NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:595.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman 04

"Sebenarnya apa yang kamu lakuin, Arimbi? Dan apa-apaan baju kamu ini hah!"

Amar memekik dengan keras ketika sampai di ruangannya. Dia melihat Arimbi yang mengobrak-abrik file-file fisik di kantornya. Selain itu, Arimbi yang berdiri di dengan banyak kertas itu masih mengenakan pakaian semalam ketika dia meninggalkan rumah.

Pakaian yang dikenakan Arimbi adalah setelan piyama panjang berwana navy dan jilbab instan berwarna hitam. Wajah Arimbi juga terlihat pucat karena sama sekali tidak mengenakan riasan.

Amar benar-benar tak habis pikir dengan wanita yang berdiri di ruangannya itu. Bagaimana bisa dia berpenampilan seperti sekarang ini di kantor.

"Kenapa, masalah. Ah maaf ya, aku mah emang nggak sempet mandi. Boro-boro mandi, urusan pekerjaan dari semalem aja nggak kelar-kelar. Beda banget ya sama pak si-i-o yang udah seger. Pasti semalem abis asik-asikan ya sama gundik, sampai-samapi nggak peduli dengan apa yang terjadi di perusahaan. Dan paling menjijikan juga kejam, kamu bahkan nggak peduli sama sekali dengan perasaan aku. Ah iya buat apa peduli ya, kan matamu penuh nafsu menjijikkan sama wanita jalangg itu. Terlebih udah nikah, belum nikah aja berani cek-in di hotel."

Duaaaaar

Amar sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh istrinya. Kata-kata itu, sungguh mengguncangkan hati dan pikirannya.

Sedangkan Arimbi, ia menyunggingkan bibirnya membentuk sebuah seringai. Seringai yang penuh makna. Arimbi juga merasa sangat puas dengan ekspresi wajah pucat yang tergambar di wajah Amar saat ini.

"Kenapa, kaget ya? haaah, sekarang mending segera urus perceraian kita. Dari pada aku yang ngajuin, semua aib mu bakalan kebongkar. Aku peringatin ya, hati-hati dalam memilih masalah untuk pengajuan perceraian. Kalau kamu sampai bikin permasalah baru yang sama sekali nggak aku lakuin, aku bakalan nguliti sifat bejat mu dan gundikmu itu sampai habis. Nah sekarang, pecat adikmu dari perusahaan ini. SEKARANG!!!"

Mata Amar membulat sempurna mendengar setiap kata yang terucap pada bibir istrinya tersebut. Semuanya, tanpa terkecuali dan yang paling membuatnya terkejut adalah tentang pemecatan adik kandungnya.

Amara Subagyo wanita berusia 27 yang disebut oleh Arimbi sebagai adik Amar adalah benar adik kandung Amar. Amara menduduki jabatan sebagai kepala bagian keuangan di FAE.

Baru saja, Arimbi meminta Amar untuk memecat adiknya. Itu sungguh tidak bisa dimengerti dan diterima oleh Amar. Bagaimana bisa dia memecat sang adik begitu saja. Terlebih Amara sudah bekerja bersama mereka selama tiga tahun.

"Kamu gila ya, Rimbi. Gimana bisa kamu nyuruh aku mecat Amara. Dia kan adikku, yang bener aja!" sahut Amar. Rahangnya mengeras merasakan kemarahan terhadap istrinya.

Slaap!

Arimbi melempar sebuah tumpukan kertas yang di dalamnya terdapat beberapa file dokumen. Sedari malam dia berada di FAE tentu saja banyak hal yang dilakukannya, terutama memeriksa tentang keuangan FAE yang dikepalai oleh adik iparnya.

Salah satu staf yang semalam dihubungi oleh Arimbi, dengan kesadaran diri bergegas datang menemui menemuinya. Disaat itulah Arimbi memeriksa semua. Banyak hal yang ditemukan sehingga tibalah kata-kata Arimbi kepada Amar untuk memecat Amara.

"Apa ini?"

"Lihat aja sendiri."

Arimbi melipat kedua tangannya di depan dada sambil melihat Amar yang membaca satu demi satu tumpukan kertas yang tadi dia lemparkan di atas meja.

Wanita itu menyeringai, ketika melihat pria yang sebentar lagi akan jadi mantan suaminya itu membuat ekspresi terkejut pada wajahnya.

Terang saja Amar terkejut, ia membaca banyak hal yang salah dalam laporan berwujud tulisan itu. Laporan yang menjelaskan bahwa banyak sekali aliran dana perusahaan yang masuk dalam rekening pribadi seorang Amara Subagyo.

"G-gimana ini bisa terjadi?"

"Halah nggak usah sok pura-pura kaget. Kamu pasti udah tahu kan? Dan kamu ngebiarin adikmu ngelakuin itu semua. Kamu membiarkan adikmu mengambil uang perusahaan. Haaah, brengsek banget kalian ini. Kakak adik sama aja kurang ajarnya. Penipu dan pengkhianat."

"Rimbi!!"

Amar marah, tangannya mengepal dengan begitu erat. Pria itu tidak terima dengan ucapan Arimbi. Dia merasa terhina sekali dengan perkataan istrinya tersebut.

Karena saking marahnya, Amar mencengkeram erat lengan Arimbi. Akan tetapi, Arimbi hanya diam saja. Bukannya ketakutan melihat Amar yang amarahnya meluap-luap, wanita itu malah menyunggingkan senyuman.

"Kenapa, nggak terima dikatain gitu? Padahal fakta lho ini. Pecat Amara sekarang juga, kalau kamu nggak bisa ngelakuin itu maka siap-siap adikmu di seret ke penjara," ucap Arimbu tenang. Namun nada suaranya jelas mengandung sebuah tantangan.

"Rimbi, sadar sama ucapan kamu. Gimanapun juga Amara adalah adik iparmu, yang mana berarti saudaramu. Kamu tega ngancem kayak gini?" jawab Amar tak habis pikir dengan perkataan Arimbi.

"Lah saudara? Itu kalau aku masih jadi istrimu, sekarang kan aku on the way mantan. Jadi adik mu itu nggak lagi jadi adik iparku. Segala yang berhubungan dengan mu bukan lagi jadi urusanku. Dan apa kamu tadi tega? Lucu kamu Mas, kamu bilang tega ke aku padahal kamu lebih tega lagi dalam segala hal. Aisssh udahlah capek aku ngomong kayak gini terus. Pokoknya pecat Amara hari ini juga. Kalau kamu nggak ngelakuin itu, besok pagi adikmu pasti udah di seret ke penjara. Camkan itu baik-baik, aku nggak pernah main-main dengan ucapanku, Mas Amar."

Bukan permintaan, apa yang dikatakan oleh Arimbi kepada Amar merupakan sebuah perintah dan juga peringatan.

Amar menghembuskan nafasnya kasar melihat Arimbi melenggang pergi meninggalkan ruangannya. Amar memijit keningnya yang seketika berdenyut. Ia pikir semua telah usai. Dimana hari Arimbi mengetahui segalanya, Amar pikir itu akan jadi akhir urusannya bersama dengan Arimbi dan bisa menyusun masa depan bersama Farrah dan Afira. Namun ternyata belum ada sehari, masalah sudah menerpanya.

"Dasar Amara bodoh. Bisa-bisanya dia ngelakuin hal kayak gitu. Mana ketahuan sama Arimbi pas waktu-waktu kayak gini lagi. Sialan! Aku tahu banget Arimbi, dia bakalan bener ngelakuin apa yang diucapinnya. Sialan!"

Amar berjalan cepat. Tujuan utamanya adalah menemui sang adik di ruangannya.

Blak!

Amar membuka pintu ruangan Amara dengan sangat kencang. Ia melihat Amara tengah sibuk memilih brosur yang ada di atas mejanya. Brosur tersebut berisi flyer liburan luar negeri. Agaknya Amara sedang merencanakan liburan ke luar negeri.

"Lagi apa kamu?" tanya Amar dengan ketus.

"Oh ini Mas, lagi milih-milih buat liburan nanti sama anak. Kan bentar lagi libur sekolah. Di luar negeri juga banyak yang lagi winter jadi aku lagi milih tempat yang cocok kira-kira mau ke eropa atau asia sini aja."

"Stop, kamu nggak bisa ngelakuin itu. Amara, dengerin baik-baik. Kamu dipecat dari sini. Sekarang cepet beresin semua barang kamu, lalu serahin semua kerjaan kamu ke asisten kamu."

"Apa, dipecat. Jangan ngelawak Mas Amar!"

TBC

1
echa purin
👍
niktut ugis
pasutri laknat pindah tempat tinggal ke hotel prodeo
niktut ugis
sakit jiwa nech si Amar, walaupun Farah salah tapi tidak layak d perlakukan seperti ini lebih baik pergi aj cari kehidupan lain jadi pelacur lebih baik di gaulin tapi dapat uang buat kehidupan pribadi
niktut ugis
ach nak bujang bhumi langsung cekatan & tegas 🤗👏👏
niktut ugis
anak bujang minta di ruqyah nech 😌🤣🤣🤣🤣
Kukun Sabarno
jangan jangan amar yang mandul
niktut ugis
anda terlalu sangat pede pak amar 🤣🤣
Kukun Sabarno
terlanjur basah lanjutin saja bhumi dan arimbi. cocok 👍
Kukun Sabarno
orang yang kagum en jatuh cinta kayak bukan dirinya ya😄
niktut ugis
ibnu semangat banget ya jadi kompor
curiga nech 😌🤣🤣
Abinaya Albab
bagus
Kukun Sabarno
semoga berjodoh bhumi dan arimbi
niktut ugis
dasar gundik malah nyalahin yg sah😡
niktut ugis
si gundik panik banget karma mulai datang satu persatu
Dark Zone
Dari episode pertama hingga episode Ini, sangat2 berpuas hati dgn jalan cerita nya ...100%buat author
Abinaya Albab
pie to mas /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ bundamu ddi bingung kui 🤭
Abinaya Albab
jahat teriak jahat...gk sadar² nih orang
niktut ugis
sadis sich kata² Arimbi tapi keren Badas 👏👏👏👏👏👏
niktut ugis
keren Arimbi... sekalian saja biar di buat benar sekalian bukan fitnah lagi 🤗👏👏👏
niktut ugis
eh Yani mertua Dajjal.. dah tanya belum alasan Arimbi belum hamil?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!