NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:825
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 2 Jatuh Ke Parit

Jam pelajaran terakhir sudah usai dengan cepat. Para siswa berhamburan keluar gedung sekolah dengan semangat untuk pulang. Beberapa siswa ada yang naik motor, dan ada yang naik kendaraan umum. Dan beberapa lagi ada yang dijemput oleh mobil mewah. Tapi Aksa tidak seberuntung itu, dia ke sekolah menggunakan sepeda tua bekas ayahnya. Dia mengayuh sepeda itu setiap hari pulang dan pergi ke sekolah. Berbeda jauh dengan Devina, yang setiap hari selalu dijemput oleh sopir pribadinya dengan mobil mewah yang seharga ratusan juta. Dan karena itu membuat Aksa sangat minder untuk mendekati Devina. Bagi Aksa Devina itu seperti langit yang sulit untuk Aksa gapai. Dan dirinya hanyalah bumi yang rendah, yang selalu terinjak.

"Gue balik duluan, yah! Bye! " seru Leni melambaikan tangannya ke Devina yang masih terdiam berdiri di depan gerbang sekolah. Sementara Leni sudah di jemput oleh Ayahnya.

"Bye! "

Devina membalas lambaian tangan Leni sambil menunggu jemputannya datang. Tidak lama kemudian, mobil yang menjemput Devina akhirnya sampai. Tapi secara kebetulan, Devina melihat Aksa yang baru keluar dari gerbang sekolah dengan mengayuh sepedanya.

"Aksa, tunggu! "

Devina menghadang jalan Aksa dengan berdiri di tengah jalan yang akan dilalui oleh Aksa dan merentangkan kedua tangannya. Aksa tentunya menarik rem sepedanya mendadak untuk berhenti.

"Loh udah gila yah? Kalau nanti sampai ketabrak gimana? " cerutu Aksa dengan sedikit nada tinggi karena marah.

Devina malah cengengesan dimarahi oleh Aksa. "Pulang bareng, yuk! " pinta Devina kemudian. Aksa melirik ke arah mobil Devina yang sudah terparkir di tepi jalan.

"Gak usah, gue naik sepeda aja, " tolak Aksa.

"Emangnya kata siapa pulangnya naik mobil? " Balas Devina sambil berlari kebelakang sepeda Aksa dan naik duduk dibelakang ingin dibonceng oleh Aksa.

Aksa terdiam menatap Devina heran. "Loh ngapain? " tanya Aksa kemudian.

"Memangnya apa lagi. Pulanglah! Ayo buruan, kayuh sepedanya! " Seru Devina dengan heboh.

Aksa mau tidak mau segera mengayuh sepedanya dan pergi pulang bersama dengan Devina yang dibonceng di sepeda tuanya. Devina dengan berani memeluk pinggang Aksa dan bersandar dipunggung Aksa. Ia sangat senang dan terlihat begitu nyaman. Sudah lama Devina ingin melakukan ini. Tatkala Aksa hanya tersenyum bahagia saat ini menikmati moment indah dan manis ini bersama Devina meskipun hanya sebentar.

"Ini menyenangkan sekali. Naik sepeda ternyata seseru ini yah? " ujar Devina merenggangkan salah satu tangan nya untuk menikmati angin yang mulai menerpa diwajahnya.

"Ini kali pertama loh naik sepeda? " tanya Aksa kemudian karena penasaran.

"Iyah. Ini kali pertama gue. "

"Kenapa? "

"Karena gak ada yang pernah ngajarin gue naik sepeda."

Tiba-tiba saja Aksa berhenti mengayuh dan turun dari sepeda. Devina menatap heran Aksa dan penuh tanya. "Ada apa? Kenapa berhenti? "

"Ayo, kita ke taman. Loh mau gue ajarin naik sepeda? " sahut Aksa menawarkan dirinya untuk mengajari Devina cara naik sepeda.

Dengan penuh semangat Devina mengangguk begitu cepat. Dan turun untuk berjalan bersama menuju taman umum terdekat. Disana Aksa mengajari Devina cara naik sepeda dan memegangi sepedanya dari belakang.

Devina berhasil mengayuh sepeda itu walaupun masih belum stabil. "Jangan dilepas yah?"

"Iyah, gak dilepas kok. Ayo, loh kayuh aja sepedanya terus. Jangan lupa belok. Seimbang dong! "

"Gue bisa kayaknya. Tapi tetap pegangin yah, jangan dilepas! " pinta Devina sambil fokus mengayuh sepedanya.

"Iyah, nggak. Ayo terus! "

Aksa melihat Devina yang belajar dengan sangat cepat sehingga ia punya inisiatif sendiri untuk melepaskan pegangannya. Devina tidak sadar dan terus melaju. Sampai ia menoleh ke belakang dan melihat Aksa berdiri jauh melihatnya, ia pun langsung panik dan hilang keseimbangan. Lantas, alih-alih berhenti ia malah semakin melaju tidak terkendali. Hingga akhirnya,

"Lihat ke depan Vina! " Teriak Aksa.

Byuur! Brak!

Devina jatuh ke parit beserta sepedanya. Melihat itu Aksa segera berlari untuk menolong Devina. Aksa terlihat panik juga kasihan melihat Devina tersungkur ke dalam parit.

"Aduuh, sakit! Loh sih, kenapa dilepas? " Devina kesal dan cemberut kepada Aksa.

Aksa menarik sepedanya terlebih dahulu, lalu menolong Devina naik ke atas.

"Loh ada yang luka? " tanya Aksa. "Gue minta maaf yah! Padahal tadi gue kira loh udah bisa sendiri. Makanya gue lepas. Ada yang sakit? " tambahnya kemudian memeriksa seluruh tubuh Devina yang basah kuyup serta kotor karena lumpur dan juga sedikit bau.

"Gue gak papah, sih. Cuma tangan gue kayaknya keseleo dikit. Aww! " jawab Devina sambil menyodorkan pergelangan tangan kanannya.

"Mana sini, gue lihat! " Aksa meraih tangan Devina dengan lembut dan memeriksanya. Ada beberapa luka baret juga ditangan Devina. Aksa mencoba membetulkan tangan Devina yang terkilir itu, karena ia sedikit paham ilmunya. Sementara itu, tatapan Devina tidak berpaling sedikitpun dari wajah Aksa yang tampan dan teduh itu. Jantungnya berdebar sangat cepat, sampai Devina takut kalau-kalau Aksa bisa mendengar suara detakan jantungnya.

Krek!

"Aaaa! " Devina berteriak kesakitan sebentar. Dan karenanya ia pun terbangun dari hayalan nya tentang Aksa. "Loh gila yah? Tangan gue hampir copot tahu! " seru Devina.

"Tapi udah mendingan, kan? Gak sakit lagi. "

Devina pun mulai merasa-rasakan tangannya juga sedikit memutarnya. Memang benar, rasa sakitnya berkurang, tidak sesakit tadi.

"Iyah, sih. Kok loh bisa ngerti beginian sih? Belajar dari mana? " tanya Devina karena penasaran.

"Gue tahu sedikit, pernah belajar sama Kakek. "

"Ooh! " Devina hanya mengangguk-ngangguk tanda mengerti.

Aksa mendapati wajah Devina penuh dengan lumpur, tanpa sadar tersenyum lucu dan mengusap sedikit lumpur yang ada di pipi kiri Devina oleh telapak tangannya. Devina seperti tersetrum oleh sesuatu ketika tangan kasar itu menyentuh lembut pipinya. Membuat kedua bola matanya membulat sempurna dan tubuhnya jadi kamu seperti patung. Deg deg! Jantungnya semakin berdetak dengan cepat memompa darahnya semakin panas. Sampai-sampai wajahnya berubah menjadi merah padam.

Begitu pun Aksa yang sejenak menemukan tatapan itu dari Devina, membuat jantungnya ikut berdebar-debar. Walaupun wajah Devina di penuhi oleh lumpur, tapi tidak menutupi betapa manisnya wajah itu. Sesaat lamanya pandangan mereka bertemu satu sama lain. Sampai akhirnya Aksa tersadar dan segera menjauhkan tangannya itu dari pipi Devina. Seketika sikap di antara mereka menjadi sangat canggung.

"Maaf, gue cuma mau membersihkan lumpur yang ada di wajah loh. Ayo kita pergi! Ruma gue udah deket dari sini. Nanti loh bersih-bersih dulu aja di rumah gue. Setelah itu gue antar pulang. Gak mungkin juga gue anterin loh pulang dengan penampilan seperti ini, " tukas Aksa sambil berjalan membawa sepedanya.

"Iyah."

Devina mengikuti langkah kaki Aksa dari belakang dengan senyum lebar diwajahnya. Ternyata, jatuh ke parit membawa keberuntungan untuknya. Setidaknya ia jadi tahu rumah Aksa. Dan bisa bersama Aksa lebih lama lagi. Ternyata dibalik musibah selalu ada hikmah yang menguntungkan. Taman bunga yang indah seketika mekar dengan lebat dihati Devina.

Tidak butuh waktu lama mereka berjalan. Akhirnya sampai di rumah Aksa. Devina melihat rumah Aksa tidak sebesar rumah miliknya. Namun, ketika Aksa pulang Ibunya menyambut mereka dengan hangat. Walaupun rumah Aksa sangat kecil dan sederhana, tapi di dalamnya penuh dengan kasih. Jauh berbeda dengan rumah Devina, yang besar, mewah dan luas, tetapi rasanya ia seperti hidup sendirian. Sepi dan sunyi. Karena orang tuanya selalu sibuk bekerja. Tidak ada waktu untuk Devina sama sekali.

"Bu, Aksa pulang! "

"Hari ini kamu pulang agak terlambat. Gak biasanya. Ayo cepat, masuk dan bersih-bersih, Ibu sudah memasak makanan kesukaan kamu, " balas Ibunya sambil terus mencuci piring yang belum selesai. Tapi, ketika menoleh untuk melihat putranya, ia terkejut melihat Devina yang terlihat sangat kacau. Ia pun segera menghentikan aktivitas nya itu untuk datang dan bertanya.

"Ini siapa, Sa? " tanya Santi Ibunya Aksa sambil meraih pundak Devina.

"Hallo, Tante? Aku temennya Aksa. Namaku Devina, " sahut Devina memperkenalkan diri.

"Oh, ya ampun! Ini kali pertama Aksa mengajak teman wanita ke rumah. Ini kenapa? Kok bisa seperti ini? " Santi bertanya lagi karena penasaran.

"Jatuh ke parit, Bu, " jawab Aksa sambil mengambilkan handuk baru untuk Devina.

"Kok, bisa sih jatuh ke parit. Habis ngapain? " tanya Santi lagi semakin penasaran.

"Tadi Aksa ngajarin aku naik sepeda. Tapi malah jatuh ke parit. " Devina tersenyum malu kepada Santi karena kecerobohannya itu.

"Oh oalah! Yaudah, gak papah. Nanti belajar lagi aja. Sekarang, kamu mandi bersih-bersih badan kamu. Terus kita makan bersama nanti. "

"Iyah, Tante. Makasih. " Devina merasa terharu seketika. Hatinya terasa begitu hangat.

Aksa menyodorkan handuk baru beserta baju bersih miliknya untuk Devina ganti. "Ini! Tidak ada baju yang pas. Jadi pakai itu saja. "

"Iyah, kalau gitu permisi, dimana kamar mandinya? " tanya Devina.

"Yang itu! " Aksa menunjuk salah satu pintu.

Lantas, Devina segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara itu, Santi terus saja tersenyum sambil menggoda Aksa dengan menyikut lengannya.

"Apa sih, Bu? Cuma teman biasa kok! " Elaknya.

"Ibu gak ngomong-ngomong apa-apa. " Santi kembali melanjutkan cuci piring yang sempat terhenti tadi.

_________________

Guys jangan lupa like👍 sama komentar nya yah☺

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!