NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 2: Baret Mahal vs Baret Murah

​"Heh! Lo punya mata nggak sih?! Kalau parkir tuh lihat-lihat situasi dong!"

​Teriakan melengking itu memecah keheningan basement yang lembap. Aluna, yang baru saja berhasil menegakkan motor matic bututnya dari aspal, mendongak kaget. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena jatuh cinta, tapi karena nyaris mati tergencet bemper mobil mewah.

​Di hadapannya, seorang perempuan muda dengan gaun fuschia mentereng sedang berkacak pinggang di samping mobil sport merah. Wajahnya cantik, tapi maskaranya belepotan dan ekspresinya lebih galak daripada ibu kos.

​"Mbak ngomong sama saya?" tanya Aluna menunjuk dirinya sendiri. Ia masih mengecek siku dan lututnya. Untung hanya rok kerjanya yang kotor.

​"Ya iyalah sama lo! Emang ada setan di sini?!" sembur Elora berapi-api. Ia menghentak mendekati Aluna. "Lo lihat apa yang lo lakuin?! Lo parkir motor rongsokan lo ini di jalur mobil gue! Lo tahu nggak sih ini area VIP?!"

​Darah di kepala Aluna mendidih. Rasa takutnya lenyap digantikan emosi.

​"Hah? Mbak yang nabrak saya, kenapa Mbak yang ngegas?!" balas Aluna tak kalah nyaring. "Saya baru aja standar motor, mesin mati! Mbak yang mundur kayak orang kesurupan! Nggak lihat spion apa?!"

​"Eh, jaga mulut lo ya!" Elora menunjuk wajah Aluna dengan kuku runcingnya. "Gue lagi mundur mau keluar! Lagian ngapain lo parkir di sini? Motor butut kayak gini harusnya parkir di lapangan becek di luar! Ngotorin pemandangan aja!"

​Aluna menganga tak percaya. "Wah... parah. Mbak, saya ini tamu! Saya ada jadwal interview dan parkiran sebelah penuh. Satpam yang suruh masuk sini karena di luar ada perbaikan jalan!"

​"Bodo amat! Gue nggak peduli lo mau interview jadi tukang sapu atau menteri!" Elora berbalik, menatap horor ke bemper belakang mobilnya.

​Matanya membelalak. Di permukaan cat merah yang mulus itu, terdapat goresan panjang. Baret.

​"Mobil gue..." desis Elora gemetar. "Lecet... Astaga, ini lecet dalam banget!"

​"Yaelah, Mbak. Itu cuma baret dikit. Dipoles dikit juga ilang," sahut Aluna.

​"Dikit lo bilang?!" Elora berbalik, matanya menyala. "Ini cat khusus, impor dari Italia! Baret segini biayanya bisa buat beli sepuluh motor rongsokan lo itu! Lo harus ganti rugi!"

​Aluna tertawa kering. "Mbak, tolong logikanya dipakai. Mbak yang nabrak motor saya yang lagi diem. Secara hukum, yang mundur tanpa lihat situasi, itu yang salah!"

​Aluna menunjuk motornya yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Spion kiri patah menggantung, bodi samping pecah, dan standar bengkok.

​"Lihat tuh motor saya! Spion patah, bodi pecah! Itu motor cicilannya belum lunas, Mbak! Itu kaki saya buat cari kerja!" suara Aluna serak menahan marah. "Mbak enak naik mobil AC, kalau motor ini rusak, saya jalan kaki!"

​"Itu derita lo karena miskin!" balas Elora kejam. Emosinya pasca bertengkar dengan Elvano membuatnya kehilangan filter. "Minggir! Gue mau pergi!"

​Elora hendak masuk ke mobil, tapi Aluna dengan sigap menghadang pintu pengemudi.

​"Eits, enak aja mau kabur! Urusan kita belum kelar!" tantang Aluna. "Mbak pikir karena kaya, Mbak bisa injak-injak orang? Maaf ya, harga diri saya nggak bisa dibeli pakai cat mobil Mbak!"

​"Minggir nggak?!"

​"Nggak! Ganti rugi dulu!"

​Mereka saling melotot. Aura permusuhan begitu kental hingga satpam di ujung basement mulai melirik curiga.

​"Mbak," Aluna menekan nada bicaranya. "Mbak tahu mobil Mbak harganya miliaran. Tapi, mobil semahal apapun, nggak ada gunanya kalau sopirnya nggak punya mata! Percuma mesinnya canggih kalau yang nyetir nggak punya otak buat ngerem!"

​Wajah Elora merah padam. Belum pernah seumur hidupnya ia dikatai 'nggak punya otak' oleh orang asing.

​"Lo... lo berani ngatain gue?!"

​"Saya ngatain fakta!" Aluna menunjuk spionnya. "Ganti rugi spion saya. Lima puluh ribu. Itu harga pasaran di bengkel pinggir jalan. Saya cuma minta spion biar bisa jalan ke tempat interview. Cuma lima puluh ribu perak! Buat Mbak itu pasti cuma harga satu sedotan kopi, kan?!"

​Elora terdiam. Lima puluh ribu? Itu uang receh baginya. Ia hanya gengsi mengakui kesalahan.

​"Oke! Fine!" seru Elora kasar. "Cuma gocap kan? Gue bayar! Gue lempar duitnya ke muka lo biar lo minggir! Dasar cewek matre!"

​"Terserah. Yang penting hak saya dibayar. Cepetan, saya telat!"

​Elora mendengus, membuka pintu mobil kasar, dan membungkuk mengambil tas branded-nya.

​"Nih, makan tuh dui..."

​Kalimatnya terhenti. Tangannya mengaduk-aduk isi tas dengan panik. Kosong. Tidak ada dompet di sana.

​Elora membeku. Ingatannya berputar mundur. Ia meletakkan dompetnya di meja Elvano saat presentasi tas, lalu kabur karena marah tanpa membawanya kembali. Dompet itu tertinggal di meja si abang pelit.

​"Mampus..." desis Elora, keringat dingin menetes.

​"Mbak? Mana duitnya?" tagih Aluna tak sabar.

​Elora menelan ludah. Keangkuhannya luntur digantikan kepanikan. "Gu... gue... Dompet gue ketinggalan."

​Aluna memutar bola mata. "Alasan klasik. Lagu lama. Tadi sombong, giliran ditagih gocap mendadak amnesia."

​"Gue serius! Sumpah!" seru Elora panik.

​"Ya udah, transfer aja. Saya ada m-banking," tawar Aluna menyodorkan ponsel retaknya.

​Elora meraba saku, mengambil iPhone terbarunya, dan membuka aplikasi perbankan. Namun, layar itu menampilkan notifikasi merah yang mengerikan:

​Akses Ditolak. Kartu Anda Telah Diblokir oleh Pemegang Akun Utama.

​Elora lemas. Ancaman Elvano tadi bukan gertakan. Duduk atau kartu diblokir. Dan karena Elora lari, Elvano benar-benar memblokirnya.

​"Abang bener-bener iblis..." gumam Elora frustrasi.

​"Mbak? Halo? Jangan drama," desak Aluna. "Kalau nggak bisa transfer, kasih barang jaminan. Jam tangan Mbak boleh."

​"Enak aja! Ini ratusan juta! Lo gila ya minta tuker guling sama spion butut?" Elora menyembunyikan jam tangannya.

​"Ya makanya bayar! Masa orang kaya utang gocap aja ribet banget?!"

​Elora ingin menjerit. Ia terjebak. Tidak bisa pergi karena dihadang, tidak bisa bayar karena dompet tertinggal dan rekening dibekukan. Satpam mulai berjalan mendekat. Jika satpam tahu, ia bisa masuk berita gosip kantor.

​Hanya ada satu jalan keluar. Jalan yang paling memalukan dan melukai harga diri.

​Elora menatap kontak di ponselnya dengan foto profil kalkulator: Abang Pelit (DO NOT CALL).

​"Oke... gue bakal cari bantuan," kata Elora pelan pada Aluna, nadanya berubah memelas. "Tunggu bentar. Gue telepon... bos gue."

​Ia gengsi mengakui itu abangnya. Dengan tangan gemetar, ia menekan tombol panggil.

​Tut... Tut...

​Klik. Panggilan tersambung.

​"Halo," suara bariton yang dingin dan datar terdengar. Tenang, kontras dengan kepanikan Elora.

​Elora memejamkan mata, mengumpulkan sisa harga dirinya.

​"Halo... Abang..." cicit Elora seperti anak kucing kecebur got.

​Hening sejenak. Terdengar suara kertas dibalik di seberang sana.

​"Kalau kamu mau minta buka blokir kartu kredit buat beli tas buaya itu, jawabannya tetap tidak. Pulanglah, Elora," jawab Elvano datar, hendak memutus sambungan.

​"JANGAN TUTUP!" pekik Elora histeris. Air matanya menetes lagi. "Bang... tolongin gue... please..."

​Aluna menaikkan alis, heran melihat perubahan drastis cewek sombong ini menjadi pengemis.

​"Ada apa?" nada suara Elvano menajam. Insting kakaknya menyala. "Kamu di mana? Kenapa nangis?"

​"Gue... gue di basement..." isak Elora, melirik takut-takut ke arah Aluna yang masih bersedekap dada. "Gue... gue nabrak orang, Bang. Mobil gue lecet... motor dia rusak... dan gue nggak punya duit..."

​Elora menarik napas panjang, menelan ludah pahit sebelum mengucapkan kalimat pamungkas demi menyelamatkan diri.

​"Abang... tolong turun ke sini... gue ditahan preman cewek..."

1
Yeni Puspitasari
baru kali ini aku baca novel berasa banget capeknya
Muft Smoker
baru bangun yx bos ,,
makany baru bisa liat Dunia yg nyata ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
kutukan sedang berjalan pak bos ,,
kutukan adik mu🤣🤣🤣🤣🤣
Pa Muhsid
ye baru sadar lo
nanti cinbu dan bucin mas kalkulator
Yeni Puspitasari
🤣🤣 cocok lu bedus
Nana Colen
Allohuakbar keluarga medit keked mengkene cap jahe
Nana Colen
ampuuun deh El 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️.. kalau beneran ada di dunia nyata manusia seperti El 🤣🤣🤣🤣
Nana Colen
naaaah tahu rasa jan lhoooooo... satu kata MAMPUS 👎👎👎👎
Nana Colen
adik kakak sebelas duabelas.. cuman bertolak belakang
Nana Colen
ya jelas lah suka.... karena sesama orang perhitungan ya gitu 🤣🤣🤣🤣


pinter bener nih yang nulis skenario 😍😍😍😍
Nana Colen
🤣🤣🤣🤣🤣 jawaban yang mantap
Hary Nengsih
akhirnya kelar jg nego nya🤣🤣
Murni Binti sulaiman
tuh kan baru sadar ya El... Aluna tuh paket lengkap 😁
Eli Rahma
jgn ditatap lama² nanti ada love merah jambu yg nyangkut..😂
Muft Smoker: udh nyangkut kak tp si pak bos pelit bin medit belum sadar🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Meliandriyani Sumardi
baru sadar dia🤣🤣 kutukan elora jadi kenyataan ternyata🤣🤣 lanjut kak
Mineaa
weeeehhh.....
Tersepona...... akuhh.....tersepona.....
asyik.... asyiiiikk.....joossss......😁
Murni Binti sulaiman
lama" darah tinggi ya luna😁, boss modelan gitu😂
K4RL4
motel onyo-onyo....luarrrr biasa medit pak boss ni. bsk sarapan nasi uduk hrg goceng y... murmer tp bikin kenyang.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya klo udah kinerja, ga perlu lg pake kata kerja tor
Pa Muhsid
kelas paud mungkin hotel nya 0kecil
Muft Smoker
pak bos mending nginep di kandang ayam aj gratis pling harus gelut dlu sama ayam ny ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁😁
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!