NovelToon NovelToon
Yang Hilang Tanpa Pergi

Yang Hilang Tanpa Pergi

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Single Mom / Tamat
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Merlin percaya bahwa cinta cukup untuk membuat seseorang tetap tinggal disisinya. Sampai suatu hari, ia menyadari bahwa, cinta tidak selalu kalah oleh cinta pada orang ketiga. Melainkan, ia kalah oleh tanggung jawab.

Reyno tidak pernah benar-benar pergi dari sisinya. Dia masih pulang. Masih memanggil nama Merlin seperti biasa.

Tapi perlahan, kehadirannya berubah. Perhatiannya terbagi. Waktunya bukan lagi milik satu hati. Dan tanpa disadari, Merlin mulai kehilangan seseorang yang masih ada di sisinya.

Di antara kewajiban dan perasaan,
siapa yang seharusnya dipilih?
Dan ketika semuanya sudah terlambat,
apakah cinta masih punya tempat untuk kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yhtp *35

Dan saat itu juga, di dalam pelukan hangat itu, air mata Merlin hampir jatuh lagi. Ia menenggelamkan wajahnya di bahu Naya sambil menahan isak tangis yang ingin meledak.

Karena pelukan hangat sederhana seperti ini, sudah lama sekali tidak ia rasakan. Sudah lama sekali tidak ada yang memeluknya seerat ini, sehangat ini, sepenuh hati seperti ini. Bahkan suaminya sendiri pun, pelukannya kini terasa penuh rasa bersalah, bukan penuh kasih sayang.

"Gimana badan lo sekarang? Masih sakit gak?" tanya Naya pelan sambil mengusap pipi Merlin, menatap wajah sahabatnya itu dengan tatapan sedih dan khawatir.

"Udah lumayan kok. Udah ... gak sakit lagi," jawab Merlin lirih, berusaha tersenyum tipis agar sahabatnya tidak terlalu khawatir.

Namun Naya tahu, jawaban itu bohong. Itu cuma alasan agar orang lain tidak khawatir saja Naya tahu betul, rasa sakit yang paling parah itu bukan sakit fisik, tapi sakit di hati.

Perlahan, tatapan mata Naya beralih. Pandangannya yang lembut dan sedih itu seketika berubah menjadi dingin dan tajam saat ia menatap ke arah Rey yang berdiri diam tak jauh dari mereka. Naya menatap pria itu dengan pandangan yang penuh kemarahan dan kekecewaan.

"Bisa ngobrol bentar di luar gak?" tanya Naya datar pada Rey, nada bicaranya dingin dan tidak ada tawar-menawar sama sekali.

Reyno menghela napas panjang, lalu mengangguk pelan. Ia tahu betul arah pembicaraan ini. Ia tahu Naya pasti sudah mendengar semuanya. Ia tahu Naya pasti sangat membencinya sekarang.

Beberapa menit kemudian, mereka berdua berdiri di balkon belakang apartemen. Angin pagi berhembus pelan, namun suasana di antara mereka terasa sangat tegang, panas, dan penuh dengan permusuhan.

Naya langsung bicara tanpa basa-basi, tanpa senyum, tanpa sopan santun sebagai pembuka obrolan. Ia sudah tidak peduli lagi. Sangat-sangat tidak perlu karena hatinya yang teramat sangat kesal pada pria tersebut.

"Lo puas sekarang, Rey?"

Reyno langsung mengangkat kepalanya, menatap sahabat istrinya itu dengan wajah bingung dan penuh tanya. "Apa maksud lo? Puas apanya?"

"Merlin kehilangan anaknya, Rey. Anak lo, anak kalian berdua," suara Naya mulai meninggi, bergetar karena emosi yang tertahan. Matanya menatap tajam tepat ke manik mata Reyno. "Dan lo tau betul kenapa itu bisa terjadi. Lo tau siapa penyebab utamanya, bukan?"

Reyno mengepalkan tangannya di sisi tubuh. Rahangnya mengeras kuat-kuat menahan rasa bersalah yang kembali menghantam dada. Ia menundukkan pandangannya ke lantai balkon.

"Aku nyesel, Nay. Aku nyesel banget .... Aku tau aku salah." Suaranya berat dan rendah.

"Penyesalan lo gak bakal balikin anak kalian yang udah mati, Reyno!" potong Naya cepat, kalimatnya tajam dan langsung menusuk tepat ke ulu hati. "Penyesalan lo cuma sampah sekarang. Udah telata. Telat banget."

Naya menggelengkan kepalanya pelan, tertawa kecil dengan nada pahit dan kecewa.

"Gue udah bilang dari awal. Dari awal gue udah peringatin lo. Gue udah bilang jangan sampe Yara masuk terlalu jauh di hidup lo. Gue udah bilang jangan sampe Merlin jadi korban. Tapi lo gak denger."

"Aku gak pernah ada hubungan apa-apa sama Yara! Aku sumpah! Aku cuma ngerasa tanggung jawab, aku cuma kasihan, aku cuma gak tega ninggalin dia sendirian pas dia susah," bantah Rey, mencoba menjelaskan meski ia sadar penjelasannya sudah tak berarti apa-apa lagi.

"Masalahnya bukan lo selingkuh atau enggak, Reyno!" seru Naya geram, matanya memerah menahan marah. "Masalahnya, lo bikin istri lo merasa sendirian terus! Lo bikin Merlin merasa kalau dia itu gak penting. Lo bikin dia ngerasa kalau orang lain itu selalu lebih berharga daripada dia, daripada rumah tangga lo sendiri! Itu yang paling sakit, Rey! Itu yang bikin dia hancur!"

Keheningan seketika menyelimuti balkon itu.

Dan Reyno tidak bisa menyangkal satu pun kata yang keluar dari mulut Naya. Semuanya benar. Semuanya adalah kenyataan pahit yang ia coba hindari.

"Lo tau gak, Rey?" lanjut Naya, suaranya melemah namun masih penuh ketegasan. "Merlin tuh selalu bela lo di depan gue. Selalu. Tiap kali gue marahin lo, tiap kali gue ngomel karena lo gak ada waktu buat dia, dia selalu bela lo."

Dada Reyno terasa makin sesak. Napasnya berat. Matanya juga terasa sangat panas. Jantungnya berdegup kencang. Nmaun Naya tidak ingin ambil pusing dengan apa yang Rey rasakan saat ini. Dia terus melanjutkan apa yang ingin ia katakan. Apa yang ada dalam hatinya, yang selama ini tertahan, akan dia lepaskan semuanya sekarang.

"Dia selalu bilang, 'Reyno cuma capek kerja, Nay', 'Reyno cuma lagi bingung', 'Reyno orangnya cuma terlalu baik sama semua orang', 'Reyno bakal berubah nanti'," tutur Naya menirukan suara sahabatnya itu dengan mata berkaca-kaca. "Padahal di saat yang sama, di belakang lo, tiap malam dia nangis sendirian. Tiap malam dia tidur sambil nahan sakit hati."

Jantung Reyno terasa seperti dihantam palu besi besar. Rasanya sakit sekali, perih tak terhingga. "Dia ... dia nangis?" tanyanya pelan, suaranya hampir hilang.

Naya menatap Rey dengan tatapan tajam, penuh rasa benci yang wajar. "Lo pikir selama ini dia baik-baik aja? Lo pikir dia seneng-seneng aja pas lo pergi terus? Lo pikir dia kuat banget sampe gak pernah sedih?"

Tidak. Ternyata tidak. Dan sekarang Reyno sadar sepenuhnya. Ia memang tidak pernah benar-benar melihat istrinya. Ia tidak pernah benar-benar ada untuk istrinya. Ia terlalu sibuk memperhatikan luka, kesedihan, dan masalah orang lain. Ia terlalu sibuk menjadi pahlawan bagi orang asing.

Sementara di dalam apartemen itu, Merlin masih duduk sendirian di meja makan. Tatapannya kosong menatap semangkuk sup yang mulai dingin dan berubah warna.

Dari arah balkon, samar-samar ia mendengar suara Naya yang mulai meninggi, mendengar potongan-potongan kalimat yang marah. Namun ia terlalu lelah untuk mendengarkan. Ia terlalu lelah untuk peduli lagi.

Tangannya perlahan, sangat pelan, menyentuh perutnya sendiri. Mengusap rata bagian yang dulu menjadi rumah bagi kehidupan kecil mereka. Dan lagi-lagi, rasa kosong yang menganga lebar itu datang menyergapnya.

Seharusnya sekarang ada bayi kecil di sana. Seharusnya sekarang ada tendangan halus yang ia rasakan. Seharusnya sekarang ia sedang sibuk membayangkan nama, sibuk memilih baju bayi, sibuk belajar menjadi seorang ibu.

Namun sekarang, yang tersisa hanya luka. Luka yang dalam, yang basah, yang tak tahu kapan akan kering. Dan yang paling menyakitkan dari semuanya itu adalah, ia mulai merasa, ia mulai sadar, bahwa ia sudah tidak sanggup lagi. Ia sudah tidak sanggup lagi mempertahankan semuanya sendirian. Ia sudah tidak sanggup lagi berjuang seorang diri demi sebuah rumah tangga yang hanya ia sendiri yang berusaha menjaganya agar tetap utuh.

1
sunaryati jarum
Masalah jangan dihindari,tapi diselesaikan.
sunaryati jarum
Yang namanya suami atau istri memberi.perhatian pada lawan jenis walau itu saudara apalagi nseperti Reyno membiayai istri sendirian karena menemani wanita lain.Hati siapa yg tidak sakit
sunaryati jarum
Biar saja dulu kamu menghindar dari Reyno agar Reyno tahu bagaimana rasanya dia abaikan.Bangkit dan bekerja Merlin,buat kesibukan yang bermanfaat dari pada mengingat luka hati
evi carolin
perjuanganmu berat Rey ,ga semudah itu kamu mau ngembalikan kepercayaan seorang istri yg diabaikan perasaannya selama ini apa lagi dia mengalami suatu kejadian yg mengakibatkan hilangnya anak yg dikandungnya ,jadi ... jalanilah apa yg sudah kamu buat selama ini
sunaryati jarum
Sepertinya tidak ada penyesalan pada diri sampai membuat Merlin keguguran
sunaryati jarum
Yara kamu harus tahu posisimu dan Reyno pria beristri.Reyno kau harus tegas pada dirimu dan yara
falea sezi
🤣🤣 lacur kecil. g tau diri. playing victim amat lu
sunaryati jarum
Merlin jangan jadi wanita lemah ,segera bangkit ,cari kesibukan yang bermanfaat.Sudah jangan terus meratapi kepergian calon anakmu yang tidak akan kembali.Terima kenyataan,dan lakukan kesibukan yang bermanfaat.Jika tidak ingin cerai segera berdamai dengan Reyno dan diri sendiri.Reyno jika kamu bertekat mempertahankan rumah tanggamu,hempaskan ulat bulu yang membuat kamu abai pada Merlin istrimu, tunjukkan kesungguhan kamu.Tuh yang membuat rumah tanggamu hancur karena kebodohan kamu datang, segera hempaskan
a
falea sezi
😒 kelamaan
Green_Rose: maaf yah. aku... pemula. kalo gak sesuai harapan, jangan kesal yah. kasi masukan aja. insyaallah aku bakal jadikan pelajaran.
total 1 replies
falea sezi
myter doank thor😒 heran jd males like
Green_Rose: jangan gitu yah. aku pemula lho. masih harus banyak belajar nih.
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 laki oon kebangetan
falea sezi
pergi jauh biar di bangke nyesel
falea sezi
🤣🤣 oon cerai lah goblok amat merlin
Moms Shinbi
up thor jngn jln d tempat
sunaryati jarum
Dari pada menahan sakit.lebih baik pisah.Dan biarkan Yara menggonggong.
Himna Mohamad
update lg ya kk
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Moms Shinbi
lanjut thor
Himna Mohamad
gass kk
Green_Rose: yuhu... esok yah. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: oke siap. tapi esok yah. insyaallah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!