Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
meminta mengajar
...Salah satu pemberian terbaik...
...adalah setiap kalimat ilmu...
...yang diperoleh dan dijaga...
...oleh seseorang, kemudian ia...
...mengajarkan kepada...
...saudaranya. ...
...- Fudhail bin 'Iyadh -...
...----------------...
mommy Yasmin yang melihat pertengkaran suami dan anak nya sudah terbiasa.
"sudah.. kalian ini kebiasaan banget. son pertanyaan mommy belum di jawab sama kamu? " tanya mommy Yasmin
"Damian akan ke luar kota buat nge cek cabang perusahaan di sana" jawab Damian dengan lembut. ya.. jika dengan mommy nya Damian akan menjadi lembut.
"ada masalah? " tanya daddy alex menatap sang putra
"hanya masalah kecil dad" ucap Damian
"yaudah nanti mommy bantuin packing baju mu" kata mommy Yasmin diangguki oleh Damian.
"kalau gitu Damian ke atas dulu mom. cup" kata Damian dan menyempatkan mencium pipi sang mommy
"Damian " teriak daddy alex. Damian sendiri sudah berlalu sambil tersenyum geli melihat tingkah laku sang daddy.
Damian sampai gak habis pikir dengan daddy nya sebegitu bucin nya sama mommy nya. sedangkan dia waktu bersama mantan istrinya tidak terlalu segitunya. jangan ngeledek Damian kau belum bertemu dengan pawangnya saja😏.
"udahlah mommy mau nyiapin persiapan Damian dulu dad" ucap mommy Yasmin lalu ia bangkit dari duduknya melangkah ke lantai atas.
*
Sedangkan di ndalem Khalisa sedang duduk bersama uma nya di ruang tengah, sedangkan aba nya sedang berada di pondok.
Khalisa sedang memangku laptopnya untuk mengerjakan pekerjaan nya supaya tidak terlalu tercecer. Uma Maryam sendiri sedang membaca kitab di sebelah putri nya.
Tak lama itu aba dan gus Ali datang menghampiri mereka yang sedang fokus dengan urusannya masing masing.
"assalamu'alaikum" ucap salam mereka berdua
kedua wanita yang beda generasi itu mendongak wajahnya.
"waalaikumsalam"
Uma langsung mencium tangan suaminya , gus Ali mencium tangan umanya sedangkan Khalisa mencium tangan aba dan abangnya.
"abang kok bisa bareng pulangnya sama abah? " tanya Khalisa . mereka semua sudah duduk di kursi yang berada di ruang tengah.
"itu abang ketemu sama abah di depan. jadinya yang masuk ke rumah barengan deh." ucap gus Ali
"selamat ya dek atas kelulusan nya. abang bangga sama kamu. Dan maafin abang tadi gak bisa nyambut kamu soalnya abang ganttiin abah buat ngisi ceramah" lanjut gus ali
"gak papa kok bang, Khalisa ngerti kok yang penting kita kan bisa berkumpul lagi sekarang" ucap lembut khalisa.
Aba dan Uma yang melihat kedua putra putrinya rukun seperti ini menjadi senang dan bahagia.
"Nduk Khalisa " panggil abah kepada putri bungsunya itu. khalisa yang sedang berbincang bersama gus Ali langsung menoleh karena aba memanggilnya.
"iya bah? "
"nduk kan sudah lulus. apa nduk Khalisa mau ngajar di pondok? supaya ilmu yang di dapat oleh kamu bisa tersalurkan kepada santriwati yang lainnya" ucap aba Mustofa
Khaliss tersenyum lembut mendengar pertanyaan dari aba nya. ia sudah menduga dan siap karena kepulangan nya juga ingin mengajar di pondok pesantren aba nya, jika tidak mau ngajar Khalisa pasti tidak akan pulang ia lebih milih bekerja di sana.
"insya allah Khalisa siap mengajar di pondok bah" kata khalisa dengan mantap tak lupa dengan senyuman yang tulus. (khalisa sekarang tidak memakai cadar ya gaesa... karena mereka berada di ruang tengah. ruang tengah tersebut juga ada pintunya seperti ruangan tertutup.)
"Allhamdulilah nduk. nanti abang mu yang akan mengurusi semuanya ya" kata aba Mustofa
mereka lalu berbincang bincang tak lupa khalisa juga menceritakan semua nya ketika berada di Mesir.
Bersambung...