NovelToon NovelToon
Romansa Malam Di Jogjakarta

Romansa Malam Di Jogjakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Di tengah guyuran hujan Kota Senja, Arya menemukan lebih dari sekadar buku sejarah di perpustakaan tua—ia bertemu dengan Naya, seorang gadis misterius yang secara tak terduga membuat hatinya berdebar. Pertemuan yang terasa seperti kebetulan itu berubah menjadi awal dari sebuah misteri besar, ketika Arya menemukan foto tua tersembunyi yang mengungkapkan hubungan tak terduga: wajah Naya sangat mirip dengan wanita yang terlihat bersama ibunya, yang menghilang secara misterius setahun lalu tanpa meninggalkan jejak.

Dibakar oleh rasa penasaran dan keinginan untuk menemukan kebenaran di balik hilangnya ibunya, Arya mulai menyelidiki masa lalu keluarga-keluarga besar di kota itu. Semakin ia menggali, semakin ia menyadari bahwa pertemuan dengan Naya bukanlah kebetulan belaka. Di balik ketenangan Kota Senja, tersimpan rahasia kelam, persekutuan tersembunyi, dan kekuatan yang selama ini berusaha ditutup-tutupi. Arya harus berhati-hati, karena setiap langkahnya menuntunnya lebih dekat pada bahaya—dan pada kenyataan yang bisa mengubah seluruh hidupnya selamanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Arya masih berdiri terpaku di depan rak buku, jari-jarinya menyentuh permukaan foto tua itu dengan hati-hati, seolah takut jika ia menyentuhnya terlalu kasar, bayangan orang-orang di dalamnya akan lenyap begitu saja. Kertas foto itu sudah kekuningan, pinggirannya sedikit rapuh dimakan waktu, namun wajah-wajah di dalamnya masih terlihat sangat jelas.

Di sebelah ibunya, wanita yang selama satu tahun terakhir keberadaannya menjadi tanda tanya besar dalam hidup Arya, berdiri seorang wanita muda lain yang memeluk lengan ibunya erat. Senyum mereka tampak begitu akrab, seolah mereka adalah sahabat karib yang tak terpisahkan. Dan yang paling membuat darah Arya berdesir hebat—wajah wanita itu identik dengan Naya. Bentuk mata, lengkung alis, hingga lekuk senyumnya, semuanya sama persis. Bahkan ada tahi lalat kecil di sudut mata kanannya, ciri khas yang baru saja Arya lihat beberapa menit yang lalu pada gadis itu.

“Tidak mungkin…” bisik Arya pelan. “Apakah ini kebetulan belaka? Atau… apakah Naya adalah keluarganya?”

Pertanyaan demi pertanyaan menyerbu kepalanya. Ibunya tidak pernah banyak bercerita tentang masa lalunya. Sejak Arya kecil, ibunya selalu bersikap tertutup, seolah menyembunyikan sebuah sejarah kelam yang tak boleh diketahui siapapun. Ia hanya tahu bahwa ibunya berasal dari luar kota dan pindah ke Kota Senja tepat setelah menikah dengan ayahnya. Lalu, saat Arya berusia sepuluh tahun, ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal yang dianggap polisi sebagai murni kecelakaan. Sejak saat itu, ibunya menjadi semakin pendiam dan waspada, seolah selalu merasa diawasi. Hingga akhirnya, satu pagi, ia lenyap begitu saja, meninggalkan rumah yang kosong dan hanya menyisakan sebuah kalung perak berbentuk bulan sabit di atas meja makan.

Arya memasukkan foto itu dengan hati-hati ke dalam saku bagian dalam jaketnya, meyakinkan dirinya sendiri bahwa benda ini adalah petunjuk paling berharga yang pernah ia temukan selama pencariannya. Ia lalu mengambil buku tebal berjudul “Catatan Keluarga Kota Senja: 1950–2000” tadi, lalu bergegas menuju meja resepsionis untuk meminjamnya.

“Masih mau baca di sini atau dipinjam, Mas?” tanya petugas perpustakaan ramah yang sudah cukup mengenal wajah Arya.

“Dipinjam saja, Bu. Saya butuh waktu lama untuk membacanya,” jawab Arya cepat.

Setelah urusan administrasi selesai, Arya berjalan keluar dari gedung tua itu. Hujan di luar sudah reda, menyisakan rintik halus dan udara yang terasa dingin serta lembab. Ia menatap halaman parkir yang sudah mulai kosong. Matanya segera menangkap sosok yang sedang naik ke atas sebuah skuter matik berwarna merah marun, tidak jauh dari gerbang depan.

Itu Naya.

Gadis itu sedang mengenakan helm berwarna hitam, rambut panjangnya terurai keluar menutupi punggungnya. Sebelum menyalakan mesin, Naya sempat menoleh ke arah pintu perpustakaan. Pandangan mereka bertemu lagi. Di bawah pelindung helm itu, mata cokelat madu Naya menatapnya tajam, namun kali ini ada kilatan lain—kekhawatiran? Atau kewaspadaan? Tatapan itu berlangsung hanya sedetik, lalu Naya memalingkan wajah, memutar gas skuter-nya, dan melaju membelah jalanan basah, menghilang di tikungan jalan menuju pusat kota.

“Dia seolah sedang menghindariku…” gumam Arya.

Tanpa sadar, Arya langsung berlari menuju motor tua hitamnya yang terparkir di bawah pohon besar. Ia merasa ada dorongan kuat untuk mengikuti Naya. Bukan niat untuk menguntit dengan buruk, tapi naluri dalam dirinya berteriak bahwa gadis itu memegang kunci jawaban dari segala misteri yang menghantuinya. Arya menyalakan mesin dan segera mengejar ke arah yang sama.

Matahari sudah sepenuhnya tenggelam, digantikan langit malam yang kelabu dan lampu-lampu jalan yang mulai menyala temaram. Jarak antara motor Arya dan skuter merah Naya cukup jauh. Arya harus berkonsentrasi tinggi agar tidak kehilangan jejak, namun juga berhati-hati agar tidak terlihat jelas sedang diikuti.

Naya melaju cukup cepat, melewati jalanan utama kota, lalu berbelok masuk ke kawasan perumahan elit di bagian utara Kota Senja. Ini adalah area yang terkenal dengan gerbang-gerbang rumah tinggi, pagar besi kokoh, dan pohon-pohon besar yang rindang. Ini adalah tempat tinggal orang-orang kaya dan berpengaruh di kota itu.

Arya memperlambat laju motornya, menjaga jarak aman sekitar lima puluh meter. Ia melihat skuter merah itu akhirnya berbelok masuk ke gerbang salah satu rumah terbesar di ujung jalan. Pagar besi tinggi berwarna hitam itu terbuka otomatis, dan Naya meluncur masuk.

Arya menghentikan motornya tepat di depan pohon besar di seberang jalan, mematikan mesin agar tidak terdengar. Ia menatap rumah besar di hadapannya. Bangunan itu bergaya klasik mewah, dengan taman luas dan air mancur di depan teras. Lampu-lampu taman menyala indah, membuat rumah itu tampak megah, namun entah kenapa terasa dingin dan kaku. Di atas gerbang besar itu, tertulis satu nama dengan huruf emas timbul: RUMAH KELUARGA WIJAYA.

Jantung Arya seakan berhenti berdetak sesaat.

Wijaya.

Nama itu bukan nama asing baginya. Dulu, nama Wijaya adalah nama keluarga paling berkuasa di Kota Senja, pemilik bisnis properti dan pertambangan yang tersebar di seluruh provinsi. Namun sekitar dua puluh tahun lalu, kerajaan bisnis keluarga Wijaya tiba-tiba runtuh dalam semalam. Berita yang beredar waktu itu, ada skandal korupsi, penggelapan dana, dan persekongkolan yang membuat nama besar itu jatuh terpuruk. Ayah Arya dulu pernah bekerja di bawah bendera keluarga Wijaya, sebelum akhirnya meninggal.

“Jadi Naya adalah anak dari keluarga Wijaya…” bisik Arya, menatap gerbang tinggi itu dengan pandangan tajam. Potongan-potongan teka-teki mulai terhubung di kepalanya.

Jika wanita di foto itu adalah ibu Naya, berarti ibunya dan ibu Naya adalah sahabat dekat. Lalu kenapa ibunya tak pernah menceritakan hal ini? Dan kenapa keluarga Wijaya hancur, sementara ibunya kemudian menghilang? Apakah ada keterkaitan antara kehancuran keluarga Wijaya dan hilangnya ibunya?

Angin malam berhembus kencang, menerbangkan dedaunan kering di aspal jalan. Arya merapatkan jaketnya. Ia tahu, ia baru saja menginjakkan kaki di awal jalan yang sangat berbahaya. Rahasia besar tersimpan di balik tembok tinggi rumah itu, dan sepertinya Naya adalah satu-satunya jembatan yang bisa membawanya masuk ke dalam kebenaran.

“Aku akan cari tahu, Naya,” ucap Arya tegas pada dirinya sendiri. “Kamu tidak akan bisa menghindariku selamanya.”

Dengan berat hati, Arya akhirnya memutar balikkan motornya, meninggalkan kawasan elit itu dan kembali menuju rumah kecilnya di pinggiran kota. Malam itu, matanya takkan bisa terpejam. Ia harus membaca buku tua yang dipinjamnya itu sampai tuntas, mencari setiap kata, setiap nama, dan setiap jejak yang mungkin bisa mengungkap siapa Naya sebenarnya… dan apa peran gadis itu dalam nasib keluarganya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!