Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
"Ini?" bingung Alya
Alya menggerak gerakan tangannya di depan matanya dengan jarak dekat.
"Ko, mata gue bisa ngeliat jelas? Tapi kan gue gak pake kacamata!" ujar Alya
Alya melihat ke sekeliling dan dia terkejut semuanya terlihat jernih di matanya, biasanya Alya tidak akan bisa melihat dengan jelas jika tidak memakai kacamatanya tapi sekarang dia tidak memakai kacamata tapi matanya sangat jelas dan jernih.
"Apa dari Pil dari Sistem ya!!" ujar Alya
Ding - Bentul Sekali, Setiap Tuan Berbuat Baik Untuk Orang Lain Tuan Akan Mendapatkan Hadiah Dari Sistem.
Tiba - tiba suara sistem terdengar dengan jelas.
Ding - Hadiah Pil yang Sistem Berikan Tadi Adalah Pil Pemulihan tubuh. Pil ini mampu mengaktifkan kembali semua sel - sel tubuh yang telah mati, memperbaiki kerusakan dari dalam, dan mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan optimal.
Ding - Bonus tambahan
Ding - parfum abadi dengan aroma elegan
menyerupai byredo young rose.
Ding - Pertambahan tinggi badan 5 cm
Ding - kulit yang lebih putih, halus dan sehat
Ding - wajah yang kembali cerah bersih dan alami
"Wah gila bonus nolong orang dapet bonus sebanyak ini, gila banget" gumam Alya
Alya melihat ke arah cermin, wajahnya sama namun lebih cantik, putih, bersih dan sempurna.
Rambut yang awalnya sedikit bergelombang, halus lurus seperti baru keluar dari perawatan di salon mahal, kulit putih bersih membuat Alya semakin bersinar di beberapa tempat bagian tubuhnya sedikit lebih menonjol namun tidak terlalu over membuat badan nya terlihat lebih bagus.
"Beruntung banget gue, terima kasih Tuhan kau sangat - sangat baik kepada ku yang penuh dosa ini" lirih Alya.
Malam hari, waktunya makan malam pun tiba
"Kak coba bangunin adek kamu, suruh makan dulu. takutnya adek sakit kalo gak makan, dari pulang sekolah belum makan kan" ucap mamah Rumi
"Iya mah, aku panggil adek sekarang" balas Lisa
"Kak aku ke atas dulu ya, bangunin al" ucap Lisa kepada Niko
"Iya" dengan suara lembut Niko membalas ucapan Lisa sembari mengangguk pelan.
Tok! Tok!
"Dek bangun, makan dulu" ujar Lisa di depan kamar Alya
"Dek!" panggil Lisa lagi
Tok! Tok!
"Kayanya tidur deh. Kebo banget punya Adek, tidur Mulu" gumam Lisa
"Dek kakak masuk ya" ucap Lisa
Cklek
Pintu kamar Alya terbuka dan terlihat Lisa sedang tidur di dalam selimutnya dengan pulas, dengan pintu balkon yang terbuka lebar membuat angin malam masuk ke dalam kamar Alya, Alya memang sangat suka jika tidur dengan pintu balkon terbuka dengan lebar angin berhembus masuk ke dalam. Kamar membuat dia semakin nyenyak.
Namun keburukan nya Alya suka lupa jika malam hari tidak menutup pintu balkon lagi, kadang sampai pagi pintu balkon terbuka dengan lebar.
"Kebiasaan banget sih, pintu balkon gak di tutup. emang gak takut masuk angin kali yaX gerutu Lisa menutup pintu balkon.
Setelah pintu balkon di tutup Lisa kembali membangunkan Alya.
"Dek bangun. Makan dulu, nanti kamu sakit" ujar Lisa
Euhh..
Lenguh Alya yang masing mengantuk.
"Bangun, mamah nanti marah kalo kamu belum makan" lanjut Lisa
"Ugh.. iya aku bangun kak, bawel banget sumpah" kesal Alya
"Ya kamu gak mau bangun. Jadi jangan salahin Kakak kalo kakak bawel" balas Lisa
Alya langsung terduduk di atas ranjang melihat ke arah Lisa.
"Ayo bangun" ucap Lisa yang masih tidak melihat perubahan dari adeknya ini
"Iya. aku ke kamar mandi dulu bentar, cucu muka" balas Alya
"Yaudah ayo. Kakak temenin" ucap Lisa
Hah....
Lenguh Alya
Alya turun dari ranjang dengan menggunakan baju tidur seperti baju tidur pendek berwarna putih.
Dia membelakangi Lisa dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Kaya ada yang beda dari Alya, rambutnya bagus banget gak acak acakan, kulitnya tambah putih juga. Apa aku salah liat ya" gumam Lisa
Beberapa Detik Kemudian
"Ayo kak. malah bengong" ajak Alya yang melihat kakaknya Hanya diam di tempat.
"Oh iya ayo" kaget Lisa
Lisa dan Alya pun bergandengan sembari turun dari lantai dua.
"Dek kamu parfume apa ko wangi banget sih?" tanya Lisa
"Aku gak pake parfum ko kak. Mungkin parfum kakak kali" jawab Alya
Lisa mencium baju nya namun berbeda harumnya bukan parfum dia.
"Bukan ah. Parfum kakak harunya gak gitu tuh" ujar Lisa
"Ya gak tau. Jangan di pikirin lagi deh kak, aku udah laper ayo" ajak Alya sembari menuruni tangga dengan cukup cepat.
Saat hanya beberapa tangga lagi tiba - tiba Alya melihat papah Andreas lewat di lantai bawah menuju dapur, dan papah Andreas pun melirik ke arahnya.
"Etsss,,,, jangan lari, nanti jatoh kamu dek" peringatan papah Andreas
Langkah Alya pun di perlambat, Lisa hanya menggelengkan kepada di belakangnya.
"Heheh maaf" ucap Alya
"Anak ini, ayo turun kita makan malam" ajak mamah Rumi
"Iya mah" serentak mereka berdua.
Sekarang ke 5 orang itu sudah berkumpul dan makan bersama di meja makan dengan syahdu.
Sesekali mamah Rumi melirik ke arah Alya, papah Andreas, Lisa dan Niko pun sesekali melirik ke arah Alya karena ada yang berbeda dari Alya.
"Dek tadi kamu habis perawatan ya?" tanya mamah Rumi
"Engga mah, emang kenapa?" tanya balik Alya
"Badan kamu kaya tambah bersih putih gitu, terus wajah kamu juga kaya bersih banget. Oh iya kacamata, kacamata kamu ko gak di pake" kaget mamah Rumi melihat anaknya sudah tidak memakai kacamata lagi
"Ah ini emmm ini, ak-aku juga gak tau mah, tiba - tiba tadi pas aku teriak mata aku tuh jadi jernih gitu kalo pake kacamata malah blur jadinya. aku juga gak tau" jawab asal Alya
"Ko bisa gitu? kamu gak aneh - aneh kan?" tanya mamah Rumi
"Aneh gimana sih mah, aku gak tau sumpah kenapa mata aku bisa liat normal kaya gini" jawab Alya
"Yaudah lah mah. Kan bagus kalo Adek gak pake kacamata, lebih cantik kan. Hal yang baik kenapa harus di ributkan, mungkin ini kuasa dari tuhan kita gak tau kan" ujar papah Andreas
"Iya sih pah. Mamah bersyukur jika itu kuasa tuhan" balas mamah Rumi
Sedangkan Niko hanya diam sesekali melirik ke arah Alya yang berubah lebih cantik.
Dengan rambut yang di ikat asal dan baju tidur biasa membuat Niko sedikit terpesona.
1 Jam Kemudian
Alya sudah kembali ke dalam kamar, dia melirik ke ponselnya.
"Foto ah, udah cantik ini kekek" kekeh Alya yang geli dengan ucapannya.
Alya pun berfoto ria dan mengupload nya langsung ke sosial media nya.
"Lumayan lah. Eh bentar itu tanggal apa ya gue buletin?" bingung Alya melihat ada tanda lingkaran di salah satu tanggal di kalendernya
"Bulan ini tanggal 5, ada apa ya? Ulang tahun gue masih jauh, kakak juga sama. Mamah papah ulangtahun udah lewat. Terus ini apa?" bingung Alya
Saat Alya bingung, tiba - tiba...
"Ah ini hari kakak gagal operasi!!"
dsr ppb.....🤮🤮🤮
tapi kayaknya aku bakalan nabung bab nya soalnya kalo baca per update nya kan cuma 1bab jadi mendingan di tabung bab nya. makasih thor aku suka ceritanya, sehat selalu ya author yang baik. ❤❤❤
s neng blm sdar sm kkuatannya sndri....pdhl,slain jd holang kaya dia jg jd sakti mndragunawati.....🤣🤣🤣
kl holang kaya mh gt ya....pas dngr btuh apa,sat set beli....tau2 udh nmpuk aja....tp indah bruntung bgt ktmu alya,jd dia bs bbas dr kluarga gila...trs prgi jauh....