NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Menjelang senja, setelah menempuh perjalanan panjang tanpa henti, tembok kota yang menjulang tinggi akhirnya terlihat di kejauhan. Di atas gerbang utama terukir dua huruf besar yang memancarkan kesan megah.

Kota Perak.

Yan Kai menghentikan langkahnya sejenak. Ia menatap kota yang jauh lebih besar daripada Kota Batu. Arus manusia keluar masuk gerbang hampir tidak pernah terputus—para pedagang, kultivator, pengelana, hingga kereta-kereta dagang silih berganti melewati pemeriksaan para penjaga kota.

Ia pun ikut mengantre dengan tenang. Setelah membayar biaya masuk beberapa keping koin perak dan menjalani pemeriksaan singkat, Yan Kai akhirnya resmi memasuki Kota Perak.

Begitu melangkahkan kaki ke dalam kota, matanya langsung disambut oleh jalan-jalan yang jauh lebih luas, bangunan bertingkat yang megah, serta toko-toko yang berjajar rapi di kedua sisi jalan.

Aura spiritual di kota ini juga terasa lebih padat dibanding Kota Batu. Sesekali ia melihat para kultivator dengan aura yang jauh lebih kuat berjalan melewatinya. Bahkan beberapa di antaranya memancarkan tekanan yang membuat Yan Kai secara naluriah memilih untuk menyingkir.

"Kota ini... benar-benar berbeda."

Yan Kai tidak terburu-buru berkeliling. Hal pertama yang ia lakukan adalah mencari tempat beristirahat. Setelah bertanya kepada beberapa penduduk, ia akhirnya menemukan sebuah penginapan yang cukup tenang di dekat pusat kota. Ia menyewa sebuah kamar untuk beberapa hari ke depan.

Begitu memasuki kamar, Yan Kai langsung mengunci pintu dan duduk di tepi tempat tidur. Raut wajahnya perlahan berubah serius. Pikirannya kembali teringat pada kejadian di hutan.

Wanita dari Paviliun Teratai Putih itu langsung menganggapnya sebagai kultivator Jalan Iblis hanya karena melihat energi kegelapan yang digunakannya.

Yan Kai mengepalkan tangannya perlahan. "Mulai sekarang, aku tidak boleh sembarangan menggunakan energi kegelapan." Ia menyadari bahwa kekuatan tersebut terlalu mencolok.

Di mata sebagian besar kultivator aliran lurus, energi kegelapan identik dengan teknik-teknik terlarang yang digunakan para kultivator Jalan Iblis. Jika identitas itu sampai menyebar, bukan hanya satu orang yang akan mengejarnya—bisa jadi seluruh sekte besar akan memburunya tanpa memberinya kesempatan menjelaskan.

"Aku hanya akan menggunakannya jika benar-benar terpaksa. Itu pun harus memastikan tidak ada saksi."

Setelah mengambil keputusan itu, Yan Kai menghela napas panjang. Namun ia juga memahami kenyataan lain. Pertemuannya dengan wanita bercadar telah membuka matanya.

Meski sama-sama berada di Ranah Pemurnian Qi, kekuatan mereka terpaut sangat jauh. Teknik pedang wanita itu jauh lebih matang, pengalaman bertarungnya juga jauh lebih tinggi. Seandainya ia tidak melarikan diri saat itu, kemungkinan besar ia sudah kehilangan nyawanya.

"Kekuatanku masih belum cukup."

Ia menatap kedua telapak tangannya. Selama ini, peningkatan kultivasinya memang sangat cepat. Namun kecepatan saja tidak cukup. Ia membutuhkan sumber daya spiritual, teknik yang lebih kuat, serta pengalaman yang lebih banyak.

Yan Kai kemudian mulai memikirkan langkah berikutnya. Di kota sebesar ini, pasti ada tempat yang memperjualbelikan berbagai kebutuhan kultivator—pil, herba langka, senjata, teknik kultivasi, mungkin bahkan informasi mengenai berbagai tempat berbahaya yang menyimpan peluang besar.

Setelah berpikir beberapa saat, ia akhirnya menentukan tujuan pertamanya. "Kamar Dagang." Tempat seperti itu biasanya menjadi pusat transaksi para kultivator. Di sana ia mungkin bisa menemukan sesuatu yang berguna untuk meningkatkan kekuatannya.

Yan Kai tersenyum tipis. "Besok pagi, aku akan mulai dari sana."

Malam itu, ia tidak lagi keluar dari penginapan. Ia memilih menenangkan pikirannya terlebih dahulu sambil berkultivasi untuk menstabilkan Ranah Pemurnian Qi Tahap Awal yang baru saja dicapainya.

Di luar jendela, lampu-lampu Kota Perak mulai menyala satu per satu, menerangi jalanan yang masih ramai oleh aktivitas manusia.

...

Keesokan paginya, Kota Perak telah kembali dipenuhi kesibukan. Yan Kai meninggalkan penginapan setelah sarapan sederhana. Tujuan pertamanya hari itu adalah sebuah kamar dagang terbesar yang sangat terkenal di Kota Perak.

Bangunan itu berdiri megah di pusat kota dengan lima lantai yang menjulang tinggi. Pilar-pilar batu giok menghiasi bagian depan, sementara sebuah papan emas besar bertuliskan Kamar Dagang Bintang Giok tergantung tepat di atas pintu masuk.

Di depan pintu, beberapa penjaga berkultivasi cukup tinggi berdiri dengan sikap tegap, menjaga keamanan para tamu yang keluar masuk.

Yan Kai melangkah masuk. Begitu memasuki aula utama, matanya langsung disambut berbagai barang berharga yang dipajang di dalam etalase kaca—pil-pil spiritual dengan berbagai tingkatan, herba berusia ratusan hingga ribuan tahun, senjata pusaka yang memancarkan aura tajam, baju zirah, jimat, formasi, hingga berbagai benda langka yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Seorang pelayan wanita segera menghampirinya sambil tersenyum ramah. "Tuan muda, apakah ada sesuatu yang sedang Anda cari?"

Yan Kai mengangguk pelan. "Aku hanya ingin melihat-lihat."

Pelayan itu tidak banyak bertanya dan mempersilahkannya berkeliling. Yan Kai berjalan dari satu etalase ke etalase lainnya. Semakin lama ia melihat, semakin ia terdiam.

Sebuah Pil Pemurnian Qi tingkat menengah, 120 koin emas. Herba Seribu Daun berusia lima ratus tahun, 380 koin emas. Sebilah pedang pusaka tingkat rendah, 700 koin emas. Sedangkan beberapa pusaka berkualitas tinggi bahkan mencapai ribuan koin emas.

Yan Kai hanya bisa tersenyum pahit. Seratus koin emas yang dahulu ia anggap sebagai harta besar, di tempat ini ternyata bahkan tidak cukup untuk membeli beberapa pil berkualitas.

"Aku benar-benar terlalu miskin..." gumamnya pelan.

Ia akhirnya menghela napas dan meninggalkan Kamar Dagang Bintang Giok tanpa membeli apa pun.

Berjalan menyusuri jalanan kota, Yan Kai mulai memikirkan cara lain. "Membeli sumber daya jelas bukan pilihan. Kalau begitu, aku harus mencarinya sendiri."

Setelah bertanya kepada beberapa orang, ia akhirnya mengetahui bahwa di Kota Perak terdapat sebuah tempat yang khusus menjual berbagai informasi.

Namanya adalah Paviliun Mata Elang. Berbeda dengan kamar dagang biasa, tempat itu memperjualbelikan peta, informasi, daftar buronan, lokasi harta karun, hingga berbagai berita dari seluruh Benua Laut Bintang.

Yan Kai pun segera menuju tempat tersebut. Bangunannya jauh lebih sederhana, namun orang-orang yang keluar masuk justru didominasi para kultivator.

Begitu memasuki aula, seorang pria tua menyambutnya. "Informasi seperti apa yang kau butuhkan?"

Yan Kai menjawab tanpa ragu. "Aku ingin mengetahui tempat yang memiliki sumber daya spiritual melimpah di sekitar Kota Perak."

Pria tua itu mengangguk. Ia mengambil sebuah gulungan kecil dari balik meja. "Sepuluh koin perak."

Yan Kai langsung membayarnya. Pria tua itu kemudian menyerahkan gulungan tersebut. Yan Kai segera membukanya. Di dalamnya hanya terdapat satu nama yang diberi tanda merah.

Danau Seribu Bulan.

Menurut informasi yang tertulis, danau itu terbentuk secara alami dari berkumpulnya urat nadi spiritual bumi selama ribuan tahun. Air danaunya mengandung energi spiritual yang sangat murni.

Banyak herba langka tumbuh di sekitarnya. Binatang iblis yang hidup di kawasan itu juga sering melahirkan inti jiwa dengan kualitas jauh lebih baik dibanding tempat lain.

Namun semakin jauh Yan Kai membaca, ekspresinya berubah serius. Danau Seribu Bulan terletak jauh di dalam Hutan Kabut Kematian—sebuah hutan yang terkenal sebagai salah satu kawasan paling berbahaya di wilayah Kerajaan Awan Suci.

Kabut tebal menyelimuti kawasan itu sepanjang tahun, dan di dalamnya hidup berbagai binatang iblis dengan kekuatan yang mengerikan. Selain itu, banyak kultivator dari sekte-sekte aliran sesat menjadikan hutan tersebut sebagai tempat persembunyian.

Mereka sering memburu para pengelana yang memasuki kawasan itu, baik untuk merampas harta maupun menyempurnakan teknik kultivasi terlarang.

Yan Kai menutup kembali gulungan informasi tersebut. Tatapannya menjadi semakin dalam. Tempat itu jelas sangat berbahaya. Namun bahaya yang besar biasanya juga menyimpan peluang yang sama besarnya.

Perlahan, senyum tipis muncul di sudut bibirnya. "Sepertinya... aku sudah menemukan tujuan berikutnya."

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!