NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-20

Pagi itu suasana di rumah besar keluarga Delvin sangat hangat. Ibu Suryani sedang duduk santai di teras menikmati teh hangat, ketika tiba-tiba Sarah datang dengan membawa banyak oleh-oleh dan wajah yang sangat manis.

"Selamat pagi tante Suryani... Duh kangen deh!" seru Sarah sambil memeluk wanita paruh baya itu dengan akrab.

"Eh Sarah... sudah lama tidak bertemu. Ayo duduk," sambut Ibu Suryani ramah namun tetap menjaga jarak profesional.

Sarah pun duduk dengan manja di samping ibu Arkan. Ia mulai mencurahkan perhatian, memijat pelan bahu sang ibu, dan mulai melancarkan aksinya.

"Tante tahu gak... Sarah sedih banget lho akhir-akhir ini," mulai Sarah dengan wajah memelas.

"Loh kenapa sayang?" tanya Bu Suryani santai.

"Dulu kan Sarah sama Arkan itu dekat banget, Tante. Keluarga juga setuju kan? Tapi sekarang... Arkan jadi berubah banget gara-gara ada orang baru," ucap Sarah pelan, matanya melirik memastikan ekspresi ibu Arkan.

"Oh maksud kamu Nara?" tebak Bu Suryani langsung.

Sarah mengangguk cepat, "Iya Tante... Mbak Nara itu. Jujur ya Tante, Sarah bukan mau iri atau apa. Tapi kan Mbak Nara itu sudah tua, terus kan dia juga mantan istri orang. Sarah takut nanti image keluarga Delvin jadi jelek lho Tante. Lagian kan cara dia ngurus Arkan itu... gimana ya, terlalu bawel dan galak. Kayak nyari muka gitu lho Tante."

Sarah tersenyum miring dalam hati, merasa sudah berhasil menanamkan pikiran buruk. Ia yakin orang tua mana pun pasti lebih memilih menantu yang muda, cantik, dan masih suci seperti dirinya daripada wanita seumur Nara.

Mendengar itu Bu Suryani justru terkekeh pelan, lalu menaruh cangkir tehnya dengan tenang. Ia menatap Sarah dengan tatapan teduh namun tajam.

"Sarah sayang..." mulai Bu Suryani lembut. "Tante mengerti kamu mungkin kecewa atau masih sayang sama Arkan. Tapi sebagai orang tua, Tante lebih bisa melihat isi hati seseorang daripada hanya melihat penampilan luar."

Wajah Sarah langsung berubah kaget.

"Tante tahu Nara itu sudah tidak muda lagi, Tante juga tahu latar belakang dia. Tapi kamu tahu gak? Sejak Nara ada di dekat Arkan, anak Tante itu jadi jauh lebih dewasa, lebih rajin, dan lebih bahagia," jelas Bu Suryani bijaksana.

"Nara itu wanita yang kuat, Sarah. Dia tidak manja, dia bekerja keras, dia bisa mengatur Arkan dengan sangat baik, dan yang paling penting... dia tulus. Dia tidak mendekati Arkan karena harta atau nama besar keluarga ini."

Bu Suryani menepuk tangan Sarah pelan. "Jadi jangan pernah menilai orang dari sampulnya saja ya. Tante sangat suka sama Nara. Menurut Tante, dia wanita yang sangat pantas dan berkelas. Justru Tante sedih kalau sampai ada orang lain yang berusaha menjatuhkan dia."

Sarah terpaku, mulutnya terkunci rapat. Ia tidak menyangka sama sekali bahwa ibu Arkan justru membela Nara mati-matian! Rencananya gagal total!

"Te... terima kasih sarannya, Tante," jawab Sarah terbata-bata, wajahnya memerah padam menahan malu.

"Nah, itu baru anak baik," senyum Bu Suryani. "Mending kamu cari pasangan yang memang ditakdirkan buat kamu. Jangan memaksakan kehendak, nanti malah sakit sendiri."

Saat itu juga, dari arah gerbang muncul Arkan dan Nara yang baru saja datang. Mereka berjalan beriringan, Nara tampak anggun dan sopan menyapa sang ibu.

"Pagi, Ma..." sapa Arkan. Matanya langsung melirik Sarah yang terlihat kesal dan duduk terpojok.

Arkan tersenyum miring penuh kemenangan. Ia tahu, kali ini Sarah benar-benar tidak berkutik. Karena bahkan ibunya sendiri sudah memihak pada wanita yang ia cintai

______

Melihat kedatangan Arkan dan Nara yang tampak begitu serasi dan bahagia, dada Sarah terasa sesak menahan amarah dan rasa malu. Rencananya gagal total. Bahkan ibu Arkan justru semakin dekat dan akrab dengan Nara.

"Pagi, Bu..." sapa Nara sopan sambil menunduk hormat. Ia membawa nampan berisi kue buatan sendiri. "Ini Nara bawa kue nastar, Bu. Kebetulan tadi pagi sempat bikin."

"Wah makasih sayang! Ibu memang lagi pengen manis-manis," sahut Bu Suryani ramah, lalu langsung menarik tangan Nara untuk duduk di sebelahnya, persis di hadapan Sarah.

Arkan tersenyum puas melihat posisi itu. Ia lalu duduk di samping Nara, dan tanpa rasa bersalah sedikitpun, tangannya dengan santai mengusap punggung tangan kekasihnya itu di bawah meja.

Sikap itu jelas sekali terlihat oleh Sarah. Mata wanita itu membelalak, tangannya terkepal kuat di balik roknya.

Sialan! Berani banget mereka pamer kemesraan di depan aku! batinnya meledak.

"Sarah masih ada disini ya?" sapa Arkan basa-basi tapi nadanya terdengar mengejek. "Loh kok mukanya masam gitu? Lagi sakit hati ya?"

Sarah tersentak, buru-buru memasang wajah datar. "Ah enggak kok... aku cuma lagi mikir aja. Heran aja sih, kok Tante sama kamu bisa sesuka itu sama wanita yang jelas-jelas umurnya beda jauh dan punya masa lalunya kelam."

Sarah mencoba peruntungan terakhir. "Aku takut nanti Arkan cuma lagi tergoda sesaat, terus nanti nyesel belakangan. Kan sayang nama baik keluarga..."

"Sarah!" tegur Bu Suryani tegas. "Cukup ya. Ibu sudah bilang, kami tidak melihat dari fisik atau masa lalu, tapi dari hati dan bagaimana dia membuat anak tante bahagia. Nara itu wanita baik-baik."

Nara yang dari tadi diam dan bersabar, akhirnya menoleh perlahan ke arah Sarah. Wajahnya tenang, tatapannya tajam namun tetap berwibawa.

"Mbak Sarah..." panggil Nara pelan. "Saya tahu Mbak sakit hati dan belum bisa move on. Itu wajar. Tapi tolong jangan menilai hidup orang lain hanya dari apa yang Mbak lihat sekilas."

Nara tersenyum tipis, penuh percaya diri. "Saya memang tua, saya memang punya masa lalu. Tapi setidaknya saya tidak menjatuhkan orang lain demi keinginan egois sendiri. Dan yang paling penting... Arkan memilih saya, bukan kamu. Itu fakta."

Jleb!

Kata-kata Nara menusuk tepat di jantung Sarah. Wanita itu terdiam, tak bisa membalas sepatah kata pun. Wajahnya memerah padam antara marah dan malu.

"Kamu..." Sarah berdiri dengan napas memburu. "Oke! Kalau kalian semua memang memihak dia! Terserah kalian saja! Tapi ingat ya... aku tidak akan menyerah begitu saja! Selama aku masih ada, aku akan pastikan hubungan kalian tidak akan berjalan mulus!"

Setelah melontarkan ancaman itu, Sarah pun berlari masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan kediaman Delvin dengan kecepatan tinggi.

Bu Suryani menghela napas panjang. "Kasihan anak itu... terlalu keras kepala dan gengsinya tinggi sekali."

Arkan mendekatkan tubuhnya ke Nara, lalu menggenggam tangan wanita itu erat. "Biarkan saja dia sayang. Yang penting sekarang kita sudah jelas posisinya. Mama juga sudah menerima kamu sepenuhnya."

Nara tersenyum lega, rasa takutnya perlahan hilang. "Iya... makasih ya Ma, makasih ya Kan. Aku janji akan berusaha jadi yang terbaik buat kalian."

Namun, jauh di dalam hati, Nara merasa firasat buruknya kembali muncul. Ancaman Sarah tadi terdengar sangat serius. Wanita itu tipe orang yang kalau sudah gila, bisa melakukan apa saja.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!