"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"
Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.
Namun, takdir seolah sedang bercanda.
Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.
Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
Bab 2: Gejolak di Fajar Hari
Langkah kaki Shen Long terasa sangat ringan saat ia menyusuri koridor barak militer yang sunyi. Suara tetesan air hujan yang menghantam atap seng bergelombang menciptakan ritme yang monoton di keheningan malam. Di tangan kanannya, ia bisa merasakan sisa-sisa kehangatan energi spiritual yang masih mengalir, perlahan-lahan kembali masuk ke dalam dantiannya yang baru terbentuk. Tubuh fana ini, meskipun sebelumnya sangat rapuh dan dipenuhi memar akibat penyiksaan, kini telah mengalami perubahan mendasar yang tidak akan pernah bisa dipahami oleh para kultivator biasa di dunia ini.
Ketika ia mendorong pintu kayu barak nomor sembilan, derit pelan suara engsel pintu memecah kesunyian ruangan. Di dalam ruangan yang cukup luas itu, terdapat sekitar sepuluh tempat tidur tingkat yang diisi oleh para pemuda seagkatan yang sedang menjalani pelatihan militer dasar. Udara di dalam barak dipenuhi aroma keringat dan kelembapan khas pakaian militer yang belum kering sempurna.
Sebagian besar dari mereka sedang tertidur lelap, kelelahan setelah seharian penuh menjalani latihan fisik yang menguras tenaga di bawah terikan matahari. Namun, ada satu orang yang tidak tidur. Di sudut ruangan, seorang pemuda bertubuh kurus dengan wajah cemas sedang duduk di tepi tempat tidurnya. Namanya adalah Zhao Min, satu-satunya rekan satu kamar yang terkadang berani menunjukkan sedikit rasa kasihan pada Shen Long, meskipun ia terlalu takut untuk membelanya secara terang-terangan di hadapan para senior.
Saat pintu terbuka, Zhao Min langsung mendongak dengan tubuh gemetar. Ketika matanya menangkap sosok Shen Long yang berjalan masuk dengan pakaian yang basah kuyup namun bersih dari noda darah yang mengerikan, mata Zhao Min membelalak lebar karena terkejut. Mulutnya terbuka setengah, seolah-olah ia baru saja melihat hantu yang bangkit dari kuburan massal.
"S-Shen Long?!" Zhao Min berbisik dengan suara yang sangat rendah, takut membangunkan yang lain, namun getaran ketakutan dalam suaranya tidak bisa disembunyikan. Ia segera melompat dari tempat tidurnya dan mendekati Shen Long dengan langkah tergesa-gesa. "Kau... kau masih hidup? Aku melihat Zhang Wei dan dua orang lainnya menyeretmu ke belakang gudang senjata tadi malam. Aku mengira... aku mengira kau tidak akan pernah kembali lagi!"
Shen Long menatap Zhao Min dengan ekspresi datar yang tenang. Kehangatan tipis muncul di sudut jiwanya yang dingin; setidaknya di dunia fana yang kejam ini, masih ada satu jiwa kecil yang peduli pada eksistensi pemilik tubuh asli ini. "Aku baik-baik saja," jawab Shen Long pendek. Suaranya tidak lagi memiliki nada gemetar atau ketakutan yang biasa didengar Zhao Min. Ada ketegasan mendalam yang membuat Zhao Min merasa asing dalam sekejap.
"Tapi... bagaimana mungkin?" Zhao Min memeriksa tubuh Shen Long dari atas ke bawah. Tadi sore, ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Zhang Wei memukul dada Shen Long hingga pemuda itu muntah darah. Namun sekarang, cara berdiri Shen Long begitu tegak, bahunya kokoh, dan sepasang matanya memancarkan kilau yang sangat tajam, sama sekali tidak seperti seseorang yang baru saja mengalami penyiksaan brutal. "Zhang Wei dan kelompoknya adalah serigala berdarah dingin. Mereka tidak akan melepaskanmu begitu saja, terutama setelah menerima instruksi dari kota..."
"Mereka tidak melepaskanku," potong Shen Long sambil berjalan menuju tempat tidurnya sendiri di bagian bawah dekat jendela. Ia melepas seragam militernya yang basah, menampakkan dada dan perutnya yang kini tidak lagi memiliki memar kebiruan, melainkan kulit yang sehat dengan guratan otot yang samar namun proporsional. "Mereka hanya menerima konsekuensi dari apa yang mereka lakukan. Jangan khawatirkan mereka. Tidurlah, besok akan menjadi hari yang sangat panjang."
Zhao Min ingin bertanya lebih banyak, namun aura misterius yang memancar dari tubuh Shen Long saat ini membuatnya mengurungkan niat. Ada tekanan tak kasat mata yang seolah-olah memperingatkannya untuk tidak melangkah lebih jauh. Dengan perasaan bingung dan penuh tanda tanya, Zhao Min akhirnya kembali ke tempat tidurnya, membolak-balikkan tubuhnya tanpa bisa memejamkan mata hingga fajar tiba.
Sementara itu, Shen Long duduk bersila di atas tempat tidur militernya yang keras. Ia menutup matanya, mengabaikan suara dengkuran dari rekan-rekan kamarnya. Jiwanya kembali menyelami struktur internal tubuh barunya. Meskipun ia telah menggunakan teknik tingkat tinggi untuk menyembuhkan luka-lukanya dan menembus tingkat pertama ranah Penguatan Tubuh, itu barulah langkah awal yang sangat kecil.
Di dunia fana ini, tingkat kultivasi dibagi menjadi beberapa ranah utama: Penguatan Tubuh, Pengumpulan Qi, Fondasi Jiwa, dan ranah-ranah tersembunyi lainnya yang jarang dicapai oleh manusia biasa. Setiap ranah memiliki sembilan tingkatan kecil. Zhang Wei, pemimpin para perundung itu, hanyalah seorang kultivator tingkat kedua ranah Penguatan Tubuh, namun dia sudah bisa mendominasi kamp pelatihan ini dengan kekuatan fisiknya yang melebihi manusia biasa.
"Energi spiritual di bumi ini benar-benar sangat kotor dan bercampur dengan banyak kotoran industri," batin Shen Long sambil menarik napas dalam-dalam secara teratur. "Namun, di hadapan esensi jiwa Penguasa Multisemesta, kotoran ini tidak lebih dari sekadar debu yang mudah disaring."
Shen Long kembali mengaktifkan *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial*. Kali ini, ia tidak menggunakannya untuk menyembuhkan luka, melainkan untuk memperluas meridian di dalam tubuhnya yang tersumbat oleh kotoran bawaan lahir. Setiap kali energi spiritual ditarik masuk ke dalam tubuhnya melalui pusaran udara kecil yang tak terlihat di sekelilingnya, energi tersebut dimurnikan berulang kali di dalam dantiannya hingga menjadi esensi cairan emas yang murni.
*Klek. Klek. Klek.*
Suara retakan kecil terdengar dari dalam persendian dan tulang-tulang Shen Long. Proses ini sangat menyakitkan bagi manusia biasa, seolah-olah tulang-tulang mereka sedang dipatahkan secara sengaja dan disusun kembali. Namun, Shen Long bahkan tidak mengedipkan matanya sedikit pun. Ekspresi wajahnya sedingin es batu yang abadi. Bagi seorang entitas yang pernah menahan badai kehancuran kosmis, rasa sakit fisik seperti ini tidak lebih dari sekadar gigitan semut.
Seiring berjalannya waktu, kotoran hitam berbau menyengat mulai merembes keluar dari pori-pori kulitnya—ini adalah proses pembersihan sumsum tulang (*Marrow Cleansing*). Setiap tetes kotoran yang keluar digantikan oleh kekuatan fisik yang berlipat ganda. Otot-ototnya menjadi lebih padat, tulang-tulangnya menjadi sekeras baja hitam, dan aliran darahnya mengalir secepat aliran sungai yang deras.
Tingkat kedua ranah Penguatan Tubuh...
Tingkat ketiga...
Tingkat keempat!
Ketika fajar mulai menyingsing dan garis cahaya merah pertama menembus kabut pagi di luar jendela, Shen Long perlahan membuka matanya. Sebuah kilatan cahaya keemasan melintas di pupil matanya sebelum menghilang tanpa bekas. Hanya dalam waktu satu malam kultivasi, ia telah meloncat tiga tingkat berturut-turut, mencapai tingkat keempat ranah Penguatan Tubuh dengan fondasi yang sangat sempurna. Jika para tetua dari sekte-sekte kultivasi kuno melihat kecepatan ini, mereka pasti akan memuntahkan darah karena cemburu dan menganggap Shen Long sebagai monster reinkarnasi.
Shen Long berdiri, mengambil handuk, dan berjalan ke kamar mandi umum untuk membersihkan kotoran hitam dari tubuhnya sebelum seluruh kamp terbangun. Saat air dingin mengguyur kulitnya yang kini seputih giok namun memancarkan kekuatan yang masif, ia tahu bahwa kedamaian sementara ini tidak akan berlangsung lama. Ketiadaan Zhang Wei dan dua orang lainnya di barak senior pasti akan memicu badai besar pagi ini.
*TETTTTT!*
Suara sirene militer yang melengking tinggi tiba-tiba menggema ke seluruh penjuru kamp pelatihan, menandakan dimulainya apel pagi. Di dalam barak nomor sembilan, para recruit langsung melompat dari tempat tidur mereka dengan panik, dengan tergesa-gesa mengenakan seragam hijau militer mereka dan merapikan tempat tidur dalam waktu kurang dari tiga menit.
"Cepat! Cepat! Jika kita terlambat satu detik saja, Instruktur Lin Chen akan menguliti kita hidup-hidup!" salah seorang recruit berteriak sambil mengencangkan ikat pinggangnya dengan tangan gemetar.
Nama Lin Chen membuat seluruh ruangan langsung hening sesaat, digantikan oleh ekspresi ketakutan. Lin Chen adalah instruktur kepala untuk divisi pelatihan ini. Dia adalah seorang pria paruh baya yang kejam, bertangan besi, dan memiliki basis kultivasi tingkat kelima ranah Penguatan Tubuh. Yang tidak diketahui oleh para recruit biasa adalah bahwa Lin Chen merupakan kaki tangan rahasia Keluarga Han di dalam kamp militer ini. Dialah yang memberikan lampu hijau bagi Zhang Wei dan kelompoknya untuk menyiksa Shen Long tanpa perlu khawatir akan sanksi disiplin militer.
Shen Long berjalan keluar dari kamar mandi dengan seragam militer yang rapi dan kering. Penampilannya yang tenang dan bersih sangat kontras dengan keributan di sekitarnya. Zhao Min yang melihat Shen Long hanya bisa menelan ludah dengan susah payah, merasakan bahwa badai besar akan segera datang menerpa rekan sekamarnya itu.
Di lapangan upacara utama yang luas dan dikelilingi oleh pagar kawat berduri yang tinggi, ratusan recruit dari berbagai barak telah berbaris dengan rapi membentuk beberapa barisan persegi panjang. Udara pagi itu sangat dingin, sisa dari badai tadi malam meninggalkan genangan air di beberapa sudut lapangan semen.
Di depan barisan, berdiri seorang pria bertubuh tegap dengan wajah kaku seperti batu pahatan. Kulitnya yang gelap dihiasi oleh bekas luka kecil di dekat pelipis kirinya, dan matanya yang kecil memancarkan aura keganasan yang membuat tidak ada satu pun recruit yang berani menatapnya secara langsung. Pria itu adalah Instruktur Lin Chen.
Namun, pagi ini suasana di panggung instruktur terasa sangat berbeda dari biasanya. Wajah Lin Chen tidak hanya kaku, melainkan sangat suram hingga hampir mengeluarkan air abu-abu. Di samping panggung, dua petugas medis militer sedang mendorong dua tandu darurat dengan wajah pucat pasi.
Di atas tandu tersebut terbaring Zhang Wei dan Wang Ba. Kondisi mereka sangat mengenaskan; lengan kanan mereka terbungkus perban putih tebal yang dipenuhi rembesan darah segar, dan pergelangan kaki Zhang Wei tampak membengkak aneh di balik belat medis. Mereka berdua terus mengerang kesakitan dengan kesadaran yang setengah kabur akibat trauma fisik yang parah. Sementara itu, Li Dong dikabarkan masih berada di ruang perawatan intensif dengan rahang yang hancur total dan belum sadarkan diri.
Melihat pemandangan mengerikan itu, bisik-bisik kecil langsung menyebar di antara barisan ratusan recruit seperti wabah.
"Astaga... bukankah itu Kakak Zhang Wei? Siapa yang berani memukulinya hingga seperti itu di dalam kamp?"
"Lihat lengan mereka! Tulangnya hancur total! Siapa pun yang melakukannya pasti seorang psikopat berdarah dingin!"
"Di kamp pelatihan ini, siapa yang memiliki kekuatan untuk melukai tiga tentara senior sekaligus? Apakah ada penyusup dari sekte luar?"
Lin Chen mendengar bisik-bisik tersebut dan langsung menghentakkan kaki kanannya ke atas panggung semen dengan keras. *BUM!* Sebuah gelombang kejut kecil yang berasal dari energi spiritual tingkat kelima ranah Penguatan Tubuh meledak, menciptakan suara dentuman yang membuat seluruh lapangan upacara langsung sunyi senyap seketika. Para recruit menahan napas mereka, tidak berani mengeluarkan suara sekecil apa pun.
"Diam!" suara Lin Chen menggelegar seperti guntur, bergema di antara dinding-dinding barak. Matanya yang dingin dan penuh amarah perlahan menyapu seluruh barisan recruit, mencari satu sosok tertentu. "Tadi malam, sebuah tindakan kriminal yang sangat keji dan memalukan telah terjadi di sudut kamp pelatihan kita! Tiga tentara senior yang berdedikasi telah diserang secara pengecut dan disiksa hingga cacat permanen!"
Lin Chen menarik napas dalam-dalam, kemarahannya yang tertahan membuat dadanya naik turun dengan cepat. Tadi malam, ia menerima laporan medis yang menyatakan bahwa Zhang Wei, Wang Ba, dan Li Dong telah cacat total. Karir militer dan masa depan kultivasi mereka telah hancur. Yang lebih membuatnya murka dan ketakutan adalah pesan yang dibawa oleh Wang Ba sebelum pria itu pingsan karena menahan sakit: bahwa orang yang melakukan semua ini adalah Shen Long, dan pemuda itu berani menantang Tuan Muda Han Junhao!
Lin Chen tahu betul betapa kejamnya Han Junhao. Jika Han Junhao mengetahui bahwa target yang seharusnya dilenyapkan justru berbalik menghancurkan pion-pion yang dikirim, dan Lin Chen gagal mengendalikan situasi, maka posisi Lin Chen sebagai instruktur dan kepalanya sendiri akan berada dalam bahaya besar dari kemurkaan Keluarga Han. Karena itu, sebelum berita ini sampai ke telinga Han Junhao, Lin Chen harus melenyapkan Shen Long dengan tangannya sendiri di sini, di depan semua orang, menggunakan alasan penegakan hukum militer.
"Berdasarkan bukti-bukti awal dan kesaksian yang dikumpulkan, pelaku dari tindakan biadab ini ada di antara kalian!" Lin Chen berteriak, matanya akhirnya terkunci rapat pada barisan barak nomor sembilan, tepat ke arah tempat Shen Long berdiri dengan tenang. "Shen Long! Keluar dari barisan!"
Mendengar nama Shen Long disebut, seluruh pandangan mata di lapangan upacara langsung tertuju pada pemuda itu. Zhao Min yang berdiri di samping Shen Long hampir saja jatuh terduduk karena lemas. Wajahnya memucat tanpa darah. Di matanya, Lin Chen memanggil Shen Long bukan untuk melakukan interogasi, melainkan untuk menjatuhkan hukuman mati.
Shen Long tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Di bawah tatapan penuh ketakutan, ejekan, dan rasa ingin tahu dari ratusan orang, ia melangkah keluar dari barisan dengan santai. Setiap langkahnya begitu stabil, ritme langkah kakinya terdengar sangat teratur di atas semen yang basah. Ia berjalan menuju bagian depan panggung, berhenti tepat beberapa meter di hadapan Lin Chen yang sedang menatapnya dengan pandangan membunuh.
"Instruktur Lin, Anda memanggil saya?" Shen Long bertanya dengan nada suara yang sangat tenang, bahkan cenderung acuh tak acuh. Tidak ada penghormatan militer yang biasa diberikan oleh seorang recruit kepada atasannya. Sikapnya seolah-olah seorang raja yang sedang mendengarkan laporan dari seorang pelayan rendahan.
Sikap tidak hormat ini semakin menyulut api kemarahan di dalam hati Lin Chen. "Shen Long! Beraninya kau bersikap lancang di hadapanku! Zhang Wei dan dua orang lainnya mengidentifikasimu sebagai pelaku yang menyerang mereka tadi malam hingga cacat! Apakah kau mengakui kejahatanmu?!"
Shen Long tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh cemoohan yang langsung terlihat jelas oleh semua orang di lapangan. "Menyerang mereka? Instruktur Lin, Anda salah menggunakan kata. Tadi malam, mereka bertiga mencoba membunuhku di belakang gudang senjata atas perintah seseorang. Aku hanya membela diri dan memberikan sedikit pelajaran kepada tiga ekor anjing yang tidak tahu diri. Apakah membela diri dari pembunuhan berencana sekarang dianggap sebagai kejahatan di kamp ini?"
*KERIBUTAN!*
Lapangan upacara kembali memanas mendengar pengakuan langsung dari Shen Long. Tidak ada yang menyangka bahwa pemuda yang selama ini terkenal lemah dan selalu menjadi sasaran perundungan, benar-benar orang yang menghancurkan Zhang Wei dan kelompoknya! Yang lebih gila lagi, dia berani mengakui hal itu secara terang-terangan di depan Instruktur Lin Chen tanpa ada rasa takut sedikit pun!
"Bicara omong kosong!" Lin Chen berteriak dengan wajah memerah karena marah, melangkah maju hingga berada di ujung panggung. "Kau hanyalah seonggok sampah yang bahkan tidak memiliki basis kultivasi tingkat pertama! Bagaimana mungkin kau bisa melukai tiga tentara senior yang memiliki kekuatan jauh di atasmu jika bukan karena menggunakan metode terlarang yang keji atau melakukan serangan mengendap-endap dari belakang?! Tindakanmu telah melanggar hukum militer tertinggi! Berdasarkan otoritas yang diberikan kepadaku sebagai Instruktur Kepala, aku berhak mengeksekusimu di tempat untuk menegakkan keadilan!"
Lin Chen tidak ingin memberikan kesempatan bagi Shen Long untuk berbicara lebih banyak atau mengungkapkan keterlibatan Keluarga Han di depan publik. Energi spiritual di dalam tubuh Lin Chen meledak sepenuhnya. Aura tingkat kelima ranah Penguatan Tubuh memancar keluar, menciptakan tekanan angin yang kuat di sekeliling panggung yang membuat para recruit di barisan depan terpaksa mundur beberapa langkah karena sesak napas.
"Mati kau, bajingan cilik!" Lin Chen meraung. Tubuhnya melompat dari atas panggung setinggi dua meter, meluncur turun seperti elang yang menerkam mangsanya. Tangan kanannya membentuk cakar baja, dilapisi oleh energi spiritual kuning pekat yang tajam—ini adalah teknik beladiri andalannya, *Cakar Elang Pemecah Batu*. Target serangannya adalah tenggorokan Shen Long, berniat untuk meremukkan saluran napas pemuda itu dalam satu serangan fatal.
Di mata para recruit biasa, serangan Lin Chen begitu cepat hingga hampir tidak terlihat, menyisakan bayangan kabur di udara pagi yang dingin. Banyak orang yang sudah menutup mata mereka, tidak tega melihat kepala Shen Long terpisah dari tubuhnya.
Namun, di hadapan Shen Long, serangan yang dibanggakan oleh Lin Chen ini tidak lebih dari sekadar lelucon anak kecil yang penuh dengan kelemahan fatal di setiap sudutnya.
"Tingkat kelima ranah Penguatan Tubuh... hanya segini kekuatan yang membuatmu begitu sombong di dunia fana ini?" Shen Long berbisik lirih.
Tepat ketika cakar baja Lin Chen berada hanya beberapa inci dari lehernya, Shen Long tidak mundur atau menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kanannya dengan gerakan yang sangat sederhana, telapak tangannya terbuka lebar, menyambut hantaman cakar Lin Chen secara langsung.
*BUM!*
Suara hantaman yang keras terdengar, namun di luar dugaan semua orang, tubuh Shen Long tidak bergeser satu milimeter pun dari posisinya. Kaki-kakinya seolah-olah telah berakar kuat ke dalam inti bumi. Telapak tangan kurus Shen Long berhasil menghentikan cakar baja Lin Chen yang penuh tenaga dengan sangat mudah, meredam seluruh sisa energi spiritual kuning tersebut hingga lenyap seperti asap di udara.
"Apa?!" Mata Lin Chen membelalak lebar karena tidak percaya. Ia merasakan cakarnya seolah-olah menghantam dinding besi kosmis yang tidak tergoyahkan. Lebih mengerikan lagi, energi spiritual di dalam tubuhnya tiba-tiba bergejolak liar, menolak untuk mengalir karena tertekan oleh aura superior yang sangat masif dari tubuh pemuda di depannya.
Sebelum Lin Chen sempat menarik kembali tangannya karena panik, Shen Long mengencangkan genggaman telapak tangannya, mengunci pergelangan tangan Lin Chen dengan erat seperti jepitan naga kuno.
"Sekarang, giliran milikku," ucap Shen Long dengan nada dingin yang langsung membekukan darah di dalam jantung Lin Chen.
Tangan kiri Shen Long bergerak, membentuk sebuah ayunan tamparan yang melengkung sempurna di udara pagi yang berkabut. Gerakan ini terlihat sangat santai, namun membawa tekanan angin yang sangat berat hingga menciptakan suara siulan tajam yang memekakkan telinga.
*PLAAAK!*
Tamparan keras itu mendarat dengan akurasi absolut tepat di pipi kiri Instruktur Lin Chen. Kekuatan tingkat keempat ranah Penguatan Tubuh yang digabungkan dengan esensi murni dari *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* meledak sepenuhnya di wajah pria paruh baya itu.
*KRAK!*
Suara tulang pipi dan rahang Lin Chen yang hancur berkeping-keping terdengar sangat renyah di tengah lapangan yang sunyi. Tubuh kekar Lin Chen terlempar ke samping seperti layang-layang yang putus talinya, berputar beberapa kali di udara sebelum menghantam panggung semen dengan sangat keras hingga menciptakan retakan laba-laba di permukaan semen tersebut.
*Bugh!*
Lin Chen terkapar di atas panggung, tubuhnya kejang-kejang beberapa kali sebelum ia memuntahkan setumpuk darah kental yang dipenuhi oleh belasan giginya yang rontok. Mata pria itu membelalak penuh dengan horor dan rasa tidak percaya yang mendalam sebelum akhirnya penglihatannya menjadi gelap dan ia pingsan tak sadarkan diri di atas genangan darahnya sendiri.
Hanya dengan satu tamparan santai, Instruktur Kepala kamp pelatihan yang berada di tingkat kelima ranah Penguatan Tubuh telah ditumbangkan dengan cara yang sangat memalukan di depan seluruh bawahannya.
Seluruh lapangan upacara militer itu seketika berubah menjadi keheningan yang mati. Ratusan recruit berdiri mematung seperti patung lilin, bahkan para petugas medis yang sedang memegangi tandu Zhang Wei menjatuhkan peralatan medis mereka ke tanah tanpa sadar. Mereka semua memandang sosok pemuda yang berdiri tegak di tengah lapangan dengan pakaian militer yang bersih tanpa setitik debu pun, seolah-olah mereka baru saja menyaksikan kelahiran sesosok Dewa Kematian yang baru saja turun ke dunia fana. Roda penindasan telah dihancurkan, dan tatanan kekuasaan di kamp pelatihan ini telah runtuh sepenuhnya di bawah telapak tangan Shen Long.