NovelToon NovelToon
ISTRI PENGGANTI

ISTRI PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

ADELIA YHOSEP yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan kakanya ADELIN YHOSEP yang seorang model papan atas. Wajah mereka bak pinang dibelah dua tapi nasip mereka berdua sangatlah jauh berbeda bagaikan langit dan bumi, Adelia selalu jadi nomor dua. Semua orang hanya memuji kakaknya, Adelin—padahal Adelin yang jahat dan sering bikin masalah, tapi Adelia yang harus menanggung salahnya. Saat hari pernikahan Adelin dengan Gyantara—pria paling tampan, kaya, dan terkenal sangat mencintai kakaknya—Adelin malah kabur. Agar keluarga tidak malu, Adelia dipaksa menggantikan posisi kakaknya. Dia harus menikah dengan pria yang hatinya milik orang lain. Bisakah dia menyembunyikan kebenaran selamanya? Dan mungkinkah hati Gyantara yang dingin perlahan berubah pada dirinya? ---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

.

Malam itu udara terasa sejuk dan damai, mendamaikan hati yang tadi sempat diaduk rasa cemburu. Setelah berbicara panjang lebar di teras, mereka berdua masuk ke dalam kamar dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Tidak ada lagi jarak dingin, tidak ada lagi gengsi yang memisahkan. Hanya ada dua orang yang perlahan menyadari betapa berartinya kehadiran satu sama lain.

Adelia berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke taman belakang. Cahaya bulan menyinari wajahnya dengan lembut, membuat bayangannya tampak begitu tenang dan rapuh. Ia memeluk kedua lengannya, menikmati hening malam yang langka ia rasakan. Biasanya ia selalu merasa gelisah di tempat ini, merasa seperti penyusup, tapi malam ini rasanya seperti benar-benar pulang.

Belum lama ia berdiri begitu, ia merasakan kehadiran seseorang mendekat dari belakang. Tidak ada sentuhan kasar, tidak ada suara mendadak. Hanya kehangatan yang perlahan menyelimuti punggungnya saat sepasang lengan kokoh melingkar pelan di pinggangnya.

Adelia menahan napas sejenak, tapi tidak berusaha menjauh. Justru ia merasakan detak jantung Gyantara yang berdetak tenang di punggungnya, menenangkan kekhawatiran yang tersisa.

"Kamu suka melihat bulan?" tanya Gyantara pelan, suaranya terdengar berat namun sangat lembut tepat di samping telinganya.

"Iya," jawab Adelia berbisik. "Dulu di rumahku, kamar kecilku menghadap ke tembok tetangga. Aku hanya bisa melihat bulan kalau memanjat ke atap dapur. Rasanya seperti bulan itu satu-satunya teman yang tidak membeda-bedakan siapa aku."

Pelukan di pinggangnya mengerat sedikit, penuh rasa sayang sekaligus rasa haru mendalam. Gyantara memutar tubuh Adelia perlahan hingga mereka berhadapan. Matanya menatap lekat ke manik mata gadis itu, seolah ingin menyimpan setiap inci cahaya di sana ke dalam ingatannya.

"Mulai sekarang, kamu tidak perlu memanjat ke mana pun untuk melihatnya," katanya tulus. "Di sini, di rumah ini, kamu punya seluruh langit untukmu. Dan aku... aku akan selalu ada di sini untukmu."

Tanpa sadar, Gyantara menarik tubuh Adelia masuk ke dalam pelukannya sepenuhnya. Ini adalah pelukan pertama mereka yang bukan karena panik, bukan karena sakit, bukan karena terpaksa—ini adalah pelukan yang lahir dari hati, penuh kasih sayang, perlindungan, dan rasa rindu yang tak terucap.

Adelia meletakkan kepalanya di dada bidang Gyantara, mendengar irama detak jantung yang begitu menenangkan. Ia menyandarkan tangannya di pinggang pria itu, memejamkan mata nikmat merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan seumur hidup. Rasanya seperti semua beban berat di pundaknya perlahan diangkat, seperti semua rasa sakit di hatinya disentuh dan disembuhkan pelan-pelan.

"Terima kasih..." bisiknya di dada Gyantara.

"Terima kasih juga sudah ada di sini," balas Gyantara sambil mengusap punggung Adelia lembut dengan telapak tangannya yang hangat. "Kamu tahu? Selama ini aku selalu berpikir aku mencintai Adelin. Tapi saat memelukmu begini... aku baru sadar betapa kosongnya hatiku sebelum kamu datang. Kamu membawa kehangatan yang tak pernah aku tahu sebelumnya."

Mendengar itu, hati Adelia bergetar campur aduk—senang, bahagia, tapi juga perih karena kebohongannya. Namun malam ini, ia membiarkan dirinya menikmati momen ini sebentar saja. Ia membiarkan dirinya merasa dicintai sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai bayang-bayang kakaknya.

Gyantara kemudian melepaskan pelukan sebentar, lalu menuntun Adelia duduk di tepi tempat tidur. Ia mengambil sebuah kotak kecil dari laci meja samping, lalu menyerahkannya pada gadis itu.

"Bukan barang mahal, tapi aku ingin kamu memilikinya," katanya sambil tersenyum malu-malu.

Adelia membuka kotak itu. Di dalamnya terdapat sebuah kalung perak sederhana dengan liontin berbentuk matahari kecil yang berkilau lembut.

"Matahari?" tanyanya bingung namun senang.

"Iya," jawab Gyantara. "Karena kamu seperti matahari bagiku. Dulu hidupku hanya soal angka dan kerja keras, dingin dan kaku. Tapi sejak kamu ada di sini, semuanya jadi terang dan hangat. Dan aku ingin kamu selalu ingat: walau langit sedang gelap, ada cahaya yang selalu menyertaimu."

Ia memakaikan kalung itu sendiri ke leher Adelia dengan gerakan sangat hati-hati, seolah sedang memegang bunga yang paling rapuh. Saat jari-jarinya menyentuh leher Adelia, gadis itu merasakan hawa panas yang menyenangkan merambat ke seluruh tubuhnya.

"Cantik sekali..." puji Adelia sambil menyentuh liontin itu. "Ini hadiah terindah yang pernah aku terima."

"Masih banyak hal indah lain yang ingin kuberikan padamu," janji Gyantara. Ia kembali merangkul bahu Adelia, membiarkan kepala gadis itu bersandar di bahunya. "Mulai sekarang, jangan pernah merasa sendirian lagi ya. Apa pun yang terjadi, hadapilah bersamaku."

Malam itu mereka bercerita berjam-jam, hal-hal kecil yang tak pernah sempat mereka ucapkan. Gyantara bercerita tentang ketakutannya saat kecil, tentang impiannya yang dulu hampir gagal, tentang betapa ia takut menjadi ayah yang buruk seperti ayahnya dulu. Adelia pun berani bercerita sedikit—tentang betapa ia suka bunga matahari, tentang mimpinya ingin membangun perpustakaan untuk anak-anak yang tidak mampu sekolah, tentang rasa sedihnya saat tidak ada yang mengingat ulang tahunnya.

Dan setiap kali Adelia berhenti bicara, Gyantara akan menggenggam tangannya erat, mengusap punggung tangannya, atau sekadar mencium keningnya pelan. Sentuhan-sentuhan kecil itu begitu manis, begitu tulus, hingga membuat Adelia lupa bahwa ia sedang menyembunyikan rahasia besar. Ia hanya merasa dicintai, dihargai, dan diinginkan.

Saat rasa kantuk mulai datang, Gyantara tidak lagi tidur di sofa seperti hari-hari sebelumnya. Ia berbaring di samping Adelia, membiarkan gadis itu meringkuk di pelukannya seperti anak kucing yang mencari perlindungan. Ia menutup selimut hingga menutupi bahu keduanya, lalu memeluk Adelia dengan erat namun lembut.

"Tidurlah sayang," bisiknya tepat di telinga Adelia. "Mimpi indah ya. Aku ada di sini, tidak akan ke mana-mana."

Adelia tersenyum dalam tidurnya, memeluk erat dada Gyantara. Malam itu adalah malam paling damai dalam hidupnya. Tidak ada mimpi buruk, tidak ada rasa takut ditinggalkan. Hanya ada kehangatan pelukan pertama yang membuatnya tersenyum sendiri hingga terlelap sepenuhnya.

Dan di sebelahnya, Gyantara menatap wajah tidur istrinya yang tenang. Ia menyadari satu hal yang tak bisa ia pungkiri lagi: ia jatuh cinta bukan pada nama Adelin, bukan pada wajah yang ia kenal dulu, tapi pada jiwa yang ada di hadapannya sekarang—jiwa yang lembut, cerdas, dan penuh kasih sayang. Ia mungkin belum tahu siapa dia sebenarnya, tapi ia tahu satu hal: ia tidak akan pernah melepaskannya lagi.

1
Tere Rere
watak Adelin menurun dari kedua orang tuanya yg otaknya cuman separuh 😡
Tere Rere
bersyukur masih ada Tama dan Julian di saat Adelia terpuruk🥹
Tere Rere
GYANTARA bangke😡
Tere Rere
Adelin jahat banget😡😭
Tere Rere
Adelin sialan😡
Tere Rere
ao ao😍🤭
Binar Jingga
Huhuhu 🥹
Tere Rere
yg pengen nangis cuslah baca ISTRI PENGGANTI karya Binar jingga. nyesek banget jadi Adelia🥹
Binar Jingga: Wah terimakasih kak atas supportnya🥹🤗
total 1 replies
Tere Rere
Adelia🥹
Hasbia n Hasbia nn
pusing bcanya😮‍💨
Binar Jingga: Pusing kenapa kak?🙏🏻
total 1 replies
Tere Rere
ada orang tua yang sangat jahat seperti si Belinda dan YHOSEP ini/Sleep/
Binar Jingga: Huhuhu jahat yah…. Semoga ini terjadi cuman d dalam novel saajaa
total 1 replies
tia
jangan banyak omong suami durhaka 😁
Binar Jingga: Mohon bersabar😂🤣🤣🤣
total 1 replies
tia
jgn mao kembali dulu Adelia ,,,biarkan di hukum penyelan 😁
tia
kapok suami durhaka 😁
tia
keluar gila banget
tia: siap thor
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!