NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 2

Bab 2

"Kamu yakin kan sebelumnya belum pernah ketemu cowok itu.."

"Belum nadisya.."

"Dia dilantai 37 sedangkan aku 36.."

"Memang seharusnya sesekali kita bertemu,tapi aku yakin belum pernah melihatnya.." jelas bianca.

Nadisya yang mendengarkan cerita bianca sedikit merasa heran tapi juga ada rasa yang mengganjal,

Ia tau betul sahabatnya ini tidak pernah sama sekali membawa pria masuk keapartemennya,

Bahkan devan dulu pun sama sekali tidak pernah.

Bianca dan nadisya berteman sejak mereka menginjak bangku sekolah menengah atas,

Pertemenan yang mereka jaga hingga sekarang,tidak ada penghianatan,keduanya saling berusaha selalu ada disetiap salah satu membutuhkan atau disaat salah satunya merasa bahagia.

"Bi..kayanya kamu harus merubah penampilan kamu deh.."

"Udah saatnya kamu tampil menunjukkan pesonamu.." ucap bianca beranjak dari duduknya sembari membenahi printilan-printilan yang ia bawa.

"Kemana..?"

"Ngrubah apa.."

ucap bianca ikut beranjak dari duduknya.

"Yuk belanja.."

"Aku yakin uangmu sudah sangat banyak sekali karna kamu ga pernah belanja.."

Ledek nadisya.

"Issh.."

Disebuah store brand besar,

Bianca dan nadisya memilih-milih beberapa potong baju,

Keluar masuk bianca ke ruang ganti.

"Bagus..?"

Nadisya hanya menggelengkan kepalanya.

Bianca membungkukkan badannya,dengan sedikit rasa kesal ia kembali masuk ke ruang ganti.

"Apa sih yang kurang ini bagus kok.." ucapnya sembari memiringkan badannya kekanan dan kiri didepan cermin panjang di depannya.

Bianca kembali keluar dengan setelan yang berbeda,belum sempat ia meminta penilaiannya nadisya sudah berdiri menyodorkan pakaian mengenai tubuhnya.

"Apa ini.."

"Udah pakai aja.." sembari mendorong tubuh bianca kedalam ruang ganti.

Untuk masalah pakaian bianca memang terkadang memakai pakaian yang minim,jadi ia menerima saja saran dari temannya itu.

"Lanjut saloonnn.." ucap nadisya.

Ia berjalan mendului bianca dengan gaya centil.

Sedangkan bianca,ia berjalan santai sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah nadisya.

"Bruukk.."

"Aaww.." pekik bianca ketika tubuhnya tertabrak oleh seorang perempuan.

Tanpa mengucapkan permintaan maaf perempuan itu berlari begitu saja,

Sedangkan nadisya yang melihat sahabatnya terjatuh langsung berlari menghampirinya.

"Bi..astaga..gapapa kan??" Ucapnya sembari meraih tangan bianca membantunya berdiri.

"Iyaa gapapa kok..aneh banget.." ujar bianca dengan sedikit kesal.

"Nona saya minta maaf karnanya anda terjatuh.."

"Apa mungkin ada yang terluka.." ucap seorang pria berdandan seperti bodyguard.

"Dia ga kenapa-kenapa tapi bukan anda juga yang seharusnya minta maaf.." ucap nadisya dengan kesal.

"Sudah-sudah..iyaa gapapa pak.." jawab bianca sembari membenahi pakaiannya meskipun tidak berantakan.

Kini nadisya dan bianca sudah berada di salon kecantikan yang menyediakan layanan pijit.

Sepanjang perjalanan nadisya tak henti-hentinya menggerutu.

"Aku ga mau tau,gimanapun caranya aku harus dapetin jo.."

"Bukankah tempo hari aku sudah memerintahkan kalian meskipun dalam keadaan babak belur bawa jo ke apartemenku.."

Terdengar jelas dari tirai sebelah bianca,suara seorang perempun yang sepertinya sedang kesal karna tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Seperti ga asing..jo..babak belur.."

"Apa mungkin itu jonathan.."

"Kenapa bi.." terdengar suara nadisya dari sisi kirinya.

"Ah gapapa kok.."

"Nad..anak-anak gimana sama omanya..?"

Kini bianca menanyakan keadaan anak-anak nadisya.

"Awalnya mereka nangis terus,papahnya juga udah sering video call tapi mereka maunya kita kesana.."

"Sedangkan david minggu depan sudah harus ke singapur untuk bertugas.."

"Mereka ga kamu bawa aja kesini,sekalian ibu kamu.."

"Kalau disini kan pendidikan semuanya ada dan lebih maju.."

"Mamah maunya di kampung dulu aja,dikuatin belajar agamanya dulu katanya biar ga kaya aku.."

"Hahahha"

"Kita ke club yaa abis ini..masih jam 7 kok.." ajak nadisya sembari menggelengkan kepalanya sendiri bergoyang.

"Caaauuu.." ucap bianca menerima ajakan nadisya dengan senang hati.

Dibawah sinar lampu kerlap kerlip,suara musik berdentum sangat keras nadisya dan bianca menari-nari kecil dengan segelas jus orange di tangannya.

"david katanya mau nyusul,kita pulangnya nunggu david yaa.." ucap nadisya di telinga bianca.

"Bii..." terdengar suara dari belakang tubuhnya dan langsung memegang erat pergelangan bahunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!