King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.
Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.
Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.
Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.
Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.
Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.
~~~~~
Happy reading 🦋🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Gema langkah kaki di koridor utama Kastel Mewah Stone malam itu terdengar seperti tabuhan genderang perang.
Kastel kuno bergaya gotik yang berdiri kokoh di pinggiran Chicago itu mendadak diselimuti aura ketegangan yang begitu pekat.
Seluruh pelayan, penjaga gerbang, hingga pasukan elite klan memilih menundukkan kepala dalam-dalam, tidak berani mengeluarkan suara sekecil apa pun.
Di dalam ruang keluarga utama yang luas—di bawah pendar lampu gantung kristal yang megah—suasana terasa membeku.
King Stone duduk di salah satu sofa beludru panjang dengan kemeja putih yang baru diganti oleh tim medis Kaelix.
Perutnya telah ditangani, namun wajahnya masih menyisakan rona pucat.
Di sampingnya, Olivier Martinez duduk dengan anggun, mendekap erat Nora Amelie yang menatap sekeliling arsitektur kastel dengan binar mata cerdas tanpa rasa takut.
Di hadapan mereka, berdiri dua penguasa tertinggi klan Stone yang paling ditakuti: Kyle Stone, sang Patriark legendaris yang memiliki tatapan sekejam iblis, dan Emmeline Stone, sang Mommy murni yang keanggunannya selalu dihormati oleh seluruh jalur barat.
Di sudut ruangan, Kendrick, Kaelix, Lavender, dan Freya berdiri berjejer, menyaksikan pengadilan keluarga ini dengan ekspresi campur aduk—antara tegang dan menahan tawa.
"Coba... ulangi sekali lagi kalimatmu, King," suara Mommy Emmeline mengalun, sangat lembut namun sanggup membuat bulu kuduk siapa pun merinding.
Wanita paruh baya yang masih tampak luar biasa cantik dan awet muda itu menatap putra sulungnya dengan mata bulat yang berkedip lambat.
King Stone menelan ludahnya dengan susah payah. Otoritasnya sebagai pangeran mafia runtuh seketika di hadapan sang ibu. "Nora... Nora Amelie adalah putri kandungku, Mom. Dia darah dagingku bersama Olivier. Usianya... hampir sepuluh tahun."
Plak!
Sebuah pukulan yang sangat telak dari tas tangan mewah milik Mommy Emmeline mendarat tanpa ampun tepat di bahu tegap King.
Pukulan itu begitu bertenaga hingga membuat tubuh monster King sedikit terhuyung ke samping.
"Aduh! Mom!" ringis King, memegangi bahunya yang mendadak terasa kebas.
"Kau anak berengsek tidak tahu diuntung!" teriak Mommy Emmeline, napasnya memburu, wajah anggunnya memerah sempurna karena keterkejutan yang luar biasa.
"Sepuluh tahun, King?! Sepuluh tahun kau menyembunyikan cucu pertamaku?! Kau biarkan anak secantik dan sepintar ini tumbuh di luar sana tanpa perlindungan?!"
Mommy Emmeline kembali melayangkan pukulan tas tangannya ke dada King. "Setiap hari kau pulang ke kastel ini dengan wajah sok sucimu itu! Kau berlagak di depanku seolah kau adalah putraku yang baik, paling menjaga ranjang pribadimu, dan walaupun Kau menjadi Pria Tidak Setia! Ternyata... gairah liarmu sudah meledak sejak masih memakai seragam high school! Kau membohongi Mommy, King Stone!"
"Mom, demi Tuhan, aku juga baru mengetahuinya tadi pagi!" King mencoba membela diri, mengangkat kedua tangannya dengan pose menyerah yang teramat menyedihkan.
Namun, sebelum King sempat menyelesaikan kalimatnya, sebuah bayangan besar mendadak melangkah maju, memotong jalur di antara King dan Mommy Emmeline.
Kyle Stone. Sang Daddy, Mantan Intelejen Terbaik dan tertinggi klan Stone, berdiri tegak dengan rahang yang mengeras sempurna.
Sepasang mata tuanya yang tajam berkilat oleh kemarahan murni atas kelakuan tidak bertanggung jawab putra sulungnya di masa muda. Tanpa ada basa-basi, tanpa ada peringatan berupa kata-kata kasar—
Bugh!
Sebuah bogeman mentah yang sangat keras dari kepalan tangan besar Kyle mendarat telak di rahang kiri King Stone.
Hantaman fisik dari sang Patriark itu begitu luar biasa kuat hingga membuat King tersungkur dari sofa, jatuh berlutut di atas karpet beludru merah.
Sudut bibir King seketika pecah, mengeluarkan tetesan darah segar. Rasa sakit di rahangnya beradu dengan denyutan di perutnya, namun King tidak berani melawan atau membalas tatapan ayahnya.
"Kyle!" pekik Emmeline terkejut melihat suaminya langsung melayangkan pukulan sefatal itu pada putra mereka yang baru saja keluar dari rumah sakit.
Kyle Stone menurunkan tangannya, menatap King yang masih berlutut di lantai dengan pandangan dingin yang teramat mengintimidasi.
"Bogeman itu untuk sepuluh tahun waktu yang kau hilangkan dari putri kandung dan wanitamu, King. Aku tidak pernah membesarkan seorang pengecut yang meninggalkan benihnya di rahim seorang gadis remaja lalu berjalan pergi demi ego masa muda."
Suasana ruang utama kastel mendadak hening sedalam lautan.
Olivier Martinez menahan napasnya, mencengkeram bahu Nora dengan erat. Ia tidak menyangka bahwa reaksi dari kedua orang tua King akan se-ekstrem ini.
Olivier mengira klan Stone akan menolaknya atau menganggap Nora sebagai aib, namun yang ia saksikan justru sebaliknya—King dihajar habis-habisan karena telah menelantarkan mereka.
Nora yang melihat ayahnya dipukul hingga berdarah, perlahan melepaskan diri dari dekapan Olivier.
Gadis kecil itu melangkah maju dua blok, berdiri di antara King yang masih berlutut dan sang kakek, Kyle Stone. Sepasang mata elang Nora yang cerdas menatap langsung ke dalam mata dingin Kyle.
"Kakek... tolong jangan pukul Daddy lagi," ucap Nora dengan nada suara yang sangat tenang, dewasa, dan tidak bergetar sedikit pun.
"Daddy memang Nakal karena meninggalkan Mommy dulu, tapi hari ini Daddy sudah berlutut dan meminta maaf. Mommy sudah menerimanya kembali demi aku. Jika kakek memukulnya lagi...Daddy bisa mati, aku tidak akan memiliki Daddy."
Mendengar kalimat berani yang keluar dari bibir mungil bocah berusia sepuluh tahun itu, Kyle Stone seketika terpaku.
Tatapan kejam sang Patriark perlahan melunak saat menatap mata elang Nora—yang merupakan replika sempurna dari matanya sendiri dan mata King.
Keberanian mutlak dan ketenangan emosi yang ditunjukkan Nora di depan moncong kemarahan klan adalah bukti tak terbantahkan bahwa genetik murni penguasa Stone mengalir deras di dalam darah anak itu.
Mommy Emmeline langsung berjalan cepat, melewati suaminya, lalu berlutut di hadapan Nora. Air mata kebahagiaan mengalir deras membasahi pipi sang Mommy. Ia meraih jemari kecil Nora, menciumnya dengan penuh kasih sayang.
"Oh, cucu pertamaku... Gadis yang cantik dan pintar," bisik Emmeline, suaranya bergetar emosional. "Jangan takut, Sayang. Ini Grandma... ini Grandmaman Emmeline-mu. Mulai hari ini, tidak akan ada satu pun orang yang bisa menyakitimu atau Daddy mu. Kastel ini adalah rumahmu."
Emmeline kemudian mendongak, menatap suaminya dengan pandangan menuntut yang sangat tegas. "Kyle! Berhenti memasang wajah iblismu itu di depan cucuku! Cepat lakukan sesuatu!"
Kyle Stone berdehem, membetulkan letak jas formalnya, lalu menatap King yang kini perlahan bangkit berdiri sembari menyeka darah di sudut bibirnya menggunakan punggung tangan.
Kemarahan di wajah sang Patriark kini telah sepenuhnya digantikan oleh aura kepemimpinan yang absolut dan penuh perhitungan taktis.
"Kendrick! Kaelix!" panggil Kyle, suaranya berat berwibawa, menggema ke seluruh penjuru ruangan.
"Ya, Dad," jawab Kendrick dan Kaelix serentak, melangkah maju dari sudut ruangan dengan ekspresi yang kembali serius.
"Hubungi seluruh jaringan klan di jalur barat dan penguasa distrik Chicago. Perintahkan tim dekorasi utama dan katering tertinggi untuk bergerak sekarang juga," perintah Kyle Stone dengan nada perintah yang tidak menerima bantahan apa pun.
"Persiapkan pernikahan mewah untuk putraku Kingston nanti malam. Aku tidak peduli ini sudah larut atau tidak. Aku ingin sebelum matahari terbit besok pagi, Olivier Martinez telah resmi menyandang nama Stone di belakang namanya secara hukum dan gereja."
"Nanti malam, Dad?!" Kendrick membelalakkan matanya, terkejut dengan kecepatan mutlak keputusan ayahnya.
"Ini sudah jam Enam Dad! Bagaimana bisa kita menyiapkan pernikahan klan dalam waktu beberapa jam?"
"Gunakan seluruh pengaruh kekuasaan dan uang yang kita miliki, Kendrick!" gertak Kyle tajam.
"Jika dalam waktu empat jam altar gereja kastel tidak siap dengan ribuan mawar putih, aku sendiri yang akan mematahkan lehermu. Aku tidak mau cucuku bermalam di kastel ini dengan status ibunya yang belum sah sebagai istri dari klan Stone."
"Baik, Dad. Kami laksanakan sekarang," jawab Kaelix taktis, langsung menarik lengan Kendrick untuk keluar dari ruangan dan mulai menggerakkan ratusan parajurit serta vendor elite kota Chicago untuk melakukan misi gila: menyiapkan pernikahan megah klan terbesar dalam waktu semalam.
Olivier Martinez berdiri dari duduknya dengan wajah yang sepenuhnya diliputi keterkejutan.
"Tunggu... Tuan Stone! Ini terlalu cepat! Aku bahkan belum mendiskusikan hal ini dengan keluargaku!"
Mommy Emmeline bangkit berdiri, langsung menggandeng kedua tangan Olivier dengan senyuman yang teramat hangat dan protektif.
"Serahkan semuanya pada kami, Olivier Sayang. Kau tidak perlu memikirkan apa pun. Lavender! Freya! Bawa kakak ipar kalian ke ruang rias utama. Siapkan gaun pengantin sutra putih milik keluarga. Malam ini, kita akan menyambut ratu baru di Kastel Stone."
Lavender Lynn dan Freya Lynn langsung bergerak taktis, menggandeng lengan Olivier dan menuntunnya naik ke lantai atas bersama Nora, meninggalkan King yang masih berdiri terpaku di tengah ruangan bersama ayahnya.
Kyle Stone berjalan mendekati putra sulungnya, menepuk bahu King yang terluka dengan tepukan yang cukup keras hingga membuat King meringis lagi.
"Bersihkan wajahmu, King. Pakai setelan pengantin terbaikmu. Jangan buat istrimu menunggu di altar dengan wajah penuh darah seperti itu. Soal urusan Grandmaman-mu ... kita akan membahasnya di bab berikutnya setelah pernikahanmu sah." (🤣🤣)
King Stone menatap punggung ayahnya yang berjalan pergi, lalu menyentuh sudut bibirnya yang pecah dengan senyuman miring yang penuh kemenangan gila.
Malam ini, takdir yang sempat terputus sepuluh tahun lalu akhirnya akan disatukan kembali di bawah pilar-pilar Kastel Stone, melompati segala rintangan dengan cara yang paling ekstrem dan tidak terduga.
...----------------...
Happy reading kak 🌷 cerita tentang Kendrick Stone, Dan Kaelix Hayes Ada Di Ceritaku berjudul "The Affair Mr. K"
mudah2an si Nora tiap malem minta tidur sm emak bapaknya 🤣🤣🤣