NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:850
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyembuhan

Mak Nung sudah mengetahui semua yang dibutuhkannya untuk merawat tubuh Lue Ang, anak angkatnya yang saat ini tidak ada bedanya dengan orang mati membutuhkan perawatan sangat serius.

"Untuk sekarang kita akan mengobati luka dalam di tubuhmu Nak," ucap Mak Nung.

"Bagaimana dengan luka luar ku?" Tanya Lue Ang.

"Itu membutuhkan banyak herbal, tapi tenang saja kamu adalah anak angkat ku," ucap Mak Nung.

"Saat ini aku akan mengobati luka dalam mu, jangan terlalu banyak bergerak Nak atau itu akan menyakitkan," Sambung Mak Nung dengan nada serius.

Lue Ang hanya menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Mak Nung, lagi pula sangat tidak mungkin dirinya untuk bergerak, tubuhnya benar-benar terluka sangat parah sulit untuk bergerak walau sedikit saja.

Mak Nung yang sudah siap langsung duduk di belakang Lue Ang, Mak Nung menaruh tangannya di punggung Lue Ang dan bergegas menutup matanya.

Mak Nung mengirimkan energinya ke tubuh Lue Ang untuk menekan luka luka yang ada di dalam tubuhnya, setelah beberapa saat Mak Nung yang berhasil menyembuhkan sebagian lebih luka dalam Lue Ang mulai merasa cukup kelelahan.

Dirinya yang sudah tua membuatnya tidak sebebas dulu waktu muda, mengirim sedikit energi saja sudah menguras banyak energi dan tenaganya.

"Huuuuh, akhirnya aku berhasil menyembuhkan luka dalam mu," ucap Mak Nung.

"Bangkitlah berdiri dan rasakan perbedaannya," sambung Mak Nung.

Tanpa menjawab perkataan Mak Nung Lue Ang perlahan bangkit berdiri, benar saja Lue Ang bisa merasakan kalau saat ini dirinya merasa jauh lebih baik dari sebelumnya, walau masih kesulitan berjalan Lue Ang benar-benar senang karena dirinya bisa bangkit bahkan berjalan.

"Aku mengeluarkan banyak kekuatanku untuk menyembuhkan luka dalam mu Nak, sisanya kamu bermeditasi saja untuk memulihkan diri, aku akan pergi mencari bahan untuk mengobati luka luar ditubuhmu," ucap Mak Nung.

"Tapi aku ingin membantu mu mencari bahan bahannya, aku bisa melakukannya," Sahut Lue Ang yang merasa tidak enak karena Mak Nung sudah menyembuhkannya dan mengeluarkan banyak kekuatannya.

"Dengan keadaan mu yang seperti itu mungkin saja kamu akan mati di jalan, jika kamu mati begitu saja lalu untuk apa aku menggunakan kekuatan ku untuk menyembuhkan mu," ucap Mak Nung.

"Lagipula aku sudah lama hidup di sini aku sangat tahu di mana bahan yang aku butuhkan," sambung Mak Nung.

Mendengar apa yang dikatakan Mak Nung Lue Ang dengan cepat menganggukkan kepala, Lue Ang yang awalnya ragu karena dirinya tidak pernah berkultivasi langsung duduk bersila dan menutup matanya mulai bermeditasi.

Setelah melihat anak angkatnya bermeditasi Mak Nung bergegas menghilang berpindah tempat, Mak Nung sangat hafal setiap tempat yang pernah di datanginya termasuk atas jurang tempat Lue Ang terjatuh.

Mak Nung yang menghafal nama bahan yang dicarinya bergegas pergi mencari, walau sudah tua Mak Nung sangat teliti, tumbuhan herbal yang mirip dengan yang dicarinya diketahuinya dengan mudah hanya dengan sekali melihatnya.

"Bahan pertama sudah aku dapatkan, hanya tinggal dua bahan lagi," ucap Mak Nung penuh semangat.

Masih dengan langkah pelannya dan memperhatikan setiap tumbuhan Mak Nung kembali melanjutkan langkahnya mencari dua bahan yang tersisa, Mak Nung masih mengingat sangat jelas kalau dua bahan lainnya tidak sampai ke luar dari hutan.

Suara langkah kaki yang terdengar dari balik pepohonan tak jauh darinya membuat Mak Nung bergegas bersembunyi, Mak Nung menebak-nebak kalau yang saat ini menyebar ke dalam hutan adalah pembunuh bayaran yang sebelumnya ingin membunuh anak angkatnya.

"Bukankah para pembunuh bayaran sudah mengatakan kalau sampah tidak berguna itu sudah mati kenapa kita masih harus mencari mayatnya," ucap seseorang yang suaranya di dengar Mak Nung.

"Kita hanya perlu menuruti perkataan Tuan, jika tidak menemukannya kita hanya tinggal pulang dan mengatakan yang sebenarnya," sahut suara lainnya.

Mendengar pembicaraan keduanya Mak Nung sangat tahu Tuan yang mereka maksud, semua yang sudah mencarinya saat ini adalah orang suruhan dari keluarga anak angkatnya, keluarga Ang adalah salah satu orang yang membuat hidup anak angkatnya selama ini menderita.

Setelah suara menghilang Mak Nung kembali berjalan pergi mencari dua bahan lainnya, Mak Nung mencoba sebisa mungkin menghindari jalan yang akan dilewati suruhan kepala keluarga Ang.

Sebenarnya Mak Nung menghindar bukan karena takut pada mereka tapi akan lebih bagus jika sementara dirinya tidak terlibat dengan mereka agar tidak ketahuan kalau Lue Ang ada bersamanya.

Melewati belasan pohon besar Mak Nung kembali menemukan dua bahan yang tersisa, Mak Nung yang berhasil menemukan semua bahan bersiap kembali pulang.

"Aku bisa merasakan kehadiran seseorang di sekitar sini," ucap suara tidak jauh dari Mak Nung.

Mendengar suara tidak jauh darinya Mak Nung langsung bergerak cepat menyamarkan keberadaannya, Mak Nung bergegas menghilang menjauh meninggalkan orang yang berjalan ke arahnya.

Suruhan kepala keluarga Ang yang yakin dengan instingnya dengan cepat berpindah tempat, saat tidak menemukan siapapun di sana suruhan keluarga Ang berpikir apa mungkin dirinya salah.

"Aku tidak mungkin salah pasti ada manusia di sini," ucap suruhan keluarga Ang.

"Kalau hanya orang seperti mereka terlalu mudah untukku menghindarinya," ucap Mak Nung.

"Dan setelah mendapat pelatihan ku Lue Ang, pasti akan bisa dengan mudah menghadapi mereka untuk membalas dendamnya," sambung Mak Nung kembali berjalan pergi.

Setibanya di rumahnya Mak Nung bisa melihat Lue Ang yang masih bermeditasi dengan sangat serius, tidak ingin mengganggu anak angkatnya itu Mak Nung bergegas pergi ke belakang untuk menyiapkan obat yang akan diberikan untuk Lue Ang.

...

Lue Ang yang bermeditasi bisa merasakan energi yang sangat banyak mengelilinginya, energi itu perlahan masuk ke dalam tubuhnya dan dengan perlahan membuat tubuhnya semakin terasa lebih baik.

Bukan hanya energi saat bermeditasi Lue Ang merasakan sesuatu yang lain di dalam tubuhnya bergejolak, dengan pelan berubah menjadi sangat cepat hingga membuatnya tanpa sadar langsung membuka matanya dan merasa kebingungan.

"Hah, apa yang terjadi," ucap Lue Ang.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!