NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Cahaya Rahmad di Tanah Bharata

​20 November 700 Masehi — Dataran Tinggi Dekkan, India Tengah

​Angin kencang bertiup melintasi benteng-benteng Manyakheta yang kini telah sunyi dari suara genderang perang. Di atas menara tertinggi, panji emas dengan lambang Dinasti Rahmad berkibar gagah, menandakan berakhirnya sebuah era dan dimulainya tatanan baru. Hanya dalam hitungan hari, tatanan politik yang telah bertahan selama berabad-abad di tanah India runtuh berkeping-keping di bawah gempuran teknologi masa depan.

​Penaklukan simultan terhadap tiga ibu kota besar—Pataliputra, Kannauj, dan Manyakheta—berlangsung dengan presisi yang mengerikan. Di Pataliputra, helikopter jet Yudi melumpuhkan pertahanan sungai Gangga hanya dalam satu serangan udara, memaksa para bangsawan Pala menyerahkan kunci kota demi keselamatan rakyat mereka. Di Kannauj, tank-tank MBT merayap masuk ke jantung kota, menghancurkan barikade batu tanpa kesulitan, hingga Raja Gurjara-Pratihara jatuh bersujud di debu jalanan. Terakhir, di Manyakheta, kavaleri bermotor Yudi mengepung istana Rashtrakuta sebelum fajar menyingsing, mengakhiri perlawanan terakhir dari aliansi tiga kerajaan.

​Berita tentang jatuhnya tiga raksasa India ini menyebar layaknya api yang ditiup badai. Efek dominonya terasa hingga ke ujung semenanjung selatan dan pegunungan barat. Kerajaan-kerajaan kecil yang selama ini berlindung di balik bayang-bayang tiga kerajaan besar—seperti Dinasti Chalukya Timur, Pallava, hingga sisa-sisa kerajaan suku di pedalaman—mengalami guncangan hebat.

​Para raja kecil ini sadar bahwa jika tiga kekaisaran terbesar saja bisa tunduk dalam hitungan hari, maka mereka yang hanya memiliki beberapa ribu prajurit tombak tidak akan memiliki peluang satu banding sejuta. Satu per satu, utusan dari kerajaan-kerajaan kecil ini mulai berdatangan ke kemah-kemah militer Dinasti Rahmad. Mereka tidak membawa pedang, melainkan membawa emas, rempah-rempah, dan dokumen penyerahan diri secara total.

​Lhasa — Ruang Singgasana Potala

​Yudi Rahmad duduk di kursi komandonya, menatap layar hologram yang kini hampir seluruhnya berwarna hijau—warna yang menandakan wilayah di bawah kendalinya. Galuh berdiri di sampingnya, membacakan daftar panjang penguasa lokal yang memohon untuk bergabung tanpa syarat.

​"Tuan Kaisar," suara Galuh terdengar mantap. "Seluruh penguasa di dataran rendah Gangga hingga ujung selatan Dekkan telah menyatakan sumpah setia. Mereka terkesan dengan kebijakan Anda di Varanasi dan Lumbini. Fakta bahwa rumah ibadah dan warga sipil tidak disentuh membuat mereka lebih memilih menjadi bagian dari Dinasti Rahmad daripada dihancurkan oleh mesin perang kita."

​Yudi mengangguk pelan. "Kekuasaan yang dibangun di atas ketakutan hanya akan bertahan selama senjata kita terhunus. Namun, kekuasaan yang dibangun di atas keadilan dan perlindungan akan bertahan selamanya. Biarkan mereka tetap memimpin wilayah masing-masing sebagai gubernur di bawah mandatku, selama mereka membayar upeti dan mengikuti hukum dasar kita."

​Kemenangan mutlak ini menciptakan sebuah kekaisaran raksasa yang belum pernah ada bandingannya dalam sejarah manusia. Wilayah kekuasaan Yudi kini membentang dari puncak tertinggi Himalaya di Tibet, melintasi seluruh lembah subur India, hingga menyentuh garis pantai Samudra Hindia.

​Luoyang dan Bagdad — Gempa Diplomatik

​Di Luoyang, Maharani Wu Lin terpaksa menunda rapat menteri karena ribuan warga berkumpul di depan istana, bersorak merayakan kemenangan "Pangeran dari Utara". Bagi rakyat Zhou, kemenangan Yudi adalah kemenangan mereka juga, mengingat hubungan darah antara Maharani mereka dengan Kaisar Rahmad.

​Namun, di balik kegembiraan itu, Wu Lin merasakan tekanan politik yang luar biasa. Dinasti Zhou kini berbatasan langsung dengan sebuah kekuatan militer yang bisa melenyapkan mereka dalam semalam jika aliansi ini retak. Ia segera memerintahkan Yue Qing untuk mempercepat persiapan keberangkatan menuju Lhasa guna menjemput Yudi untuk upacara lamaran agung.

​"Putriku," ucap Wu Lin pada Yue Qing di taman istana. "Dunia kini milik Yudi. Kau harus memastikan bahwa hatinya tetap tertambat pada Zhou. Pernikahan ini bukan lagi sekadar urusan keluarga, ini adalah jaminan kelangsungan hidup kekaisaran kita."

​Yue Qing, mengenakan gaun sutra merah yang mempertegas lekuk tubuhnya yang dewasa, tersenyum dengan sorot mata yang tajam. "Jangan khawatir, Ibu. Yudi menaklukkan dunia untuk membawanya ke kakiku. Aku akan menjadi permaisuri yang layak bagi matahari yang begitu terang."

​Sementara itu di Bagdad, Khalifah Abbasiyah menggelar perjamuan besar. Kabar bahwa seluruh daratan India kini dipimpin oleh seorang Muslim yang adil membuat popularitas Aliansi Sabit melonjak drastis. Para pedagang Arab mulai membayangkan jalur perdagangan tanpa gangguan dari Bagdad hingga Tibet dan India. Khalifah secara pribadi menulis surat balasan, menyatakan bahwa ia akan menjadi saksi dalam pernikahan Yudi nanti sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

​25 November 700 Masehi — Fajar Baru Asia

​Perang India telah berakhir. Pedang-pedang telah disarungkan, dan mesin-mesin tank kini diparkir sebagai penjaga perdamaian di kota-kota besar. Yudi memerintahkan pembangunan jalan raya lintas pegunungan yang menghubungkan Lhasa dengan Delhi dan Varanasi, menggunakan teknologi konstruksi yang ia miliki.

​Jalur perdagangan mulai hidup kembali. Budaya Tibet yang keras bertemu dengan kehangatan budaya India, diikat oleh hukum Dinasti Rahmad yang inklusif. Di bawah kepemimpinan Yudi, India tidak lagi dipandang sebagai wilayah taklukan yang dijarah, melainkan sebagai provinsi utama yang dilindungi.

​Yudi berdiri di balkon istananya, menghirup udara dingin Tibet sambil menatap ke arah selatan, ke arah daratan luas yang kini menjadi miliknya. "Sekarang," bisiknya, "saatnya memenuhi janji di Luoyang."

​Dengan runtuhnya tiga mahkota besar dan menyerahnya kerajaan-kerajaan kecil, fajar baru telah menyingsing di Asia. Dinasti Rahmad bukan lagi sekadar kerajaan pegunungan yang terisolasi; ia telah menjelma menjadi pusat dunia.

​Statistik Kekaisaran Dinasti Rahmad (Per November 700 Masehi)

​Setelah penaklukan total atas Kekaisaran Pala, Gurjara-Pratihara, Dinasti Rashtrakuta, serta menyerahnya seluruh kerajaan kecil di semenanjung India, berikut adalah gambaran kekuatan baru Dinasti Rahmad:

​Total Populasi Kekaisaran:

Gabungan dari penduduk asli Tibet yang terorganisir dengan kepadatan tinggi dan populasi masif dari seluruh daratan India mencapai angka sekitar 72.000.000 jiwa. Ini menjadikan Dinasti Rahmad sebagai kekaisaran dengan populasi manusia terbanyak di dunia pada masa itu, melampaui gabungan populasi banyak wilayah lainnya.

​Luas Wilayah Kekuasaan:

Wilayah kekuasaan kini membentang dari dataran tinggi Tibet di utara, mencakup seluruh wilayah Himalaya, hingga ke ujung paling selatan India di Kanyakumari. Secara total, luas wilayah yang dikuasai mencapai kurang lebih 5.200.000 kilometer persegi. Wilayah ini mencakup berbagai bioma, mulai dari pegunungan bersalju abadi, lembah sungai Gangga yang sangat subur, hingga hutan tropis di Dekkan.

​Struktur Ekonomi dan Sumber Daya:

Dengan penguasaan atas seluruh India, Dinasti Rahmad kini memegang kendali penuh atas 40% produksi rempah-rempah dunia, tambang emas di selatan, serta jalur perdagangan laut yang strategis di Samudra Hindia. Hal ini, dikombinasikan dengan teknologi manufaktur canggih yang diperkenalkan Yudi di Tibet, membuat cadangan ekonomi kekaisaran tidak terbatas dan mampu membiayai ekspansi militer maupun pembangunan infrastruktur berskala besar tanpa membebani pajak rakyat.

​Status Militer Pendudukan:

Pasukan inti tetap terdiri dari 2.700 kavaleri bermotor dan unit tank, namun kini didukung oleh lebih dari 500.000 pasukan lokal yang telah disumpah setia dan direorganisasi di bawah komando instruktur militer Rahmad. Seluruh persenjataan tradisional India mulai digantikan secara bertahap dengan peralatan standar yang lebih modern, menciptakan angkatan perang yang paling ditakuti di timur maupun barat.

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!