Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Terlihat seorang gadis berjalan kearah ballroom hotel mewah yang saat itu di penuhi para tamu yang mulai berdatang.
"Benar-benar mewah."ucap seorang gadis bernama Karina.
"Beginilah acaranya,jangan bengong aja ayo kita masuk."bisik Luxy yang langsung menarik tangan Karina.
"Mari kita duduk kesana." Luxy mengarahkan ke bangku paling ujung.
"Baru pertama kalinya aku mengunjungi tempat semewah ini." Ucap Karina yang masih mengamati sekitar tempat dia duduk.
"Justru itu tujuanku mengajakmu ke tempat ini, sekaligus temani aku di acara ini." Jawab Luxy yang merasa tenang, akhirnya dia datang tidak sendirian.
Karina sendiri datang karena dipaksa oleh Luxy,karena itulah kini posisi mereka sudah ada di hotel mewah bintang lima yang ada di kota J.
"Luxy,mana Om-mu itu?" Tanya Karina pada Luxy yang sedari tadi duduk terdiam.
Luxy menunjukkan kearah depan ballroom yang secara langsung karina melihat ada sosok pria tinggi berdiri di dekat panggung pernikahan.Pria itu terlihat rapi dengan setelan jas hitam hingga membentuk tubuhnya tegap dengan sempurna.
Wajahnya sangat tampan dengan tatapan tajam,"Itu Om-ku,namanya Leo." Ucap Luxy yang secara langsung memperkenalkan namanya.
Reaksi Karina hanya menganggukkan kepala mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Luxy,keduanya duduk santai dengan obrolan mereka berdua.
Posisi Leo sedang berbicara dengan beberapa relasi bisnis, tiba-tiba tatapan Leo mengarah kearah Karina.
Leo berjalan mendekati mereka berdua yang sedang asyik mengobrol.
"Luxy." Namanya pun dipanggil.
"Iya Om." Jawab Luxy dengan sopan.
"Dia siapa?" Tanya Leo sembari menatap kearah Karina.
"Perkenalkan Om,dia sahabatku.Namanya Karina."
Karina berdiri dengan sedikit menundukkan kepala,ia mulai merasa seperti di intimidasi oleh pria itu.
Setelah mendapatkan jawaban itu, akhirnya Leo pergi begitu saja, Karina memandangi punggung pria itu.
"Sepertinya sifat Om-mu itu lebih dingin dibandingkan dengan kulkas 2 pintu." Jawab Karina yang merasa was-was.
Luxy menahan tawa mendengar apa yang diucapkan oleh temannya itu,"Ada-ada saja kamu Rin." Jawab Luxy yang duduk menunggu acara di mulai.
...*****...
Suasana di ballroom berubah menjadi panik, beberapa panitia terlihat mondar-mandir berjalan dengan musik tiba-tiba berhenti.
Karina terlihat bingung dengan atmosfer diruangan itu terlihat begitu berbeda.Luxy mendekati Karina yang saat itu dia pergi menemui seseorang.
"Ada apa Luxy,kenapa wajahmu terlihat begitu pucat?" Tanya Karina yang melihat ekspresi aneh dari Luxy.
"Calon pengantin wanitanya tidak akan datang." Jawab lirih Luxy.
"Tidak datang bagaimana?" Karina spontan bertanya.
"Aku tidak tahu juga,yang aku dengar suasana dibelakang sedang tidak baik-baik saja." Jawab Luxy yang sengaja pergi keruang belakang lokasi tempat tunggu pengantin.
Karina terdiam melihat kearah didepan panggung.Leo berdiri terdiam didekat panggung seolah ada sesuatu yang sedang ia tahan.
"Kasihan juga Om-mu itu." Ucap Karina yang tahu betul rasa kecewanya.
Tiba-tiba saja Luxy menarik tangan Karina,"Kamu mau mengajakku kemana?" Tanya Karina yang tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh Luxy.
"Aku ingin menemui Om-ku." Luxy langsung menghampiri Leo.
Melihat kedatangan Luxy ,Leo menatapnya dengan tatapan dingin,"Sepertinya Om memiliki masalah." Ucap Luxy yang langsung mencecar dengan perkataan itu.
"Kamu mau apa?" Tanya balik Leo.
"Luxy hanya ingin membantu Om saja,Luxy tahu jika calon pengantin wanita tak akan datang.Jadi Luxy hanya ingin menawarkan jika Om menikah saja dengan sahabat Luxy yang bernama Karina." Mata Leo langsung tertuju pada Karina yang berdiri didepan pintu.
"Luxy,apa kau gila menyuruhku menikah dengan Om-mu." Karina terlihat begitu kesal dengan ulah Luxy.
" Memang kenapa,apa salah aku menawarkan bantuan itu." Jawab Luxy yang diam-diam sedang merencanakan sesuatu.
"Salah besar,kenapa kamu melakukan hal itu." Ucap Karina yang tak habis dengan cara pikir Luxy.
"Aku percaya hanya kamu yang bisa membantu Om-ku,Kau cantik dan kalian berdua sangat cocok."jawab Luxy yang merasa keduanya sangat cocok.
"Aku tidak mau!" Karina langsung menolaknya.
Leo masih menatap Karina tanpa ekspresi,"Kalau tidak kamu membantuku ,nantinya akan berimbas dengan bisnis keluargaku.Karena itu aku meminta tolong padamu untuk mengganti menjadi pengantin untuk Om-ku,Karina."
"Aku bilang tidak!"Tolak Karina dengan tegas,Leo terdiam dan mulai memikirkan sesuatu tentang apa yang harus ia lakukan.
"Baiklah aku setuju" jawab Leo yang setuju dengan rencana itu.
"HAH! Teriak Karina yang syok mendengar jawaban dari pria itu.
"Aku tidak mau." Karina tetap menolaknya,niatnya dia datang menghampiri acara bukan untuk menjadi pengantin.
Leo menatap datar Karina,"Jika kamu bersedia,aku janji akan memberikan uang 1 milyar setiap bulannya untukmu.Jika kamu bersedia dengan tawaran itu." Leo langsung memberikan kompensasi untuk Karina.
"Apa?" Karina tidak mengerti kenapa pria itu bisa melakukan hal segila itu.
"Aku pun bisa memberikan kehidupan yang lebih layak bahkan kemewahan yang tidak mungkin orang lain bisa dapatkan." Ucap Leo yang mengatakan itu pada Karina.
Di sisi lain ,Luxy mendekati Karina,"Bagaimana Karina,apa kamu bersedia membantu Om-ku?" Tanya Luxy pada Karina.
"Aku tidak mau." Jawab tegas Karina.
"Tapi kasihan Om-ku Rin,kamu tidak kasihan nantinya jika pernikahan ini gagal bisnis keluargaku juga terancam." Karina memilih diam,tak berani berkomentar apa-apa.
"Aku akan memberikanmu waktu 5 menit." Ucap Leo.
"Untuk apa Anda selalu memaksa saya." Jawab Karina yang begitu kesal dengan nasib dirinya yang menjadi pengganti pengantin.
"Karena hanya kamu yang bisa melakukan hal ini,apalagi Luxy mendukung dengan apa yang akan kita lakukan." Jawab Leo sembari melirik kearah Luxy.
"Jika kamu setuju dengan tawaran saya,saya pun akan menepati janji saya.Bagaimana?" Tanya Leo yang langsung mencecar dengan pertanyaan yang langsung membuat Karina bungkam.
Suasana sejenak berubah sunyi,hingga ia memejamkan matanya sejenak.Karina menghembuskan nafas panjang,lalu berkata,"Baiklah aku setuju." Jawab Karina yang terpaksa menolong Leo.
Luxy langsung memeluk Karina dengan erat,"Terimakasih mau membantu." Ucap Luxy yang merasa berutang Budi dengan kebaikan Karina.
Leo melirik kearah asistennya yang tidak jauh dari tempatnya,"Siapkan semuanya."
"Baik tuan." Jawab Asistennya.
"Siapkan gaun pengantin." Perintah Leo pada asistennya.
"Baik tuan,akan segera saya siapkan." Jawab asistennya yang segera cepat bergerak.
Semua orang langsung bergerak cepat, sementara Karina duduk terdiam melihat kesibukan orang-orang di ruangan itu.
"Karina." Namanya pun dipanggil oleh Luxy.
"Ada Apa Luxy?" Tanya Karina yang melihat langsung sorotan wajah dari Luxy yang terlihat sedih.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif