbalik, berjalan menuju meja pantry untuk mengambil tas tangan hitamnya.

​Reza masih mematung di tempatnya. Pria itu tampak kebingungan menghadapi reaksi Hira. Ia jelas bersiap untuk sebuah pertengkaran, tangisan, atau teriakan histeris. Bukan ketenangan absolut seperti ini.

​"Kamu... tidak marah?" tanya Reza ragu-ragu.

​Hira menoleh dari balik bahunya. Seringai tipis itu kembali muncul.

​"Marah? Tidak. Seperti yang kau bilang, aku hanya sedang lelah," ucap Hira.

​Ia melangkah menuju pintu utama. Ketukan sepatu hak tingginya kembali menggema di seluruh ruangan, terdengar seperti hitungan mundur dari sebuah bom waktu.

​Sebelum memutar gagang pintu, Hira berhenti sejenak.

​"Oh, satu lagi, Reza."

​Reza menoleh dengan cepat. "Y-ya?"

​Hira menatap lurus ke mata pria itu. "Lain kali, jika kau ketumpahan kopi, pastikan kopinya tidak meninggalkan noda lipstik berwarna ungu menyala di kerah bagian dalammu."

​Mata Reza terbelalak. Tangan pria itu secara refleks meraba bagian dalam kerahnya.

​Tanpa menunggu reaksi balasan, Hira membuka pintu dan melangkah keluar. Ia menutup pintu itu dengan bantingan pelan namun tegas.

​{Satu tikus sudah panik di dalam kandangnya.}

​Langkah Hira di sepanjang koridor apartemen terlihat sangat ringan. Dadanya yang semalam terasa sesak, kini terasa sangat lapang.

​Ponsel di dalam tasnya bergetar. Hira mengeluarkannya sambil terus berjalan menuju lift.

​Sebuah pesan dari grup divisi pemasaran muncul di layar.

​[Siska (Manajer): Semua staf wajib kumpul di ruang rapat jam 9 tepat. Ada evaluasi laporan kuartal. Hira, pastikan rekap datamu tidak banyak revisi lagi seperti anak magang!]

​Jari Hira berhenti di atas layar. Ia membaca pesan itu berulang kali.

​Bukannya merasa takut, darah di dalam tubuhnya justru berdesir penuh antusiasme. Ia menekan tombol balasan.

​[Balasan Hira: Baik, Bu Siska. Laporan saya sudah sangat siap. Saya jamin, Ibu tidak akan melupakannya.]

​Hira memasukkan kembali ponselnya saat pintu lift terbuka. Ia melangkah masuk, berdiri tegak menghadap pintu baja yang perlahan tertutup.

​Senyum predator itu melebar.

​Tikus kedua sudah memanggil. Dan ia sangat tidak sabar untuk memulai pertunjukannya di kantor hari ini.

1
Kustri
ayo UP lg💪
lg seru nih
Kustri
koq msh siang
jm 9 ketemu dar, trus ketemu her & si botak, trus ketemu taren(lupa) trus ketemu victor, ini ketemu kael🤔 hrs'a sdh sore x thor
Kustri
dilanjut bsk ra, sdh saat'a pulang
Kustri
cepet bgt hira dpt smua info penyelewengan🤔🤔🤔
kodammu luar biasa!
Kustri
💪💪💪thor
Kustri
👏👏👏
🤝
Kustri
vote u hira💪
Kustri
dgn senang hati kutrima tantanganmu presdir💪
Kustri
klo teran cenayang pasti bisa merasakan alter ego'a hira🤣
Kustri
☕dl hira.... semangat💪
Kustri
ketemu jodoh🤣
Kustri
hlaaa... istri'a sdg berduka bukan'a ditemeni ini malah nyari hiburan sendiri, dasar suami durhaka🤣👊👊👊
Kustri
siapa yg kirim foto yaa🤔🤔🤔
Kustri
tunggu... tunggu berarti hira & suami 1 bos gitu thor🤔
ampe qu ulang baca part 1 hlo
JihanSan: betul cekali teman
total 1 replies
Kustri
awal yg menarik
biasa'a dirasuki jiwa lain, ini malah dr diri sendiri, mgkin ini kodam yg memberontak🤭
semangat thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!