NovelToon NovelToon
Aku Diculik Mafia Tampan

Aku Diculik Mafia Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Sinopsis – Aku Diculik Mafia Tampan

Alya, gadis sederhana yang bekerja keras demi menghidupi ibunya, tak pernah menyangka hidupnya berubah hanya karena satu kecelakaan kecil. Saat menabrak mobil mewah di tengah hujan, ia justru diculik oleh pemilik mobil itu—Kael Lorenzo, pria tampan, kaya raya, dan pemimpin mafia paling ditakuti di kota.

Dibawa ke mansion megah bak penjara emas, Alya dipaksa tinggal bersama pria berbahaya yang dingin dan kejam itu. Kael seharusnya menyingkirkannya, tetapi ada sesuatu pada Alya yang membuatnya tak mampu melepaskan.

Semakin Alya melawan, semakin Kael terobsesi.

Ia melarang Alya pergi.
Ia menghancurkan siapa pun yang mendekat.
Ia rela menumpahkan darah demi menjaga gadis itu tetap di sisinya.

Namun saat rahasia masa lalu Kael mulai terbongkar dan musuh-musuh mafia mengincar Alya, keduanya terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya.

Bisakah Alya kabur dari pria yang menculiknya…
atau justru jatuh cinta pada mafia tampan yang menganggapnya milikny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam Pelukan Mafia

Bab 4 – Dalam Pelukan Mafia

Suara kaca yang pecah masih bergema di seluruh ruangan.

Alya membeku di tempat, tubuhnya gemetar hebat. Pecahan kaca berserakan di lantai, dan lubang peluru terlihat jelas menancap di dinding tepat di belakang mereka.

Kalau tadi Kael tidak cepat menariknya...

Peluru itu mungkin sudah menembus kepalanya.

“Jangan bergerak.”

Suara Kael terdengar rendah dan tegas tepat di atas kepalanya.

Alya baru sadar kalau dirinya sedang terlindungi erat di balik tubuh pria itu. Satu tangan Kael menekan kepalanya agar tetap menempel di dadanya, sementara tangan lainnya dengan sigap mengeluarkan pistol hitam dari balik pinggangnya.

Jantung Alya berdegup kacau.

Entah itu karena rasa takut yang luar biasa... atau karena aroma tubuh Kael yang tercium sangat dekat.

Beberapa bodyguard masuk berlari tergopoh-gopoh.

“Tuan! Penyerang datang dari sisi timur!”

“Berapa orang?” tanya Kael dengan nada dingin tanpa emosi.

“Minimal enam orang, Tuan.”

Kael sama sekali tidak terlihat panik.

“Habisi.”

Hanya satu kata yang keluar dari mulutnya. Nada suaranya datar, seolah-olah ia hanya memerintah untuk membuang sampah, bukan membunuh manusia.

Para pengawal itu langsung bergerak cepat meninggalkan ruangan.

Alya menatap Kael dengan tatapan ngeri.

“Kamu... benar-benar menyuruh mereka membunuh?”

Kael menunduk menatap wajahnya.

“Mereka yang datang lebih dulu untuk membunuh kita.”

“Kita?”

“Ya.”

Kael langsung menarik tangan Alya.

“Ayo naik.”

“Aku nggak mau ikut sama kamu!”

Kael menatap lantai yang penuh pecahan kaca itu.

“Kalau kau nekat tinggal di sini, peluru berikutnya mungkin akan tepat sasaran menembus kepalamu.”

Alya langsung diam ketakutan.

Kael menggenggam tangannya erat dan menyeretnya menuju tangga besar. Dari luar sana, suara tembakan balasan terus terdengar bertalu-talu.

DOR! DOR!

“Astaga... astaga...”

Alya rasanya ingin menangis. Jadi begini rasanya hidup di dunia mafia.

Sementara dia ketakutan setengah mati, Kael justru berjalan dengan sangat tenang, seolah suara tembakan itu hanyalah suara hujan yang turun.

Mereka masuk ke kamar Alya. Kael segera mengunci pintu dari dalam.

“Aku akan tinggal di sini sampai keadaan aman.”

“Apa?! Ini kamarku!” protes Alya.

“Sekarang juga jadi kamarku.”

“Dasar perampok!”

Kael tak menggubris omelannya. Ia berjalan mendekati jendela, menyingkap tirai sedikit saja, lalu mengamati situasi di halaman sambil tetap waspada memegang pistolnya.

Cahaya matahari pagi menyinari sisi wajahnya. Tampan, berkarisma, tapi juga sangat tajam dan menyeramkan.

Alya memeluk tubuhnya sendiri.

“Kamu memang penjahat sungguhan ya?” tanyanya pelan.

“Ya.”

Jawaban yang begitu jujur dan singkat membuat Alya terdiam.

“Kamu nggak malu bilang begitu?”

Kael menoleh ke arahnya.

“Aku lebih malu kalau harus berbohong.”

Alya kehabisan kata-kata. Pria ini benar-benar aneh.

Tiba-tiba, suara ledakan kecil terdengar dari kejauhan.

DUARR!

Alya menjerit kaget dan refleks berlari mendekati Kael. Tanpa sadar, ia memeluk lengan pria itu erat-erat.

Hening beberapa detik.

Alya menunduk melihat tangannya sendiri yang mencengkeram lengan Kael. Ia buru-buru melepaskannya seolah tersengat listrik.

“A-aku cuma kaget doang!” belanya cepat.

Kael memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan, ada sedikit geli di sana.

“Lanjutkan saja.”

“Hah?”

“Pegang aku lagi. Tidak apa-apa.”

“Mimpi!”

Kael menyeringai tipis.

“Sayang sekali.”

Alya mendengus kesal dan menjauhkan diri. Pria itu memang benar-benar gila.

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu tiga kali.

Kael langsung sigap, pistolnya terangkat siap menembak.

“Itu aku, Tuan. Riko.”

Kael membuka pintu sedikit saja. Seorang pria tinggi dengan wajah serius berdiri di luar.

“Area sudah aman, Tuan. Tiga penyerang tewas, dua kabur, satu berhasil ditangkap hidup-hidup.”

Wajah Alya langsung pucat pasi mendengarnya.

Kael hanya mengangguk dingin.

“Interogasi dia.”

“Siap, Tuan.”

Sebelum pergi, Riko sempat melirik ke arah Alya sebentar, lalu segera berlalu.

Kael menutup pintu kembali.

Alya mundur perlahan, jantungnya berdegup tak karuan.

“Tiga orang mati... dan kamu membicarakannya santai banget kayak lagi ngomongin cuaca.”

“Mereka yang memilih datang membawa senjata.”

“Jadi nyawa manusia nggak ada artinya buat kamu?”

Kael menatap Alya cukup lama. Tatapannya terasa lebih dalam dari biasanya.

“Nyawa orang yang aku sayang... itu yang berarti.”

Ucapan itu keluar begitu tiba-tiba. Alya jadi salah tingkah dan wajahnya terasa panas.

“A-aku nggak tanya soal itu!”

“Tapi aku menjawabnya.”

Kael berjalan mendekat perlahan. Setiap langkahnya membuat Alya mundur sampai akhirnya lututnya menyentuh sisi ranjang.

Kael berhenti tepat di depannya, membuat jarak mereka sangat dekat.

“Alya.”

“A-apa?”

“Kenapa kau takut padaku... tapi matamu tidak pernah lepas menatapku?”

Wajah Alya makin memerah.

“Aku nggak menatapmu!”

“Kau sedang melakukannya sekarang.”

Alya buru-buru memalingkan wajah ke samping.

Kael tertawa pelan. Tawa rendah yang terdengar seksi namun juga membuat bulu kuduk merinding.

“Aku benci kamu,” gumam Alya kesal.

“Teruslah bilang begitu.”

“Kenapa?”

“Karena setiap kali kau marah, kau terlihat jauh lebih hidup.”

Alya mendongak memicingkan mata.

“Dan setiap kali kamu buka mulut, rasanya aku pengen lempar kursi ke muka kamu!”

Kael menahan tawanya.

Namun tiba-tiba, wajahnya berubah serius. Ia mengangkat tangan dan menyentuh pipi Alya dengan sangat lembut.

Ada serpihan kaca kecil yang menempel di sana.

“Jangan bergerak.”

Jari Kael mengambil serpihan itu dengan hati-hati. Sentuhannya hangat, membuat napas Alya tercekat di tenggorokan.

“Aku bisa ambil sendiri kok...”

“Tapi aku ingin melakukannya.”

Setelah serpihan kaca itu hilang, Kael tidak langsung menarik tangannya. Jari-jarinya justru perlahan menelusuri garis rahang Alya.

“Apa kamu selalu memperlakukan semua wanita seperti ini?” tanya Alya lirih.

“Tidak.”

“Terus kenapa cuma aku?”

Mata gelap Kael menatap lurus ke dalam manik mata gadis itu.

“Karena hanya kau yang berhasil menarik perhatianku.”

Jantung Alya seakan berhenti berdetak sesaat.

Belum sempat ia memproses kalimat manis namun menakutkan itu, suara ponsel Kael berdering keras memecah keheningan.

Kael menatap layar, dan ekspresinya langsung berubah total menjadi sedingin es.

Ia mengangkat telepon itu.

“Apa?”

Hening beberapa saat.

Lalu rahang Kael mengeras, napasnya memburu menahan amarah.

“Siapa yang berani memberi mereka alamat rumah ibunya Alya?!”

Tubuh Alya membeku seketika.

“Apa maksudmu?” bisiknya panik.

Kael memutus sambungan dan menatapnya tajam.

“Musuhku... sudah tahu keberadaan ibumu.”

Dunia Alya seakan runtuh seketika.

“Ibu"

1
Erna sujana Erna sujana
lanjut Thor,suka dgn CRT nya
wiwi: tunggu update bsok yah kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!