NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.

Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Tanpa Cinta

Hari itu, langit tampak kelabu seolah turut meratapi nasibku. Aku berdiri di depan cermin besar di kamar pengantin, menatap bayangan diriku yang mengenakan gaun pengantin sederhana berwarna putih.

Tidak ada hiasan mewah, tidak ada perhiasan berkilauan, hanya aku yang berdiri sendiri dengan hati yang berat. Namaku Liora, aku baru berusia dua puluh satu tahun, dan hari ini aku menikah dengan pria yang bahkan baru aku temui dua kali dalam hidupku.

Pintu kamar terbuka perlahan, dan seorang pria melangkah masuk. Postur tubuhnya tegap, tingginya menjulang, dan aura yang ia bawa begitu kuat hingga udara di ruangan itu terasa mendadak menjadi lebih dingin. Itu Arkan, calon suamiku.

Wajahnya tampan dengan rahang yang tegas, hidung mancung, dan sepasang mata hitam pekat yang sulit dibaca. Ia mengenakan setelan jas hitam yang disesuaikan dengan sempurna, membuatnya terlihat seperti pangeran dari dongeng—namun aku tahu, kisah kami tidak akan seindah dongeng.

Arkan berhenti tepat di belakangku, menatap bayanganku di cermin.

"Kau sudah siap?" suaranya berat, rendah, dan sangat tenang, namun ada getaran otoritas yang membuatku tanpa sadar menegang.

Aku mengangguk pelan, menundukkan pandangan. "Sudah, Tuan Arkan."

Ia menghela napas pelan, lalu berbalik dan berjalan menuju pintu.

"Ikut aku. Upacara akan segera dimulai. Ingat satu hal, Liora. Pernikahan ini hanya sebuah perjanjian. Kau menjalankan peranmu sebagai istri, dan aku akan memberimu kehidupan yang nyaman.

Tapi jangan pernah berharap lebih, dan jangan pernah mencampuri urusanku."

Kata-katanya menusuk tepat ke dada, meskipun aku sudah menduganya. Aku menikah dengannya hanya demi menyelamatkan perusahaan ayahku yang sedang di ambang kebangkrutan.

Ayahku menjodohkanku dengan Arkan atas saran seorang teman bisnis, dan Arkan bersedia membantu kami dengan syarat aku menjadi istrinya. Tidak ada cinta, tidak ada janji manis, hanya transaksi.

Aku mengikuti Arkan keluar kamar. Upacara pernikahannya sangat sederhana, hanya dihadiri keluarga dekat dan beberapa rekan bisnis ayah. Tidak ada pesta besar, tidak ada sorak sorai, suasana terasa kaku dan dingin.

Saat pendeta mengucapkan janji suci, aku melirik Arkan yang berdiri di sampingku. Ia tampak tenang sekali, wajahnya datar tanpa ekspresi, seolah apa yang terjadi saat ini hanyalah hal biasa yang tidak berarti apa-apa baginya.

Setelah acara selesai, kami langsung berangkat menuju kediaman Arkan. Rumahnya terletak di kawasan elit yang sangat tertutup dan dijaga ketat. Rumah itu bukan sekadar rumah, melainkan sebuah vila besar bergaya klasik Eropa yang berdiri di atas tanah yang luas, dikelilingi taman yang indah namun terasa sunyi. Begitu masuk, aku disambut oleh beberapa pelayan yang menunduk hormat, wajah mereka tampak waspada dan penuh rasa segan.

"Selamat datang, Nyonya Arkan," ucap kepala pelayan yang tampak sudah tua namun berwibawa, namanya Bu Sari.

Ia tersenyum tipis, namun matanya sesekali melirik ke arah Arkan dengan rasa hormat yang luar biasa, bahkan ada sedikit ketakutan terselip di sana.

Arkan melepas jasnya dan memberikannya kepada salah satu pelayan. Ia menatapku tajam.

"Ini adalah kamarmu. Mulai sekarang, kau tinggal di sini. Ada aturan yang harus kau patuhi.

Pertama, jangan masuk ke ruangan sayap barat rumah ini tanpa izinku.

Kedua, jangan bertanya ke mana aku pergi atau apa yang kulakukan saat aku keluar rumah.

Ketiga, berperilaku sopan dan jaga nama baikku di depan orang lain.

Ingat, Liora, kau adalah istriku di mata dunia, jadi kau harus bertindak seperti itu."

Aku menelan ludah, merasakan tenggorokanku kering.

"Baiklah, aku mengerti."

Arkan mengangguk puas, lalu berbalik hendak pergi, namun ia berhenti sejenak dan menoleh kembali.

"Oh ya, satu hal lagi. Jangan pernah mencoba menguntit or mencari tahu tentang masa laluku atau urusan bisnisku. Konsekuensinya akan sangat buruk jika kau melanggarnya."

Setelah ia pergi, aku masuk ke kamar yang disediakan untukku. Kamar ini sangat luas dan mewah, dengan perabotan yang terlihat sangat mahal. Namun, keindahan itu terasa kosong dan dingin.

Aku duduk di tepi tempat tidur yang empuk, memegangi dadaku yang berdebar kencang. Siapa sebenarnya suamiku ini? Apa yang ia lakukan hingga orang-orang di rumah ini terlihat begitu takut dan segan padanya?

Malam itu, aku tidak bisa tidur. Pikiranku penuh dengan pertanyaan. Arkan memang kaya raya, itu terlihat jelas dari kemewahan yang ia miliki. Ayahku bilang ia adalah pengusaha sukses yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari ekspor impor hingga properti.

Tapi ada sesuatu yang aneh. Tatapan matanya, cara ia berbicara, hingga aura yang ia pancarkan... semuanya terasa jauh melampaui sekadar seorang pengusaha biasa.

Aku teringat saat perjalanan pulang tadi. Saat mobil kami melewati persimpangan, ada sekelompok pemuda yang tampak berandalan menghalangi jalan.

Begitu mereka melihat wajah Arkan melalui kaca mobil, wajah mereka seketika berubah pucat pasi, mereka langsung menyingkir dengan tergesa-gesa seolah melihat hantu atau sosok yang sangat mengerikan. Saat itu aku berpikir mungkin mereka hanya takut pada mobil mewah kami, tapi sekarang aku mulai ragu.

Malam semakin larut, dan aku mendengar suara pintu kamar di sebelah—kamar Arkan—terbuka dan tertutup pelan. Aku bangkit dari tempat tidur, berjalan perlahan ke arah pintu kamarku, mengintip sedikit lewat celah.

Aku melihat Arkan berjalan melewati lorong dengan langkah tegap, diikuti oleh dua orang pria berbadan besar yang berpakaian seragam hitam. Mereka berbicara dengan suara pelan, namun satu kalimat sempat tertangkap telingaku.

"Tuan, bos dari organisasi di Eropa menantang kekuasaan Anda lagi. Mereka bilang mereka tidak takut lagi pada 'Bayangan Hitam'."

Arkan berhenti sejenak, punggungnya tegak kaku. Suaranya terdengar dingin dan berbahaya, membuat bulu kudukku meremang meski jarak kami cukup jauh.

"Kalau mereka sudah lupa siapa yang memegang kendali dunia ini, beri mereka pelajaran. Biarkan mereka tahu, siapa pun yang berani melawanku, akan musnah tanpa sisa."

Mereka pun pergi menuju lantai bawah, dan suara pintu utama tertutup rapat. Aku mundur terhuyung ke belakang, napasku tercekat. Bayangan Hitam?

Itu nama yang pernah kudengar di berita-berita gelap, sebuah organisasi misterius yang konon menguasai perdagangan gelap, kekuasaan, dan hukum di seluruh dunia. Sosok pemimpinnya tidak pernah diketahui wajahnya, namun namanya cukup untuk membuat siapa pun gemetar ketakutan.

Apakah mungkin... suamiku yang dingin dan tertutup ini adalah pemimpin yang ditakuti itu?

Jantungku berdegup kencang, campuran rasa takut dan penasaran mulai memenuhi benakku. Aku pikir aku hanya menikah dengan pengusaha kaya yang dingin, tapi sepertinya kenyataan jauh lebih mengerikan dari itu.

Di depan dunia, Arkan mungkin tampak seperti pengusaha sukses dan dermawan, tapi di balik layar... dia mungkin adalah orang paling berbahaya di muka bumi ini.

Dan aku, Liora, wanita sederhana yang tidak tahu apa-apa, kini telah terikat pernikahan dengan sosok itu.

1
Dhatu Lukita
aku kasih ⭐ 5 y biar semangat
Tri Wahyuni: Terimakasih
total 1 replies
Dhatu Lukita
halo thor, ceritanya menarik yaa😍.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!