NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Kamu Punya Kekasih?

Sore itu, ruang tengah mansion terasa jauh lebih hangat dari biasanya. Jeslyn sedang tenggelam dalam drama komedi di televisi, sesekali tertawa kecil sambil mengemil buah potong. Suasana damai itu mendadak terusik ketika langkah kaki ringan mendekat, dan tanpa peringatan apa pun, tubuh jangkung Lucian sudah merebahkan diri di sofa.

​Jeslyn hampir saja melonjak dan memaki karena kaget, namun gerakannya tertahan saat melihat Lucian menempatkan kepalanya tepat di atas paha Jeslyn menjadikan kaki sang ibu tirinya itu sebagai bantal.

​Jeslyn terdiam. Ia menahan napas, matanya menatap Lucian yang kini tampak begitu lelah. Tangan Lucian perlahan terangkat, mendarat di atas perut Jeslyn yang membuncit besar. Pemuda itu tidak bicara. Jemarinya yang pucat mengelus permukaan kain yang menutupi perut Jeslyn dengan gerakan yang sangat pelan dan ragu-ragu. Ada kilat pikiran yang dalam di mata birunya; seolah ia sedang mencoba memahami keberadaan kehidupan baru di balik sana.

​Tangan Jeslyn yang tadi memegang remote perlahan turun, beralih mengusap rambut halus Lucian. Awalnya, tubuh Lucian menegang, bahunya kaku seperti kayu. Namun, setelah beberapa detik, ia membiarkan dirinya rileks dan perlahan menutup mata, menikmati elusan lembut yang mungkin belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

​Ini saatnya. Jeslyn harus melakukan sesuatu sebelum alur takdir yang kelam itu berulang.

​"Lucian?" panggil Jeslyn pelan, suaranya nyaris seperti bisikan di tengah suara televisi.

​Lucian hanya berdehem, matanya tetap terpejam.

​"Kamu... punya kekasih?" Jeslyn memberanikan diri.

​Lucian membuka matanya seketika. Ia menatap Jeslyn dengan tatapan aneh, seolah pertanyaan itu adalah hal paling absurd yang pernah ia dengar. Tanpa ragu, Lucian menggelengkan kepalanya pelan.

​Jeslyn membuang napas lega yang cukup panjang hingga bahunya turun.

"Syukurlah. Maksud Mami, kamu masih muda, sekolah dulu yang benar, jangan mikirin hal yang aneh-aneh dulu."

​Lucian kembali memejamkan mata, namun Jeslyn tidak membiarkannya tenang. "Lalu... bagaimana dengan Hera?"

​Nama itu seperti racun. Lucian bangkit dari tidurnya dengan gerakan cepat, nyaris menyundul dagu Jeslyn. Ia duduk tegak, menatap Jeslyn dengan sorot mata yang tiba-tiba berubah tajam dan defensif.

"Kenapa Mami bahas Hera?"

​Jeslyn tidak mundur. Ia mengangkat tangannya, memegang kedua bahu Lucian dengan mantap. Ia bisa melihat keterkejutan di wajah pemuda itu karena keberanian Jeslyn yang tidak biasanya.

​"Dengar, Lucian," suara Jeslyn tegas namun penuh kasih.

"Untuk sekarang, fokus saja pada sekolah. Masalah Hera... itu bukan tanggung jawabmu. Kamu bukan malaikat pelindung, dan kamu bukan tempat pembuangan masalah orang lain. Apalagi sampai membuatmu babak belur seperti kemarin. Itu tidak sebanding, Lucian."

​Lucian terdiam. Rahangnya mengeras. Ia menatap ke arah lain, mencoba mencari argumen, namun tatapan Jeslyn yang begitu intens membuatnya kesulitan untuk berpaling.

​"Mami bicara begini karena Mami tidak mau kamu terluka lagi," tambah Jeslyn lagi, suaranya sedikit bergetar.

​Lucian akhirnya menoleh kembali ke arah Jeslyn. Matanya yang dingin dan tajam kini tampak meredup, menyisakan kesedihan yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.

​"Tapi, Mami," suara Lucian terdengar sangat pelan, nyaris seperti isakan yang tertahan.

"Selama ini... hanya Hera yang peduli padaku. Saat orang-orang di sekolah menganggap ku sampah, dia satu-satunya yang mau bicara padaku."

​Mendengar kalimat itu, dinding pertahanan Jeslyn runtuh. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya meluncur bebas di pipinya. Betapa menyedihkannya kehidupan pemuda di hadapannya ini. Betapa haus kasih sayangnya hingga ia harus menggantungkan harapan pada orang yang salah, seseorang yang bahkan tidak benar-benar tulus dan justru akan menjerumuskannya pada kematian tragis dalam cerita yang Jeslyn baca.

​Jeslyn tidak tahan lagi. Tanpa memikirkan apa pun, ia menarik tubuh Lucian, membawanya ke dalam dekapannya yang hangat dan erat.

​"Sekarang ada Mami," bisik Jeslyn di sela-sela tangisnya. Ia memeluk kepala Lucian, membiarkan pemuda itu bersandar di dadanya.

"Mami ada di sini sekarang. Kamu jangan pernah merasa sendirian lagi, ya? Kalau ada apa-apa, kalau kamu sedih, bahkan kalau kamu mau marah-marah ke Mami karena Mami cerewet, silakan saja. Mami siap mendengar semuanya."

​Lucian mematung di pelukan Jeslyn. Ia tidak membalas pelukan itu, namun ia juga tidak berusaha melepaskan diri. Bahunya bergetar hebat. Untuk pertama kalinya, pemuda yang selama ini hidup seperti mesin di rumah mewah yang dingin itu merasa ada seseorang yang benar-benar memeluknya dengan ketulusan bukan karena siapa ayahnya, atau karena harta yang ia miliki.

​"Mami..." gumam Lucian di balik pelukan Jeslyn. Suaranya pecah.

​Jeslyn mengeratkan pelukannya. "Iya, Sayang. Mami di sini. Kamu aman sekarang. Tidak ada lagi yang boleh melukaimu, Hera sekalipun."

​Lucian memejamkan mata, membiarkan air mata yang selama tujuh belas tahun ia bendung akhirnya jatuh. Ruang tengah itu menjadi saksi bisu di mana seorang anak yang sempat dianggap buangan akhirnya menemukan tempat untuk pulang, di dalam pelukan wanita yang dulu paling ia benci, namun kini menjadi satu-satunya pelindung yang ia miliki di dunia ini. Jeslyn terus mengusap punggung Lucian, menjanjikan keamanan yang selama ini tidak pernah bisa diberikan oleh siapa pun di mansion itu, bahkan oleh ayahnya sendiri.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!