karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERUT KEY KERONCONGAN
Namun, yang paling membuatnya sedikit berkeringat adalah berkas penting mengenai proposal kerja sama dengan sebuah perusahaan besar. Jika kesepakatan ini terjalin, maka Sweety Bakery bisa melangkah lebih jauh, mungkin membuka cabang baru atau memperluas pasar. Beban itu ada di pundaknya, tapi Key tidak merasa tertekan. Justru ia merasa tertantang. Ia ingin membuktikan bahwa wanita sepertinya bisa membawa usaha ini naik kelas.
"Semoga semuanya lancar hari ini," bisiknya lirih, lebih seperti doa yang terucap dari hati.
Tak terasa, mobil sudah berhenti di depan sebuah bangunan yang sangat tinggi Pintu kaca besar yang elegan dengan tulisan emas Sweety Bakery - Taste of Happiness terpampang megah. Matahari pagi memantul indah pada kaca tersebut, menciptakan kilau yang menyenangkan pandangan.
Begitu kaki Key melangkah masuk, sebuah aroma langsung menyergap indera penciumannya—aroma hangat dan memikat dari roti-rotinya yang baru saja keluar dari oven. Aroma mentega, gula karamel, dan tepung yang dipanggang sempurna itu adalah aroma rumah. Aroma yang selalu membuatnya merasa bersyukur.
Di dalam, suasana pagi sudah sangat hidup. Beberapa staf terlihat sibuk dengan tugas masing-masing. Di area dapur yang terpisah namun transparan, terlihat para koki pastry sedang menimbang bahan-bahan dengan presisi tinggi, memecahkan telur, mengaduk adonan, dan dengan cekatan menghias kue-kue ulang tahun yang cantik.
"Pagi, Bu Key!" sapa salah satu staf, Sari, dengan wajah ceria sambil membawa nampan berisi croissant.
"Pagi juga, Sari! Pagi semuanya, semangat ya hari ini!" balas Key dengan senyum lebar, menyebarkan energi positif ke sekeliling ruangan. Suasana kebersamaan inilah yang membuat pekerjaan berat terasa ringan.
Key langsung menuju ruang kerjanya yang nyaman di sudut toko. Ia menyalakan komputer, dan segera pekerjaan dimulai. Waktu seolah berpacu. Tangannya lincah membolak-balik halaman dokumen, memeriksa angka-angka, dan membalas email. Konsentrasi penuh ia berikan hingga ia tak sadar bahwa jarum jam di dinding telah bergerak cepat menuju angka sepuluh.
Pukul sepuluh pagi, pekerjaan administrasi akhirnya selesai. Key merebahkan punggungnya ke sandaran kursi, memijat pelan pelipisnya yang sedikit terasa tegang. Tiba-tiba, sebuah suara lucu terdengar dari perutnya. Kruuukkk...
Key tertawa kecil pada dirinya sendiri. "Ah, benar juga. Dari tadi pagi belum masuk apa-apa," ucapnya pelan sambil menepuk-nepuk perutnya yang berbunyi. Meskipun sibuk, ia tahu ia harus menjaga kesehatan.
Ia berjalan menuju ruang istirahat staf. Di sana sudah tersedia teh hangat dan beberapa potong roti sisir yang baru matang. Key duduk santai sejenak, menikmati suapan demi suapan. Rasa manis dan lembutnya roti itu seolah mengembalikan energinya seketika. Namun, istirahatnya tidak bisa berlangsung lama.
Suara keramaian dari area depan toko mulai terdengar semakin keras. Hari itu ternyata adalah hari yang sangat padat. Pelanggan datang silih berganti, antrean di kasir mulai memanjang, dan notifikasi pesanan online di aplikasi terdengar tak henti-henti.
Melihat situasi yang mulai gawat, Key tidak mau hanya diam menjadi bos. Ia segera bangkit, merapikan blazernya, dan langsung mengambil alih salah satu kasir.
"Silakan, Bu, mau pesan apa?" sapanya ramah pada seorang pelanggan.
Dengan kecepatan dan keramahannya, Key membantu meringankan beban timnya. Ia melayani pembayaran, membungkus kue dengan rapi, dan menyapa setiap orang dengan senyum tulus. Bagi Key, pelayanan adalah kunci utama, dan ia ingin memberikan contoh langsung kepada stafnya bagaimana cara menghargai setiap orang yang datang.
Di tengah hiruk-pikuk itu, tiba-tiba suara telepon kantor berbunyi nyaring memecah suasana. Tringgggggggg...
😉🤍