NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik pesantren yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mbak ila

Setelah percakapan itu, malam menurutku Serasa sangat panjang, pernikahan hal yang tak pernah terfikir sebelumnya menjadi persoalan batinku malam ini,

" hah masih sangat panjang" ucapku lirih setelah kulihat jam masih menunjukkan pukul 21.45 wib sedangkan tulisanku tidak menambah satu katapun.

"padahal Abah tidak memaksa, kenapa aku terus kepikiran" ucapku panjang

Aku memutuskan untuk membuat kopi di dapur untuk sekedar melupakan lamunan tak berarti, rumah ini memang sunyi setiap hari, Abah mengajar dan menemani santri takror (belajar malam) sampai jam sebelas, sedangkan ibu dari jam sembilan sudah di dalam kamar. Ku seduh kopi lalu ku bawa ke halaman belakang, duduk santai berharap ada beberapa kata inspirasi untuk melanjutkan tulisanku, di tengah lamunan ada suara lirih memecah sunyiku.

"Mbak leea?....." ucapnya lirih dari pintu belakang rumah yang mengarah dari pesantren perempuan.

" masuk aja mbak" ucapku, dia melangkah layu mengahampiriku, dia berdiri di sampingku dengan menunduk.

" duduk saja mbak, saya bukan ibu atau Abah, Ndak usah sungkan" ucapku santai

" Enggeh mbak" ucapnya, dia menghela nafas berat namun sepertinya ia sembunyikan tapi dengar karna memang sangat amat sunyi sekali.

" mau cerita? Sudah siap? " tanyaku padanya

" sepertinya tidak lama lagi saya boyong mbak lea " ucapnya terhenti, aku menoleh ke arahnya menebak apa kata selanjutnya, karna ia baru lulus SMA dan belum pengabdian.

" kertas yang saya pegang tadi itu adalah surat dari ibu saya di rumah mbak, ibu menyuruh pulang setelah ini karna ada pertemuan keluarga yang harus saya ikuti" ucapnya terhenti lagi

" perjodohan?" ucapku sudah tau apa yang dia beratkan sejak sore tadi.

Dia mengangguk pelan membenarkan, kali ini aku tidak melihat ke arahnya, ada suara tangis yang tertahan dan aku mendengarnya.

" saya bukan ingin menolak kemauan ibu mbak, saya sebenarnya mau tapi bukan sekarang " ucapnya di barengi Isak yang tertahan

" nangis saja mbak, tidak udah di tahan, tidak ada yang mendengar" ucapku

" aku juga bingung mbak, pernikahan memang terasa begitu mudah untuk di ucapkan tapi sebagian besar kita merasa berat untuk melakukan, bukan hanya kamu mbak, aku juga tapi kamu masih sangat muda pasti lebih terasa berat kamu ketimbang aku, kamu pasti punya mimpi lain yang tidak sama dengan anak seumuranmu yang ingin menikah muda, kamu hebat sudah punya mimpi selain itu" ucapku sangat panjang.

" saya mau belajar menjahit mbak, saya masih mau disini, disini saya bisa belajar gratis karna sudah di sediakan, kalau di luar saya harus membayar" ucapnya lebih tegar

" kamu segera ceritakan ini sama Abah dan ibu nanti, agar bisa menolong kamu setidaknya perjodohan itu di tunda karna umur kamu belum memenuhi syarat untuk menikah" ucapku memberi solusi

" namamu ila kan?" tanyaku di sambut dengan anggukan kepalanya " nanti saya sampaikan sama Abah, semoga ada solusi " ucapku lanjutnya.

Kami berdua lanjut mengobrol tanpa tau sudah jam sebelas lebih, mbak ila pamit pergi ke kamarnya meninggalkan aku di halaman belakang sendirian.aku cek aplikasi travel, iseng awalnya Karna tidak kunjung menemukan inspirasi meski sudah meneguk segelas kopi, ada tiket kereta promo tapi belum terfikir mau kemana, ku urungkan untuk membeli dan pergi membawa gelas kosong bekas kopi ke dapur lalu masuk kamar lagi. Tiba tiba ada notif email dari aylin...

" kak... Ga kesini ta? Bawain aku notbook baru dong punyaku sudah habis... Hehehehehe

oh ya... Gimana novelnya sampe mana, sepertinya lancar ya... Syukurlah... "

tiba tiba aku terfikirkan tiket kereta promo tadi,segera kubuka dan tanpa pikir panjang aku pesan ke kota persinggahan aylin.

BESOKNYA.....

jam menunjukkan 09.30 pagi, aku sudah bersiap untuk pergi ke mall terdekat, sekedar membeli beberapa barang untuk aku bawa bertemu aylin. Motor sudah ku panaskan tapi belum izin Abah sama ibu, aku berjalan ke kamar Abah dan ibu dan mendapati mereka ada di halaman belakang di kolam ikan.

" Abah, ibu aleea ijin keluar sebentar ya " ijinku

" ibu ikut dong mbak leea... ibu bosen mau jalan jalan juga" ucap ibu " Abah juga ikut leea, Abah juga mau beli sesuatu " sahut Abah

" lah ikut semua... ahahahah " ucapku di sambut tawa mereka berdua

" tapi leea belum mahir bawa mobil Abah, masa naik motor bertiga " lanjut ucapku di sambut tawa pecah kami semua

" yaudah abah aja yang bawa " ucap Abah cepat

" jangan ah, ibu takut terakhir kali Abah nabrak pager depan pesantren " sahut ibu

" terus gimana dong " tanyaku " gimana aku sama ibu aja, Abah nitip apa nanti Lea sama ibu beliin" solusiku

" tapi Abah mau pilih sendiri leea " rengek Abah

"Ting... Tinggg...." suara bel pintu depan menghentikan percakapan kami, Abah langsung pergi ke depan untuk menemui seseorang yang datang di depan. Sedang ibu langsung pergi kekamar untuk bersiap-siap.

Akupun juga kekamar memasukkan barang yang akan aku bawa

" ayo leea naik mobil aja, Abah jadi ikut niii " ucapnya sedikit teriak

" ah engga ah bah jangan " sahut ibu terdengar dari kamar, aku mengintip dari pintu kamar

" ada ustadz areez mau nganterin, jadi Abah bisa ikut deh " ucapnya sangat amat senang, tapi aku tidak terlalu suka, dari awal aku mau pergi sendiri, aku tidak terlalu nyaman ada orang lain.

" Abah... Lea pergi sendiri ya... Abah sama ibu naik mobil aja " mintaku

"ga bareng aja mbak leea? bareng aja biar ga panas" sahut ibu tiba tiba.

" sendiri aja ya Bu... Please...." rengekku ke Abah dan ibu

" yaudah deh gpp... Jangan lama lama tapi ya leea "sahut Abah menyerah

senangnya.... Akhirnya aku pergi sendiri dan berangkat Lebih dulu dari mereka, aku naik motor perjalanannya tidak jauh tempatnya cukup dekat, sesampainya di tempat aku segera mencari titipan aylin dan beberapa barang yang mungkin aylin butukan. notbook, beberapa spidol warna, sketchbook, cat air dan lain lain. Karna Aylin suka sekali menggambar dan melukis di tengah bosannya ia belajar. Setelah itu aku mampir ke store membeli skincare, bodycare dan sedikit make up yang biasa aylin pakai. Aku mampir ke toko kue buat beli sepotong roti dan satu cup kopi, aku tidak terlalu memperhatikan sekitar tapi aku samar mendengar suara tawa Abah dan seorang laki-laki, benar ustadz areez, mereka disini, ibu juga.

" mbak aleeaa " panggil ibu tidak jauh karna mereka di toko yang sama dengan ku.

" ternyata jalan-jalannya kesini juga? " tanyaku pada ibu, Abah masih sibuk berbincang dan memilih di rak roti

" iya Abah beli barang juga di DIY, tau gitu tadi ibu ikut mbak leea aja naik motor, Abah berisik banget di mobil" ucap ibu manyun

" yasudah nanti pulangnya sama leea aja gimana? " tanyaku, di sambut senyum dan anggukan kepala dari ibu

" eh leea di sini juga... Tau gitu bareng kan enak ga panas kalo sama Abah " ucap Abah

" leea suka naik motor bah... Dan gapapa juga kena panas, toh Lea juga jarang keluar" sahutku

"iya ibu nanti ikut mbak lea aja bah... Ibu pusing dengerin Abah ngomong terus, kebiasaan kalo sama ustadz areez suka ga sadar diri " ucap jutek ibu di sambut tawa Abah dan tawa kecil ustadz areez

Abah duduk di samping mejaku sama ibu, sama-sama tapi beda meja, Abah dengan ustadz areez dan aku dengan ibu. Tidak lama aku dan ibu memutuskan pulang dulu karna ibu mau mampir di toko kain katanya.

Aku dan ibu beranjak pergi meninggalkan dua lelaki itu, aku dengan ibu sampai di toko kain, ibu memilih beberapa kain dan beberapa motif pikirku tidak sebanyak itu, aku menunggu ibu di sudut toko ada bangku dan aku duduk di sana, setengah jam berlalu, satu jam berlalu tapi ibu belum kunjung selesai milih kain, aku ber inisiatif menghampiri dan betapa kagetnya sudah ada 3 kresek merah besar berisi kain belanjaan ibu, sedangkan ibu masih memelih dan staff toko mengguntingi pesanan ibu yang lain.

" astaghfirullah ibu... Banyak banget gimana bawanya" ucapku ke ibu yang masih memilih motif lain.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!